Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 20 (SAMBUTAN UNTUK PETUALANG BARU)


__ADS_3

 


 


“Mohon maaf tuan, sepertinya saya tidak bisa membantu anda di ujian selanjutnya”, Pria Tersebut berkata.


“Syukurlah berhasil”, Nona Annelies berteriak lalu memelukku sambil berjingkrak-jingkrak. Ada apa dengan dia, kenapa dia terlihat sangat bahagia? Eh, ngomong-ngomong, dipeluk oleh wanita cantik dan masih muda ternyata enak juga. Seumur hidupku aku hanya dipeluk oleh ibuku, jadi aku tidak merasakan apa-apa. Aku pikir wajahku memerah sekarang.


“Maaf tuan”, Nona Annelies berkata lalu melepas pelukannya. Terlihat wajahnya memerah, sepertinya ia mulai sadar. Lalu ia berkata, ”Saya turut berbahagia dengan keberhasilan anda. Silahkan tuan ikuti saya, kami tidak memiliki lawan tanding yang setara dengan Anda?”


“Maksudnya?”, Aku bertanya dengan keheranan karena tidak mengerti maksud dari ucapannya.


“Anda otomatis lulus, sepertinya anda memecahkan rekor sebagai rookie pemegang rekor lencana tertinggi dengan usia termuda”, Nona Annelies menjawab lalu ia berkata, “Mari tuan kita kembali ke ruangan semula, ada beberapa hal yang harus kita selesaikan”, Sambungnya.


“Baiklah Nona”, Aku menjawab lalu nona Annelies pun mengantarkanku ke ruangan sebelumnya.


Wah, kedengarannya hebat. Menjadi orang pertama yang mendapatkan lencana palladium di ujian menjadi petualang. Aku jadi tidak bisa membayangkan bagaimana kekuatan seorang pemegang lencana Adamantium.


“Silahkan terima lencana anda”, Nona Annelies berkata sambil menyerahkan lencana petualang dengan kedua tangannya dan sedikit membungkukkan badannya di hadapanku.


“Terima kasih”, Aku berkata sambil mengikuti gerakannya. Lalu berkata, “Oh iya, bagaimana tentang kelanjutan dari transaksi kita?” Sambungku.

__ADS_1


“Baik tuan untuk harga, mahkota, jubah dan pedang Goblin Lord totalnya seharga 15 keping emas. Dan untuk taring dan kulit Hellhound, totalnya seharga 20 keping emas. Jadi total secara keseluruhan seharga 35 keping emas ditambah dengan bonus sebesar 25% totalnya menjadi 42 keping emas. Disisi lain juga anda akan mendapatkan hadiah ucapan selamat datang dari Organisasi Petualang sebesar 50 koin perak untuk masing-masing tingkatan. Jadi total yang akan anda bawa pulang sebesar 44 koin emas dan 50 koin perak”. Dan nona Annelies pun menyerahkan uangnya dengan wajah tersenyum. “Kami tunggu pencapaian anda selanjutnya. Untuk mencari quest, anda bisa mengambilnya di mading aula utama kantor Organisasi Petualang dan membawanya kepada saya. Saya Annelies, akan menjadi Administrator anda di kota Glasius”, Nona Annelies berkata dengan wajah tersenyum.


Kereeen, ternyata aku bisa mendapatkan uang semudah ini dengan menjadi seorang petualang ditambah lagi aku akan di administratori oleh kakak cantik seperti nona Annelies. Stay cool, stay cool, meskipun aku terbiasa hidup miskin tapi aku harus tetap tenang ketika memiliki uang sebanyak ini. Baiklah, sudah waktunya aku menemui Sitha. Aku harus membelikannya pakaian sebelum kami pergi menuju Akademi Stacia.


“Terima kasih nona Annelies. Jika tidak ada keperluan lain, saya pamit terlebih dahulu”, Aku berkata kepada Nona Annelies lalu bangkit dari tempat dudukku.


“Sama-sama, tuan. Sampai bertemu kembali”, Lalu nona Annelies pun bangkit dan sedikit membungkukkan tubuhnya dihadapanku. Lalu aku pun membalas membungkuk kepada nona Annelies sebagai tanda penghormatan.


Aku kembali ke Aula utama tempat meja pendaftaran berada. Aku lihat Sitha hanya bisa duduk saat diganggu oleh beberapa pria berbadan besar. Aku harus menyelamatkannya.


“Sitha”, Aku berteriak menyebut namanya, seketika itu pula Sitha melihat ke arahku dan berlari sekuat tenaga lalu berlindung di punggungku.


“Hei anak muda, kenapa kau mengganggu kesenanganku, apa kau tidak tahu kami pemegang lencana emas disini, dari pakaianmu sepertinya kau masih baru disini”, Seorang Pria tinggi besar berkata kepadaku sambil tertawa dan menolehkan kepalanya serta memainkan alisnya kekanan dan kekiri meminta persetujuan dari teman-temannya.


Tiba-tiba ia menarik jubahku dan mengangkat kerahku ke atas dengan satu tangan hingga kakiku tidak menapak ke tanah seolah-olah ia ingin menunjukkan kekuatannya. Teman-temannya hanya tertawa saat melihat aku dalam posisi seperti itu. Sial cengkeramannya sangat kuat. Aku menoba melepaskan diri namun tidak bisa.


“Perkenalkan, namaku Brutus. Kami semua pemilik lencana emas disini”, Brutus berkata sambil mengenalkan seluruh temannya dengan tatapan dan nada bicara seolah-olah menantangku.


Lalu ia dan teman-temannya tertawa sangat kencang. Aku lihat sekeliling banyak sekali orang namun hanya melihat kami tanpa satu pun yang berani membela aku dan Sitha. Aku tidak tahu ada apa dengan mereka. Apakah mereka terlalu takut dengan Brutus ataukah tidak peduli dengan nasib kami. Sial sepertinya ini harus diselesaikan dengan kekerasan.


“Perkenalkan tuan, nama saya Amadeus. Saya anak baru disini”, Aku berkata, lalu secara diam-diam aku keluarkan lencana palladium ku agar tidak ada seorang pun yang melihat kecuali Brutus dan teman-temannya. Aku yakin jika mereka tahu bahwa aku pemegang lencana Palladium dihari pertamaku menjadi seorang petualang, pasti akan terjadi keributan besar. Ditambah aku tidak ingin Sitha mengikuti tindakanku yang sembrono dan berbahaya ini.

__ADS_1


Aku melihat rona wajah Brutus dan teman-temannya berubah. Ia seperti ketakutan saat melihatku lalu melepaskan tangannya dari kerah bajuku.


“Maafkan saya tuan sudah bersikap lancang terhadap anda”, Brutus berkata sambul menurunkanku, lalu tiba-tiba ia dan teman-temannya membungkuk dan pergi meninggalkan kami.


Aku lihat nona Annelies hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kami sedangkan Sitha terlihat seperti sedang menahan tangis. Tiba-tiba suara riuh dan siulan memenuhi tempat ini. Apakah yang terjadi?


“Andra, siapa itu Amadeus?”, Sitha bertanya kepadaku


“Aku tidak tahu, sepertinya ia orang yang cukup terkenal disini. Lihat saja sambutan disini saat aku menyebutkan namanya”, Aku menjawab.


Aku melihat seorang wanita menghampiri kami. Ia terlihat sangat cantik dan kuat. Rambutnya berwarna hitam dan matanya berwarna merah seperti merah darah. Rambutnya dikuncir kuda dengan poni yang dibelah dua. Ia menggunakan sebuah armor yang hanya menutupi dada kiri, bahu, siku dan lututnya, sepertinya untuk menunjang cara bertarung dia yang menggunakan Rapier. Meskipun dia seorang pendekar, harus aku akui dia adalah seorang wanita yang cantik.


“Perkenalkan tuan, nama saya Rebecca. Saya adalah pemegang lencana Platinum disini. Mohon maaf barusan adalah upacara penyambutan bagi petualang baru disini. Sepertinya anda cukup kuat hingga membuat Brutus dan kawan-kawannya lari seperti itu”, Wanita tersebut berkata.


“Perkenalkan, nama saya Amadeus”, Aku menjawab.


“Saya baru pertama kali bertemu dengan anda. Jangan-jangan anda adalah pemegang lencana palladium di hari pertama menjadi petualang seperti yang dirumorkan itu”, Rebecca berkata.


“Bukan Nona, sepertinya anda salah orang. Saya kemari hanya ingin menjual barang, itu saja”, Aku menjawab.


Aku dan Sitha pun pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


 


 


__ADS_2