Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 23 (HARI PERTAMA SEKOLAH)


__ADS_3

Setelah upacara pembukaan, kami diberitahu mengenai Akademi Stacia. Aku merasa sedikit menyesal mengapa aku harus masuk ke dalam kelas petarung. Aku pikir Akademi di ibukota hanya dikhususkan untuk menjadi pengguna sihir ataupun petarung, ternyata disini juga memiliki kelas untuk pengembangan senjata dan obat-obatan.


Namun bagaimanapun juga, surat rekomedasi Raja Arthur memang ditujukan untuk masuk ke dalam kelas petarung dan pengguna sihir. Sial, kenapa aku masuk kemari menggunakan surat rekomendasi. Padahal jika aku masuk ke kelas pengembangan senjata dan obat-obatan aku pikir itu akan lebih mudah mewujudkan cita-citaku membangun kerajaan bisnis hiburan.


Harus aku akui bahwa Akademi Stacia adalah tempat dimana aku benar-benar bisa mewujudkan cita-citaku. Setelah aku selidiki ternyata seluruh guru di akademi merupakan orang-orang yang memegang gelar sebagai Master Sihir atau Master Petarung, dan Master Obat-obatan. Dengan kata lain mereka adalah seorang yang memiliki kemampuan setingkat Paladin.


Setiap angkatan di Akademi Stacia terdiri dari 500 orang murid untuk kelas pengguna sihir dan petarung serta 500 murid untuk kelas pengembangan senjata dan obat-obatan. Disetiap kelas terdiri dari 50 murid yang terdiri dari 3 angkatan. Dengan kata lain, disini terdapat 60 guru yang terdiri dari Master Sihir, Master Petarung, Master Obat-Obatan dan Master Penempa.


Namun yang tak kalah hebatnya lagi adalaha meskipun Akademi Stacia dibiayai oleh Kerajaan, Kuil Suci dan Organisasi Petualang, tapi mereka merupakan lembaga yang berdiri sendiri. Dengan kata lain, tidak boleh ada pihak ada campur tangan dari pihak manapun terhadap kebijakan sekolah. Artinya aku bisa bebas melakukan apa saja selama aku berada di dalam sekolah, tentunya selama aku tidak melanggar aturan sekolah. Benar-benar kerrreeenn.


Untuk menampung siswa sebanyak 3.000 orang, Akademi Stacia memiliki luas lahan sebesar 1.000.000 meter persegi. Area tersebut mencakup asrama, kelas, laboratorium penelitian, fasilitas olahraga, pusat kegiatan siswa, kantin dan sebuah arena pertarungan. Bahkan terdapat toko pakaian, toko senjata, kafetaria dan lain sebagainya. Dapat dikatakan bahwa ini lebih cocok disebut kota di dalam kota dibandingkan akademi, dimana seluruh kebutuhan siswa terdapat didalamnya.


Setekah itu kami di arahkan menuju tempat pameran klub. Disana, kami diizinkan berpisah untuk mendatangi klub yang menarik bagi kami. Aku tertarik dengan klub penempa, alasannya adalah aku bisa menggunakan semua logam dan peralatan menempa di sini secara cuma-cuma.


Pertama kali datang, aku diterima oleh laki-laki yang dipenuhi otot seperti Gori. Aku heran bagaimana mereka memiliki otot yang besar seperti Gori padahal aku yang sudah berlatih menempa selama 7 tahun saja masih terlihat kecil. Aku merasa ketakutan seperti dikerumuni binatang buas, namun mereka tetap menyambutku dengan tangan terbuka. Setelah mengunjungi klub tersebut, aku pun pergi menuju ke kelas.


Aku tidak menyangka bahwa ternyata Natasha dan Gori sudah berada di kelas. Mereka menyisakan bangku kosong untukku disebelah mereka berdua.


“Andra kamu keren, bagaimana mungkin bisa bertunangan dengan Sitha dan Alicia? Tasha jangan takut kamu masih punya kesempatan, mereka hanya bertunangan hahaha”, Gori tertawa.


“Hah?”, Natasha menanggapi pernyataan Gori dengan tatapan membunuh hingga membuat Gori ketakutan.


“Gori apa kau tidak tahu mereka berdua sangat menyeramkan”, Jawabku


“Apa kau sudah gila, bagaimana mungkin wanita seimut mereka kau bilang menyeramkan”, Gori merasa heran mendengar jawabanku.


“Kau tidak tahu bahwa selama ini seluruh laki-laki di sekolah ini selalu menatapku dengan tatapan pembunuh”


“Namun kenyataannya kan kau sekarang bertunangan dengan mereka berdua. Bukankah artinya kau akan memiliki harem?”

__ADS_1


Wah setelah aku pikir-pikir ternyata perkataan Gori ada benarnya juga. Tanpa sadar aku tersenyum karena pikiranku penuh dengan pikiran kotor.


“Hehehe, kedengarannya menarik. Tidak tidak aku hanya bercanda, hahaha”


“Menjijikan”, Natasha berkata sambil memandangku dengan tatapan menjijikan.


“Ngomong-ngomong kalian ikut ekskul apa?”, Aku berkata untuk mengalihkan pembicaraan.


“Aku mengikuti klub gulat”, Jawab Gori.


“Kalo aku mengikuti klub penelitian sihir? Kau sendiri”, Jawab Natasha.


“Aku ikut klub penempa”, Jawabku.


“Apa?”, Mereka berdua menjawabku dengan raut wajah yang terkejut.


Seluruh orang dikelas memandangku dengan tatapan yang aneh, seolah-olah mereka ingin meledek dan merendahkan aku. Tapi aku tidak peduli, mereka hanya tidak mengenali kelemahan diri mereka sendiri sehingga mereka tidak bisa bertambah kuat.


Treeet….


Kami mendengar suara terompet. Itu menandakan kelas akan segera di mulai.


Pada hari pertama sekolah hanya terdapat satu pelajaran karena sebelumnya dipergunakan untuk upacara penerimaan dan penyuluhan dari walikelas. Walikelas kami adalah Pak Einhard.


“Hah???”, Aku berteriak hingga bangkit dari kursiku karena kaget melihat Pak Einhard memperkenalkan diri sebagai walikelas. “Kenapa Pak Einhard ada disini?”, Aku berkata kepada Pak Einhad.


“Aku yang harusnya bertanya seperti itu, kenapa bocah tukang bolos sepertimu bisa berada disini?”, Jawab Pak Einhard.


“Apakah bapak lupa jika aku mendapat surat rekomendasi dari raja Arthur?”, Aku berkata.

__ADS_1


Lalu Pak Einhard menahan tawa dan berkata,”Apakah kamu tidak malu berkata seperti itu setelah membuat keributan pagi tadi”.


Wajahku memerah karena menahan malu dan akhirnya duduk kembali di tempat dudukku. Seluruh teman sekelasku hanya bisa terdiam melihat kami bertengkar.


“Perkenalkan, namaku adalah Einhard The Prince of Piercing Light. Aku akan menjadi walikelas kalian selama 3 tahun kedepan”, Pak Einhard berkata.


Di akademi ini, kami akan dibimbing oleh seorang guru yang sama selama 3 tahun. Tujuannya agar seluruh murid tidak perlu menyesuaikan cara belajar mereka dengan guru baru. Sehingga seluruh perkembangan siswa bisa lebih optimal. Dengan kata lain Pak Einhard adalah orang yang akan menjadi walikelas kami selama 3 tahun. Bagaimana mungkin dia menjadi walikelasku, bukankah dia seharusnya berada di desa Grenze untuk mengajar sebagai seorang guru sekolah? Sial, bagaimana mungkin aku harus menghabiskan 3 tahunku disini dibimbing oleh guru pemalas ini. Apakah ini pekerjaan dari raja Arthur. Jujur saja, aku tidak tahu.


“HHHAAAHHHH???”, Seluruh teman sekelasku berteriak ketika pak Einhard memperkenalkan diri.


“Hei kalian kenapa berteriak seperti itu ketika mendengar nama Pak Einhard?”, Aku bertanya kepada Gori dan Natasha.


“Apakah kamu tidak tahu jika ia adalah salah-satu orang yang menyandang gelar pahlawan di kerajaan ini, aku tidak menyangka bahwa ia akan menjadi guru kita setelah menghilang selama 10 tahun”, Jawab Gori.


“Andra, kamu sangat beruntung bisa dilatih oleh seorang pahlawan seperti Pak Einhard selama bersekolah”, Natasha berkata.


“Hah, apanya yang beruntung? Pekerjaan dia selama di sekolah hanya bermalas-malasan. Bahkan itu lebih cocok disebut sebagai sebuah tempat penitipan anak dibandingkan dengan sebuah sekolahan”, Jawabku.


Natasha melirikku dengan tatapan tajam dan berkata, “Apa kau bilang? Bagaimana mungkin salah seorang lulusan terbaik dari Akademi Stacia adalah seorang pemalas”


“APA”, Aku berteriak mendengar jawaban Natasha.


“Hei anak pemalas, apakah kau mau membuat keributan di hari pertama bersekolah?”, Pak Einhard berkata.


“Maafkan aku pak”, Aku berkata lalu kembali di tempat dudukku. Seluruh teman sekelasku memandangku dengan penuh amarah karena mengganggu jam pelajaran Pak Einhard. Sialan, dia benar-benar populer disini hingga membuat teman-temanku fokus mengikuti pelajaran Pak Einhard. Dan aku pun ikut memperhatikan Pak Einhard dalam memberikan pelajaran.


 


 

__ADS_1


__ADS_2