Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 43 (PERTANDINGAN ULANG II)


__ADS_3

“AKU PERINTAHKAN KALIAN UNTUK PERGI DARI SINI!!!”, teriakku.


“Amadeus-sama”, kak Rebecca memegang tanganku.


“Tenang saja aku pernah menghadapi makhluk sepertinya”


Acceleracion…


Aku berlari menerjang kerumunan orang yang sedang berlari kesana kemari. Bergerak di dalam kerumunan orang benar-benar sangat menyulitkan bahkan aku hampir menabrak seseorang beberapa kali.


Trak… trak… trak…


Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah belakang. Ku lihat kak Rebecca berhasil mengejarku.


“Apa yang kau lakukan?”


“Aku akan membantumu, Amadeus-sama”


“Tidak, kembalilah. Kau yang memimpin pasukan”


“Tapi anda sedang terluka”, kak Rebecca nampak khawatir dengan keadaanku.


“Kau hanya akan menghambatku”, tegasku.


Tiba-tiba kak Rebecca menghentikan langkah kakinya. Dari raut wajahnya ia nampak terkejut ketika mendengar ucapanku. Ia pasti tahu bagaimana perbedaan kekuatan diantara kami. Meskipun perbedaan satu tingkat lencana nampak dekat namun sebenarnya bagaikan dua jurang lebar yang tak berdasar.


Untuk meningkatkan lencana bukan hanya tentang pencapaian yang dilakukan oleh seorang petualang tetapi juga tingkat kekuatan yang dimilikinya. Jadi, banyaknya quest tidak akan menjamin seseorang akan mengalami kenaikan tingkatan. Tetapi ditentukan oleh tingkat kesulitan dan keberhasilan dari pelaksanaan quest.


Nona Annelies pernah berkata bahwa semakin sering seseorang melaksanakan quest yang direkomendasikan, semakin cepat pula ia akan mengalami kenaikan. Dengan kata lain, organisasi petualang memperhatikan bagaimana kemajuan yang dimiliki oleh setiap petualang. Seringkali quest yang diberikan diluar batas kemampuan mereka. Terkesan sangat gila.


Bagaimanapun juga, hanya yang mampu bertarung mati-matian hingga diluar batas kemampuan mereka yang mampu berkembang. Begitulah cara kerja dunia, hanya orang-orang dengan tekad dan usaha keras seseorang bisa berada dipuncak.


Akhirnya aku bisa membebaskan diri dari kerumuman orang tersebut.


Harrkkk….


Sekarang, aku hanya perlu menghadapi apa yang ada di depanku.


“BODOLFFF…”


“MAHESVARA…”


Acceleracion…


Aku melompat lalu mengarahkan sniperku ke arahnya.


Predator Step…


Sring...


Tiba-tiba ia menghilang. Gawat, kecepatannya benar-benar meningkat saat bulan purnama, bahkan mataku tidak bisa mengikuti pergerakannya.


“Kena”


Deadly Claws…


Bodolf tepat dibelakangku mencoba menusukkan cakarnya yang seperti pedang ke arahku.


Abrandar…


Acceleracion...


Ku tarik tangannya lalu ku tendang ia tepat diwajahnya.


Bukkk…


Sret…


Cakarnya sedikit menggores punggungku.


Acceleracion…


Lalu aku jadikan perutnya pijakan untuk melompat dan berlari. Ku lihat kebelakang, ia terhempas ke tanah dengan sangat keras hingga menyebabkan lubang selebar 3 meter. Aku harus menggiringnya pergi dari ibukota.


Bang…

__ADS_1


Bodolf menghentakkan kakinya dengan sangat keras diatas tanah, hingga memperbesar lubang yang tercipta akibat benturan kerasnya. Ia nampak sangat marah. Bagus, marahlah. Semakin kau marah maka tenaga yang kau keluarkan akan semakin terbuang percuma.


“Apakah keturunan Mahesvara adalah kumpulan orang-orang pengecut? Hadapilah aku secara langsung, Mahesvara”, teriaknya.


Aku hanya mengacuhkannya.


Harrkkk…


Predator Step…


Sring…


Tiba-tiba ia berhasil menyusulku dan perlahan tapi pasti ia tepat berada di belakangnku.


Deadly Claws…


Ia mengayunkan cakarnya kesamping.


Abrandar…


Aku menunduk membiarkan ia menyusulku.


Sret…


Cakarnya memotong jubahku dengan sangat cepat. Sial, jika aku terkena serangan tersebut maka aku akan mati seketika.


Acceleracion…


Dor…


Sebuah tembakan pengarah ke arah wajahnya.


“Kena”


Sring dengan sekejap mata ia berbalik dan menahan seranganku dengan kukunya hingga ia terlempar kebelakang beberapa ratus meter jauhnya.


Ku amati sekitar ternyata disana, terlihat sebuah lubang besar yang menganga di tembok kota. Pantas saja monster sebanyak ini bisa sampai di dalam kota. Tapi siapa yang melakukannya?


Acceleracion…


Teleportation….


Aku bersembunyi dibalik pepohonan yang rindang. Sambil menebar ranjau darat yang aku buat untuk membunuh monster jika aku melakukan raid.


Tak butuh waktu lama akhirnya Bodolf sampai ketempat aku berada.


“Apa yang kau inginkan dariku?”


“Aku ingin kau meminjamkan kekuatanmu”


“Kekuatan yang mampu untuk menantang dewa hah? Baik iblis ataupun manusia ternyata sama saja. Apakah kalian tidak merasa cukup dengan kekuatan yang kalian punya?”


“Jika kami bisa melakukannya dengan kekuatan kami sendiri, kami tidak akan meminta bantuan kepadamu. Bahkan dari lubuk hatiku yang terdalam, aku merasa tidak sudi meminta bantuan kepada makhluk rendahan sepertimu”


Sring…


Teleportation…


Bang…


Sebuah pohon tumbang akibat serangannya.


Bagaimana ia bisa mengetahui posisiku?


Dengan menggunakan teleportacion aku melanjutkan aksiku.


“Jika begitu kita sama, aku juga tidak sudi untuk membantu makhluk rendahan sepertimu”


“Apa kau bilang?”, Bodolf nampak lebih marah daripada sebelumnya. Ia mengangkat wajahnya lalu melihat ke arahku.


Sring…


Teleportacion…


Bang…

__ADS_1


Sebuah pohon kembali tumbang.


Ternyata penciumannya. Aku harus melakukan sesuatu dengan penciumannya. Tapi aku tidak memiliki apapun untuk menggangu penciumannya. Sial, dewi fortuna tidak berpihak kepadaku.


Woshhh…


Angin, sepertinya angin yang membimbingnya untuk ke arahku. Berarti aku. hanya perlu melawan arah angin agar ia tidak mengetahui keberadaanku.


Teleportacion…


“Mengapa kau sangat menginginkan kekuatanku?”


“Aku ingin kau membawa kami ke dunia”


“JANGAN BERCANDA!”, teriakku.


Perkataannya benar-benar gila. Bagaimana mungkin aku bersedia melakukan sesuatu yang mengancam keberlansungan hidup manusia. Apakah dia mau memicu kembali perang antara bangsa iblis dan manusia yang terjadi 2000 tahun yang lalu.


Acceleracion…


Dor…


Aku menarik pelatuk sniperku hingga ia terdorong beberapa meter kebelakang. Sepertinya ia sudah terbiasa menahan serangan dari Sniperku, namun sayang ia sudah terlambat. Semuanya telah usai.


Ctik…


Aku menjektikkan jariku bersamaan dengan ia yang sedang berlari ke arahku.


Bom… bom… bom…


Suara ledakan ranjau darat akhirnya terjadi akibat terpicu oleh langkahnya. Benar-benar mengerikan, bahkan kakiku merasa lemas karena tidak sanggup untuk menyaksikannya. Ledakan tersebut seperti kembang api yang terjadi di darat, namun kekuatannya mampu menumbangkan pohon yang ada di sekitarnya hingga membuat sebuah lapangan luas seluas lapangan sepakbola.


Untuk pertama kalinya aku merasa sangat ketakutan. Bagaimana mungkin ia masih bertahan dengan serangan sebesar itu? Meskipun ia terluka parah, namun tetap saja aku tidak tahu seberapa besar kekuatan fisik dan sihirnya.


Aku mengangkat sniperku, lalu ku arahkan kepadanya.


Acceleracion…


Dor…


Ia hanya menangkis peluruku seperti menghempaskan debu. Gawat. Aku benar-benar dalam keadaan gawat.


“Aku tidak menyangka bahwa aku harus menggunakannya untuk melawan makhluk rendahan sepertimu”


Aaaauuuuu….


Tiba-tiba ia melolong sambil menghadap ke bulan.


Aku benar-benar ketakutan dengan apa yang aku saksikan saat ini. Bulu kudukku berdiri bahkan keringat dingin keluar dari pelipisku.


Penampilannya berubah menjadi sangat mengerikan. Tubuhnya membesar 2 kali lipat dari sebelumnya. Terlihat aura putih yang menyelubungi tubuhnya.


Shhhh… shhhh… shhhh…


Suara nafasnya terdengar dengan begitu kerasnya.


The Eclipse Roar…


Harrrkkkk…


Teriakannya menyebabkan gelombang kejut yang lebih besar dari sebelumnya, bahkan membuat pohon-pohon tercerabut dari akar-akarnya.


Sring…


Tiba-tiba ia berada tepat dihadapanku.


Deadly Claws…


Abrandar…


Sial terlambat, gerakannya benar-benar cepat. Aku tidak bisa menghindarinya.


Srett.…


Selamat tinggal dunia.

__ADS_1


__ADS_2