Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 34 (KENYATAAN DI BALIK PEPERANGAN)


__ADS_3

“Hhh…. Hhh… Hhh...”


Nafasku saling memburu, bahkan aku sudah tidak bisa merasakan seluruh anggota tubuhku. Saat ini aku hanya bisa berdiri mematung sambil menengadahkan wajahku menghadap ke langit. Akibat pertarungan tadi, sepertinya aku mengalami kelelahan berat tetapi aku tidak bisa terus berdiam diri. Alicia membutuhkan bantuanku.


Sensasi seperti ini terakhir kali aku rasakan ketika bertemu Georgino setahun yang lalu. Efek dari hormon adrenalin yang memaksa tubuhku untuk terus bertarung untuk mencapai batasku. Bergeraklah tubuhku, ku mohon bergerak… untuk kali ini saja aku mohon bergerak. Dengan sekuat tenaga akhirnya kakiku berhasil bergerak, namun belum sempat melangkah tiba-tiba pandanganku kabur.ku


Hah, apa yang terjadi?!


Brukkk…


Tubuh ambruk diatas lantai. Mataku perlahan menutup dan akhirnya kesadaranku pun menghilang.





“Tidak!!!”


Akhirnya aku tersadar, aku tidak boleh jatuh disini. Alicia dalam keadaan bahaya, aku harus segera menyelamatkannya.


Aku berusaha bangkit dengan susah payah, lalu mengamati sekitar. Sepertinya ia tidak ada disini, untunglah dia tidak jatuh. Ia benar-benar beruntung, andai saja ia pergi ke gedung bagian barat maka ia akan jatuh ke sini. Dengan langkah gontai aku pergi menuju gedung sebelah timur untuk menyusul Alicia.


*****


“Hiah”, Terdengar suara teriakan dari seorang wanita yang diselingi oleh suara benturan dari senjata yang saling beradu. Suara tersebut berasal dari sebuah Auditorium yang berada di lantai 3 gedung kelas.


Ku buka pintu gedung tersebut dan terlihat seorang gadis yang cantik jelita sedang melakukan tarian yang menawan namun mematikan. Gerakannya lembut dan anggun, namun sesekali terlihat sebuah gerakan yang menghentak dan terkesan tegas. Dapat aku dipastikan bahwa ia adalah Alicia.


Alicia benar-benar hebat, pantas saja ia menjadi seorang murid baru paling berbakat di akademi. Ia sanggup melawan sekitar puluhan orang musuh sekaligus tanpa harus membunuhnya. Kulihat hanya terdapat sayatan di tangan atau kaki mereka sehingga mereka tidak bisa berdiri atau kembali mengangkat senjata. Meskipun ia memiliki mulut yang pedas, namun dari sikapnya ia menunjukkan bahwa ia akan menjadi seorang ratu yang hebat dan dicintai rakyatnya.


Aku mulai menaruh sedikit rasa hormat kepadanya. Awalnya ia terlihat seperti seorang gadis yang sombong dan manja. Seorang gadis yang hanya bisa berlindung dibalik kekuasaan kakeknya, namun ternyata aku salah. Ia telah di didik dengan sangat baik untuk dipersiapkan menjadi penerus selanjutnya. Siapapun kamu, kamu akan beruntung memiliki istri sehebat Alicia.


Saat aku membuka pintu ternyata pertarungan hampir mencapai titik akhir. Sayang sekali aku tidak bisa menikmati pertarungan tersebut lebih lama lagi. Dan sekarang, Alicia sedang menodongkan Rapier-nya kepada pimpinan pasukan tersebut.

__ADS_1


“Tuan Putri”


Tiba-tiba Alicia menolehkan wajahnya kepadaku, ia tersenyum dengan mata yang berbinar dan berkata, “Andra”


Dor…


Tiba-tiba suara tembakan menggelegar di udara. Ku lihat wajah Alicia berubah seketika, ia diam terpaku dengan mata yang terbelalak menatapku. Lalu, dengan perlahan ia menolehkan wajahnya ke arah seorang laki-laki yang baru saja ditaklukannya.


“Andra apa yang kau lakukan?!”


“Apakah kau tidak bisa melihatnya?”


“Kenapa kau membunuhnya?! Tidakkah kau memiliki sedikit rasa hormat kepada musuhmu?”


“COBA KAU PERHATIKAN LEBIH SEKSAMA, JIKA AKU TIDAK MEMBUNUHNYA MAKA KAU YANG AKAN DIBUNUHNYA!”


Ku lihat Alicia mulai menangis ketika mendengar jawabanku. Sial, aku merasa menyesal telah membentaknya. Lantas aku pun pergi ke luar auditorium dan duduk tepat di depan pintu untuk memberikan Alicia sedikit waktu agar lebih tenang.


Tak lama kemudian Alicia datang lalu duduk disampingku. Kami berdua hanya duduk diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Rasanya sangatlah tidak nyaman.


“Hei, bagaimana keadaanmu?”, aku bertanya kepada Alicia untuk memecahkan kesunyian.


“Apakah kau masih marah kepadaku?”


Alicia kembali menggelengkan kepalanya.


“Apa yang kau pikirkan, bertarung tanpa membunuh mereka. Apakah kau sadar apa yang sudah kau lakukan?”


“Guruku berkata bahwa aku harus menaruh hormat kepada semua musuhku. Jika aku tidak bisa menyentuh hati mereka, maka aku hanya perlu menunjukkan perbedaan kekuatan diantara kita”


“Apakah kau mencoba memegang teguh nilai-nilai kesatria. Hahaha, benar-benar bodoh. Namun itu benar-benar cocok dimiliki oleh seorang tuan putri yang hidup aman dan nyaman di sebuah istana”


Wajah Alicia memerah lalu ia berkata sambil mendekatkan wakahnya kepadaku, “Apa kau bilang?”


“Idealisme yang cocok dimiliki orang seorang Tuan Puteri yang hidup nyaman dan aman di sebuah istana”

__ADS_1


“Apakah kau meremehkanku?”


“Tidak, setiap orang memiliki peran dan fungsinya tersendiri. Jika seorang pemimpin Negara sudah tidak memiliki harapan lagi, maka pada siapa lagi rakyat akan bergantung? Apakah kau tahu, jika aku adalah seorang anak yang terlahir di sebuah desa miskin yang tak penah memiliki seorang pun yang pergi belajar di ibukota. Kau tahu kenapa? Karena alasan bodoh dari seorang guru yang berkata, bahwa kami tidak memiliki cukup tekad dan keyakinan untuk terus bertahan. Apakah kau tahu apa artinya? Bahwa ia tidak ingin melihat muridnya mati disebuah peperangan. Jalan seorang petarung adalah jalan yang terjal dan penuh dengan darah. Untuk mengabdi pada Negara? Hahaha, sebuah alasan yang bodoh. Yang ada hanya untuk kehidupan yang lebih baik”


Tiba-tiba Alicia memandangku dengan tajam tanpa mengatakan sepatah kata pun.


“Ayo bangkit, aku akan menunjukkanmu sebuah kenyataan pahit tentang sebuah peperangan”


Kami berjalan melewati sebuah lorong yang baru saja kami lewati sebelumnya. Mengingatkanku pada momen dimana aku membopong Alicia dan berlari dengan sekuat tenaga. Tercium bau darah dan daging terbakar yang memenuhi seisi lorong, terdapat banyak darah yang berceceran di dinding kaca dan tembok yang memenuhi seisi ruangan.


Ku alihkan pandanganku menuju Alicia, ia hanya diam terpaku melihat apa yang sudah terjadi. Tiba-tiba ia mulai mendangis lalu menghadapkan tubuhnya ke arahku.


“Kau benar-benar kejam”


“Yah aku tahu”


“Kenapa kau tega melakukan tindakan sesadis ini?”


“Bukankah sudah aku katakan jika ini adalah bayaran karena berani menyekapmu”


“Jika aku tau akan begini jadinya, maka aku lebih memilih untuk mati saja”


“Hahaha, kau benar-benar bodoh. Apakah kau mau menempatkan kerajaan ini di dalam jurang kehancuran. Sadarilah posisimu sebagai seorang pewaris tahta, kematianmu hanya akan membawa bencana”


Alicia adalah seorang cucu tunggal dari Raja Arthur, ia memiliki garis keturunan dari Raja Arthur melalui jalur ibunya namun sayangnya ia mati saat melahirkan Alicia. Ia memiliki 5 sepupu dari dari jalur pamannya. Dengan kata lain jika Alicia mati mereka akan bertarung untuk memperebutkan posisi pewaris tahta. Dan Kerajaan Stacia akan jatuh ke dalam perang saudara.


“Andra, aku sangat membencimu”


“Ya, aku sudah tahu”


“Sangat-sangat membencimu”


“Ya, aku sudah tahu. Maka tunjukkanlah kebencianmu kepadaku dan buktikan bahwa apa yang sudah aku lakukan selama ini salah”


Lantas, kami melanjutkan perjalanan menuju atap.

__ADS_1


 


 


__ADS_2