Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 27 (BERGABUNG DENGAN KOMITE DISIPLIN)


__ADS_3

“Dia tidak akan datang kesini dalam beberapa bulan kedepan”, Aku berkata, bagaimana mungkin aku bisa ke kantor Organisasi Petualang disaat harus mengerjakan hukuman.


Kak Rebecca membelalakkan mata lalu berkata, “He, Kenapa?”


“Tidak ada urusan apapun yang bisa ia lakukan disini. Ya, kemarin ia pergi ke kota ini karena mengantarkanku kemari”, Jawabku.


“Bisakah kau memintanya untuk datang ke kota ini?”, Kak Rebecca berkata kepadaku dengan tatapan memelas.


“Memang ada urusan apa Kak Rebecca bertemu dengannya?”


“Aku ingin menjadi pengikutnya”


“Hmm, aku pikir itu mustahil bahkan ia berkata tidak mau berurusan lagi dengan Kak Rebecca. Sepertinya sekarang ia membenci kak Rebecca karena menghukumku seberat itu”, Aku berkata dengan penuh keyakinan.


Duarrr…


Kak Rebecca sangat terkejut dengan apa yang aku katakan barusan. Ia terlihat sangat putus asa. Jackpot, sekarang rasakan semua pembalasanku karena kamu sudah merusak rencana hidupku.  aku pun berbegas pergi meninggalkan tempat itu.


“Andra tunggu Andra, apa yang harus aku lakukan?”, Kak Rebecca berkata sambil menangis sejadi-jadinya hingga memegangi kakiku, namun tidak aku pedulikan. Aku terus berjalan sampai menyeret-nyeret kakiku.


“Itu masalah kak Rebecca bukan masalahku”, AKu berkata.


“Aku janji akan mencabut hukumanmu”, Kak Rebecca berkata.


Ia terlihat menangis sejadi-jadinya. Jujur, aku merasa tidak tega melihat kak Rebecca seperti itu, apalagi ia berkata akan mencabut hukumanku. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh aku sia-siakan.


“Serius?”


“Tapi kamu harus berjanji akan memberi tahuku apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh Amadeus-sama”, Wajah Kak Rebecca terlihat memelas sambil terus memegangi kakiku.


“Baiklah akan aku bantu, sekarang lepaskan kakiku. Aku mau ke kelas”, Jawabku.


Kak Rebecca masih saja memegangi kakiku sambil memelas lalu ia berkata, “Tapi kamu harus menjadi anggota Komite Disiplin?”


“Hah?”, Aku berteriak. Sial, lagi-lagi persyaratan yang diajukan benar-benar tidak masuk akal.


“Kenapa anak bermasalah sepertiku harus masuk menjadi anggota komite disiplin? Itu sama saja seperti kak Rebecca menyuruhku untuk mendisiplinkan diriku sendiri. Ini memang bukan hukuman tapi perbudakan”

__ADS_1


“Itu adalah satu-satunya kamu terbebas dari hukuman”, Kak Rebecca berhenti menangis tapi menyedot-nyedot ingusnya.


“Aku takut ada penolakan dari anggota komite lainnya apalagi aku adalah aku anak yang bermasalah di sekolah ini. Terlebih lagi aku anak kelas J”


“Jika berdasarkan hasil kemarin dapat aku simpulkan bahwa kamu sebenarnya cukup kuat dibandingkan dengan murid-murid seangkatanmu. Dan lagi, tenang saja selagi aku dan Mikhail Leonhart menjabat tidak akan ada yang berani macam-macam di sekolah ini”


“Oh baiklah. Terus kenapa kak Rebecca belum melepaskan kakiku?”, Aku menyetujuinya, apalagi jika hanya sekedar numpang nama.


“Kamu harus memberitahuku dulu wanita seperti apa yang disukai Amadeus-sama”


“Dia menyukai wanita lemah lembut dan penyayang”


“Dari mana kamu mengetahuinya, padahal kamu belum bertanya padanya”, Kak Rebecca menatapku dengan tatapan penuh curiga


Ya jelas Amadeus itu kan aku, ingin ku jawab seperti itu namun tidak mungkin.


“Aku dan Amadeus itu sangat dekat, bahkan dapat dikatakan bahwa kita sudah saling mengerti tentang apa yang kita pikirkan meskipun tidak saling berbicara. Jika aku salah, aku bersumpah berani dikutuk selama 7 turunan”


“Hmm, baiklah. Yosh”, Kak Rebecca pun berdiri dan membersihkan seragamnya lalu berlari pergi entah kemana sambil berteriak, “Amadeus-samaaa”


Sejenak aku memperhatikannya. apakah dia sudah gila? Dan  aku pun pergi menuju kelas.


*****


Ku lihat Natasha terlihat sangat senang saat aku datang ke kelas. Ia terlihat seolah-olah ingin menangis. Aku berjalan ke arah Gori dan Natasha karena ku lihat disana terdapat sebuah bangku kosong didekat mereka. Sepertinya mereka sangat percaya bahwa aku akan datang.


“Apa yang kamu lakukan, sudah telat di hari pertama masuk setelah melewati masa hukuman”, Natasha berakata, sambil menatapku dengan tatapan yang sinis.


“Maaf-maaf, tadi aku ada sedikit urusan, hehe”, Aku pun tertawa kecil.


“Kereeen. Andra, apa yang sudah kau lakukan hingga kalian berdua lolos dari hukuman?” Tanya Gori.


“Jika aku bisa seperti itu maka hidupku akan lebih mudah, namun nyatanya tidak”


“Terus bagaimana kamu bisa lolos dar hukuman?”, Tanya Nathania


“Aku membuat perjanjian dengan kak Rebecca?”

__ADS_1


“Perjanjian apa?”, Tanya Natasha


“Aku harus bergabung dengan Komite Disiplin”


“Apa, kau bergabung dengan Komite Disiplin?”, Gori dan Natasha berteriak karena kaget mendengar jawabanku.


“Ya”, Jawabku


Ku lihat seluruh orang di kelas melihat ke arah kami karena merasa kaget dengan jawabanku, bagaimana mungkin seorang dari kelas J bisa menjadi anggota komite disiplin, yang mana merupakan kelas paling lemah dari divisi sihir dan petarung. Aku pun mengacuhkan mereka dan pelajaran hari itupun berjalan dengan normal.


*****


Selepas pelajaran hari itu aku diperintahkan untuk datang dan melapor ke ruang komite disiplin untuk memperkenalkan diri. Kami duduk di sebuah meja rapat yang berukuran cukup besar dengan kursi berjumlah 15 buah, namu disini hanya ada kak Rebecca dan dua orang laki-laki yang usianya sedikit diatasku.


“Baiklah, Syailendra perkenalkan namamu”, Kak Rebecca berkata.


“Namaku Syailendra dari kelas 1-J”, Aku berkata.


“Apa kelas 1-J, apakah aku tidak salah mendengar?”, Kata seorang laki-laki bertubuh sedikit lebih tinggi namun lebih kurus dariku.


“Bukannya aku meragukan keputusanmu, tapi apa kau yakin bahwa dia bisa menjalankan tugasnya? Apalagi Komite disiplin adalah organisasi paling dibenci seisi sekolah”, Kata seorang laki-laki yang bertubuh sedikit lebih kekar.


“Ini hanya rahasia diantara kita. Vinicius Santo Angelo anak dari Antonius Santo Angelo, seorang dengan peringkat ketiga dalam ujian penempatan di sekolah ini berhasil dikalahkan dengan sekali serangan oleh anak ini”, Jawab Kak Rebecca.


“Apa kau serius?”, kata seorang berbadan kekar.


“Iya, dia adalah anaknya. Ini adalah momentum untuk menghapus diskriminasi yang terjadi di sekolah kita, kakak”, Jawab kak Rebecca.


“Keren, anak kelas J bisa mengalahkan anak kelas A. Perkenalkan namaku Jimny Donnerwieder dari kelas 3-A”, kata seorang berbadan kurus lalu menjulurkan tangannya.


“Namaku Christopher Sigurvegarinn, dari kelas 3-A, senang kamu bisa bergabung dengan kami”, kata seorang berbadan agak kekar.


Terakhir, kak Rebecca memperkenalkan diri, “Namaku Rebecca von Feierstuerm dari kelas 2-A. Mulai besok kamu harus menggunakan ini setiap hari”


Kak Rebecca menyarahkan sebuah badge tangan yang berwarna hitam. Lalu, mereka menjelaskan bagaimana tugas dan fungsi dari komite disiplin, setelah itu kami pun berpisah untuk melanjutkan kegiatan masing-masing.


 

__ADS_1


 


__ADS_2