Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 16 (MENGUJI SENJATA BAGIAN I)


__ADS_3

Tidak ada yang spesial dari apa yang kami pelajari hari ini, semuanya tampak seperti biasanya. Sitha yang bermain dengan adik kelas dan aku yang membaca buku di samping Pak Einhard hingga jam belajar usai. Saat pelajaran usai aku menanyakan kepada Pak Einhard mengenai apa yang kami janjikan dua bulan yang lalu.


“Andra, apa yang sedang kamu tunggu?”, Sitha bertanya kepadaku


“Aku ada perlu dengan pak Einhard. Aku pikir ini akan cukup lama. Jika kamu ada keperluan, kamu boleh pulang terlebih dulu”, Jawabku.


“Baiklah, aku pergi dulu ya”, Lalu Sitha pun pergi meninggalkanku.


Aku tidak tahu kemana perginya Pak Einhard setelah membubarkan kelas. Dasar guru yang tak bisa diandalkan, ia selalu saja menghilang saat aku butuhkan. Aku mencari dia keliling sekolah namun tidak aku temukan. Akhirnya aku hanya duduk dan membaca buku menunggu dia kembali.


Tak butuh waktu lama akhirnya ia kembali. Aku lihat ia menggunakan senjata beserta dengan perlengkapannya. Wah ia terlihat gagah seperti 7 tahun lalu. Sepertinya ia sedang bersiap-siap tadi. Maaf pak Einhard aku sudah berpikir buruk tentangmu.


“Pak Einhard, aku ingin menagih janji bapak 2 bulan yang lalu”, Aku berkata.


“Aku sudah tahu. Ayo kita berangkat sekarang, aku takut kita tidak memiliki banyak waktu”, Pak Einhard berkata.


Lalu kami pun pergi.


Tiba-tiba aku melihat Sitha sedang bersandar di depan gerbang. Apa yang sedang ia lakukan? Apakah ia menunggu kami dari tadi? Sebaiknya aku bertanya saja.


“Sitha, apa yang sedang kamu lakukan?”, Aku bertanya kepada Sitha.


“Aku sedang menunggumu?”, Jawab Sitha dengan malu-malu sambil menunduk dan menendang-nendang tanah menggunakan kakinya.


“Hah, kenapa? Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk pulang terlebih dahulu”, Aku bertanya kepada Sitha.


“Kamu sudah janji bahwa kita akan pulang bersama”, Jawab Sitha.


Sitha mulai terlihat kesal. Gawat sepertinya aku lupa bahwa tadi aku berjanji akan pulang bersamanya. Jika aku melanggar ia pasti marah.


“Pak Einhard aku harus bagaimana?”, Aku berbisik kepada Pak Einhard


“Aku tidak tahu, itu urusanmu”, Jawabnya dengan berbisi


“Sebagai guru harusnya bapak bisa memberikan nasihat”, Aku berkata dengan cepat menanggapi jawabannya.


“Ini bukan sesuatu yang aku ajarkan disekolah”, Jawabnya dengan cepat.


“Kenapa kalian malah berbisik”, Sita berkata. Ia nampak terlihat kesal.


“Pak bagaimana pak, aku sudah mulai takut”, Bisikku dengan cepat kepada Pak Einhard. Sejujurnya aku mulai panik.


“Sudah bawa saja”, Jawab cepat Pak Einhard karena ia ikut panik.


“Apa tidak berbahaya?”, Aku bertanya kepada Pak Einhard.


“Kita hanya akan pergi ke pinggir hutan dekat desa”, Jawab cepat Pak Einhard.


“Bapak yakin aman?”, Aku bertanya kembali kepada Pak Einhard.


“Aman, aku akan melindungi kalian”, Jawab Pak EInhard dengan cepat.

__ADS_1


“Masalahnya aku berjanji bahwa aku akan pulang bersama dia hari ini”, Aku berkata kepada Pak Einhard.


“Itu salahmu sendiri karena menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kau tepati”, Jawab Pak Einhard.


“Mmmm”, Sitha bergumam dengan wajah Sitha yang nampak memerah karena menahan amarah.


“Sitha sebelum kita pulang, aku dan pak Einhard akan pergi ke hutan dekat desa untuk menguji senjataku. Maukah kau ikut bersama kami”, Dengan spontan aku bertanya. Heh, akhirnya diutarakan juga. Pak Einhard dan aku hanya bisa diam, wajah kami pucat seakan-akan nyawa kami sudah keluar dari tubuhnya. Bagaimana jika Sitha marah karena aku melanggar janji yang aku buat bersama dia?


“Oh begitu, baiklah. Ayo kita pergi sekarang”, Sitha berkata dan pergi memimpin jalan.


Aku dan pak Einhard bertatap-tatapan lalu menghela napas. Safe.


*****


Setelah berjalan cukup lama akhirnya kami sampai di Hutan dekat desa. Aku pun mengeluarkan semua senjataku yang berada dalam kantong sihirku.


“Wah apa ini, terlihat hebat. Bagaimana caramu membuat senjata sebanyak ini dalam waktu yang singkat?”, Pak Einhard bertanya kepadaku. Ia terlihat kagum dengan apa yang aku gunakan, seakan-akan tidak percaya bahwa aku yang membuatnya.


“Aku menggunakan Aceleracion untuk membuatnya, hahaha”, Jawabku.


“Oh ternyata sihirmu bisa dibuat untuk hal seperti itu”


“Betul pak, Sitha yang melihatnya sendiri. Gerakan Andra terlihat aneh awalnya terlihat pelan, namun tiba-tiba tenaganya bertambah ketika ia hantamkan”, Sitha menyela ucapan Pak Einhard.


“Oh begitu rupanya, apa kamu bilang?”, Jawab Pak Einhard mendengar tanggapan Sitha. Tiba-tiba Pak Einhard merasa ada sesuatu yang janggal lalu mengjitak kepalaku dan berbisik kepadaku, “Kenapa kamu menunjukkan itu pada Sitha. Aku kan bilang kamu hanya boleh melakukannya saat kamu menyerang menggunakan senjatamu”


“Aduh, maaf pak. Habis aku bingung bagaimana cara aku berlatih sihir sedangkan Sitha disana setiap hari. Tapi aku yakin, dia anak yang bisa dipercaya”


“Dasar anak bodoh. Mau tidak mau kita harus memberitahunya”, Pak Einhard berkata kepadaku dengan wajah yang terlihat kerepotan. Lalu pak Einhard memalingkan wajahnya kepada Sitha, ia nampak serius lalu berkata,”Sitha, aku harap kamu mau melupakan apa yang kamu lihat selama ini. Jika kamu menyayangi Andra dan Ibunya, maka kamu harus merahasiakannya atau kamu akan menempatkan mereka dalam bahaya. (Pak Einhard menceritakan apa yang pernah ia ceritakan kepadaku) Begitulah nak. Bapak Harap kamu mengerti”


“Baguslah, terima kasih nak”, Pak Einhard menanggapi jawaban Sitha.


Dan perbincangan itu pun berakhir


*****


Setelah pembicaraan yang serius tadi, sekarang adalah saatnya untuk menguji senjataku. Baiklah, untuk pertama-tama aku akan menguji Machine-gun. Pasti mereka akan merasa kaget hihihi.


Dor… dor… dor…


Tembakan peluru yang keluar beruntun sebanyak 150 peluru per menit. Heh kenapa berhenti. Sial aku lupa, Machine-gun bisa mengeluarkan banyak peluru sekali tembaknya. Sepertinya ini bukan sesuatu yang bisa aku gunakan dalam jangka waktu dekat ini.


“Kereeen, kenapa berhenti Andra”, Pak Einhard berkata lalu ia mengambil Machine-gun ku dan memperhatikannya dari dekat. Pak Einhard mencoba lalu coba menarik pelatuknya. “Heh kenapa ini tidak mau berfungsi? Apakah ia rusak?”, Pak Einhard bertanya.


“Hahaha, maaf pak pelurunya habis”, Aku menjawab.


“Apakah kamu masih memiliki pelurunya? Aku ingin mencobanya”, Pak Einhard berkata.


“Tidak pak, sepertinya ini masih belum bisa digunakan”, Aku menjawab.


“Sayang sekali”, Pak Einhard berkata dengan raut wajah dan nada suara yang penuh kekecewaan. Ia nampak suram.

__ADS_1


“Andra suaranya sangat menakutkan”, Sitha berkata kepadaku sambil menutup telinganya.


“Sitha bagi laki-laki suara ini terdengar seksi”, Aku menjawab sambil melirik Pak Einhard dengan menaik-turunkan alisku ke arahnya meminta persetujuannya. Lalu pak Einhard menganggukkan kepala.


“Hah? Malah terkesan menakutkan”, Jawab Sitha dengan terlihat kesal dan memandang kami dengan tatapan sinis. Aku paham mengapa Sitha berkata seperti itu karena bagaimanapun, wanita tidak akan pernah mengerti kesenangan pria.


“Pak untuk senjata selanjutnya aku ingin mencobanya ke monster”, Pintaku kepada Pak Einhard.


“Baiklah ayo kita cari”, Jawab Pak Einhard lalu ia memimpin jalan dengan nampak bersemangat.


Setelah berjalan beberapa menit kami menemukan sekelompok goblin. Lalu aku melemparkan granat sekelompok goblin tersebut.


Bom…


Akhirnya  sekelompok goblin tersebut meledak tak bersisa


“Keren”, Pak Einhard berkata dengan sorot mata yang nampak berbinar.


“Ahhh, Andra kamu benar-benar membuat senjata yang mengerikan”, Sitha berkata dengan nada yang nampak kesal sambil menutup telinganya dan berjongkok di sampingku.


“Hahaha, tapi mereka langsung mati”, Jawabku.


“Tapi sayang, mereka musnah tak bersisa”, Timpal pak Einhard


“Memang kenapa pak?”, Aku bertanya kepada Pak Einhard.


“Kamu bisa mengambil hatinya untuk dijual ke organisasi petualang. Mereka akan membelinya dengan harga yang lumayan”, Jawab Pak Einhard


“Memang berapa harganya pak?”


“1 perak perbiji. Tapi kamu harus berhati-hati dengan Goblin Lord”


“Kenapa Pak Einhard?”


Rrrr…. Tiba-tiba muncul Goblin Lord.


Goblin Lord adalah Goblin biasa yang sudah berevolusi karena sudah hidup cukup lama. Ia menggunakan mahkota dan sebuah jubah mirip seorang raja. Tingginya sekitar 3 meter dengan pedang bercabang dua di tangannya. Ia memiliki warna kulit lebih gelap dari goblin pada umumnya.


Goblin biasa umumnya berwarna hijau muda, sedangkan Goblin Lord berwarna hijau tua hingga coklat, semakin tua dia makanya semakin gelap pula warnanya. Goblin Lord biasanya hanya menyerang ketika ia merasa terganggu, berbeda dengan goblin biasa yang lebih agresif terhadap manusia. Namun, kemampuan menyerangnya benar-benar menakutkan terlebih lagi biasanya ia diikuti lebih dari 100 goblin biasa.


Ia mencoba menyerang kami. Sial, sepertinya ia merasa terganggu dengan suara ledakan dari granatku.


Hrrrr… Hrrr… Hrrrr…


Tiba-tiba lebih dari 100 goblin muncul mengikuti kehadirannya.


“Ini sebabnya mengapa kita harus berhati,” Pak Einhard berkata lalu mencabut Rapier-nya.


Holy Movement


Dan Pak Einhard pun berlari ke arah goblin dengan kecepatan kilat.

__ADS_1


 


 


__ADS_2