Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 21 (MENDAFTAR KE AKADEMI STACIA)


__ADS_3

“Apakah ini cukup?”, Aku bertanya sambil menunjukkan sekantung emas untuk ditujukan kepada penjaga toko. Sikap mereka tiba-tiba berubah drastis ketika mereka tahu bahwa kami memiliki banyak uang. Aku melihat Sitha keheranan mengapa aku memiliki uang sebanyak ini padahal ia tahu bahwa saat aku sampai di kota hanya tersisa 21 koin perak.


“Darimana kamu memiliki uang sebanyak ini?”, Sitha bertanya kepadaku.


“Aku menjual item dari hasil membunuh Goblin Lord dan Hell Hound, sekarang pilihlah baju yang kamu suka”, Jawabku.


“Tidak, barang-barang disini sangat mahal”


“Anggap saja sebagai hadiah dariku karena kamu sudah membantuku membunuh mereka”


Aku melihat penjaga toko yang sebelumnya meremehkan kami tiba-tiba mengikuti kami kemanapun ditoko ini. Ia menyarankan banyak sekali baju dan selalu berkata ‘Ini cocok untuk anda’. Sejujurnya itu sangat menyebalkan.


Akhirnya Sitha memilih 8 pasang baju semuanya seharga 10 koin emas dan 47 koin perak. Sial, ternyata uang yang aku keluarkan lebih banyak daripada yang aku duga namun aku tidak menyesal daripada harus melihat Sitha ketakutan sepanjang hari.


Aku melihat Sitha tampak cantik menggunakan pakaian yang kami beli dari ibukota. Aku tidak menyangka bahwa pakaian bisa merubah seseorang dengan sangat drastis. Orang-orang mulai memperhatikan Sitha dengan pandangan berbeda, mereka terlihat sangat mengagumi penampilan Sitha.


“Kenapa kamu tidak membeli apapun disana?”, Sitha bertanya.


“Tidak ada yang cocok dengan seleraku disana”, Jawabku.


“Bagaimana jika kita mencarinya ditoko lain?”


“Tidak, lain kali saja. Saat ini kita hampir terlambat untuk mendaftar ke Akademi Stacia”


Maaf Sitha aku berbohong, sebenarnya aku merasa bahwa harga baju disana sangat mahal.


“Iya kamu benar, ayo kita berangkat sekarang”


Kami pun pergi ke Akademi Stacia, namun ternyata di perjalanan aku melihat sebuah kantor pos. Aku berinisiatif untuk mengirimkan 12 koin emas kepada ibu dirumah, uang itu cukup memenuhi kebutuhan ibu disana selama setahun.


Akhirnya kami sampai di Akademi Stacia. Aku menyuruh Sitha untuk pergi terlebih dahulu. Aku yakin bahwa akan terjadi masalah jika aku dan Sitha pergi kesana bersama-sama. Aku melihat Sitha masuk tanpa ada masalah, ia terlihat dengan mudahnya berbaur dengan anak-anak perempuan dan laki-laki seusianya.


Baiklah sekarang giliranku. Aku menyerahkan sebuah surat yang diberikan raja kepadaku, namun petugas penjaga nampak tidak percaya kepadaku. Ia memandang sinis, bagaimana mungkin seorang anak dengan pakaian compang-camping dan tanpa senjata sepertiku bisa mendapatkan surat rekomendasi raja.


“Dari mana kamu mendapatkan ini?”, Seorang petugas penjaga bertanya kepadaku.


“Dari Raja Arthur, beliau yang memberikannya sendiri padaku”, Jawabku


“Tidak mungkin, pasti kamu adalah mata-mata yang sudah berani memalsukan cap kerajaan. Tangkap dia”, Seorang penjaga menyuruh temannya untuk menyergapku.


Tiba-tiba beberapa orang menangkapku dan mengikat tanganku. Aku mencoba memberontak, namun tenaga mereka lebih besar daripada aku.


“Hentikan, apa yang sedang kalian lakukan?”, Terdengar teriakan seorang kakek tua yang terdengar familiar untuk menghentikan tindakan mereka namun aku tidak bisa melihatnya karena para penjaga mengeroyokku hingga aku tidak bisa melihatnya.


“Mohon maaf tuan, sepertinya anak ini sudah memalsukan cap kerajaan”, Salah Seorang petugas penjaga menjawab pertanyaan kakek tua tersebut.


“Coba tunjukkan padaku”, Ia seperti membaca surat tersebut, namun sayangnya aku tidak bisa melihat wajahnya. “Lepaskan dia”, Kakek tersebut berkata. Lalu mereka pun melepaskan ikatan yang ada ditanganku. Pria tua tersebut menghela napas lalu ia berkata, “Apa yang harus aku katakan kepada raja jika ia sampai tahu masalah ini?. Lalu ia berkata, “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya nak, semoga kamu tidak tersinggung”

__ADS_1


Aku mulai berdiri dengan perasaan kesal, mengapa  hanya gara-gara aku menggunakan baju yang lusuh sampai harus diperlakukan seperti ini. Meskipun aku anak miskin namun aku bukanlah seorang criminal. Lalu aku memalingkan wajahku ke arah kakek tua tersebut.


“Ah ternyata kamu Andra”, Jawab Pria tua tersebut. Ternyata ia adalah Tuan Leonardo yang sudah menyembuhkanku.


“Iya Tuan Leonardo. Saya tidak menyangka bahwa saya bisa bertemu dengan anda disini. Ngomong-ngomong apa yang sedang Tuan Leonardo lakukan disini?”, Aku bertanya.


Para penjaga tersebut merasa heran mengapa anak dengan pakaian lusuh sepertiku bisa mengenal tuan Leonardo.


“Aku adalah kepala akademi disini. Jangan-jangan kamu orang yang diceritakan raja?”, Tuan Leonardo berkata sambil menyentuhku dengan telapak tangannya dan mengajak aku masuk ke dalam sekolah.


“Mohon maaf tuan. Memang apa yang sudah raja ceritakan tentang saya?”


“Ia sangat kagum dengan talentamu. Ia berkata bahwa ada seorang anak yang bisa mengalahkan prajuritnya. Asal kamu tahu, selama 8 tahun ia tidak pernah memberikan surat rekomendasi kepada siapa pun lagi, bahkan kepada cucunya sendiri. Kamu sudah memberikan Raja Arthur standar yang sangat tinggi untuk seorang anak yang bertalenta”


“Hahaha tidak tuan, untuk anak yang memiliki kemampuan sihir yang lemah sepertiku pasti akan mencapai batasnya”


“Oh tidak nak, kuat lemahnya sihir bukan dari kekuatannya tapi cara menggunakannya”


Aku hanya bisa tertawa mendengar ucapak Tuan Leonardo, sepertinya aku tidak bisa menipunya.


“Terima kasih tuan Leonardo, saya pamit harus mengikuti ujian masuk akademi”, Aku berpamitan kepadanya karena tidak mau berlama-lama berhadapan dengan orang cerdas sepertinya, salah sedikit saja rahasiaku bisa terbongkar.


“Itu tidak perlu. Untuk anak yang sudah mendapat rekomendasi raja, ia hanya perlu masuk saat tes penempatan kelas. Jika kamu ingin berkeliling, lakukan saja. Ini untuk kamu”, Tuan Leonardo berkata sambil memberikan aku sebuah lencana.


“Lencana apa ini tuan?”


“Lencana bahwa kamu sudah resmi menjadi murid Akademi Stacia”


*****


Aku tidak menyangka jika Akademi Stacia sebesar ini, terdapat banyak tempat yang benar-benar mendukung muridnya untuk memaksimalkan potensi mereka. Namun yang lebih penting adalah semua fasilitas yang disediakan gratis.


Setelah puas berjalan-jalan, aku mencari Sitha kemana-mana namun tidak ku temukan juga. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk dibawah pohon yang terletak dibelakang Akademi. Aku tidak menyangka ada tempat senyaman ini.


Tanpa sadar aku tertidur di bawah pohon tersebut. Aku baru merasakan tidur senyenyak ini setelah melakukan perjalanan selama 7 hari. Ternyata bermalas-malasan setelah bekerja keras bisa seenak ini.


Tiba-tiba seseorang menyikut perutku. Aduuhhh… Siapa yang berani menyikut perutku disaat aku sedang pulas-pulasnya. Aku membuka mataku, ku lihat seorang wanita berambut dan bermata kuning. Ia terlihat cantik namun jahat seperti medusa.


“Hah, medusa?”, Aku bergumam


“Siapa yang kau panggil medusa”, jawabnya.


“Tidak aku hanya sedang bermimpi bertemu medusa yang menghantam perutku dengan sikutnya”


Ia terlihat cemberut sambil menatapku dengan tatapan ingin membunuh lalu berkata, “Apa kau meledekku?”


“Tidak sumpah (aku melakukannya secara spontan)”

__ADS_1


“Kenapa kamu bisa mendapatkan lencana itu?”


“Aku kan murid Akademi Stacia”


“Aku tahu, namun hanya anak baru yang berkeliaran di lingkungan sekolah pada musim liburan sepertimu”


“Aku mendapat rekomendasi dari Raja Arthur”


“Mmmmm”, Wanita tersebut bergumam lalu berkata, “Jadi kamu yang sering dibicarakan kakek? Aku sampai muak mendengarnya setiap hari”


Wanita tersebut terlihat marah kepadaku. Hah, kenapa dengan dia? Padakah aku tidak melakukan kesalahan apapun kepadanya.


“Aku tidak yakin, meskipun kami bertemu mungkin kami hanya bertemu satu hari”


“Itulah masalahnya, makanya aku sampai hapal ceritanya”


“Itu bukan urusanku, jika kamu mau marah ya marah saja sama kakekmu”


“Aku jadi tidak bisa mendapatkan surat rekomendasi”, Wanita tersebut berkata dengan suara nada yang tinggi.  “Padahal semua guruku mengatakan aku berbakat”, Sambungnya dengan suara yang pelan.


“Hah? Berarti dimata kakekmu, kamu belum cukup berbakat”, aku berkata. Jujur, aku merasa kesal mendengar perkatannya. Bagaimana mungkin aku disalahkan untuk sesuatu yang tidak aku lakukan.


“Apa kamu bilang?”, Matanya berubah tajam lalu, tiba-tiba sebuah pukulan mengarah ke perutku.


“Aduhhh…”, Aku berteriak secara spontan lalu berguling-guling ditanah sambil memegang perutku.


“Aku benar-benar marah padamu. Mulai hari ini kita adalah rival”


“Memang kamu sudah masuk disini?”


“Belum”, Ia berkata pelan.


“Kenapa kamu berani berkata bahwa kita adalah rival padahal kamu belum bersekolah disini?”, Jawabku.


“Kakeeekk”, Wanita tersebut berteriak menyebut nama kakeknya lalu menangis dan pergi meninggalkanku. Aku melihat ia berbalik lalu menunjukku dan berkata, “Aku Alicia Pendragon menyatakan diri bahwa mulai sekarang menganggap kamu, siapa namamu?”


“Syailendra Parikesit”


Aku merasa lucu dengan tingkah dia. Ternyata ada anak yang manja dan polos seperti dia menyatakan bahwa dia adalah rivalku padahal kita baru pertama bertemu, lebih anehnya lagi bahkan dia sendiri belum tahu namaku.


“Iya itu sebagai rivalku. Aku akan laporkan kamu kepada kakekku biar dia mencabut surat rekomedasimu”


Lalu ia pergi sambil menangis dan memanggil-manggil kakeknya.


Aku merasa ada yang janggal disini, Alicia Pendragon, Kakek, surat rekomendasi. Jangan-jangan dia cucu dari Raja Arthur. Sial sepertinya aku berurusan dengan orang yang salah disini.


Hari itupun aku tidak bisa hidup dengan tenang.

__ADS_1


 


 


__ADS_2