Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 33 (MELARIKAN DIRI III)


__ADS_3

Tiba-tiba segerombolan orang mengepung kami. Musuh yang berada di lantai atas menggunakan panah sedangkan yang berada dilantai kami menggunakan pedang dan perisai. Ku perkirakan jumlahnya sekitar 200 orang.


Namun seseorang yang berada di hadapanku adalah ia yang paling merepotkan dari semuanya. Bagaimana mungkin dia ada disini, bukankah seharusnya dia sudah mati?


“Georgino!”


“Hahaha, aku bangkit dari kematian hanya untuk memburumu”


“Siapa Andra?”


“Dia adalah Georgino, pemimpin dari kelompok Taschio Nero. Seorang penjahat bengis yang pernah mencoba membunuhku”


Alicia hanya tercengang mendengar jawabanku.


Aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin orang seberbahaya ini bisa dengan mudah masuk ke Akademi Stacia membawa pasukan sebanyak ini? Bukankah kelompok ia sudah dibasmi setahun yang lalu.


“Tangkap wanita itu hidup-hidup dan serahkan anak laki-laki ini kepadaku”


Madereros…


Sebuah serangan pisau udara tepat mengarah kepada kami. Kami melompat untuk menghindari serangan tersebut.


“Kena”


Tiba-tiba Georgino tepat berada dihadapanku sambil menghunuskan pedangnya.


Abrandar…


Aku mengeluarkan Jagdkommando-ku, lalu kedua senjata kami saling berbenturan.


Tranggg…


Serangannya tersebuatku terpelanting dan membetur dinding.


“Hugh”, benturan tersebut benar-benar kuat hingga membuat aku batuk darah. Aku mencoba untuk bangkit, namun serangan barusan telah memberikan luka luka yang serius terhadap diriku.


Alicia, dimanakah Alicia? Aku melihat ia sedang bertarung melawan segerombolan musuh. Gawat, sebuah anak panah tepat mengarah kepadanya.


Abrandar…


Aceleracion…


Lalu aku tembak anak panah tersebut.


“Apa yang sedang kau lakukan, musuhmu tepat berada di hadapanmu”


Air Cutting


Georgino menghempaskan pedangnya yang memiliki aura kehijauan.


Abrandar.


Lalu, aku melompat hingga membuat tubuhku melentang di udara. Disisi lain pedang Gerogino berada tepat beberapa centimeter di bawahku.


Duar…


Suara ledakan terdengar kencang akibat serangan tersebut sampai memberikan luka sayatan yang cukup dalam di atas dinding, hingga  membuat pedang Georgino terjebak cukup dalam dinding gedung.


“ALICIA, CEPAT PERGI DARI SINI!!!”


“TIDAK, AKU TIDAK MUNGKIN MENINGGALKANMU!”


“Aku tidak bisa bertarung sambil melindungimu. Pergilah ke atas. Mereka pasti akan mengirimkan bantuan”


Aku melihat Alicia menangis mendengar jawabanku, ia melangkah mundur beberapa langkah sebelum berlari meninggalkanku.


“Tangkap dia”, Georgino berteriak kepada anak buahnya. L alu sebagian anak buahnya berlari mengejar Alicia.


Baiklah, babak kedua akan segera dimulai Georgino. Tanpa Alicia, aku bisa menggunakan sihirku dengan sesuka hati. Aku akan menghabisi kalian semua sekaligus.


Hiah…


Georgino berlari menerjang ke arahku.


Teleportation…


Aku perpindah ke kerumunan musuh.


Madereros…


Georgino tanpa ragu menggunakan sihirnya menyerang ke arah anak buahnya sendiri.


Teleportation…


Lalu aku pergi ke kerumunan, lainnya.


Wind Traveller...


Madereros…


Teleportation…


“Seperti yang aku duga, kebiasaan burukmu masih belum berubah”


“Orang tak mematuhi perintah memang pantas mati”


Kami terus melakukan gerakan yang sama hingga membabad habis seluruh pasukan bertombak dan pedang yang dimilikinya, sehingga tersisa hanyalah kami berdua.


“Selain kejam kau juga bodoh, kau membuat dirimu sendiri dalam keadaan terdesak Georgino?”


Lalu ia tertawa keras dan berkata, “Hahaha, Aku terdesak? Justru aku harus berterima kasuh kedapamu kereka kau telah mempermudah pekerjaanku”


“Apa maksudmu?!”


“Kalian telah berhasil masuk kedalam jebakanku. Apakah kau tahu, diatas sana wanita tersebut akan berhadapan dengan sesuatu yang lebih mengerikan daripada aku.


“Kau benar-benar jahat Georgino”


Dor… Dor… Dor…


Aku menembak pemanah Georgino yang berusaha menyerangku.


“Benar-benar nostalgia, apakah kau lupa jika senjata itu tidak berguna melawanku”

__ADS_1


“Diam”


Wind Traveller…


Tiba-tiba, Georgino tepat berada di belakangku sambil mengayunkan pedangnya.


Teleportation…


Dor… Dor… Dor…


Aku kembali menembak pemanah Georgino.


“Ada apa Georgino, bukankah kau ingin membunuhku. Apakah segitu saja kemampuanmu?”


Tiba-tiba hujan panah mengarah kepadaku.


Abrandar...


Dor… Dor… Dor…


Aku menembak beberapa anak panah. Dan sisanya hanya berlalu melewatiku. Ku pandang sekitarku.


Dor… Dor… Dor…


Lalu aku melanjutkan kembali menembak anak buah Georgino satu persatu.


“Kenapa… Kenapa… Kenapa… Kenapa aku tidak bisa mengenaimu”


Georgino tepat berdiri dibelakangku sambil mengayunkan pedangnya.


Madereros...


Abrandar…


Aceleracion…


Lalu kuhantam punggung pedang tersebut hingga mata pisaunya mengarah ke udara.


Wooossshhh…


Duarrr…


Serangan pisau anginnya mengarah ketanah dan menghancurkan tempat pijakan kami.


Dor… Dor… Dor…


Aku kembali menembaki para pemanah yang berada di lantai atas.


“Setelah setahun tak bertemu, apakah hanya segitu saja kemampuanmu Georgino?”


Georgino menyeringai.


“Ha… hahaha… hahahaha….”, Tertawa lepas lalu ia berkata, “Aku akan menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya”.


Sebuah tanda kutukan keluar dari tubuhnya. Berwarna hitam dan sedikit demi sedikit menyelimuti tubuhnya. Dengan langkah gontai ia berjalan.


Dor… Dor… Dor…


Georgino menangkis seranganku dengan tangan kosong.


“Harggghhhhh”, sebuah teriakan terdengar hingga menyebabkan gelombang suara yang cukup besar. Teriakan tersebut terdengar seperti teriakan monster.


“Haha, penampilanmu benar-benar cocok untukmu Georgini”


“Hrgghhh, hsshhh… hshhh…”, Georgino mendengus. Penampilannya benar-benar mengerikan. Ia berdiri setengah membungkuk dengan mata merah dan bertaring. Lalu ia berkata, “Bunuh… Bunuh… Bunuh…”


Sringgg…


Dengan sekejap mata Georgino berdiri tepat dibelakangku.


Hrghhh…


Ia mengayunkan cakarnya kepadaku.


Woshhh….


Aku terlempar beberapa meter jauhnya. Sial, awalnya aku ingin membuat Georgino kelelahan namun ternyata aku salah. Sepertinya aku sudah berurusan dengan sesuatu yang benar-benar merepotkan.


Hrggghhh…


Sring…


Aku tersentak mengetahui bahwa Georgino berada di hadapanku. Kecepatannya benar-benar bertambah secara drastis sampai-sampai aku tidak memiliki kesempatan untuk menyerangnya balik.


Teleportation…


Bang…


Aku melihat secara sekilas serangan Georgino bahkan bisa menghancurkan pilar gedung yang sangat kuat. Sial, sekali saja aku terkena serangannya maka aku akan mati seketika.


Georgino sudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri, aku tidak tahu apa yang terjadi kepadanya. Aku tak habis pikir bagaimana seorang yang sudah mati bisa bangkit lagi, bahkan ia memiliki kekuatan yang sangat besar.


Hghhhhh…


Sring…


Teleportation…


Bang…


Aku tidak tahu berapa kali kami melakukan gerakan yang sama. Namun semuanya sesuai berjalan sesuai dengan rencanaku. Memiliki kekuatan yang besar yang tak bisa dikendalikan hanyalah sesuatu yang sia-sia.


Krrrkkkk…


Suara retakan terdengan di seluruh area gedung.


Bang…


Reruntuhan lantai atas mulai berjatuhan karena tidak bisa menahan beban yang terlalu besar.


“Masih belum cukup”


Aku berlari menerjang ke arah Georgino.

__ADS_1


Hrggghhhh…


Seketika itu juga Georgino mengayunkan cakarnya tepat dihadapanku.


Aku tersenyum dan berkata, “Selamat tinggal”


Teleportation.


Bang...


Akhirnya ia tertimbun oleh reruntuhan gedung.


Aku menatap ke arah langit. Ternyata tidak semua rencanaku berjalan dengan lancar. Sudah kuduga, bagian luar gedung ternyata dilapisi oleh sebuah mantra sehingga serangan dari luar ataupun dalam tidak bisa menghancurkannya.


Brak…


“Hshhh… Hshhh… Hshhh…”


Aku tercengang mengapa Georgino masih bisa bangkit menerima serangan sebesar itu, namun anehnya ia hanya berdiri diam tanpa melakukan apapun. Baiklah ini adalah serangan perpisahan dariku.


Aceleracion.


Aku berlari dengan sekuat tenaga.


Mata Georgino dengan sigap melihat kearahku.


Hrggghhh…


Ia mengayunkan tangannya ke arahku.


Teleportation.


Aku berpindah tepat diatas kepalanya. Lalu, aku mengarahkan Handgun-ku tepat diatas kepalanya.


Aceleracion…


Dor...


Sial, kepalanya benar-benar keras sampai-sampai tembakanku belum berhasil menembus kepalanya.


Lalu Georgino kembali menyerangku dengan lambat namun ayunan tangannya masih sangat cepat.


Teleportation…


Ku tempelkan handgunku tepat diarah dada kirinya.


Aceleracion…


Dor…


Teleportation.


Aku berpindah tepat berada di belakangnya dan menembakkan kembali handgunku tepat di arah punggung kirinya.


Dor…


Hasilnya tetap sama, Handgun-ku hanya berhasil melukai kulit luarnya saja.


Yeah sepertinya dada dan punggungnya adalah kelemahannya.


Lalu, ku ambil jagdkommando-ku.


Tiba-tiba Georgino berbalik badan mencoba menyergapku.


Abrandar…


Aku berhasil menghindari serangannya.


Aceleracion.


Ku tusukkan Jagdkommando-ku tepat di dada kirinya. Sial benar-benar keras, tusukan pisauku tidak terlalu dalam.


Georgino kembali mengayunkan tanganya secara serampangan.


Teleportation.


Ku ambil palu tempaku


Aceleracion.


Ku coba menghantam kepalanya dengan sekuat tenaga.


Bang… Nnngggg…


Sial, kepalanya benar-benar keras, bahkan tanganku sampai gemetaran dibuatnya.


Lalu ia mencoba menyerangku kembali.


Teleportation.


Aku kembali tepat berada di depan dadanya


Aceleracion.


Ku hantamkan paliku tepat di Jagdkommando-ku.


Bang…


Dan akhirnya Jagdkommando-ku tepat menusuk ke jantungnya.


Tiba-tiba Georgino berhenti dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Perlahan-lahan aura hitam yang mengelilinginya menghilang hingga membuat ia kembali ke bentuk manusia.


Georgino tersenyum kepadaku, “Tepat seperti dugaanku, membiarkan hidup anak sepertimu bisa mengancam jiwaku”


“Bagaimana kau bisa bangkit dari kematian?”


“Mereka yang telah melakukan Tabu”


“Siapakah mereka?”


“Mereka yang berniat membuka gerbang dunia”


Lalu, tiba-tiba tubuh Georgino ambruk dan ia pun mati seketika.

__ADS_1


 


 


__ADS_2