
Bukkk…
Tiba-tiba seorang dengan jubah hitam datang dan memukul Bodolf hingga berdiri mematung. Lalu, ia menyeret tubuhku hingga menjauh dari Bodolf. Manusia berjubah hitam itu melihat ke arahku lalu berkata,“Apakah anda tidak apa-apa, tuan muda?”
“Ya, aku hanya tergores”
Siapakah ia? Aku seperti mengenalnya. Suaranya terdengar tidak asing, namun aku tidak bisa mengenalinya karena ia berbicara dengan sesuatu yang menutupi mulutnya. Mengapa dia memanggilku dengan sebutan tuan muda, apakah dia mengenalku sebelumnya?
“Mengapa kau menghalangi jalanku?”, Bodolf bertanya kepada orang tersebut.
“Apakah kau berencana membunuhnya?”
“Ya, aku hanya perlu mencari kerabatnya”
“Kau sudah membuat kesalahan”
Manusia berjubah hitam itu mengambil ancang-ancang lalu berlari menerjang Bodolf, disaat yang sama Bodolf mengayunkan lengannya ke arah manusia berjubah tersebut. Gawat, lengannya akan terpotong.
Orang tersebut merapatkan tubuhnya hingga ia bisa mendekat ke arah Bodolf. Disaat yang sama ia menahan serangan Bodolf tepat di arah lengannya, lalu ia melayangkan tinju tepat di perut Bodolf.
Bang…
Terdengar suara keras hingga menyebabkan gelombang kejut akibat serangan tersebut. Bagaimana ia bisa melakukannya? Sepertinya ia seorang ahli beladiri tangan kosong. Kereeen, untuk pertama kalinya aku melihat sesuatu yang asli. Biasanya aku melihatnya di televisi.
Ternyata Bodolf belum menyerah, ia mengarahkan rahangnya ke arah manusia berjubah tersebut. Oh tidak, jika ia tergigit pasti ia akan mati.
Acceleracion…
Dor…
Ku arahkan tembakanku tepat di kepalanya. Sayang, serangan tersebut hanya mengenai kulit luarnya saja sehingga hanya membuat Bodolf mendongak ke atas.
“Terima kasih, tuan muda”
Bang… bang… bang…
Orang tersebut mengarahkan tinjunya ke arah Bodolf, namun Bodolf tidak bergeming.
Hsshhh… hsshhh… hshhh…
Bodolf mengeluarkan suara nafas yang menderu dengan sangat kerasnya.
“Kalian semua sudah membuatku marah. Aku pikir aku bisa bekerjasama dengan manusia yang memiliki tujun yang sama. Ternyata tidak. Manusia tetaplah manusia, selalu berjanji dan mengingkarinya”
The Eclipse Roar…
Haarrrkkkk…
Suara teriakan Bodolf menyebabkan terjadi gelombang kejut yang lebih besar daripada sebelumnya hingga menghempaskan kami berdua. Manusia berjubah tersebut bahkan menerima luka yang besar karena tepat berada di dekat Bodolf hingga ia tidak sanggup untuk berdiri.
Predator Step…
Sring…
Tiba-tiba Bodolf tepat berdiri di depannya sambil mengarahkan senjata ke arahnya. Sial, jika terus dibiarkan maka ia akan mati.
Abrandar…
Acceleracion…
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Trang…
Bodolf berhasil menahan serangan yang pertama namun tidak untuk yang kedua hingga ia terseret beberapa meter karena tubuhnya melayang di udara.
Ia memalingkan wajahnya ke arah ke arahku lalu berkata, “Jangan menggangguku, Mahesvara”
Predator Step…
Ia berpaling untuk menyerangku.
Tiba-tiba manusia berjubah tersebut mengarahkan pukulannya ke dada samping Bodolf. Ternyata Bodolf menyadari serangannya, ia menahan serangan tersebut menggunakan lengannya.
Kick of Madness…
Lalu Bodolf mengarahkan sebuah tendangan telak di arah perut orang berjubah itu hingga ia terlempar kebelakang. Bodolf dengan sigap mengejarnya sambil mengarahkan cakarnya.
Jika aku tidak bisa mengarahkan serangan telak, maka orang tersebut akan mati.
Abrandar…
Acceleracion…
__ADS_1
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Lagi-lagi serangan tersebut tidak berpengaruh kepada Bodolf. Ia hanya terlempar beberapa meter kebelakang.
Ku lihat manusia berjubah hitam tersebut hanya bisa berbaring di atas tanah sambil memuntahkan darah yang keluar dari mulutnya.
Aku harus lebih cepat…
Aku harus lebih cepat…
Jika tidak ia akan mati.
Abrandar…
Acceleracion…
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Trang…
Tiba-tiba peluru kedua mengenai peluru pertama hingga menyebabkan benturan keras sehingga meningkatkan momentum dan kecepatan yang dimiliki oleh peluru pertama.
Sleb…
Terlihat darah keluar dari lengan Bodolf bahkan menyebabkan ia terlempar beberapa meter jauhnya.
“Arggh”, Bodolf meringis kesakitan.
Be… berhasil. Yeah, sepertinya berhasil. Sekarang aku tahu bagaimana cara untuk mengalahkannya.
Abrandar…
Acceleracion…
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Predator Step…
Dengan sekejap Bodolf berada di hadapanku sambil mengayunkan tangannya.
Abrandar…
Gerakannya terlihat lambat. Untunglah, mungkin karena manusia berjubah tadi telah memberikan aku waktu untuk beristirahat.
Acceleracion…
Lalu aku hantamkan gagang Sniperku tepat di perutnya. Sangat keras, bahkan hingga membuat tanah diatas pijakanku turun beberapa centi.
Bang…
Hembusan angin mengalir dibelakang punggungnya akibat gelombang kejut dari hantaman gagang Sniperku.
Teleportacion…
Abrandar…
Acceleracion…
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Kedua peluru tersebut saling beriringan tanpa bersentuhan sedikit pun. Sial, bukan seperti itu.
Bodolf terpelanting beberapa meter akibat hantaman sniperku.
Harrrkkkk…
Bodolf berteriak, aku melihat ia sangat marah bahkan mengeluarkan seluruh tenaganya.
Predator Step…
Kecepatannya meningkat drastis, bahkan mataku benar-benar tidak bisa mengikutinya. Tiba-tiba ia berada di hadapanku.
__ADS_1
Deadly Claws…
Ia menebaskan cakarnya kepadaku.
Abrandar…
Aku mencoba mempelantingkan tubuhku hingga aku bisa bersalto dan menendang lengannya. Sayangnya terlambat, aku tidak bisa mengantisipasinya. Kecepatannya diatas dari perlambatanku.
Sret…
Cakarnya menyayat tipis dadaku bahkan membuat jubahku terlepas dari tubuhku.
Abrandar…
Lalu aku tempelkan sniperku tepat di dadanya.
Acceleracion…
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Trak…
Akhirnya terjadi benturan.
Duar…
Terjadi ledakan yang sangat besar. Bukan hanya Bodolf, bahkan aku juga terpelanting kebelakang.
Sial, dadaku terasa sakit akibat dorongan dari senjataku. Ku lihat ke arah Bodolf ternyata peluru tersebut hanya mengenai kulit luarnya saja. Sial, apakah karena tulangnya sangat kuat ataukah karena peluru tersebut belum sampai di kecepatan maksimalnya.
Dengan posisi tiarap, aku akan mencobanya lagi.
Abrandar…
Acceleracion…
Dor…
Acceleracion…
Dor…
Trak…
Akhirnya aku terbiasa dengan momentumnya, sehingga kedua peluru tersebut berbenturan.
Peluru pertama terlihat berakselerasi dengan sangat tinggi, seperti mobil balap yang berakselerasi setelah keluar dari tikungan. Hembusan angin yang sangat kuat, bahkan membuat tanah tersapu hingga menyebabkan sebuah garis diatasnya.
Bodolf menyadari seranganku ia mencoba mengelak namun aku masih memiliki senjata rahasia.
Teleportation.
Ctik…
Aku menjetikkan jariku hingga membuat peluru tersebut tepat di dadanya.
Bang…
Peluru tersebut berhasil menembus dadanya.
Tiba-tiba Bodolf memuntahkan darah dari mulutnya. Terlihat sebuah lubang besar didadanya seperti yang aku lihat beberapa waktu yang lalu. Aku hanya bisa memalingkan muka karena tidak sanggup melihatnya.
Ia tersenyum lalu berkata, “Seperti yang diharapkan dari seorang Mahesvara”
“Aku bukan lagi seroang Mahesvara”
Aku merasa jengah dengan orang-orang yang menyebut nama keluargaku. Bukan karena aku membenci ayahku, tapi karena seluruh dunia mengincarku. Bahkan bukan hanya manusia tetapi bangsa iblis juga. Kekuatan untuk menantang dewa hah? Jangan bercanda.
“Kau bisa memalsukan identitasmu, namun kau tidak bisa memalsukan darah keturunanmu”
Ku lihat cahaya di mata Bodolf memudar perlahan, akhirnya ia tumbang dan mati seketika.
Aku mencoba berdiri dengan sekuat tenaga. Aduh, sepertinya aku kehabisan tenagaku. Pertarungan ini benar-benar menguras tenaga. Sekarang aku hanya perlu menghadapkan lencanaku kepada Bodolf dan melaporkannya kepada Organisasi Petualang.
Alah, kenapa ini. Kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku. Oh tidak, seseorang tolong bantu aku.
Slab…
Tiba-tiba manusia berjubah itu berdiri di depanku.
“Kerja bagus Bodolf, akhirnya aku bisa membawanya”
“Apakah kau mengenalnya?”
__ADS_1
“Ya, kamilah yang membangkitkannya”
Sial, ternyata yang mereka incar adalah aku.