Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain

Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan Di Dunia Lain
Episode 26 (MISI BUNUH DIRI)


__ADS_3

Saat ini kami hampir sampai di depan gerbang menuju gedung sekolah. Aku mengeluarkan teropongku untuk mengamati wilayah sekitar. Aku hanya melihat seorang wanita cantik dengan menggunakan seragam sekolah berdiri di depan gerbang, posisi dia berada tepat ditengah dan diapit oleh dia air mancur yang berada di depan halaman sekolah. Apakah dia sedang melakukan sesi pemotretan untuk brosur promosi sekolah.


Aku coba perbesar agar aku bisa lebih jelas melihat wajahnya. Wah, wah, wah, aku tidak henti-hentinya mengamati bentuk tubuhnya yang indah, apalagi ia menggunakan seragam sekolah yang agak ketat terselimuti blazar dengan rok diatas lutut. Sungguh perpaduan yang sempurna, ternyata dia adalah Rebecca-sama. Benar-benar gawat.


“Mmmm”, Sitha berguman sambil mengembungkan pipinya dan mengepalkan tangannya ke arah bawah.


Aku merasa ada aura misterius yang membuat aku merasa tidak nyaman lalu aku menoleh ke arah Sitha,


“Apa yang sedang kamu lakukan?”, Sitha berkata sambil memandangku dengan tatapan yang tajam.


Sial, tidak mungkin aku bilang bahwa aku sedang mengagumi tubuh kak Rebecca. Bisa-bisa aku dicap sebagai pria mesum oleh Sitha.


“Maaf-maaf, aku sedang melihat kondisi sekitar apakah kita memiliki peluang masuk ke kelas dengan aman ataukah tidak”, Aku berkata.


“Terus bagaimana?”, Sitha bertanya.


“Disana ada Kak Rebecca, aku memiliki sebuah rencana tapi harus berlandaskan kerjasama dan kepercayaan yang baik di antara kita. Pertama masukkan kartu pelajarmu di dalam tas, kedua kamu bawa buku catatanmu untuk pelajaran pertama lalu simpan di dalam bajumu”


Aku melihat wajah bahagia dan penuh pengharapan dari Sitha. Oh tidak, aku ingin melindungi Sitha selamanya. Sitha memandangku dengan penuh curiga, seolah-olah aku ingin mengintipnya.


“Baik-baik” Aku berkata lalu berbalik badan.


“Sudah”, Sitha berkata ketia ia selesai memasukkan buku ke dalam bajunya.


“Baiklah sekarang kamu masuk mengendap-endap kedalam saat aku mengalihkan perhatian kak Rebecca”


“Terus bagaimana denganmu?”


“Apakah kamu tidak percaya bahwa aku bisa mengatasi masalah ini dengan baik, bukankah aku bilang kita harus saling pecaya agar ini bisa berhasil?”, Aku berkata samil berpura-pura marah kepada Sitha.


“Hmmh… Aku mengandalkanmu”, Sitha berkata sambil menganggukkan kepala, lalu pergi ke semak-semak sambil mengendap-endap.


Baiklah sekarang giliranku. Aku akan memulai misi kamikaze demi melindungi senyum indah Sitha. Aku benar-benar tidak rela jika wanita seimut dan sebaik Sitha harus menerima hukuman.

__ADS_1


“Selamat pagi kak Rebecca”, Aku berkata kepada kak Rebecca.


Kak Rebecca menggelengkan kepala, sambil berkata, “Kamu lagi, kamu lagi. Baru saja selesai masa hukuman sudah melanggar lagi peraturan. Apakah kamu masokis?”


“Aku hanya bangun kesiangan akibat kelelahan”, Jawabku.


“Oh berarti kamu menyalahkanmu karena telah menghukummu secara berlebihan”, Kak Rebecca berkata.


Sreeeek…


Kak Rebecca melihat ke arah semak-semak. Sial, bukannya itu adalah tempat Sitha bersembunyi. Aku harus mengalihkan perhatiannya.


“Hah ikan terbang”, Aku berkata.


“Mana-mana”, Kak Rebecca menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak menemukan apapun.


“Itu”, Aku berkata sambil menunjukkan arah secara asal sambil memberikan kode kepada Sitha untuk mengendap-endap.


“Tidak ada, apakah kamu mencoba membodohiku”, Ia terlihat kesal


Sial, apa yang dilakukan Sitha, kenapa dia sangat berisik. Kak Rebecca lalu tiba-tiba kembali melihat ke arah semak-semak. Menengok ke atas dan kebawah, dan menggerak-gerakkan tubuhnya ke kanan dan kekiri sambil sesekali berjinjit untuk memperbesar area pengelihatannya. Oh tidak, ini benar-benar gawat jika Sitha sampai ketahuan.


Aku melihat ia terlihat sangat waspada. Ia mulai mendekat ke arah semak-semak secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Tiba-tiba ia mengeluarkan pedangnya. Gawat, bagaimana ini? Aku takut terjadi apa-apa pada Sitha. Apa yang harus aku lakukan? Adakah sesuatu atau seseorang yang bisa mengalihkan perhatiannya. Seseorang tolong bantu aku.


“Oi Amadeus, aku disini”, Aku berteriak seolah-olah menyapa seseorang. Kak Rebecca berlari ke arahku dan matanya melihat kesana kemari mencari dimana Amadeus berada. Aku memberikan isyarat kepada Sitha untuk masuk ke dalam sekolah. Ia mengendap-endap sedikit demi sedikit dan akhirnya bisa masuk ke dalam.


“Mana-mana?”, Kak Rebecca berkata dengan mata yang terlihat fokus mencari keberadaan Amadeus


“Itu”, Aku menjawabnya sambil memperhatikan Sitha yang mulai berlari menuju gedung kelas dan hilang dari pandanganku. Siapapun kamu, terima kasih Amadeus karena kamu telah menyelamatkan hidupku.


“Apakah kau coba memodohiku”, Kak Rebecca terlihat marah.


“Oh maaf-maaf sepertinya aku salah lihat kak Rebecca. Aku pamit kak Rebecca, aku harus buru-buru masuk ke kelas jika tidak aku bisa terlambat mengikuti jam pelajaran pertama”, Aku berkata sambil berjalan masuk ke dalam gerbang dan seketika itu pula Kak Rebecca menghentikanku.

__ADS_1


“Tunggu sebentar, karena keterlambatanmu maka kamu harus mendapatkan hukuman. Kamu harus mengerjakan hukumanmu sebelumnya selama tiga bulan”, Kak Rebecca berkata dengan sorotan mata yang berubah tajam seolah-olah ingin membunuhku.


“Tunggu sebentar, bukankah itu keterlaluan. Pelanggaranku hanya datang terlambat, ini termasuk pelanggaran ringan”, Aku berkata memprotes hukuman yang sudah dia berikan kepadaku.


“Ada tiga alasan kenapa kamu mendapat hukuman berat. Pertama, karena datang terlambat. Kedua, karena melakukan pelanggaran disaat baru saja terbebas dari hukuman. Ketiga, karena kamu sudah berbohong tentang Amadeus-sama”, Kak Rebecca berkata.


Gawat, sepertinya aku benar-benar melakukan pelanggaran berat. Tapi hukuman 3 bulan kerja rodi itu sudah keterlaluan. Bukankah yang aku lakukan hanyalah pelanggaran ringan jika dibandingkan dengan pelanggaranku sebelumnya. Sepertinya ia hanya marah karena aku sudah menipunya. Sial, perempuam marah memang benar-benar menakutkan.


“Aku tetap menolak”, Aku berkata


“Enam bulan”, Kak Rebecca berkata dengan tatapan yang semakin membara.


Hah, kenapa hukumannya bertambah lama ketika aku memprotesnya?


“Baiklah aku terima, tapi aku minta antarkan tas ini kepada Sitha dari kelas 1-A”, Aku berkata.


Kak Rebecca memandangku dengan penuh curiga lalu berkata, “Bukankah kau kemarin masih dalam masa hukuman. Mengapa tas ini bisa berada padamu? Apa yang telah kalian lakukan?”


“Aku hanya menemukannya ditaman. Sepertinya ia lupa membawa tasnya ketika selesai belajar bersama”, Aku berkata lalu aku menunjukkan kartu pelajar dari dalam tas Sitha.


“Baiklah akan aku antarkan sekarang”, Ia lalu bersiul tiba-tiba datang seekor anjing golden retriever yang sangat besar. Kak Rebecca lalu berkata, “Blacky, tolong antarkan ini ke kelas 1-J ya”


“Guk”, Blacky menggonggong lalu ia pergi menuju ke dalam gedung sekolah.


Oi-oi apakah aku tidak salah mendengar? Bagaimana mungkin seekor anjing yang berwarna emas seperti ini diberi nama Blacky, bukankah nama yang paling cocok untuknya adalah Goldy. Sepertinya ada yang salah dengan cara berpikirnya.


“Apa yang kamu tunggu, cepat laksanakan tugasmu”, Kak Rebecca berkata padaku


“Ooo oke”, Aku bergegas pergi meninggal tempat tersebut.


“Tu tu tunggu sebentar”, Kak Rebecca berkata sambil terlihat menahan malu.


“Iya, ada apa lagi?”, Aku berkata.

__ADS_1


“Aaa aku mau bertanya, kira-kira kapan Amadeus-sama datang ke kota ini?”


Hah? Setelah apa yang kamu lakukan padaku, kamu masih bertanya soal Amadeus. Tidakkah kau merasa malu Rebecca-sama? Aku merasa semakin kesal kepadanya dengan apa yang sudah ia perbuat kepadaku. Baiklah sepertinya ini adalah kesempatanku untuk membalas dendam. Aku akan memberikanmu sedikit pelajaran.


__ADS_2