Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Kebersamaan


__ADS_3

..."Hidup tak harus memiliki pandangan sendiri tapi hidup harus bisa memandang dari sisi yang berbeda agar kita tau bagimana hidup ini berjalan sesuai ranah-nya."...


Sudah 5 tahun iya mengonsumsi obat herbal itu agar tidak menyentuh wanita lain.Akan tetapi ,fungsi obat ini tampaknya tidak bekerja setelah gadis ini menetap disisinya. Awalannya iya kira mungkin dosisnya yang terlalu kecil sehingga syahwatnya masih megebu-gebu.


Setelah ditambah dan sebanyak apapun iya manambah dosis, nyatanya itu tidak ada apa-apa dari pada pesona gadis ini.karena terlalu berlebihan mengonsumsi obat itu iya harus mengalami mual muntah selama 24jam,iya juga harus memakai infus karena kekurangan cairan.Setelah kejadian itu iya disarankan untuk berhenti mengonsumsi obat impoten untuk sementara waktu karena takut akan berakibat fatal untuk dirinya.


Mau tak mau Alfa harus menurut karena saat ini iya juga tidak bisa mengonsumsi obat itu karena pencernaan nya menolak mentah-


mentah.Iya frustasi sendiri setelah berdekatan dengan gadis yang sudah menjadi Nyonya Alfa yang sah, karena gadis ini iya harus merasakan penderitaan yang membuat dirinya setiap malam harus rela berendam air dingin setelah gadis itu benar-benar tertidur.


Queen tidak mengetahui fakta ini, Karena saat kejadian itu iya belum selesai megoda sang suami iya harus disibukkan dengan beberapa masalah belum lagi iya harus mengerus putra tampan nya. Itu menjadi hari keberuntungan untuk Alfa karena jika Queen tidak pergi saat itu juga mungkin saja Alfa akan mendapatkan tatapan mengejek dari istri nakalnya ini dan hari-hari nya harus menahan cibiran dan godaan dari istri kecilnya.


Ini saja iya sudah hampir melewati batas kesabaran ,apalagi jika sang istri tau mungkin iya harus menggali kuburan untuk dirinya sendiri saat ini juga .


Queen diam menelisik setiap inci wajah Alfa yang tampak bersemu merah.Tak tau saja jika sang suami sedang menekan tombol power pada dirinya agar tidak aktif secara tiba-tiba.


Mendekat dan semakin dekat ,jarak mereka saat ini hanya satu senti.Hembusan nafas Alfa menerpa wajah cantik Queen.Bau min menyeruak masuk kedalam indera penciuman nya sangat dekat membuat Queen dapat. mendengar pacuan jantung sang suami yang tak beraturan, Berlari meraton didalam sana.


"Menyingkir!."ujur Alfa dengan suara beratnya.


Queen diam ditempatnya,tak berkutik atau pun berniat pergi dari pangkuan Alfa iya tampak terkejut sekaligus bertanya-tanya Apa yang membuat laki-laki ini marah?Dan Kenapa jantung laki-laki ini semakin berdetak dan tak mau berhenti?


Queen mengarahkan tangannya pada dada bidang Alfa,berniat mengelus nya agar berhenti berdetak bukan nya berhenti iya lebih kencang berdetak membuat Queen mencondongkan tubuhnya mendekatkan telinga nya pada dada bidang Alfa agar dapat mendengar dan memastikan apakah didalam sana baik-baik saja.


"Sayang,kau sakit?."Tanya Queen setelah cukup lama diam dengan pikirannya.


Mata Alfa tampak sayu dengan beberapa keringat dingin mengucur dipelipis nya, melihat itu membuat Queen semakin khawatir iya seakan lupa ,Fakta dibalik pacuan jantung itu kenapa bisa Berlari meraton. Dengan sigap Queen berdiri dari pangkuan Alfa berniat untuk mencari bantuan medis secepatnya.


Belum juga menjauh dari tempatnya iya dihentikan oleh suara bas Alfa "Mau kemana?."tanya Alfa megerut bingung melihat wajah khawatir dan gelagat tidak wajar gadis itu.


"Aku ingin mencari suster untuk meriksa kamu!jantung kamu berdetak kencang bagaimana jika iya lepas ?kamu bisa kehilangan nyawa dan aku tidak ingin itu terjadi!."ujur Queen panik hendak melangkah keluar Ruangan untuk melanjutkan niatnya.


Mendengar itu Alfa terteguh ditempat nya iya tidak pernah terpikir jika gadis agresif ini sangat polos dan megemaskan bisa berfikir yang jauh dari ekspektasi nya,iya tidak tau kejutan apa lagi yang akan iya terima saat berdekatan dengan istri kecilnya.


Melihat gelagat dan sikapnya ,tampaknya iya benar-benar khawatir tak ada kepura-puraan disana membuat dirinya gemas sendiri setelah melihat kepolosan sang istri yang tidak cocok sama sekali dengan sifat agresif nya selama ini.


Buk


Kepala Queen berbenturan dengan dada bidang Alfa, membuat gadis itu merasa pusing beberapa detik.Setelah rasa pusing itu menghilang iya mendongak untuk melihat apa yang iya tabrak barusan.


"Sayang, ini menyakitkan kau tau?!".Ujur Queen menahan kesal dengan tingkah suaminya.


Kepalanya berdenyut-denyut dan sedikit pusing akibat benturan keras itu .Iya semakin curiga jika suaminya ini bukan lah manusia melainkan Robot. Bagaimana iya tidak berpikir seperti itu ,di satu sisi sifat kaku laki-laki itu dan disisi lainnya iya merasakan nyilu akibat benturan keras kepala dengan dada Alfa seperti membentur tembok beton yang kokoh .


Huffff..


Rasa sejuk menerpa Dahi nya,ternyata Alfa meniupnya pelan dan tak lupa megelus lembut agar memberikan sensasi tenang pada dirinya.


Mendapatkan perhatian khusus yang jarang iya perlihatkan membuat Queen mau tak mau merasakan kehangatan dalam hatinya. Iya merasa berbunga-bunga sehingga membuat pipi nya panas tanpa bisa dicegah.


Untuk pertama kalinya wajah bersemu itu diperlihatkan, pipinya memerah seperti tomat dengan secara alami,iya tak bisa tidak bersemu jika di perlakuan selembut ini oleh laki-laki yang bukan keluarga nya bahkan iya tak bisa mengelak jika pesona Alfa semakin memikat dirinya saat laki-laki ini selalu bersikap lembut dengan dirinya walupun tampak kaku dan tanpa ekspresi seperti saat ini.


Akhhhhhhhh


Serangan mendadak membuat iya hampir saja menggidap penyakit jantung!!


"Apa-apa ini,iya melakukan hal romantis dengan wajah datar tanpa ekspresi itu..Cek menyebalkan sekali ,sungguh tak patut ditiru".Ujur Queen dongkol setengah hati

__ADS_1


Iya sudah cukup lama sadar jika dirinya diperlakukan lembut dan penuh hati-hati oleh sang suami,akan tetapi iya mengacuhkan itu karena baginya hal semacam itu adalah hal yang wajar walupun pernikahan ini tidak atas dasar saling suka.


Queen selalu merasa walupun jarak mereka sedikit lebih dekat ,akan tetapi masih ada jarak tak kasat mata yang membentang seolah-


olah tidak membiarkan dirinya dan Alfa untuk bersama,Queen tidak ada niatan untuk menerobos dan menghancurkan perisai itu, karena saat ini dirinya memiliki hal lain yang harus di prioritaskan.


Akan tetapi semakin kesini iya semakin merasa ada yang aneh, dan iya tidak tau apa itu?cukup lama berfikir iya baru saja sadar jika laki-laki ini sudah bersifat manusiawi bahkan tak sedingin dan sekaku dahulu entah itu menjadi kabar baik atau buruk untuk dirinya akan tetapi yang pasti saat ini iya sudah nyaman dengan setatus yang iya pegang sekarang yak itu menjadi Nyonya Alfa dan Mimy untuk Byan Jagoan kecilnya.


Entah jalan apa yang akan mereka ambil, berpisah atau bertahan?sebuah pilihan yang entah kapan diputuskan,Setelah kehadiran Byan mereka tampak seperti keluarga kecil yang harmonis bersikap manis dan hangat akan tetapi diselimuti sikap dingin yang ekstrim membuat dirinya dilema.


Dari sini Queen tidak tau harus mengambil tindakan apa?karena jelas saja tidak ada yang benar-benar menggikat pernikahan ini bahkan tidak ada garis sedikitpun untuk menunjukkan kejelasan dalam hubungan mereka.


Jika didalam novel perjodohan akan diawali dengan garis kontrak pra nika,mangaka akan jauh berbeda dengan dirinya hanya ada pernikahan yang dihadiri kedua belah pihak keluarga Janji suci pernikahan yang entah itu sah atau tidak iya tidak tau.


Cinta,sudah sangat jelas tidak ada cinta diantara keduanya...


Mereka hanya suami istri dalam keluarga...


Hanya itu, iya hanya itu yang iya dapat simpulkan walupun tidur satu kamar laki-laki itu selalu memberikan jarak sedekat apapun, jiwa mereka akan selalu ada perisai tak kasat mata.


Jika iya dan Alfa akan tetap bersama karena alasan seorang anak!itu suatu hal mustahil karena iya sadar bahkan sangat sadar jika bocah laki-laki megemaskan itu bukan benar-benar darah dagingnya dan Alfa jadi ada kemungkinan entah esok atau lusa mereka bisa benar-benar resmi bubar untuk menjalani kehidupan masing-masing.


"Mimy,Pipy apa yang sedang kalian lakukan?."Ujur Byan menatap kedua orang tuanya yang tampak canggung setelah kepergok oleh dirinya.


"Tidak ada apa-apa sayang ."Ujur Queen setelah menetralkan keterkejutannya akibat ulah sang putra .


Queen melangkah mendekat pada sang putra mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Byan, megelus puncak kepala sang putra dengan lembut penuh kasih sayang.


"Dahi Mimy memerah ?!,bahkan bukan hanya dahi tapi kedua pipi Mimy ikut memerah."Ujur Byan menempelkan tagan mungilnya untuk memeriksa apakah sang Mimy sakit .


"Mimy tidak apa-apa sayang,lihat wajah khawatir putra Mimy sungguh megemaskan."


"Mimy Byan sedang serius!."Ujur Byan jengkel dengan sang Mimy yang selalu saja mengalihkan perbincangan mereka jika dirinya bertanya atau khawatir dengan keadaan sang Mimiy.


Iya tidak suka itu!,iya tidak mau jika sang Mimy kenapa-napa tanpa sepengetahuan nya bahkan iya tak ingin menjadi orang yang terakhir mengetahui hal sekecil apapun itu tantang sang Mimy hal itu mengingatkan betapa tidak berguna dirinya saat masih dalam panti yang hanya bisa diam dan terakhir mengetahui bahwa sang saudara satu-satunya telah tiada.


Melihat mata Byan berkaca-kaca membuat Queen tersenyum simpul, setelah cukup lama dekat dan mengenal satu sama lain bahkan melakukan aktivitas selalu bersama bagikan perangko membuat Queen tau jika saat ini bocah laki-laki itu sedang tidak baik-baik saja.


Iya selalu saja lupa jika sang putra tidak suka dibohongi hal sekecil apapun itu.Membuat Queen mau tak mau harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar sang putra lebih tenang.


"Jadi Pipy yang membuat Mimy terluka ?."Tanya Byan dengan wajah datarnya


"Itu tidak sengaja sayang,lagipula Mimy baik-baik saja hanya sedikit pusing akan tetapi akan cepat sembuh jika diberi obat."Ujur Queen memberikan pengertian kepada Byan agar tidak marah dengan Pipy nya .


"Obat apa?Biar Byan yang Carikan."


"Byan yakin mau megobatinya?"tanya Queen menggoda sang anak.


Byan menganggu cepat ,iya sangat bersemangat untuk mengobati dahi sang Mimy yang sebenarnya tidak apa-apa bahkan mungkin sudah lama sembuh entah kapan iya tidak menyadari itu.


Sedangkan Alfa hanya diam memperhatikan kedua nya yang masih berdebat tanpa henti,tak ada yang mau mengalah mereka memiliki kesamaan bahkan wajah mereka hampir mirip tampak nya mereka sudah ditakdirkan untuk bersama menjadi sepasang anak dan ibu.


"Obatnya adalah.... kecupan lembut disini ,disini, disini, disini ."Ujur Queen menunjuk beberapa titik bagian wajahnya agar diberikan kecupan lembut dari sang putra.


Mendengar itu Byan megerutkan keningnya,iya sedikit bingung akan tetapi tanpa bertanya iya menuruti apa yang Mimy nya minta tanpa membantah sedikitpun,yang terpenting baginya sang Mimy sembuh hanya itu .


cup cup cup

__ADS_1


"Oh sayang, lihat Pipi dan dahi Mimy langsung sembuh karena obat mujarab dari jagoan kecil Mimy ini."Ujur Queen tersenyum puas setelah mengerjai sang putra .


Kenapa iya tidak dari dulu berfikir untuk membuat anak,mungkin saja suami robotnya akan melunak akan tingkah bayi mereka yang megameskan. Sudah lah yang terpenting saat ini iya memiliki seorang putra tampan yang lucu imut dan penuh kejutan,Iya merasa kesal dan marah akan orang-orang yang membuat putra nya menderita selam ini.


Mereka bodoh membuang berlian berkilau sperti Biyan ,tak tau saja jika bocah ini memiliki ambisi dan otak yang cerdas tak akan susah untuk dirinya menjadi orang hebat suatu saat nanti.


"Terimakasih, anak Mimy yang paling tampan ,imut dan menggemaskan seantero dunia."puji Queen dengan mencubit pipi chubby Byan yang selalu menjadi sasaran empuk tangan nya.


"Jagan dicubit My,"


"Iya,Mimy hanya kebablasan sayang"Ujur Queen membela diri.


"Mimy, sebenarnya Biyan mau izin keliling keluar panti apa boleh?"tanya Byan dengan mata berbinar


Mendengar itu Queen melirik sekilas kearah Alfa,untuk bertanya apakah laki-laki itu memperbolehkan nya?


"Sayang apakah kamu sudah baik-baik saja?"tanya Queen ingin memastikan sebelum membuat keputusan.


"Ada apa?,Apa Pipy juga sakit?"tanya Byan penasaran setelah mendengar percakapan kedua orang tuanya barusan.


"Iya, rencananya Mimy mau mencari obat untuk Pipy akan tetapi karena ..."belum selesai Queen berbincara Alfa lebih dahulu memotong agar semuanya tidak menjadi panjang.


"Hemm, saya baik-baik saja."Ujur Alfa dengan anggukan kecil.


Walupun kesal karena dipotong ucapannya Queen hanya bisa diam dan kembali pada perbincangan awal.


"Kalo begitu Mimy akan menemani Byan, sekaligus Mimy ingin memeriksa perkembangan tempat ini."Ujur Queen setelah yakin jika sang suami sudah baik-baik saja.


"Yeyyeyey...Apa Pipy ikut? ."Ujur Byan setelah bersorak gembira mendengar ucapan sang Mimy yang akan menemaninya berkeliling tempat ini.


"Hem."


Pada hari ini mereka disibukan dengan berbagai macam jenis kegiatan,membuat semua orang yang melihat kebersamaan mereka tampak ikut menular bahagia.


Dimulai dari berkeliling perkebunan,panti jompo,bahkan beberapa hal kecil lainnya mereka lakukan bersama dengan dibantu para anak panti atau membantu para petani disana. Mereka juga melakukan masak dan makan bersama dengan diiringi canda dan tawa dari para pekerja maupun anak-anak,bahkan orang dewasa semuanya berkumpul bersenang-senang tanpa ada beban.


Sampai pada akhirnya mereka harus berpisah dikarenakan hari sudah mulai larut, lagipula besok mereka harus melakukan aktivitas seperti biasa jagoan kecil harus mulai les privat sedangkan sang suami harus masuk kantor.


Setalah tiba dirumah ,Queen membawa Byan kekamar nya untuk membersihkan diri, membantu laki-laki kecil itu memakai pakaian dan beberapa hal kecil lainnya.Terlihat jika jagoan kecil nya sudah sangat mengantuk , beberapa hal yang iya lakukan selalu salah membuat Queen tertawa renyah iya tau jika ini sudah melewati batas tidur nya tentu saja membuat bocah itu tidak konsen.


"Sayang, Hati-hati matanya dibuka dahulu."Ujur Queen geleng-geleng kepala melihat sikap megemaskan putranya.


"Mimy ,Byan mau tidur dikamar Mimy sama Pipy boleh..Hommm" Ujur bocah itu memeluk guling kecilnya dengan mata setengah terpejam.


Melihat hal itu Queen melangkah mendekat mengangkat tubuh Byan menuju kamar nya dan Alfa.


Tok tok


Setalah mengetuk pintu Queen melangkah masuk kedalam,tak terlihat batang hidung sang suami membuat Queen harus mengedarkan pandangannya sekeliling ruangan.


"Kemana dia?"Monolok Queen pelan, merasa tak ada Jawaban iya mengangkat bahunya acuh


Degan pelan iya meletakkan tubuh mungil Byan diatas tempat tidur, memberikan kecupan lembut setelah itu melangkah pergi untuk membersihkan diri karena saat ini tubuhnya lengket karena beraktivitas seharian tanpa henti.


Beberapa menit setelah keluar dari kamar mandi,menggunakan handuk pendek memperlihat paha mulus nya Queen dengan acuh melangkah mendekat lemari pakaian untuk megambil baju ganti, iya lupa untuk membawanya sehingga mau tak mau harus keluar lagi pula tak ada siapapun disini kalaupun ada itu ialah putarnya yang terlelap tidur sedagkan sang suami entah kemana.


Halo semua πŸ‘‹

__ADS_1


Author abal-abal kembali berkarya πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€—πŸ’ƒπŸ€ΈπŸ€Έ


__ADS_2