
Beberapa menit setelah keluar dari kamar mandi,menggunakan handuk pendek memperlihat paha mulus nya Queen dengan acuh melangkah mendekat lemari pakaian untuk megambil baju ganti, iya lupa untuk membawanya sehingga mau tak mau harus keluar lagi pula tak ada siapapun disini kalaupun ada itu ialah putarnya yang terlelap tidur sedagkan sang suami entah kemana.
Setelah mencari-cari pakaian yang cocok pada akhirnya Queen menjatuhkan pilihan pada Daster sutra diatas paha, sambil bersenandung ringan Queen melakukan perawatan rutin sebelum tidur.
Contoh pakaian tidur yang Queen gunakan pada malam ini.
Iya tak sadar jika Sedari tadi suara kecilnya mengganggu aktivitas seorang laki-laki dewasa yang sedang fokos dengan pekerjaannya, siapa lagi kalo bukan suami robot.
πΆLa la la la la ... (kurang lebih ke gitu yah π€£)
Saat hendak melangkah ke arah tempat tidur iya melihat sang suami yang melayangkan tatapan rumit,marah kesal dan entah apa lagi yang pasti itu bukan sesuatu hal yang bagus Untuk nya saat ini.
"Belum tidur?."tanya Queen dengan senyuman kikuk.
Degan perlahan iya mendekati sang suami yang duduk diatas sofa dengan ditemani leptop dipangkuan ya, terlihat secangkir kopi hitam yang ikut menemani sang suami dimalam yang dingin ini ,pantas saja saat iya masuk kedalam kamar laki-laki ini tidak ada ternyata menyeduh kopi .
"Kenapa tidak bilang kalau mau kopi ,kamu bisa menunggu ku atau bisa meyuruhku sebelum mandi."Ujur Queen duduk disisi Alfa.
Tak ada jawaban,hanya lirikan sekilas sebelum akhirnya laki-laki itu kembali fokus pada pekerjaannya.Kembali diacuhkan, selalu saja begitu iya terlalu digin dan kaku untuk ukuran laki-laki beristri secantik dan seseksi dirinya.
"Sayang,Besok aku mau ajak Byan keliling moll boleh?."tanya Queen dengan hati-hati tak lupa wajah memelas seperti anak kucing pada induknya.
Mendengar itu Alfa mengalihkan pandangan-nya,
melihat raut wajah sang istri yang mengemaskan tentu saja pada akhirnya laki-laki itu meganguk kecil sebelum kembali mengfokuskan diri pada aktivitas nya.
Mendapatkan respon yang kurang memuaskan membuat Queen gemas dengan sang Suami,
iya tak berfikir jika permintaannya akan disetujui semudah itu bukan-nya senang iya malah tampak kecewa.
"Sayang,kamu tidak lupakan besok hari apa?Oma sudah megigatkan kita berdua sebelumnya!,"Ujur Queen meletakkan dagunya dipundak sang suami, sekaligus memberikan sedikit pencerahan pada otak kecil sang suami yang dipenuhi dokumen dan fail kantor.
Tangan Alfa yang sedang mengetik sesuatu di leptop nya terhenti seketika,iya baru sadar jika perbincangan malam ini menjurus pada sang buah hati mereka. Iya, besok adalah hari ulang tahun Byan yang ke 7, dan iya hampir saja melupakan fakta itu.
"Terimakasih."Ujur Alfa dengan wajah khasnya yak itu datar tanpa ekspresi seperti biasa.
Untuk pertama kali dirinya mengucap kata keramat itu ,pada seorang gadis yang memenuhi hari-harinya dengan tingkah konyol agresif , impulsif dan penuh kejutan yang gak terduga. Terkadang iya kesal ,akan tetapi disisi lain iya menikmatinya setiap perlakuan dan kelakuan gadis ini.Queen gadis pertama yang membuat dirinya rumit dengan dirinya sendiri.
"Untuk apa?."tanya Queen bingung dengan sikap sang suami yang tak pernah bisa iya tebak sama sekali.
"Untuk semuanya."jawab Alfa diiringi senyum tipis dibibir nya.
Melihat senyum yang amat langkah itu membuat Queen seketika silau karena terpesona,senyuman yang jarang iya tampilkan di hadapan siapapun pada malam ini iya perlihatkan untuk dirinya seorang,membuat senyuman itu menular pada dirinya.
" Cek...Aku tak tau jika wajah kaku ini bisa menampilkan pahatan yang luar biasa Tampan dan memukau."Ujur Queen berbinar senang,iya terlalu jujur untuk satu hal ini tanpa ditutupi.
Sekali lagi iya mendapatkan fakta baru tentang gadis ini,yak itu ceplas-ceplos dan terlalu jujur dalam berbicara tanpa ada wajah malu-malu seperti gadis pada umumnya. Akan tetapi fakta ini semakin membuat dirinya penasaran dengan segala hal tentang sang istri.
"Jika kau tersenyum seperti ini pada semua wanita, aku pastikan mereka langsung kelpek-kelpek dibuatnya dan kau akan menjadi artis papan atas mengalahkan para boyband Korea itu.Tentu saja disetiap pelang akan ada wajah tampan mu ,dan mereka akan bersorak keras memangil namamu tanpa henti . Oh tidak, mungkin saja kau akan menjadi oppa kebanggaan untuk mereka miliki kerena paras tampan,tubuh atletis,suara megoda,punya banyak uang bahkan yang paling penting pintar masak paket komplit idaman para emak-emak."Ujur Queen tanpa henti membayang-kan betapa luar biasanya pesona sang suami jika iya menjadi salah satu boyband Korea.
Alfa yang mendegarkan ocehan tak berfaedah sang istri hanya diam dan berusaha kembali fokos pada pekerjaan,tanpa menghiraukan apa yang gadis itu bicarakan.
Karena terlalu Panjang berbicara,Queen merasa tenggorokan nya kering berdiri melangkah keluar untuk mencari air putih.Setelah selesai minum iya tak langsung tidur, malahan kembali duduk disisi Alfa dengan membawa beberapa cemilan.
"Aku sudah menyiapkan kejutan kecil untuk Byan,dan tentunya perlu dukungan dari kamu.Ini adalah ulang tahun pertama untuk nya dengan keluarga lengkap. Jadi, aku harap tidak ada alasan untuk menolak permintaannya"Ujur Queen kembali serius pada topik awal.
"Hem...Aku ikut saja,jika kau butuh sesuatu bicara pada ku."ucap Alfa kembali ke mode Robotnya.
Queen tidak marah maupun kesal karena iya tau jika saat ini sang suami sangat sibuk dengan pekerjaannya, sehingga iya tidak mempermasalahkan nya sama sekali selagi iya mau ikut serta memberikan kejutan dengan hadir atau berada disisi nya itu sudah lebih dari cukup untuk nya dan tentunya akan membuat Byan senang.
"Apa kami boleh menghabiskan waktu berdua dengan suka cita tanpa pengawalan?."tanya Queen dengan hati-hati.
__ADS_1
Mendengar permintaan itu Alfa mengangkat satu alisnya,iya cukup kesal saat mendengar permintaan yang satu ini sebelum iya menyela sang istri lebih dulu memotong nya.
"Aku janji akan berhati-hati, Setelah kami selesai kami akan segera datang pada mu dengan tubuh sehat dan tanpa kekurangan apapun hanya 3jam tidak lebih dan kurang ."ucap Queen dengan mata berkaca-kaca.
"Huffff... 3jam tidak lebih dan kurang!."ujur Alfa dengan Sura magnetis nya terlalu kaku dan berat .
"Iya,3 jam tidak lebih dan kurang!."
Queen yang sangat gembira seketika secara refleks memeluk erat tubuh Alfa iya seolah tidak sabar untuk hari esok ketika melihat putranya bangun tidur mendapatkan kejutan dari kedua orangtuanya wajah bocah itu pasti sangat megemaskan.
Alfa yang tidak siap tentu saja kaget dengan gerakan tiba-tiba sang istri, untuk saja iya memiliki keseimbangan dan gerakan refleks yang tepat,jika tidak iya harus merelakan leptop nya jungkir balik.
"Hehehe...Maaf ."ujur Queen tersenyum canggung,saat melihat tatapan tajam dari sang suami.
Degan perlahan Queen melepaskan pelukannya,
menarik diri dan sedikit memberi jarak agar tidak menggangu sang suami lagi.
"Aku akan duduk diam,dan kamu bisa melanjutkan perkerjaan dengan tenang aman dan nyaman."Ucap Queen tersenyum Pepsodent.
Satu detik, dua menit dan berakhir satu jam berlalu,
Lama berdiam diri menunggu Alfa untuk menyelesaikan pekerjaannya, pada akhirnya Queen merasakan kantuk menyerangnya "Hommm.. Jam berapa ini?...Pantas saja mata ini sudah berat , Udah ah tidur nanti kesiangan gak jadi dong bikin kejutan untuk Jagoan kecil." ujur Queen setelah mengintip jam yang terpasang ditengah-tengah ruangan,jam sudah menunjukkan 02.00 wajar saja jika iya sudah tidak tahan menahan beban dimatanya.
Queen melirik sekilas ke arah samping terlihat jelas jika Alfa masih fokos dengan pekerjaannya saat ini.
"Kau belum mengantuk?"tanya Queen dengan Sura pelan,iya tampak tak bertenaga karena rasa kantuk ini.
Mendengar itu Alfa melirik jam sekilas sebelum mata itu berpindah untuk melihat sang pemilik suara,Melihat wajah kantuk sang istri tentu sedikit menghibur dirinya.
Iya juga lelah akan tetapi karena begitu banyak tanggung jawab yang iya pegang membuat dirinya mau tak mau harus meyelesaikan nya terlebih dahulu,dan benar saja iya selalu lupa akan waktu jika menyakut pekerjaan.
Iya baru sadar jika gadis ini masih berada di posisi awal tepat disampingnya, membuat iya sedikit menghangat dan terangkat beban di pundak nya karena perhatian kecil dari sang istri.
"Besok dilanjutkan yah, sekarang kita istirahat."Ujur Queen setengah sadar, Menarik leptop dipangkuan Alfa iya pindahkan di atas meja sofa.
Karena melakukan sesuatu dengan mata setengah terpejam membuat Queen hampir saja terjatuh dari pijakanya,untuk saja Alfa masih dalam kesadaran yang penuh sehingga iya bisa menjaga keseimbangan tubuh gadis itu agar tak menyentuh lantai.
Alfa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri yang diluar nalar nya,tak ingin gadis itu kembali jatuh Alfa mengangkat tubuh mungil itu kedalam dekapannya dan membawanya ke tempat tidur dengan tanpa banyak derama.
Meletakkan tubuh mungil itu disisi Byan secar perlahan, setelah itu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya agar tak kedinginan. Dengan setitik kesadaran Queen bergumam lirih sebelum akhirnya benar-benar terlelap.
Suara lembut lebih ke malas itu ,membuyarkan lamunannya.
"Selamat malam."
"Ya, selamat malam."
Masih terdengar lirih digendang telinga Queen,akan tetapi entah itu nyata atau tidak karena terlalu mengantuk iya benar-benar tidak perduli baginya saat ini menikmati malam panjang ditemani mimpi indah.
Melihat Byan dan Queen saat tertidur pulas membuat senyuman tipis di pipi Alfa ,iya merasakan kehangatan yang jarang iya temukan saat bersama orang lain di luar sana.
Alfa berbalik disisi lain tubuh sang putra, Alfa menjatuhkan tubuhnya didekat sang putra sebelum akhirnya iya ikut terlelap dalam mimpi bersama kedua orang yang mengisi hari-hari nya ini.
~
Jika hari wikend, Queen dan keluarga dilakukan bersama dengan para penghuni panti , beberapa penghuni perumahan miliknya,Raka harus menghabiskan wikend dengan beberapa tugas dari Alfa sang bos besar.
Sedangkan sang istri entah kemana, membuat iya dongkol setengah mati dibuatnya.Setelah detik menit bahkan jam berlalu semuanya iya tumpahkan pada beberapa fail diatas mejanya.
Sore hari pada akhirnya semua selesai dikerjakan bertepatan kepulangan sang istri tercinta.
"Kamu Dari mana?"tanya Raka setelah meneguk minuman kaleng yang iya ambil dari dalam kulkas.
__ADS_1
"Dari proyek ."Ujur Hana memberikan kecupan lembut di pipi Raka.
"ISS... Bau mata hari,cepat sana mandi"ucap Raka mencubit pipi chubby sang istri dengan lembut.
"Iya ,iya ,Bawel."
Tak ingin berlama-lama lagi,Hana melangkah ke dalam kamar untuk membersihkan diri karena tubuhnya sudah sangat lengket akibat beraktivitas berlebihan.
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian,Hana mengeringkan rambutnya. Tak tau saja jika Sedari tadi ada predator yang memperhatikan gerak-gerik nya dari awal keluar dari kamar mandi sampai saat ini.
"Sayang kamu mau mandi?."Tanya Hana meletakkan herdayer pada tempatnya.
"Kau mau menggoda ku sayang?"Ucap Raka, melangkah pelan untuk mendekat pada sang istri yang secara perlahan melangkah mundur.
T-tidak~
"Jadi kenapa kau memakai pakaian seperti itu Hemmm?"
Ujur Raka menarik tubuh mungil sang istri agar lebih didekat degan ya,tercium aroma sabun yang menyegarkan dari tubuh sang istri iya menikmati momen ini dengan penuh kelembutan.
Perlahan tapi pasti Raka memberikan kecupan lembut di kening,pipi bahkan berakhir dengan l**atan lembut diareah bibir sang istri.Turun ke leher jenjang sang istri dan meninggalkan jejak kepemilikan disana, satu persatu kain yang membalut tubuh Hana terbang melambung tinggi sampai berjatuhan diatas lantai yang dingin, bukan cuma milik sang istri kain pada tubuh Raka pun ikut menyapu lantai dengan begitu santainya.
Tak bisa menghindar lagi,Hana harus pasrah kerena jika iya menolak bukan tidak mungkin,ronde permainan tidak akan tertebak lagi berapa karena iya sangat hafal dengan cara percintaan sang suami yang sangat kuat susah untuk ditumbangkan walupun iya sudah mencapai batas tenaga dalam.
Dengan tak tik lama,Raka akan bermain lembut membuat sang istri terlena tanpa bisa menolak permainannya sebelum akhirnya iya akan mendominasi dan brutal sampai sang istri megeluarkan Sura merdunya dengan nada tinggi.
Iya menikmati momen ini,akan tetapi disisi lain iya harus merasakan remuk redam pada seluruh tubuh nya saat esok hari.Tanpa bisa melakukan apapun, iya akan terbalik lemah diatas kasur setelah nya karena tenaga benar-benar terkuras habis akibat keganasan sang predator diatasnya saat ini.
Di Sore hari yang cerah ini mereka menghabiskan waktu di kamar bernyanyi dan bergoyang bersama.
sampai pada akhirnya mereka menyelesaikan permainan pada malam hari karena kehabisan bensin, yang meminta untuk disisi tenaga agar bisa melaju kencang degan diiringi irama musik yang menggelora.
Deru nafas yang tak beraturan saling bersahutan, membuat ruangan sunyi menjadi sedikit bersuara. Setelah cukup lama mengatur nafas Hana melirik sekilas kearah sang suami yang secara kebetulan ikut memandang dirinya, dengan wajah kesal Hana megeluarkan unek-uneknya.
"Ais,aku sangat lapar ini karena kamu yang terlalu buas sehingga tenaga ku terkuras jadi kamu harus bertanggung jawab."ujur Hana megerucutkan bibirnya.
Mendengar ucapan sang istri Raka memberikan respon yang diluar dugaannya, pria ini tertawa bahkan iya tak mengeluarkan kata-kata yang mengandung adegan lucu apakah otaknya bergeser karena terlalu megebu-gebu saat melakukan itu...barusan ?
"Tentu sayang ,Kau tak usah kahawatir aku akan mempertangung jawab kan semuanya dengan lapangan dada bahkan jika kau ingin kembali menjerit mau pun bergoyang akan aku ladenin dengan gembira."jawab Raka dengan wajah Menggoda ,iya sangat suka melihat wajah sang istri yang sudah acak-acakan akbit ulahnya yang begitu liar .
"Cih,otak mu dipenuhi kemesuma yang hakiki yah!"sungut Hana dengan memalingkan wajahnya,iya ingin sekali pergi menjauh dari sang suami akan tetapi untuk saat ini tidak memungkinkan karena kekuatan nya masih sangat lemah.
Bukannya marah maupun tersinggung dengan ucapan sang istri Raka malah tertawa kecil melihat perubahan derastinya dari yang tadi mereka lakukan, Sekarang sang istri memperlihatkan taring-Nya bukannya kesal iya lebih tertantang untuk membuat sang istri Kembali mengibah pada nya seperti barusan. Dengan alunan merdu sang istri dan keganasan yang jauh berbeda membuat iya kembali terbakar gairah setelah megigat-ingat eksperesi Hana beberapa menit yang lalu.
"Jagan bermimpi untuk memintanya lagi karena saat ini aku tidak memiliki tenaga,kalu sampai kau memaksa liat saja satu Minggu kedepan kau tak akan mendapatkan jatah ."ujur Hana menghentikan aktivitas yang akan sang suami lakukan pada tubuhnya.
"Yang benar saja?itu tidak adil sayang."ucap Raka syok mendengar ucapan sang istri barusan.
Mendengar nya saja membuat otaknya buntu ,apalagi jika iya harus merasakan puasa selama satu Minggu! itu sungguh kejadian yang horor baginya dari pada apapun. Beberapa jam tidak menyentuh tubuh sang istri iya sudah pening ,apalagi satu Minggu ! iya pastikan itu akan menjadi hari-hari terberat dalam Sepenjang hidupnya.
Hana tidak menjawab sama sekali,iya lebih memilih turun dari atas ranjang untuk kembali membersikan tubuhnya dengan lilitan selimut menutupi tubuh polos nya. Dan setelah membersihkan diri iya ingin mencari makanan, untuk perutnya yang sudah kosong melompong sedari tadi .
Sedangkan Raka hanya diam mematung diatas tempat tidur ,iya masih dalam mode terkejut dan sekaligus tak terima akan keputusan sepihak dari sang istri iya harus mencari cara agar hukuman itu tidak benar-benar terjadi sebelum hidupnya tamat saat ini juga.
Perlahan tapi pasti iya ingin menyusul sang istri yang berbeda didalam kamar mandi, naasnya pintu dikunci dari dalam sehingga iya tidak bisa masuk iya tak percaya dan tak ingin percaya jika ucapan sang istri barusan terjadi "Mati lah aku!."ujur Raka dengan lirih, iya harus mimikirkan rencana yang matang agar dapat merayu sang istri.
Tak ingin membuat Susana hati sang istri kembali buruk Alfa melangka keluar dari dalam kamar untuk mandi dikamar sebelah,dan rencana pertama harus iya lancarkan Sekarang juga sebelum sang istri selesai mandi semuanya harus selesai dan berjalan mulus.
.
.
__ADS_1
.
Jadi kira-kira rencana apa yang akan Raka persipakan untuk membujuk Hana? yuk komen di kolom bawah biar author semangat melanjutkan perjalanan cinta mereka berempat π ππ₯°π₯°π