
Di pagi hari Apartemen Andri
Tampak wajah tampan yang baru saja membuka Mata dari tidur nya , setelah begitu banyak derama sore hari kemarin akhir nya iya bisa tertidur Nyenyak bertemu dengan kasur empuk kesayangan nya
Tentu dengan banyak nya derama , setelah kejadian yang terjadi di pinggir jalan itu Andri berniat mengantarkan Mak lampir ketempat nya
Setelah iya masuk kedalam dan pulang akhir nya ,Andri merasa sedikit lega karena mahluk pengganggu telah tidak ada
Niat hati Andri ingin istirahat dengan tenang
di Apartemen nya ,iya harus di repot'kan kem bali kedatangan yang tak di harapkan kehadirannya
KIREN wanita itu mengetuk pintu kamar nya di waktu yang tidak tepat ,Tampak wajah kusut dan bau alkohol meyeruak diindra penciuman nya
Wanita ini mabuk berat ,iya diantar oleh seseorang Lelaki yang mengatakan jika iya menemukan nya di lantai bawa apartemen
Dan wanita ini mengatakan jika iya adalah kekasih nya ,dengan terpaksa Andri menampung Maklampir ini jika tidak iya bisa kena masalah besar
Setelah Menempatkan wanita itu di sofa ruang tengah dan memberikan selimut ,iya terkena muntah gadis menyebalkan ini
seluruh baju gadis itu pun sudah kotor dan berbau ,karena iya pencinta kebersihan dengan setengah hati iya mengganti pakaian wanita itu dengan kemejanya yang kebesaran
"Sittt... siyal Mak lampir ini ternyata memiliki tubuh yang indah juga "
Upat Andri ,dengan menutup mata dan mengalihkan pandangan nya agar tak Khilaf iya harus menghabiskan waktu
Yang tak sedikit, setelah selesai dengan keringat dingin ditubuhnya padahal AC ruangan ini Ful wajahnya pun memanas
Iya secara terburu-buru menyelimuti tubuh yang menggoda jiwa kelelakiannya dengan secara terburu-buru iya masuk kedalam kamar mandi untuk melepaskan sesuatu
Penderitanya bertambah besar ketika harus mandi air dingin disaat malam hari , rasanya tulang-tulang nya ingin remuk
Setelah mengingat kejadian semalam iya berdiri dari tidur nya menuju kamar mandi mencuci muka ,dan setelah itu memakai kemejanya
Melangkah keluar seperti biasa Minum kopi dengan ditemani beberapa pekerjaan yang menumpuk,itu harus segera diselesaikan sebelum Queen nya mengamuk
Berjalan santai menuju Ruang Tamu,iya terpaku melihat seorang wanita yang baru saja mengacaukan pikiran nya di pagi hari
Angap aja udah ada sinar mentari nya yahππ€£π€£
Wanita itu juga melihat kearah nya,mata mereka beradu setelah beberapa detik Andri yang kesal selalu mendapat masalah dari wanita ini tentu iya ingin melakukan sesuatu
Semakin mendekat tinggal beberapa senti jarak mereka berdua, melihat Andri mendekati nya Kiren membalikan tubuh nya menghadap Andri
Tampak beberapa bagian rambut acak-acakan itu basah menetes, dua kancing bajunya tak tertutup terlihat otot-otot nya menonjol
Di beberapa bagian ,kemeja itu pun tampak tak robek karena tubuh kekar itu terlalu kekar melihat itu Kiren meneguk ludah nya dengan susah paya
Secara spontan Tubuh itu berada di kungkugan Andri , kedua tangan kekar itu memegang sisi meja yang berbeda dibelakang Kiren
Melihat wanita ini tak berkutik iya sedikit menunduk untuk melihat kearah wajah wanita itu tampak sempurna kenapa iya baru sadar jika wanita ini sangat cantik
Ini pasti karena sifat Arogan dan sombong nya wanita ini ,sehingga iya tak terlalu memperdulikan nya dan untuk ketiga kalinya mereka sedekat ini
melihat mata itu ,hidung dan kembali mengingat betapa manis dan nikmatnya Bibir ini , ternyata iya tak terlalu buruk jika dilihat dari jarak sedekat ini
Mata itu tampak terpejam , dan bibir itu sedikit terbuka sungguh membuat nya ingin melahap habis si mungil ini (Bibirnya yah)
Takkk..
Auuu..
Andri menjentik keras jidat wanita itu , terdapat bekas merah disana iya tak perduli baginya itu hanya hukuman kecil karena wanita ini sudah mengganggu kehidupan nya
"Bagaimana bisa kau berada didekat Apartemen ku?"
Ucap Andri dengan Santai sambil menyeduh kopi instan untuk menemani pagi nya, mendegar itu Kuren hanya diam dengan menggosok-gosok jidat nya
__ADS_1
Iya tak pernah ingin ada orang yang ikut campur, akan tetapi semalam iya tak punya sama sekali tempat bersandar secara sempontan iya mengingat Lelaki ini
Dengan masih ada sedikit kesadaran iya , berjalan menuju Apartemen yang sempat iya Baca saat mengambil Obat pas dimobil lelaki itu
Terdapat Kartu akses untuk memasuki apartemen yang tak sengaja iya temukan berada pas di samping kota obat
Tentu iya tau itu kartu Akses dari Apartemen mewah yang berada di dekat perumahan Permata hijau.
Tak sembarang orang yang memiliki Apartemen disini ,Tampak sederhana dan minimalis akan tetapi tempat ini aman dan tak menganggu para pemilik apartemen
Apartemen yang paling atas tentu di miliki oleh Queen, memiliki 4 kamar dan dilengkapi ruang tamu yang berdekatan dengan Dapur
satu ruang Kerja yang memiliki beribu buku dan terdapat ruang rahasia disana .
sedangkan milik nya berada di lantai 3 berdampingan dengan kedua cencunguk lain nya .lantai pertama dan kedua diisi dengan orang-orang yang memiliki jabatan penting atau memiliki banyak uang lainnya
lantai empat tentu seharusnya itu milik Stev dan Geren Kana tetapi mereka lebih sering berkumpul di apartemen Gadis nakal itu
Pertama karena tempat nya tinggi ,bisa melihat pemandangan indah, luas, memiliki banyak tempat tidur dan terakhir mereka mengatakan untuk selalu mengawasi gerak-gerik nya.
Tentu yang mendirikan tempat ini adalah Queen sendiri dengan dibantu oleh Abang nya dan 3 Cecuguk sehingga tentu Desain tempat itu sesuai dengan selera Mereka sendiri
"Kau hanya diam saja sedari tadi ?"
"Untuk apa aku berbicara dengan mu ,bukan kah itu tak kanan merubah realita jika aku gadis jahat tak tau malu sang pembully ,itu tak akan mengubah pendapat mu tentang aku bukan "
Mendengar itu Andri hanya melirik sekilas dan megerikan pekerjaan nya kembali,iya tak terlalu peduli jika wanita ini tak ingin bicara yah itu urusan nya
"Kau hanya acuh ,dan bersikap tak perduli cih.. ternyata kau sama saja dengan mereka"
Ucapnya berdecih kesal ,iya terlalu dini menyimpulkan ternyata mereka semua sama saja tak berperasaan
"Kau mau aku bersaksi seperti apa? bukan kah kau sendiri yang tak ingin berbicara tentu aku tak akan ikut campur jika iya tak ingin berbagi."
ucapnya mengehentikan langkah Kiren untung membuka pintu,iya melihat kearah Lelaki itu
"Dan anda sudah tau saya bukan orang yang suka ikut campur dengan kehidupan seseorang"
"Bohong ,.. bukan kah kau selalu ikut campur saat aku membully seorang gadis yang sering kau sapa Queen itu"
" iya berbeda dari dirimu"
"Apa bedanya , apakah iya lebih cantik? atau lebih Jala* dari semua wanita "
Plak..
Tentu tak akan ada yang boleh menyebut kan hal kotor itu apalagi jika ditujukan kepada Queen ,mata nya merah menyala iya sangat kelas sekarang
Iya tak perduli lagi dengan ucapan sang Queen untuk memperlakukan nya baik ,iya tak suka mulut kotor membicarakan wanita yang sangat iya junjung tinggi
Wanita itu tersungkur ke lantai, dengan darah yang keluar dari sudat pipi nya
"Jaga ucapan mu,saya tak akan perduli jika pun kau mati ditangan perempuan itu ,tapi setelah melihat wanita yang tak pantas kau sebut nama nya itu , menolong wanita seperti mu Tampa pamrih sedikit pun membuat ku sangat tak suka ,iya masih membela wanita megerikan seperti mu yang tak tau terimakasih "
Ucap Andri menggebu-gebu iya sangat marah dan tak terkendali
"Cih apakah iya sering menjajal kan tubuh nya pada kalian ha? Menjijikkan "
Aghkkkk..
Teriakan nyaring mengema di seluruh Ruangan itu , karena Andri menarik keras rambut Kiren dan l tangan satunya megapit dagunya wanita itu untuk mendongkak keatas
"Cih .. sudah ku katakan Mulut mu ini tak pantas menyebutkan namanya bahkan berpikir tentang nya , apalagi menghinanya"
Dert dert ..
Ponsel nya Andri bergetar didalam sakunya, dengan kasar iya melepaskan seluruh wanita itu terlihat panggilan masuk dari Queen
"Halo Queen "
"Kau membuat ulah lagi Riy ?"
Ucapan Queen pelan terdapat jejak memperingatkan setiap ucapannya
__ADS_1
"Huffff ... Maaf Queen "
Ucapnya pelan tentu iya akan tunduk jika sudah berbicara dengan Gadis ini
Mendengar tutur kata Andri yang melembut setelah berbicara dengan orang ditelpon itu semakin membuat nya kesal
"Sudah aku katakan Jagan menyakiti dirinya Riy"
" Oh sitt... Tapi Wanita ini menghina mu ,dan mengatakan yang tidak-tidak Tentang mu Queen tentu kau tak menghabisi siapapun itu"
Ucapnya dengan tegas dan menatap tajam kearah Kiren , mendegar itu Kiren membeku seketika seluruh tubuhnya gemetar
" Cih apa perduli mu bukan kah aku sudah mengatakan jangan dan tak usah perduli dengan omongan orang luar "
Sungguh jika sudah begini iya harus benar-benar mengambil tindakan, Mereka akan selalu seperti ini jika mendegar ada seseorang yang mengatai dirinya didepan mata dan telinga mereka
Andri paling sulit dikendalikan iya terlalu keras kepala dan emosional, tangguh dan memiliki keahlian beladiri
Mangkanya iya dijadikan Orang kepercayaan dibidang Kekerasan ,iya tentu memiliki keahlian itu
"Jika kau melanggar ucapan ku ,kau tau resikonya Riy"tekan Queen lagi
"Hufff ... baiklah akan tetapi aku harap wanita ini bisa menjaga mulut nya,jika tidak aku tak perduli dengan resiko nya Queen"
Tampak Andri menghembuskan nafas kasar , dengan pembicaraan yang penuh penekanan
"Berikan pada nya "
Tampa banyak bicara Andri menyerah kan telpon itu kepada Kiren dengan wajah sangar nya ,iya masih enggan Melihat kearah yang wanita ini
"Bicara yang sopan jika tidak ingin kepala berlari dari tubuh mu "
Ucap Andri dengan tatapan tajam ,jari telunjuknya mengangkat dagu Kiren
"Riyyyy..."
Tampak gemetar iya tak pernah membayangkan bahwa akan berhadapan dengan Lelaki sangar ini ,iya tertipu sekali lagi dengan mulut besarnya
"Maaf Iren iya terlalu kasar degan mu"
Ucap Queen dengan suara lembut nya
Dapat dilihat mata itu memancarkan ketakutan dan kesediaan dan banyak lagi ,apa yang terjadi sebenarnya dengan perempuan ini?
Iya Hanya diam memandang layar telepon itu yang hanya menampakkan warna merah darah dan hanya terdengar suaranya
"Santai Kiren semua akan baik-baik saja jika kau tak membuat emosi nya meledak,dan saya rasa kau cukup pintar untuk memilih bukan "
"Cih kalian sama saja."
"Kami lebih baik dari mereka ,jika kau bisa bekerjasama"
.
.
Setelah kejadian itu Kiren kembali pulang kerumahnya nya , Dengan bergemuruh amarah yang semakin menumpuk
"Sial ,awas saja aku akan membalas perlakuan buruk kalian lihat saja akan aku buat kalian menagis darah "
Kilatan amarah nampak di matanya, jiwa permusuhan dan sisi gelapnya keluar sempurna.
.
.
.
π π‘π‘π‘π π ππππππΏπΏπΏπ€¬ππ₯΅π₯΅ππ€¬π‘π π π π‘π‘ππππΏπΏπΏ
Oh sit Babang Andri sangar bingizzzz...
Pada siapa kira-kira kata-kata itu di tujukan?
__ADS_1
...Lihat sisi gelapnya keluar...