Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Byan jagoan kecil


__ADS_3

Saat ini Keluarga kecil itu,sudah berada di istana mereka sendiri.Awalnya Oma Eni tidak setuju jika mereka harus pergi dari vila itu, akan tetapi setelah bujukan dan rayuan dengan janji-janji manis akhirnya oma luluh juga untuk membiarkan mereka pulang ke istana mereka sendiri.


Oh iya author lupa untuk memperkenalkan nama untuk Tuan muda kita yang baru .Lelaki pintar,mulia yang mempesona dan memikat hati nama yang pas untuk bocah laki-laki ini yang sekali pandang sudah memikat hati Queen yang notabennya susah untuk melirik sesuatu.


ARION ALBYANDRA PRANATA


Nama yang Queen berikan untuk putra pertamanya,yang awal pertemuan langsung memikat hatinya sama seperti sang Pipy memiliki pesona yang tak bisa diragukan lagi.




Nama panggilan kesayangan yang Queen berikan cukup sederhana dan mudah diingat 'Byan', memiliki karakter yang tak jauh berbeda dengan Pipy (Alfa)kaku dan dingin jika berdekatan dengan orang lain.


Akan tetapi jika sudah bersama dengan Mimy iya akan lebih ceria bagikan anak kecil pada umumnya,sudah tiga hari iya bersama kedua orang tua barunya semua tampak baik-baik saja, apalagi iya selama 3 hari itu sudah lebih bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.


Semua berbeda 100 derajat dari kehidupan sebelumnya,mungkin karena itu iya lebih cepat menyesuaikan diri dengan semua ini.Selama disini masih ada beberapa hal yang sering iya bawa-bawa dari kehidupan sebelumnya,akan tetapi Queen degan lembut menjelaskan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan putranya.


Iya tak masalah sama sekali jika bocah laki-laki itu melakukan kesalahan selagi iya mau memperbaiki nya itu tidak apa-apa menurut nya.


Berbeda untuk malam ini ,iya sangat khawatir dengan keadaan sang putra.Alfa belum juga kembali dari kantor Sedangkan sang bibik mungkin sudah dialam mimpi sehingga menimbulkan kepanikan pada dirinya.


Pikirannya melayang pada kejadian beberapa jam yang lalu sebelum kejadian ini menimpa putranya, padahal sebelumnya Byan baik-baik saja.


Tapi semuanya berubah setelah Byan terlelap,iya hanya meninggalkan bocah itu sebentar untuk megambil air minum karena tenggorokan nya kering dan melihat apakah sang Suami Sudah pulang atau belum?iya tidak menyangka kejadian ini akan terjadi.


Sebelum iya menuju dapur terlebih dahulu iya mengecek kamar apakah Suami robot nya sudah pulang,sudah menjadi kebiasaan baru untuk Queen mengecek suaminya dikamar karena iya tau setelah pulang kerja laki-laki itu akan langsung menuju kamar untuk membersihkan diri.


Saat dicek semua ternyata sang suami belum juga kembali karena tidak menemukan apa yang iya cari Queen kembali melangkahkan kakinya menuju dapur untuk magambil air.


Saat didepan pintu kamar sang anak yang secara terletak persis di depan kamar mereka, iya mendegar suara jeritan dari dalam kamar Byan.Membuat gadis itu menghampiri sumber suara.Degan hati-hati ,iya memutar kenop pintu.


Setelah pintu benar-benar terbuka iya terkejut melihat kondisi Byan yang terlihat gusar ditempat tidurnya.Degan langka seribu Queen menghampiri tubuh Byan.


Iya semakin dikejutkan setelah melihat Byan secara langsung dan sedekat ini.Mata yang terpejam akan tetapi keringat bercucuran membasahi seluruh tubuh putra nya. Tubuhnya tak bisa diam bahkan kepalanya berputar kekanan dan kekiri terlihat guratan ketakutan diwajah Byan.


"Tidak, tidak ,Jagan ... Jagan lagi "


Kata itu yang selalu iya ucapkan berulang-ulang degan teriakan ,seperti ada sesuatu yang menakutinya akan tetapi apa itu ?.


"Sayang kamu kenapa,Byan ini Mimy ."ucap Queen sambil memeriksa kondisi putra nya.


Melihat kondisinya yang belum juga baik ,Queen ikut berbaring dan memeluk tubuh Byan megelus pelan Rambut Byan agar bocah laki-laki itu sedikit tenang.


Rencana Queen berhasil, secara perlahan bocah laki-laki itu membuka matanya dengan nafas naik turun tak teratur seperti baru saja lari berkilo-kilo meter.


"Sayang putra Mimy ,sudah lebih baik Hem..?"tanya Queen masih diposisi awal.


Mendengar pertanyaan itu Byan mengangkat kepalanya untuk menatap wajah perempuan kesayangan nya ini.


"Byan mimpi buruk lagi Mimy."ucap Byan dengan wajah lesunya.


Mendengar itu Queen terpaku diam ditempat nya,iya berpikir apakah ini bukan pertama kalinya?jika iya berarti ini harus diselidiki sebenarnya apa yang terjadi pada bocah malang ini.


Tak ingin membuat putra nya kahawatir Queen hanya tersenyum lembut dan memberikan kecupan lembut di seluruh wajah putra nya.


"Baiklah, biar gak mimpi buruk lagi biar Mimy temani bobok nya, Byan mau?"


"Hemmm.. Byan mau ."ucap Byan degan mengangguk-angguk kepalanya dan dihiasi senyum lebar dari wajah bocah itu.


Melihat putranya sudah sedikit melupakan mimpi buruk itu,Queen merasa sedikit lega setidaknya untuk malam ini iya bisa kembali tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan Pipy ?, bagaimana jika Pipy mencari Mimy ?apa Pipy akan marah kalau Mimy menemani Byan disini ,seperti ibu panti yang marah saat Byan di temani oleh Tino saat Byan sakit,Byan gak mau nanti Mimy akan dihukum seperti teman Biyan?"ucap Byan degan berlinang air mata.


"Kenapa ibu panti marah sayang,apa Byan melakukan kesalahan sehingga ibu panti marah besar? emang hukuman apa yang ibu panti berikan untuk temannya Byan?"tanya Queen penasaran dengan kehidupan sebenarnya bocah laki-laki ini.


"Tino hanya mencuri obat Karena saat itu Byan sakit dan iya juga menemani Byan yang sendirian di gudang gelap.Tiba-tiba ibu panti datang dan melihat Tino disana mangkanya Tino dihukum, iya dipukuli dengan papan bahkan iya tidak diberikan makanan dan obat untuk luka-lukanya karena itulah Tino akhirnya sering sakit-sakitan dan meninggalkan Byan sendiri."ucap Byan degan sesegukan saat megingat kejadian dimana temannya sekaligus Saudaranya harus mati mengenaskan seperti itu.


Setelah kejadian itulah iya sering mimpi buruk bahkan iya tak pernah bisa melupakan rasa sakit itu ,iya beberapa kali dihukum dengan meninggalkan bekas luka disekujur tubuhnya.


Deg


Saat mendengar pernyataan itu Queen meneteskan air mata iya ingat saat pertama kali memandikan bocah ini,banyak bekas luka disekujur tubuhnya.


"Pipy tak akan melakukan hal-hal seperti itu sayang, walupun Pipy kaku tanpa ekspresi seperti robot tapi Pipy baik bahkan sangat baik. Jika Byan menurut dan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan orang lain dan Byan sendiri ,Pipy tidak akan menghukum Byan maupun Mimy. Byan janji tidak akan melanggar peraturan kita sebelum nya?"ucap Queen dengan menyodorkan jari kelingking nya pada Byan


"Byan janji, tapi ...."ucap Byan menautkan jari kelingking nya pada jari Queen


Melihat raut wajah Byan yang tampak gusar, membuat Queen terdiam sejenak sebelum akhirnya iya memberikan pengertian khusus agar bocah ini sedikit melupakan masalah nya.


"Bagus anak pintar,kalau begitu ayo tidur lagi nanti kalau Pipy tau jagoan kecil ini belum tidur pasti iya akan marah.Tidak ada tapi nanti kita bicarakan lain kali untuk masalah ini sekarang tidur "


"Hemm.."


Setelah perjanjian usai Byan memeluk tubuh Queen dengan memejamkan mata nya kembali, dengan perlahan Queen megusap pelan Rambut Byan diiringi lagu pengantar tidur tak butuh waktu lama akhirnya bocah itu kembali terlelap bahkan sang empu yang menyanyi kan lagu ikut terlelap.


Alfa yang sedari tadi mendegar perbincangan mereka saat bocah dari awal sampai akhir terpaku diam ditempatnya.iya semakin kesal,marah dan jijik dengan orang-orang seperti itu.iya semakin yakin untuk membumi hanguskan mereka semua.


Tak ingin menganggu keduanya Alfa melangkah kakinya kedalam kamar membersihkan diri terlebih dahulu karena seluruh tubuh nya gerah dan lengket.


Setelah 10menit dalam kamar mandi dengan memakai kaos oblong dipadukan Trening Alfa membaringkan tubuhnya di peraduan.


Malam yang dingin dan sunyi degan menatap langit-langit kamar Alfa termenung sendiri, berguling kekanan dan kekiri tak bisa membuat dirinya terlelap kedunia mimpi.


Pesan Alfa pada seseorang


"Jika semuanya sudah terkumpul langsung berikan pada saya,saya ingin membumihanguskan mereka dengan tagan saya sendiri, sebelum itu terjadi saya tidak mau ada masalah lain nantinya mangka dari itu Jagan Sampai ada yang terlewat sedikitpun."


Dan tak disangka langkahnya memasuki kamar Byan,iya melihat mereka berdua sudah terlepas dengan saling berpelukan.Tak ingin ketinggalan iya ikut mengangkat selimut dan membaringkan tubuhnya di ranjang ingin ikut terlelap dengan keduanya, pada akhir nya iya ikut terlelap megapit tubuh Byan.


~


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, matahari telah menyinari bumi dengan cahayanya sendiri.membuat Bocah laki-laki itu perlahan membuka matanya,iya juga merasa kan diapit oleh sesuatu yang besar dan berat .


Setelah membuka mata yang iya lihat pertama kali adalah?wajah sang Mimy yang tampak cantik dan megemaskan,iya membalikkan tubuhnya untuk melihat siapakah orang yang berada dibelakangnya dan ternyata itu Pipy ayah tampan yang sekarang menjadi idolanya.


Karena iya sangat senang sang Pipy memiliki serela yang sama dengan nya ,iya juga ingin seperti sang Pipy memiliki istri cantik,baik dan segala-galanya seperti Mimy.


Byan memandang wajah Alfa dan Queen secara bergantian,sangat sempurna dan terlihat sangat cocok. mereka pasangan sempurna dari segi manapun.


Iya bersyukur bisa menjadi anak dari keduanya,dan iya berjanji akan menjadi anak patuh dan baik untuk keduanya.


Iya tak mau, jika suatu saat nanti ditinggal oleh Mimy atau dicampakkan lagi cukup temannya dan bibik pegasus yang pergi dari kehidupannya.mangka dari itu iya harus tubuh kuat agar bisa menjaga orang tersayang nya supaya kejadian yang lalu tidak terjadi lagi.


Secara perlahan Queen membuka matanya,yang pertama kali iya lihat adalah Wajah megemaskan dari Byan bibir yang megerucut degan wajah dipangu oleh kedua tangan mungilnya.



Byan dengan potret megemaskan nya,anggap saja memakai pakaian tidur yah.🙆


"Jagoan Mimy sudah bagun?"ucap Queen setelah melihat tatapan megemaskan itu.


"Syuttt..Mimy Jagan keras-keras nanti Pipy terbangu!"ucap Byan berbisik-bisik dengan Queen supaya tidak menggangu tidur Alfa.

__ADS_1


Mendengar itu Queen melihat kearah yang ditunjuk Byan,Baner saja ternyata suaminya masih terlelap disamping tubuh Byan.


Awalnya iya tak menyadari jika laki-laki itu ada disana,maklum saja belum sepenuhnya sadar dari dunia mimpi.


"Iya,iya Mimy minta maaf ."ucap Queen ikut-ikutan berbisik seperti Byan


Tak tau saja jika orang yang mereka bicarakan sudah sedari tadi terbangun,akan tetapi pura-pura masih tidur karena ingin tau apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya.


"Mimy, boleh Byan bertanya? bagimana awal pertemuan kalian sebelum menikah?."tanya Byan masih berbisik di telinga Queen .


Mendengar itu Queen menjadi binggung mau memulai dari mana,Ais iya tak habis pikir dengan pertanyaan bocah ini akan menjerumus kearah sana.


"Mimy?,"ucap Byan degan mata mengerjap-gerjap terlihat megemaskan sekali dengan bola mata hitam bulu mata lentik bibir semakin mengerucut.


Queen tidak tahan untuk tidak menghujaninya dengan kecupan bertubi-tubi pada wajah bocah laki-laki itu.Queen degan nakalnya megelitik tubuh mungil Byan sehingga membuat goncangan diranjang itu yang membuat Alfa harus membuka matanya.


"Mimy, now ,Mimy Hahahahah.."Tawa keduanya pecah sehingga membuat keributan didalam kamar itu , mereka tidak sadar jika saat ini mata elang Alfa memperhatikan gerak-gerik keduanya.


"Rasakan anak nakal, Hahahaha."


"Mimy Byan menyerah plis,"ucap Byan dengan mata yang berkaca-kaca bahkan saat ini wajahnya memerah karena terlalu banyak tertawa.


Nafas keduanya memburu ,saat sedang asyik menetralkan nafas keduanya dikejutkan dengan Sura dingin milik Alfa , Secara serentak mereka mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.


"Apa yang kalian lakukan?"ucap Alfa Digin dengan suara beratnya.


"Pipy/sayang sudah bangun?"ucap keduanya serentak degan cegegesan karena tertangkap basah oleh Alfa.


Tak ingin mendapatkan masalah keduanya berdiri dari posisi sebelumnya dan melangkah menjauh dari Alfa,"Sayang kita mandi yah biar segar!,"ucap Queen membawa Byan menuju kamar mandi.


"Iya ,My"ucap Byan patuh


Melihat tingkah mereka berdua Alfa hanya geleng-geleng kepala, dengan senyuman tipis diwajahnya selama menikah dengan Queen iya merasa hidupnya sedikit berwarna apalagi setelah kehadiran Byan semuanya bertambah berkali-kali lipat mengasyikan dari sebelumnya.


Tanpa sadar dirinya sudah menerima kehadiran keduanya dalam kehidupannya saat ini, walupun sikap angkuh dan kaku dari dirinya belum pudar .iya penuh perhatian menjaga dan melindungi keduanya iya tak pernah berlaku kasar ataupun meninggikan suaranya kepada Queen maupun Byan .


Iya memang tidak mencintai Queen maupun menerima pernikahan mereka,akan tetapi bukan berarti iya harus bersikap semena-mena pada gadis itu . Iya menghargai apapun yang gadis itu lakukan, bersikap lembut degan memenuhi permintaan gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya saat kehadiran gadis itu didalam kehidupannya.


Tidak mencintai bukan berarti harus menyakiti, itu yang menjadi pegangan untuk Alfa selama gadis itu masih menjadi istrinya.Iya terlalu baik pantas saja iya menjadi korban dimasa lalu.


Setelah keduanya hilang dari balik pintu,Alfa bediri dan membawa tubuhnya kekamar nya dan Queen untuk membersihkan diri sebelum berangkat kekantor.


20 Menit akhirnya mereka dipertemukan kembali di meja makan,degan kedua pria yang sudah tampak segar dan tampan.


"Mas Alfa, Boleh saya mintak tolong untuk hari ini saja."ucap Queen hati-hati dengan meletakkan kopi disamping Alfa.


Mendengar ucapan Queen,Alfa mengalihkan pandangannya untuk melihat wajah Queen istri nya.Sedangkan Byan lebih fokus dengan sarapannya yang dibuatkan oleh Mimy khusus untuk nya pagi ini.


"Apa?"tanya Alfa kembali fokos dengan sarapannya.


.


.


.


...Yuhu Jagan lupa dukungannya yah😂...


...masuk daftar favorit gak papa ko🤭...


...selama membaca.....

__ADS_1


__ADS_2