
polesan make up yang biasa digunakan, lipstik warna pink salah satu favoritnya menambah kesan anggun pada penampilan nya.setelah puas melihat pantulan diri nya dicermin, terbit seyuman manis dibibir Queen.
hari ini ada jadwal kuliah pagi ,dan beberapa agenda penting yang harus Queen periksa terutama tugas yang iya suruh untuk tiga
cecuguk itu harus iya periksa.
melangkah keluar melihat sekeliling ruangan, mengarahkan pandangannya ke arah kamar yang masih sama tertutup rapat tak ada tanda-tanda orang yang akan keluar.
"pagi Nona" sapa Bibik Tutik yang kebetulan melihat sang Nona muda baru keluar dari kamarnya.
"pagi Bik ,apa diya sudah bangun?"
melihat kearah yang dilirik sang Nona muda iya tahu bahwa kedua pasangan ini sedang tidak baik-baik saja.
"Tuan muda sudah pergi, pagi-pagi sekali Nona"
"oh ya? suami idaman "setelah mengatakan itu iya melangkah ke meja makan untuk sarapan pagi, tampak nya iya harus makan sendiri lagi ,sama saja saat iya masih sekolah dahulu.
hufffff ....hanya helaan nafas yang bisa iya lakukan untuk saat ini ,dan untuk kedepannya iya akan memikirkannya nanti .
"bik sudah sarapan? temenin Queen "
"tapi Nona saya...."
"saya gak suka di bantah"tatapan tajam dan dingin iya layangkan ,iya sangat tak suka dibantah bahkan hal sekecil apapun itu.
glek ... sungguh tatapan itu sama megerikan dengan Tuan muda , mereka pasangan yang aneh.tak banyak bicara Bik Tutik duduk manis di hadapan Queen.
"Bibik ada yg ingin saya tanyakan,boleh?"
"tentu Nona apapun itu "
"tentang kartu ini "
"oh itu untuk anda Nona ,Tuan muda berpesan itu jatah bulanan anda .dan Nona bisa membeli apapun dengan itu "
"apa ada kunci serap ? mungkin saya pulang telat malam ini"
"tapi nanti Tuan marah Nona"
"nanti biar saya menjelaskan nya"
"baik lah nona akan saya ambil kan"
bibik Tutik melangkah menuju laci meja diruang tamu, mengambil sesuatu disana berbalik dan menyerah kunci ketangan sang nona
"emm baiklah ,kalo begitu saya pergi dulu "
"hati-hati Nona "
***
"katakan"
"Nona menanyakan keberadaan anda tuan "
tak ada jawaban dari Tuan muda , Hanya ada kesunyian . untung wanita paruh baya itu sudah mengerti benar akan sifat sang Bos muda, kalo tidak mungkin iya sudah memaki habis-habisan lelaki dingin ini
"Nona baru saja pergi tuan ,iya mengunakan taksi ."
"sebelum pergi Nona sempat menanyakan tentang kartu yang anda berikan itu tuan emm ..anu tuan Nona "
"katakan"
" Nona meminta kunci serap rumah ini tuan ,Nona bilang mungkin iya akan pulang terlambat,dan saya sudah mengatakan sesuai dengan perintah anda "
Tut Tut Tut
panggilan telepon diputuskan secara sepihak oleh Tuan muda, meletakkan smartphone diatas nakas duduk santai dengan menghadap ke arah jendela yang menampilkan gedung-gedung pencakar langit .
menerawang jauh disana dengan tatapan datar ,tak tau apa yang ada dipikirannya sekarang . mengetuk-ngetuk meja sehingga menimbulkan suara pantulan yaring
hanya ada lelaki dingin itu didalam ruangan,tak boleh sembarang orang masuk kedalam ruangan itu .dulu iya selalu di temani sang sekretaris yang telah iya anggap saudara.
__ADS_1
setelah kejadian itu semua nya iya menghendel sendiri ,ya walupun terkadang di bantu oleh staf kantor dan para tangan kanan.
akan tetapi terkadang membuat mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,tagan kanannya sering bolak -balik keluar kota untuk menghendel proyek disana jadi tak akan selalu bisa membantu nya disini
sudah beberapa kali ,papi nya meminta untuk mencari sekertaris baru untuk membantunya menghendel semua nya, tampak nya iya terlalu terauma sendiri.
para sekertaris baru yang di utus sang papi maupun tangan kanannya,tak ada yang bertahan lama . mereka mengundurkan diri dalam kurun waktu 1 Minggu .
itu sudah cukup membuktikan bahwa tak ada yang benar-benar bisa iya andalkan. untuk saat ini iya tampak tenang tak ada gangguan atauu masalah apapun itu dengan begitu iya bisa memenfaatkan waktu luang ini untuk mengistirahatkan tubuh dan otak nya sejenak.
..
..
Dibawah pohon besar baru saja terparkir mobil Rolls-Royce ,Turun seorang lelaki dengan wajah lusuh nya , tampak lingkaran mata panda ,rambut acak-acakan,baju yang tak ada rapi-rapinya tak seperti biasanya .
siapa lagi kalo bukan Jordy iya sedang menunggu Queen , pagi-pagi sekali gadis itu mengabari dirinya untuk menjemputnya di kampus setelah mata kuliahnya selesai, karena iya ingin melihat sudah sampai mana pekerjaan mereka bertiga .
yang lebih menjengkelkan iya harus memakai mobil barunya, yang dihadiahkan oleh Abang tersayang ,Terpaksa lelaki yang bermuka bantal itu pergi ke mansion utama Aliandera dan akhirnya iya terjebak di halaman kampus beberapa jam yang lalu.
Tampa bisa membantah iya, dengan setia menunggu Queen selesai dengan mata kuliahnya,jika tidak mungkin iya akan benar-benar habis kali ini.
sembari menunggu iya sudah menyiapkan diri untuk menerima konsekuensinya , Karena bangunan itu belum selesai .iya menghela nafas panjang beberapa kali untuk menetralkan detak jantungnya .
"sudah lama menunggu?"
"lumayan Queen"
"ada apa dengan dirimu?"
sungguh lelaki itu ingin sekali mencelupkan dirinya kedasar sungai sekarang juga ,apa gadis ini tak tau jika ini akibat ulah nya sendiri, membuat iya bekerja semalaman dan dengan enteng nya gadis ini bertanya seperti itu . rasanya iya ingin menangis darah
"tidak apa-apa Queen ,ini style terbaru saat ini"menampilkan seyuman tepaksa
"oh"
dengan nada cuek nya ,iya melangkah memasuki mobil , memakai safety belt dan duduk tenang .tak ingin membuat mut Queen berantakan iya bergegas masuk menghidupkan mobil meluncur membelah jalanan raya menuju proyek yang iya bangun
"apa sudah selesai?"
menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal menghindari tatapan maut sang Queen sungguh iya berharap dikubur hidup-hidup sekarang ini agar terhindar dari tatapan itu , tatapan yang membuat nya merinding sendiri.
tatapan yang membuat nya gemetar,kenapa jadwal kuliah nya cepak sekali berlalu padahal sudah beberapa jam yang lalu iya bersiap dan memberanikan diri tapi nyata nya iya langsung kalah Hanya dengan tatapan itu.
iya tak berani menoleh,iya berpura-pura fokos dengan jalan untuk menghindari tatapan mematikan Queen.
setelah pembicaraan itu tak ada lagi yang bicara Hanya terdengar suara klakson mobil yang tidak sabaran saat terkena macet , padat nya lalulintas didukung dengan cuaca panas
membuat semua pengendara tak sabaran, ingin cepat-cepat sampai tempat tujuan.pas sekali ini jam makan siang jadi banyak orang yang berlalu-lalang .
setelah menunggu berjam- jam diperjalanan , mereka tiba ditempat tujuan dengan selamat . sebelum tiba di sini Rin meminta Jordy berhenti di suatu tempat untuk mengganti pakaiannya .
alasannya simpel agar nyaman saat dikenakan kata nya ,iya memakai kaos oblong kedodoran , celana jeans pendek,topi hitam rambut di kuncir kuda dan tak tupa masker wajah berwarna hitam , sepatu sport hitam.
tampak simpel tapi tak menghilangkan aura kecantikan nya ,kesan pertama misterius.iya disambut dengan beberapa pria ,dua diantara nya memiliki wajah yang hampir sama dengan Jordy bahkan Tito lebih megenaskan , berbanding dengan Andri lelaki itu tampak lebih baik dari pada yang lain nya .
"huffffff..."
Melihat kondisi mereka yang megenaskan , Rin meringgis perih , mungkin kah iya keterlaluan ?tak ada cara lain iya harus membuat mereka istirahat kalo tidak akan ada korban nantinya
"apa ada hambatan dey ?"
"untuk sejauh ini tidak Queen, karena setiap beberapa jam sekali mereka akan gantian bekerja . lagipula kita banyak dibantu oleh para penduduk lama dan bantuan calon penduduk baru"
"penduduk baru?"
"emm iya Queen , mereka adalah orang-orang yang tak memiliki tempat tinggal yang layak.mereka adalah para pemulung yang membuat rumah kardus atau gubuk-gubuk,kecil . saya menawarkan pekerjaan ini untuk membantu para pekerja "
"apa tak masalah?"
"untuk sejauh ini tidak Queen ,mereka diinstruksikan secara langsung oleh pak Ade, lagipula mereka mengerjakan hal yang ringan-ringan saja . dan beberapa bantuan dari penduduk lama Queen .berkat bantuan ini akhirnya semua hampir selesai"
" kaTito ??"
__ADS_1
"ya saya juga dibantu, oleh para ibu-ibu Yang secara kebetulan merupakan keluarga mereka .jadi saya bisa menyiapkan makanan untuk semua nya dengan kerjasama mereka"
mendengar penuturan mereka berdua yang cukup kreatif dan berpikiran terbuka, iya cukup takjub dengan kegigihan mereka semua yang mau bekerja keras untuk pembangunan ini , menyokong mereka agar bekerja sama bukan hal yang mudah dilakukan.
setelah cukup mendengar kan , Jordy dan Tito Queen mengarah kan pandangan nya pada lelaki yang sedari tadi duduk diam menyimak pembicaraan mereka sipa lagi kalo bukan Andri lelaki itu tampak tenang dalam diam sambil sesekali melirik smartphone yang ada digenggamannya.
tampak kegelisahan pada dirinya, walupun itu tak nampak jelas bagi mereka yang tak jeli, terlihat iya duduk biasa-biasa saja sambil memainkan Hendphonnya.
tapi buks Queen namanya Jiak iya tak melihat jejak khawatiran di setiap gerak-gerik nya , sangat jelas jika lelaki itu sedang gelisah menanti kabar seseorang.
Dert dert dert..
suar dering telepon bergetar , dengan tak sabaran iya mengangkat telepon itu, berbicara sejenak setelah itu telepon di matikan . mengalihkan pandangan nya kearah Queen dan ternyata iya sedang ditatap oleh ketiga makhluk hidup didepannya.
"ehem .. Queen mereka sudah ada diluar,mari .."
mendengar itu Queen berdiri dari duduknya diikuti oleh ketiga lelaki itu melangkah menuju aula khusus yang memang sudah selesai dibangun , tempat itu di khususkan untuk acara pertemuan bagi penghuni tempat ini nantinya.
setelah tiba ditempat ,iya melihat begitu banyak para orang tua renta dengan pakaian yang tak layak dipakai.para ibuk-ibuk dengan sebagian membawa anak-anak mereka .
semua nya memang iya instruksi kan pada Jordy,untuk mengumpulkan semua orang yang akan tinggal di gedung ini nanti
terkecuali para pekerja , mereka harus menyelesaikan pekerjaan mereka terlebih dahulu.
setelah mereka semua kumpul ,di adakan pengarahan dan kata sambutan terlebih dahulu , semuanya tampak berbisik-bisik merasa heran dengan gadis cantik yang diapit oleh ketiga lelaki acak-acakan tapi tak mengurangi kadar ketampanan mereka masing-masing.
awalnya mereka orang-orang baru tampak tak senang dan menganggap ini sebuah lelucon bagaymana tidak ,bos yang di agung- agung kan ketiga lelaki itu hanya seorang gadis lemah yang seharusnya berada dipangkuan sang ibu.
"Tuan anda tidak salah , gadis kecil itu Bos nya?apa ini sebuah lelocon?"ucap lantang seorang bapak-bapak yang berbadan bulat dan pendek itu dengan menunjuk-nunjuk tak suka.
"iya mana mungkin, gadis kecil itu Bos nya ?anda pasti sedang bercanda kan Tuan?"sambung ibuk-ibuk disamping lelaki gendut itu
"iya saya juga tak percaya"
"bagaymana bisa gadis seperti itu jadi Bos nya"
"iya tidak mungkin"
"iya saya setuju pasti kalian sedang bercanda"
"gadis sekecil itu seharusnya sedang memikirkan cinta monyet ,mana mungkin iya berpikir untuk membantu orang-orang seperti kami"
"iya mana mungkin"
"kalian bercanda"
gedung itu ricuh karena teriakan demi teriakan bersahutan, lontaran demi lontaran mereka ucapkan , bahkan ada yang menghina sang Queen.semua yang ada disitu saling dorong dengan para Bodigad yang memang Andri siap kan
iya sudah menebak Jiak hal ini akan terjadi , lagipula ini bukan pertama kali bagi mereka. terjadi kericuhan karena hal yang sama merasa dipermainkan oleh gadis kecil yang terlihat lemah didepan mereka.
mereka yang sudah lama bekerja di bawah kepemimpinan sang Queen hanya meringis sedih ,betapa bodohnya orang-orang ini . mereka belum tau saja jika gadis yang mereka sangka lemah dan polos ini adalah iblis wanita yang menjelma.
"oh Tuhan selamat kami "monolog 3 cecuguk dan para bawahan lainnya secara bersamaan, mereka tak bisa membayangkan jika gadis lugu itu marah tamat lah riwayat mereka.
sungguh manusia hanya melihat balutan'nya saja tanpa melihat isinya.megomentari Tampa tau masalah nya . bersikap sesukanya tanpa mendengar kan faktanya.melihat dari sisi baiknya tanpa tahu sisi gelapnya.
setelah cukup lama dan penuh tenaga, akhirnya semuanya bisa dikendalikan . mereka mulai megerti dan menerima semuanya dan pada akhirnya mereka bisa diajak berkerjasama.
semuanya mulai memandang takjub dengan gadis muda itu ,yang memikirkan orang rendah seperti mereka . bahkan para pemerintah harus berpikir 10 kali untuk membantu orang-orang rendah dan tidak berdaya seperti mereka.
pembangunan akhirnya selesai, berkat bantuan para bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di sana.tak ketinggalan para orang tua dan anak-anak itu membantu sebisanya.
Tampa terasa hari semakin larut, mereka lupa akan waktu , makan malam bersama di bawah bintang yang berkelap-kelip di hamparan langit malam .membuat semua nya semakin indah.
setelah semuanya selesai,dan berpamitan pada semua yang ada disana Rin kembali ke rumah mengendarai mobil nya sendiri sedang kan Jordy ikut dengan Andri.
lampu rumah itu telah mati tampak nya sang suami sudah tidur atau iya tak kemabali kerumah, dengan santai nya Queen melangkah kearah kamarnya.
kyaaaaaaaaaaa.....
pšµš±š±š±š±š±š±š±š±š±šµšµšµšµšµšµšµšµšµšµšµšµšµšµšµšµš±šµš©š©š©š©š¤
jeng-jeng apa ya ,yang terjadi pada Queen?
__ADS_1
tunggu di part selanjutnya..