
Saat ini, ke3 keluarga inti sedang berkumpul di ruang tamu mansion Atmaja.tepatnya para orang tua untuk membahas tentang kondisi terkini Queen. sekaligus mencari jalan keluar dari permasalahan yang akhir-akhir ini terjadi
"Bagaimana keadaan Queen Ma?, Apakah ada perkembangan yang bisa membawa kabar baik?"tanya Nyonya Risa memandang ke arah wajah sang ibu yang melahirkan nya dan membesarkannya belasan tahun sampai akhir nya iya menikah dan terlepas tanggung jawab sang Mama,walupun begitu bukan berarti dirinya terlupakan malahan sang mama selalu ada digarda terdepan untuk mendengarkan berbagai suka duka dirinya yang masih butuh tangan sang ibu walupun sudah berumur
"Kondisinya setabil untuk saat ini dan beberapa akhir ini,walupun begitu! kita tidak tau kapan iya bisa sadar dan kembali membuka matanya.kita harus tetap sabar menanti keberuntungan itu "ucap Nenek Rania dengan mengelus rambut anak perempuan satu-satunya dengan pelan dan penuh perhatian untuk menyalurkan energi positif pada anaknya
Perbincangan panjang dan hangat berlanjut, para wanita sedang menikmati pemandangan di kebun pribadi milik Nenek Rania.sedangkan para Lelaki sedang menikmati permainan catur nya dengan canda tawa bersama .untuk sesaat mereka melupakan masalah yang bertumpuk di otak dengan melampiaskan dengan aktivitas baru yang menyenangkan dan jarang dilakukan
Jika para orang tua memilih cara seperti itu , berbeda lagi dengan kaum muda.
Even,Geren,Andri,Jordy,dan terakhir Alfa mereka sedang mendiskusikan sesuatu rahasia dan entah kemana alurnya .yang tidak, mungkin baik-baik saja jika para Tiran sudah berkumpul ?
"Riy, apakah persediaan senjata kita cukup?"Tanya Even dengan nada serius
"Cukup,sangat cukup Tuan muda."Balas Riy tak kalah serius
"Bagus,jika begitu rencana kita akan berjalan mulus "ucap Geren dengan wajah tengil nya yang tak tau tempat
"Ehmmm.. Al, Boleh saya bertanya?"mendengar ucapan itu Alfa yang sedari tadi memperhatikan dan diam ditempat tampak mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
"Emmm.."ucap Alfa sekenanya.
Mendapatkan persetujuan dari adik ipar,Even tak akan sungkan lagi untuk bertanya."Kau kenal dengan orang ini,orang yang menyebabkan Queen terluka?!!"ucap Even dengan wajah datarnya,disetiap kalimat mengandung kecurigaan.
Melihat tatapan Semua orang mengarah padanya,Alfa tak bergeming ditempat masih sama dengan wajah datarnya."Ya,dia masalalu"ucap Alfa setelah beberapa menit diam dengan mempertahankan wajah datarnya.memandag dalam kearah foto itu
Ini contoh fisual untuk Kambing hitam itu.kita akan lihat seberapa jauh pria ini untuk menghindari konflik yang akan segera terjadi.
Mendengar itu mereka semua megereyit Heran tampaknya ini tidak baik-baik saja,jadi ini dendam masalalu.cukup menarik jika mereka berani menargetkan adik mereka, tentu musuhnya tidak akan Alfa saja.
"Kau yakin hanya mereka musuh mu? apakah ada yang lain?, tampaknya bukan pria bodoh ini yang menyebabkan Queen koma."ucap Even menunjuk foto wajah tersangka, yang terlampir di buku hitam milik mereka.
"Maksudnya? apakah ada orang lain dibaliknya"tanya Geren lemot mencerna apa yang diucapkan Saudaranya.
"Emm..iya,saya setuju dengan ucapan Tuan muda Even.karena sejauh saya menyelidiki kasus setelah Queen keracunan,ada sesuatu yang mengganjal."sambung Riy dengan megingat kejadian demi kejadian yang menimpa sang Queen.
"Setelah dilihat dan diperhatikan pria ini tak berbuat apa-apa.kecuali beberapa kejadian kecil yang mematik kita. "semua orang tampak berfikir apa yang sebenarnya terjadi saat ini
Setelah sekian lama bekerja dengan otak,"Ais..Coba ada Queen disini iya akan menyelesaikan nya dengan cepat"keluh Geren dengan kedongkolan dihatinya
Mendengar itu semua nya hanya diam,tak bisa dipungkiri mereka juga mengharapkan hal yang sama kehadiran gadis itu ."Diam dan cukup mengeluh,kita harus cepat menyelesaikan misi ini.jika kau tak sanggup pergi dari sini "ucap Even dengan ucapan pedas nya
Mendengar Saudaranya sudah tak bersahabat,pada akhirnya iya hanya diam menutup rapat-rapat mulutnya.tak lupa dengan wajahnya ditekuk,karena?tak bisa berbuat apa-apa jika aura menakutkan itu datang.
"Tampaknya ada satu lagi."ucap Alfa Lirih hampir tak terdengar jika saja mulut Geren tidak direm.
"Apakah Tuan muda megenal dia?."tanya Riy menyerahkan foto seorang pria dan seorang wanita dengan aksen kebulean.
Melihat itu Alfa diam tak bergeming sebelum akhirnya menampakkan senyuman tipis yang Yaris tak terlihat jika saja mereka tidak memperhatikan gerak-gerik Alfa sedari tadi.
Melihat reaksi Alfa yang seperti itu membuat mereka semua yakin jika laki-laki ini megenal dengan baik siapa mereka.
__ADS_1
"Pria itu adalah pria yang sama pada malam pesta,yang mengakibatkan Queen menghirup Racun itu.dan untuk wanita ini,iya merupakan wanita yang sama memberikan Tuan muda obat perangsang pada malam itu. "ucap Riy menjelaskan siapa saja orang yang berada di foto itu
"Kau mengetahui sesuatu yang besar ini?kenapa tidak kau berikan pada kami?!!"ucap Even dengan nada Digin menusuk nya
Mendengar itu Riy haya tersenyum dipaksakan,jika begini terus iya bisa dalam masalah lagi.mungkin ini akhir dari hidup nya?"it..u me..ru..pa..kan ha..sil pe..nye..li..di..kan Qu..een.yang saya temukan di dalam mobilnya pada saat kejadian itu "ucap Riy terbata-bata dia awal kalimat karena melihat aura membunuh Even ,Geren,dan Alfa secara serempak sebelum akhirnya menghilang walupun tidak sepenuhnya
"Hais,dia(Queen)selalu saja penuh teka-teki."ucap Even dan Geren serentak tidak habis pikir dengan kelakuan sang adik.
Sedangkan Alfa tampak terkejut dengan fakta ini, melihat kedua kakak iparnya bereaksi bisa-bisa saja membuat iya semakin penasaran dengan Gadis itu yang merupakan Istrinya.
Belum selesai dengan keterkejutan itu Riy menambah informasi yang merupakan fakta tersembunyi.yang hanya diketahui oleh segelintir orang-orang Queen."untuk wanita itu sudah berada di ruang Hukuman"ucap Riy Membuat mereka semua yang fokus dengan pikirannya buyar dan berakhir menatap dirinya dengan tajam menusuk.
"Apa yang baru saja kau katakan Riy?."tanya Even untuk meyakinkan pendengaran nya. sedangkan yang lainnya hanya menantikan jawaban yang dilontarkan Even
"Wanita itu ada di ruang Hukuman.Queen sudah memberikan pelajaran Untuk wanita itu, sebelum dia mengalami kejadian buruk yang menimpanya.yang paling tepat setelah iya kembali dari sini kejadian itu terjadi dan_ "
Buk..
Belum selesai Riy berbicara Geren menghadiahkan pukulan pada Riy,karena tangannya sudah gatal sedari tadi"Hanya pemanasan,cepat lanjutkan"ucap Geren santai seperti tidak terjadi apa-apa
Sedangkan Even dan Alfa hanya diam dengan wajah datar mereka melihat kelakuan absurat Geren .Riy Haya merasa cukup Yilu dibagian tulang pipinya ."syitt..Saya juga mendapatkan informasi terbaru tentang pria yang merupakan sasaran utama kita."ucap Riy membersikan darah yang masih tersisa dipipinya
"Geren jika kau sekali lagi seperti itu lihat apa yang akan terjadi selanjutnya!"ancam Even kesal pada Saudaranya yang satu ini, menghambat mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
"Hehehe.."Geren hanya cengengesan dibuat nya , dengan megaruk tengkuknya yang tak gatal
"Masih bisa lanjut Riy,atau?"tanya Even mengangkat sebelah alisnya
"Tidak apa-apa Tuan muda,ini belum seberapa dibandingkan waktu itu."ucap Riy meringis saat membayangkan kejadian yang menimpanya di ruang bawah tanah yang minim pencahayaan.
Mendengar itu Even hanya diam tanpa rasa bersalah sama sekali.baginya jika ada yang menyembunyikan sesuatu darinya apalagi menyangkut sang adik harus diberi pelajaran.
"Apa,yang sedang kau bicarakan Riy?Jagan sampai pukulan kedua melayang"
"Geren stop!."tekan Even memberikan peringatan keras pada adiknya
"Cih,"Desisan Geren tidak meluapkan kekesalannya.
"Dari Manau, kau mengetahui ini?"tanya Alfa pada akhirnya, setelah sekian lama meyimak iya melontarkan pertanyaan yang bernada Digin dan tak bersahabat.
"Dari awal saya sudah curiga akan keganjilan dalam kejadian ini.bukankah kita tau jika Queen bukan wanita lemah yang mudah terkecoh?, ternyata semua rencana yang menimpa Queen adalah rekayasa seseorang.sebelum perkelahian terjadi Queen sudah menghirup serbuk itu(sianida) untuk kesekian kalinya.dan iya juga ditusuk dengan pisau beracun, sebelum iya bener-benar tumbang iya menghabisi mereka semua tanpa sisah."
"Bukti yang kau maksud apa?"tanya Even dengan penasaran
"Pada saat semua orang berdiskusi tentang keadaan Queen pada malam kalian berencana memindahkan tempat Queen dirawat.saya baru saja tiba,dan melihat seorang yang mencurigakan mengendap-endap diruangan Queen dirawat.disana saya tau jika iya merupakan seorang wanita "ucap Riy terhenti Membuat mereka bertiga binggung
"Apa wanita itu berguna ?atau iya berniat meyelakai Queen?"tanya Geren dengan dingin penuh tekanan
"Bukan iya merupakan sasaran utama dari orang-orang yang mengejar Queen.diaya haya berniat untuk menjenguk Queen karena secara tidak langsung iya merasa bersalah"
"Kau yakin itu niatnya untuk menemui Queen? apakah tidak ada yang lain?"tanya Even curiga
"Emm.. (mengangguk)iya merupakan kenalan Queen,dan wanita itu tidak mengetahui jika orang yang ingin iya temui adalah Queen"
"Kenalan?"tanya Geren dan Even serentak
"Teman satu kampus? wanita yang menjadi Sandara pada kejadian di Aula waktu itu"ucap Riy mengingatkan mereka pada kejadian yang nyaris membahayakan Queen
__ADS_1
"Baiklah itu bukan urusan ku,jadi apakah iya cukup berguna untuk misi ini?"tanya Even secara langsung
"Iya,kita lihat nanti.dan bawa perempuan itu menghadap kami"ucap Geren dengan ekspresi wajah misterius nya
"Bagus sekali,kita akan membiarkannya bebas untuk beberapa jam kedepan"
"**Satu persatu Rahasia Mencuat, tinggal sedikit lagi kita kan tau sipa dalang nya!"ucap Geren dengan senyuman Aneh nya
Setelah mengatakan itu iya dan Riy pergi pamit untuk melakukan sesuatu yang hanya mereka yang tau apa yang ingin mereka lakukan**.
"Al apakah kau tak punya pekerjaan? Jika ada sebaiknya urus dahulu urusan mu.biar kami yang mengurus masalah ini"ucap Even dengan nada serius,iya tau pasti adik iparnya ini memiliki banyak pekerjaan walaupun ada tangan kanan maupun sekertaris. lagipula iya harus menjaga adik kesayangannya dan dirinya sendiri
Iya tak ingin jika adiknya sadar melihat suaminya tak terurus,tentunya yang disalahkan pertama adalah dirinya."Abang tidak ingin jika Queen tiba-tiba sadar melihat suaminya seperti ini.yah walaupun kalian belum saling menerima kau harus tau jika iya tidak suka melihat orang disekelilingnya memperhatikan apalagi jika kau sudah berstatus suami nya"ucap Even dengan nada serius walaupun suaranya nayris tak terdengar,akan tetapi Alfa Mendengar itu dengan sangat jelas
Alfa hanya membalas tatapan mata Even tanpa berbicara satu katapun.iya tak megeluarkan ucapan melainkan membalas dengan tatapan yang Even tangkap jika itu adalah jawaban nya
Keheningan terjadi diantara mereka berdua,dan untuk Riy dan Eren sudah hilang entah kemana."Abang tau, kalian belum menerima pernikahan ini.dan yang perlu kau ingat jika kau salah megambil langkah aku akan kehilangan segalanya untuk kesekian kalinya King Al"Bisik Even dengan diakhir senyuman misterius nya
Dek..
Mendengar itu Alfa megeluarkan ekspresi terkejut untuk pertama kalinya,iya tak habis fikir jika Abang ipar nya tau akan rahasianya. jika ini dikatakan kebetulan tidak mungkin bukan? apakah iya tau yang lain nya?atau cuman sebatas sini?iya tak tau akan tetapi iya harus berhati-hati dengan Abang ipar nya.
Sedari awal bertemu iya sudah merasakan firasat meganjal dari laki-laki ini.bukan hanya yang ini semuanya tampak ada yang tersembunyi apakah semua orang yang berada didekat Queen berbahaya? ataukah ini perasaan nya saja?iya harus berhati-hati untuk tidak salah langkah.
"Tenag saja jika kau tidak menyakiti Queen, semua akan baik-baik saja!"ucap Even lagi setelah melihat ekspresi wajah Alfa yang rumit seperti banyak pertanyaan yang bertumpuk
"Tak perlu dipikirkan,yang paling penting kau tau didepan mu saat ini Abang ipar.hanya itu dan untuk yang lain nya akan terjawab dengan sendirinya"setelah mengatakan itu Even melangkah pergi menjauh dari Alfa.
meninggalkan Adik iparnya sendiri dengan rasa penasaran dan pertanyaan yang memenuhi otaknya.
Diam ditempat tanpa menemukan Jawaban yang pasti,Alfa melangkah pergi meninggalkan tempat itu untuk melakukan tugas nya agar cepat selesai.untuk masalah tadi iya hanya acuh dan diam seperti bisanya,walupun entah sama atau tidak dengan ekspresi wajah yang iya keluar kan dari permukaan hanya iya yang tau.
Alfa menaiki mobil miliknya berwarna putih,melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan menuju tempat yang igin iya datangi
~
Dilain tempat_
Tepatnya di cafe racer,sepasang suami istri yang sedang menikmati kebersamaan mereka untuk menyantap makan siang pertama kali setelah bersetatus suami istri.
Setelah menyelesaikan tugasnya, iya membawa sang istri untuk menyantap makanan siang diluar berdua di ruang VIP room khusus dipesan Raka untuk menikmati momen bersama dengan sang istri.
"Bagaimana sayang apakah kau menyukai nya?"tanya Raka dengan diiringi kecupan-
kecupa kecil di pipi sang istri tercinta.
"Emm.. sangat suka"ucap Hana dengan wajah berseri-seri Sangat bahagia karena diperlakukan seromantis dan sepesial ini,oleh sang suami.
"Baguslah,apapun yang istri inginkan minta pada sumia apapun itu akan suami kabulkan"ucap Raka dengan senyuman manisnya
Mendengar itu Hana megeluarkan setitik Air mata,yang membuat Raka kalang kabut dibuatnya.iya cemas jika Istri nya tak suka atau iya salah bicara,jika begini iya tak akan mendapatkan jatah
..
...
__ADS_1
...Sabar menanti untuk sin antara Queen dan King yah, karena author lagi mencari cerita yang pas dan tidak pasaran untuk kisah cinta mereka.imajinasinnya harus berbeda dari yang lainnya βΊοΈππ...