
Disebuah ruangan yang memiliki aroma obat yang mendominasi,dengan berbagai peralatan kedokteran yang Entah apa fungsinya author tidak tau.sepasang kelompok mata dengan bulu mata lentik tanpak bergerak sebelum perlahan terbuka.Perlahan tapi pasti sepasang kelopak mata itu,menampakkan bola mata berwarna hitam jernih yang sudah lama tak terlihat.ditatapnya langit-langit yang tampak asing,lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk memindai kira-kira dimana iya saat ini?.
Merasa tak nyaman.iya meraih apa saja yang menganggu gerak tubuhnya,beberapa alat menempel di wajah dan tubuhnya iya lepas secara paksa tanpa menghiraukan rasa sakit yang mulai terasa di bagian punggung dan tubuh yang kaku karena gerakan kasar dirinya.
k
Tempat yang tidak asing diingatkan nya.akan tetapi,kenapa iya dibawa kesini?segala pertanyaan berkeliling di otak cantiknya.
Ditengah-tengah lamunannya,pintu kamar inap yang iya tempati terbuka dengan kepekaan tinggi, iya mengalihkan perhatian nya kearah pintu masuk.Bagimanapun iya merupakan seorang multitalenta,memiliki tingkat kepekaan tinggi dan insting bagus yang jarang dimiliki oleh setiap orang.
Setelah mengetahui jika orang yang akan masuk tidak berbahaya bagi dirinya,Queen kembali santai untuk memulihkan kondisi tubuh yang tampak pegal-pegal entah karena apa?.
Tampak seorang laki-laki berjas putih melangkah masuk kedalam ruangan,tanpa melihat kearah dirinya yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik nya.saat iya semakin mendekat, laki-laki berjas putih itu baru mengangkat kepala karena terlalu fokus dengan catatan kecil pada buku yang iya pegang.dan melihat kearah nya Dengan mulut megangga,iya berbicara tergagap
"Q-Queen,"tampak tercetak jelas wajah terkejut dari laki-laki itu, setelah beberapa detik iya mencerna semua yang iya lihat sekarang.sedangkan teman yang ikut bersamanya barusan,telah melangkah dengan seribu bayangan untuk memberi kabar pada anggota keluarga yang lainnya jika gadis itu sudah sadar. senyuman semeringai terpatri diwajah laki-laki berjas putih kedokteran itu.
Melangkah cepat kearah Queen untuk memeriksa keadaannya,laki-laki itu tampak terkejut ruangan yang semula rapi menjadi berantakan karena semua alat yang terpasang di tubuh Queen sudah berceceran di lantai.iya tak ambil pusing, yang terpenting sekarang adalah memeriksa dan memastikan bahwa Queen benar-benar sudah sembuh.
Tubuh Queen diperiksa,agar tak ada kondisi yang terlewatkan sedikitpun.Queen hanya diam sebab iya tau sipa pria ini,iya merupakan salah satu teman seprofesinya yang suka akan bidang kedokteran.walupun iya lebih tertuju pada peracikan segala obat dan racun, akan tetapi iya juga belajar ilmu kedokteran dan laki-laki ini adalah andalannya karena iya sudah hampir menguasai semua nya.
"Tak ada yang harus dikawatirkan lagi, semuanya sudah baik-baik saja.tak ada apapun yang perlu dihawatirkan,"Ucap laki-laki itu dengan senyuman lebar nya,sampai iya tidak sadar sudah mengulangi perkataan nya sendiri kerena terlalu senang Queen sadar.
Setelah beberapa menit kemudian,Iya kembali sendiri didalam ruangan itu.saat ini iya hanya diam memandang keluar jendela yang disuguhkan dengan langit cerah tanpa noda.
Sambil menatap luar jendela dengan menerawang jauh kebelakang saat kejadian sebenarnya,iya bergumam."Tunggu kedatangan Ratumu kelinci-kelinci ku,"dengan menyeringai senang karena setelah tubuhnya sepenuhnya pulih, iya akan bermain-main dengan Kelinci liar yang megemaskan.
Sedangkan diluar ruangan semua anggota keluarga menunggu dengan harap-harap cemas dengan keadaan Gadis kesayangan mereka.tak lama, setelah mendengar gadis itu sadar dari koma nya mereka berbondong-
bondong ke ruangan khusus tempat selama ini Queen di rawat.
Ceklek!
Seorang laki-laki dengan setelah ala Dokter keluar dari ruangan VIP yang ditempati Queen usai memeriksa kondisi pasien nya.
Pemandangan pertama setelah iya membuka pintu iya iyalah tatapan mata dari para Bapak-bapak dan ibuk-ibuk yang tidak sabaran.
Setelah benar-benar melangkah keluar iya sudah diberondong dengan berbagai macam pertanyaan dari Nyonya Risa ibu dari Queen.
"Dokter apa Queen benar-benar sadar? Apakah iya baik-baik saja? Apakah ada yang sakit pada bagian tertentu, setelah iya sadar? Apakah ada keluhan dari nya?Dia sadar kan ,dokter?"
"Hey hey,.sayang, tenanglah .Biarkan Dokter mencerna satu persatu dari pertanyaan mu.kalau kau memborong segala pertanyaan itu tanpa rem,kau tak akan mendapatkan Jawaban apapun."Ucap Tuan Ali dengan sabar memberikan pengertian pada sang istri, walupun pada dasarnya iya jiga memiliki kekhawatiran yang sama.akan tetapi, karena iya seorang pria sejati tentu iya sedikit lebih tenang dipermukaan.
Yang lainnya Melihat itu hanya geleng-geleng kepala,tentu mereka tau. mereka juga ikut merasakan ,bagaimana menanti kesadaran dari Queen yang tidak pasti sebelumnya.dan untuk sang dokter iya cukup maklum akan kekhawatiran kedu orang tua ini,iya tau semua orang tua akan begitu. jika terjadi sesuatu pada anaknya apapun itu .
__ADS_1
"Baik ,Nyonya.Saya akan memberikan kabar baik untuk semuanya, terutama Nyonya dan keluarga."jedanya sejenak,dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh anggota keluarga yang berkumpul disana."Benar,Queen sudah sadar dan keadaan nya baik-baik saja.saat ini hanya butuh pemulihan karena luka tusuk belum sempurna mengering,tak butuh waktu lama iya bisa beraktivitas. walaupun, belum sepenuhnya Sempurna sedia kala.karena harus ekstra hati-hati, takut jika luka itu kembali terbuka."jelas sang dokter.
Semuanya mengaguk paham ,lalu segera berterima kasih."Dokter,..apakah kami sudah bisa menemui nya?"tanya Tuan Ali kemudian, dengan diangguki oleh yang lainnya.
"Tentu silakan,kalau begitu saya permisi dahulu"pamit sang dokter memberi penghormatan terlebih dahulu pada para Tuan besar, dan setelah itu angkat kaki dari sana.
Setelah mendapatkan kepastian dari sang dokter, jika gadis itu sudah membuka matanya. dan tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.
Bberbondong-bondong melangkah masuk kedalam, igin melihat kondisi Queen. Begitu masuk, mereka disuguhkan pemandangan seorang gadis cantik yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang yang dinaikan.
Gadis itu mengalihkan pandangannya pada mereka dengan diam ,sebelum akhirnya terbit senyuman manis diwajahnya.
"Queen Sayang... Putri Momy."panggil sang ibu dengan lembut penuh kasih sayang.
Queen tak menjawab panggilan itu , melainkan merentangkan tangannya berharap sang Momy membalasnya.bukan nya marah karena tidak dijawab ,Nyonya Risa berlari untuk membalas pelukan hangat dari buah hatinya.
Jika kedua pasangan ibu dan anak itu menyalurkan rasa rindu dengan pelukan.untuk anggota keluarga yang lainnya melangkah hati-hati untuk lebih dekat pada keduanya.takut mengangga momen mengharukan itu.degan rasa rindu dan kebahagiaan yang terpancar dari masing-masing orang melihat gadis itu telah kembali,Susana kembali hidup disana.
Setelah lama berpelukan Akhirnya dengan tak rela Nyonya Risa melepaskannya karena iya tau yang lainnya ingin melakukan hal yang sama seperti nya.satu persatu anggota keluarga memeluk tubuh gadis itu yang tampak sedikit kurus karena terbaring cukup lama, dan hanya mendapatkan asupan gizi dari beberapa alat. yang tentu tidak akan cukup membuat dirinya gendut.
"Syukurlah Queen sudah siuman.Momy bahagia! Hiks..."rasa senang sang Momy sehingga iya terisak .
"Ais.. Momy bukannya ini sudah sekian kali terjadi?"ucap Queen dengan mengangkat satu alis nya heran dengan sikap sang Momy yang cengeng, walupun dalam hati iya bahagia mendapatkan perhatian yang lebih .
Semuanya hanya terkekeh,dan menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang jarang akur,akan tetapi saling sayang.
"Queen, kali ini kau membuat Deddy marah besar!dan untuk kedepannya Deddy akan benar-benar ekstra hati-hati Agar kejadian ini tak terulang lagi .jadi semuanya akan dibawah pengawasan Deddy!."ucap Tuan Ali dengan tegas tanpa igin dibantah
Dekk
Jika begini ,iya dalam masalah besar."apa yang sebenarnya terjadi? sehingga membuat sang Deddy seserius ini?"Monolok nya dalam hati , sangking bingung nya dengan ekspresi tak bisa dari Sang Deddy.
Iya memandang wajah mereka semua disana satu persatu akan tetapi semuanya tanpak menyetujui ucapan sang Deddy yang menurut nya aneh.iya tak tau, jika dirinya sudah dirawat cukup lama bahkan iya berfikir hanya sehari Terbaring di berangkas ini.
"Kalian kenapa?,Deddy juga kenapa ,sekarang ikut-ikutan Momy ,sih?gak seru deh" ucap Queen menampakkan raut kesal pada Deddy nya.
"Itu demi keselamatan Queen, lagipula Oma dan semuanya menyetujui perkataan Deddy mu"tambah Oma Eni , sehingga membuat Queen semakin binggung pada sikap mereka.
"Why, Queen's feelings didn't do anything fatal(Kenapa, perasaan Queen tidak melakukan sesuatu yang Fatal)."ucap Queen dengan berpikir,apa yang membuat mereka menjadi Menyebalkan seperti ini
"Dasar pikun!"ucap seseorang dengan nada mengejek yang kahas.
Setelah mendengar suara itu yang tanpak familiar,Queen mencari sumber suara setelah menemukan nya senyuman semeringai terpatri diwajah Queen .
"Abang juga ada disini?wow.. seperti nya kalian agak berlebihan , bukanya Queen hanya dirawat semalaman? dan hari ini jiga sudah sembuh"ucapnya tanpa merasa bersalah, bahkan iya tak sadar akan tatapan maut dari semua orang disana.
__ADS_1
Cetak
"Auuuu..Momy sakit, Deddy tolong .."Teriak Queen karena telinga nya ditarik oleh sang Momy,Degan memelas iya meminta bantuan pada sang Deddy akan tetapi tampaknya tidak berhasil.dan iya mengalihkan pandangan pada yang lainnya, akan tetapi tetap sama mereka pura-pura tak melihat kejadian itu.
"Momy Jahat , Huaaaaa.. Nanti aku ,aduin sama Suami aku ."ucap Queen dengan pura-pura teraniaya dan mengncam sang Momy agar melepaskan tangannya dari telinga mungil milik Queen yang iya tau itu tak seberapa sakitnya.
"Aduin sana Momy gak takut, lagipula iya gak ada disini baut bantuin istri nakal seperti kamu!."ucap Nyonya Risa gemas sendiri, dengan tingkat putrinya yang kelewat bendel.
"Yah deh iya.. lagian Momy kenapa sih?Jadi aneh kayak gini? Tadi nagis, sekarang Sangar?"ucap Queen mulia pasrah dengan keadaan nya saat ini,yang tak berdaya.
Mendengar itu Nyonya Risa dan Semua nya diam."Bagimana kami gak khawatir dan kesal,jika kami harus menunggu selama beberapa Minggu untuk dirimu sadar, tanpa kepastian yang jelas.sekarang kamu sadar, Membuat masalah dengan berkata seperti itu!"ucap Nenek Rania memberi penjelasan pada sikap anaknya yang tanpak berubah-ubah pada cucunya, yang selalu membuat ulah.
"Berminggu-minggu?,"Monolok Queen yang cukup tak masuk akal dari dirinya.iya merasa hanya beberapa jam pingsan ,akan tetapi iya juga ingat jika saat bangun ada beberapa alat yang menempel di tubuhnya!bahkan, iya juga sempat merasa pegal-pegal.serasa,sudah terlalu lama berbaring ditempat itu tanpa memindah posisi.
"Iya,adik bawel.Beminggu-minggu bahkan nyawamu hampir melayang karena itu."sambung Even, membuyarkan lamunan Queen
"Maaf , sudah membuat semuanya khawatir!"ucap Queen menundukkan kepalanya,tanpak matanya berkaca-kaca iya tak tau jika dirinya sudah menyusahkan mereka semua.
Melihat itu semua tanpak berkaca-kaca,mereka merasakan kesedihan dalam diri gadis cantik itu."Iya sayang yang terpenting Cucu Opa, sudah sehat kembali."ucap opa Erkan, megelus pelan Surai hitam Queen
"Iya sayang yang terpenting , Menantu Mami sudah kembali sadar"seru Nyonya Lisa tersenyum senang, melihat Menantu nya kembali sadar dan mengisi hari-hari ketiga keluarga besar itu ."Oh iya kemana Anak itu?lihat Papi, kelakuan anak sama Papi sama saja,istri Baru sadar bukanya ada malah hilang entah kemana!."sambung Nyonya Lisa menatap sinis suaminya, yang tepat berasa disampingnya
"Loh, ko Papi dibawa-bawa sih?tadi udah Papi hubungi dan katanya masih dalam perjalanan, mungkin macet"terang Tuan Pram yang tak ingin disalahkan istrinya
"Sudah-sudah , mungkin memang benar Alfa sedang sibuk!.lagi pula ada kita disini untuk menemani Queen ."ucap Kake Brayen, menegahi pertengkaran kedua besan cucunya.
"Iya,kake benar.Lagipula saat ini, Queen sudah baik-baik saja. saat Momy menjewer telinga Queen "ucap Queen,mencuri-curi pandang pada Momy nya.
Hahahahah
Semua orang yang mendegar itu tertawa lepas, sedangkan Nyonya Risa menatap tajam Queen yang sudah bersembunyi di balik tubuh Tuan Ali."Sudah-sudah,biarkan Queen istirahat.
sekarang semuanya bubar "ucap Nenek Rania, yang tak ingin, membuat keributan berlanjut.
Tanpa bisa membantah lagi,pada akhirnya semuanya dengan berat hati pergi dari sana.keadaan ruangan itu kembali sunyi,Queen memperbaiki posisi tubuhnya agar lebih nyaman berbaring untuk melanjutkan tidurnya. agar cepat pulih,dan melakukan aktifitas kembali.
Belum beberapa menit,Queen megarungi mimpi.Seseorang melangkah masuk kedalam ruangan,degan langkah pelan iya mendekati ranjang tempat Queen berbaring.
Menatap dalam wajah Cantik istrinya.iya itu Alfa,setelah mendapatkan telpon dari sang papi.iya segera kembali,untuk melihat tatapan mata Queen. yang selalu mencoba, menyelami tatapannya.iya tak menyadari jika beberapa tanda-tanda keperdulian dalam dirinya semakin berjejak.
Tanpa sadar,tangan Besar Alfa mendarat sempurna di Surai hitam Queen.Awalnya tak terjadi apa-apa,sampai akhirnya.gadis itu, Menarik legannya .
.
...Yuhu.. Queen sudah kembali sadar dan kita akan melanjutkan perjalanan cinta diantara mereka,yang diperjuangkan oleh sebelah pihak.💃💃💃...
__ADS_1