Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Calon istri


__ADS_3

"Ded anak kita _Huaaaa.. " tangis Nyonya Risa pecah di pelukan sang Suami,sedangkan tuan Ali hanya diam tak bergeming sesekali menggecup pucuk kepala Nyonya Risa untuk sekedar memberikan kekuatan


Tak hanya mereka saja Yang lainnya melakukan hal yang sama,bahkan Oma dan opa pun tampak tak berdaya dengan tagisan yang mengalir deras di mata.melihat para orangtuanya yang sedang adegan mesra disaat genting seperti ini,Membuat Geren kesal dibuatnya.


Tidak untuk Alfa dan Even mereka berdua bisa-bisa saja, bahkan tampak cuek.yang ada dipikiran mereka sekarang hanya Queen dan kesembuhan gadis itu


"Sayang apakah Queen bisa selamat?" tanya Kakek Brayen berbicara pelan pada istrinya


Mendengar itu Nenek Rania terdiam iya mengangkat kepalanya dari dalam dekapan Kakek,mencerna setiap ucapan kakek .mencari sesuatu yang mungkin bisa membantu mereka walupun hanya 1% itu akan sangat berguna ini demi keselamatan sang cucu kesayangannya


Mereka menunggu Jawaban dari Nenek Rania, dengan jantung nya yang berpacu dan berharap semoga masih ada harapan sekecil apapun itu mereka akan menerimanya dengan lapang dada mau bagaimana lagi jika itu pilihan terakhir untuk mereka


"Seharusnya bisa! karena kita sudah memberikan Amil nitrit ,obat ini umumnya dihirup atau ditempatkan di bibir ketika ventilasi mekanis digunakan.ini akan menghasilkan methemoglobinemia terbatas tetapi ampuh untuk menyelamatkan hidup"jelas Nenek Rania sedikit memberikan mereka pikirkan positif walupun itu belum pasti


"Semuanya sudah dibersihkan.mungkin Tubuh Queen masih dalam proses pemulihan jadi kita harus sedikit bersabar menunggu Queen Membuka matanya,seharusnya Iya sudah membuka mata beberapa hari yang lalu.akan tetapi oleh karena ada kejadian yang menimpa Queen pada waktu itu kita harus menunggu lagi bahkan mungkin akan sedikit lama"


"Nenek apakah Queen bisa dirawat di mansion saja? "tanya Alfa masih setia dengan wajah datarnya


"Ya kita setuju akan masukan dari Alfa Nek?kita tidak tau masalah apa lagi yang akan terjadi,jika di mansion tidak akan ada akses masuk secara sembarangan"sambung Geren menyetujui ajuan Adik iparnya


"Bisa saja,itu tidak masalah akan tetapi lebih baik di Mansion keluarga Atmaja karena disana ada ruangan khusus untuk perawatan dan semakin minim kejadian itu terjadi karena tak ada yang bisa sembarang masuk "ucap Nenek Rania dengan memberikan masukan


Bukan tanpa alasan Nenek Rania mengatakan itu,dan bukan pula tidak percaya akan keamanan mansion masing-masing akan tetapi.keluarga Atmaja lebih ketat dalam proses keamanan,apalagi Mansion keluarga Atmaja terletak di tempat terpencil


"Iya itu lebih baik,lagipula mereka akan melakukan sesuatu yang bahaya mereka takut akan terjadi apa-apa jika mereka tidak ada disekitar Queen,jika iya tinggal di mansion Atmaja akan kecil kemungkinan akan terjadi masalah "ucap Tuan Ali


"Baiklah,akan tetapi ini harus dilakukan dengan secara sembunyi-sembunyi.saya takut jika ada yang mengetahui ini mungkin akan mendapatkan resiko yang jauh lebih besar"


ucap Tuan Pram memberi masukan pada mereka semua


Hemm.. Semua anggota keluarga setuju untuk memindahkan Queen ke mansion utama Atmaja.pada malam hari,sehingga tak ada yang curiga akan kepindahan gadis itu setidaknya mereka sedikit mengecoh musuh sebelum berperang


~







Ini beberapa contoh gambar tempat Queen menghabiskan waktu selama koma di Mansion Atmaja.jadi kalian pilih sendiri yahπŸ˜ƒ, sesuai selera imajinasi untuk para pembaca tersayang πŸ˜πŸ˜‚πŸ’ƒ


Derttttt..


Sura Henpon Alfa bergetar, menandakan ada pesan masuk iya meraih Henpon diatas nakas terlihat ada panggilan dari orang yang iya tunggu-tunggu ya itu sang tangan kanan


Alfa menjauh dari tempat tidur Queen,iya takut menganggu istirahat gadis itu.satu jam berlalu akhirnya pengilan berakhir dengan raut wajah Alfa yang cukup misterius entah apa yang laki-laki itu rencanakan kali ini


Setelah sambungan telepon terputus,Alfa melangkah pergi meraih Jas yang tergeletak di atas kursi.belum sempat iya meraih gagang pintu tubuhnya seketika terhenti,iya melihat kearah belakang dimana ada seorang gadis yang terbaring lemah. masih ada beberapa selang pernafasan melekat di mulut dan hidungnya.

__ADS_1


Entah apa fungsinya iya sama sekali tak tau ?Alfa kembali melangkah mendekat ke sisi ranjang,agar melihat dengan jelas wajah istrinya yang tertutup beberapa alat untuk membantu poses berjalannya organ tubuh Queen yang tidak bisa berkerja secara normal karena koma


"Open your eyes. everyone is waiting and waiting for your beautiful eyes to open perfectly(Buka matamu.semua orang menunggu untuk melihat mata indah milikmu, terbuka sempurna)"ucap Alfa pelan dengan tangan yang mengusap kepala Queen lembut, mata tajam itu meneliti wajah pucat kemerahan Queen dengan wajah datar tanpa ekspresi. iya tampak berharap akan kesembuhan gadis ini


Setelah mengatakan itu Alfa mengecup kening Queen pelan ,baru iya pergi entah kemana hanya iya yang tau tujuannya saat ini .


~


Sedangkan dilain sisi Tampak seorang pemuda yang berkutat dengan setumpuk pekerjaan , setelah beberapa hari ini iya dengan setia menghabiskan waktunya untuk reoni dengan beberapa dokumen kantor.


Setelah masa Hukumannya selesai,dan saat itu iya mendapatkan kabar buruk yang membuat dirinya syok dan ada rasa yang bercampur aduk menjadi satu.iya membesuk keadaan Queen, gadis tanggung yang merupakan idolanya


Setelah selesai membesuk iya berbicara pada suami dari Queen yang sekarang menjadi King.dan disini lah iya sekarang melakukan pekerjaan kantor yang harus iya hendel selagi sang Tiran sibuk menjaga Queen


Iya cukup tau jika Laki-laki itu lelah karena harus menyelesaikan pekerjaan nya dan menjaga sang istri.mangka dari itu iya yang menghendel semua nya .ini merupakan resiko yang harus iya ambil jika terjadi mesalah seperti ini ,iya juga tak keberatan baginya tugas tetap tugas dan amanah harus iya tepati


Saat ini iya seakan lupa dengan wajah perempuan yang menghantuinya Beberapa Waktu yang lalu , karena fokos dengan pekerjaannya


Tak jauh berbeda dengan Raka ,Hana juga tampak sibuk dengan pekerjaannya sehingga iya seakan lupa pada masalah yang menimpa dirinya.dan saat ini iya mendapatkan tugas dari Dey untuk mengantarkan beberapa berkas pada perusahaan PRAMANTA yang iya tak tau apa isinya


Dengan demikian mau tak mau iya harus mengantarkan nya , walupun begitu iya senang-senang saja karena akan bertemu dengan kolegel bisnis yanb katanya seorang laki-laki tampan Mapan dan Rupawan


Memikirkan itu sudah membuat hatinya berbunga-bunga,iya tak sabar bertemu dengan CEO perusahaan itu.iya sangat penasaran akan wajah Laki-laki dingin yang dijuluki Tiran oleh semua orang,akan tetapi walupun tampak mengerikan masih ada saja yang menyukai nya karena pesonanya yang tak terelakkan.


Akan tetapi iya tak tau jika masalah akan hadir kembali pada kehidupannya yang mulai damai . tampak nya, iya tak bisa berdamai dengan masalalu kelam jika mereka bertemu kembali


***


Benar saja setelah 5menit yang lalu rasa penasaran,gugup,dan bahagia itu sirna menjadi ketakutan yang luar biasa


Secara naluri Hana berbalik melangkah kearah pintu untuk meninggalkan ruangan itu, ruangan yang ada seorang pria malam yang menghabiskan satu hari bersamanya dan setelah itu menghilang tanpa jejak.akan tetapi iya bertemu kembali dengan cara yang sama yak itu secara kebetulan atau ada sesuatu yang tidak iya ketahui .


Belum sempat iya melangkah ke luar pintu leganya dicekal oleh Raka , dengan sekali hentakan tubuhnya kembali masuk kedalam ruangan itu.


Raka menutup pintu ruangan nya dan menguncinya,iya melempar kunci itu kesembarang arah.membuat mata Hana membola sempurna,iya mencari kesembarang arah dimana jatuhnya kunci itu


Setelah cukup lama iya menemukan nya dengan langkah seribu iya berniat meraih kunci itu,dan sekali lagi iya gagal melakukan nya langkahnya yang kecil kalah dengan langkah Raka yang lebar


Hana berniat mendorong tubuh Raka agar menjauh dengan nya, bukannya menjauh malahan tubuh itu semakin mendekat dengan nya.secara perlahan Hana mundur dengan mata yang menelisik mencari celah untuk kabur


Dukk.


Iya menabrak meja kerja Raka , sehingga timbul rasa Yeri dipinggangnya.Syittt.. Hana berdesis menahan sakit di pinggangnya iya tak sadar jika tubuh tegap laki-laki itu hanya berjarak beberapa senti saja dirinya


Mendengar Desisan Hana yang hampir mirip mendesah,membuat Raka terefeling kemana-mana iya seakan nostalgia dengan kejadian satu malam dengan gadis yang sama."aisss sadar Raka "Monolok nya dalam hati untuk menetralisir,kemungkinan berbahaya jika asal terkam


Tanpa melepaskan tatapan dari Hana,Raka mencondongkan tubuhnya untuk melihat wajah Hana lebih dekat.jantung Hana berdetak kencang.apalagi jarak wajahnya dengan wajah Raka saat ini sangat tipis seperti kertas satu lembar .


"Kita bertemu kembali Calon istri."ucap Raka dengan senyuman Mereka,Membuat kadar ketampanan nya semakin bertambah



Pepet terus Raka πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Deg deg deg


Tak dibisa dipungkiri saat ini jantung mereka berdua berdetak kencang seperti meraton saja.apalagi Hana melihat wajah Tampan dihadapannya saat ini , pipinya bersemu merah terasa panas terbakar menjalar ke mana-mana ada rasa hangat di hatinya saat mendengar ucapan laki-laki dihadapannya saat ini entah perasaan apa itu? akan tetapi iya menyukainya


"Wajah mu memerah ? apakah calon istri sakit?."tanya Raka khawatir,iya hendak mengecek kondisi Hana. sebelum akhirnya perempuan itu menggeleng cepat


"Saya tidak apa-apa,"ucap Hana salah Tingkah dengan memalingkan wajahnya kearah lain asal tidak menatap wajah Tampan itu


Mungkin semua akan merasakan hal yang sama seperti Hana, jika memiliki jarak yang sangat dekat dengan pria tampan dan memiliki segudang prestasi.apalagi jika pria itu mengatakan hal manis, tentu perempuan yang tidak normal jika iya tidak merasakan senag bukan kepalang yang rasanya ingin terbang


"Bisakah kau menjauh?"ucap Hana yang mulai tak nyaman dipandang sedemikian rupa oleh Raka,sekarang otak dan jantung nya gak bisa diajak kerjasama


"Kenapa ,kau tak merindukan aku?"tanya Raka dengan wajah menggoda perempuan dihadapannya saat ini


"Haisss.. ini kantor Tuan"ucap Hana yang mendorong tubuh Raka agar menjauh


Dan sialnya iya lagi-lagi terjebak dalam situasi yang Menaklukkan, wajahnya semakin panas sampai telinga nya juga ikut-ikutan panas.


karena tanpa iya sadari tangannya menyentuh Dada bidang Raka, sebagai perempuan pemalu tentu itu membuat Susana canggung seketika


Sedangkan Raka hanya tertawa melihat sikap malu-malu dari perempuan dihadapannya saat ini"Kenapa Harus malu?bukanya waktu itu kamu sudah melihat semuanya hemm?ucap Raka menggoda Hana lagi


Blusss..


Wajah Hana semakin panas, laki-laki menyebalkan ini membuat nya ingat kejadian itu . dengan wajah Merah dan menahan malu Hana menutup wajahnya agar tak terlihat oleh Raka"Kanapa harus diungkit sih." monolok Hana dalam hatinya,tentu iya tak akan berani mengucapkan nya jika tidak laki-laki itu akan semakin gencar menggoda nya


Raka semakin tertawa senang melihat tingkah Hana, setelah beberapa menit akhirnya tawa laki-laki itu redah.jika dipikirkan iya sudah lama tidak tertawan selepas ini,biasanya laki-laki itu akan bersikap Dingin hanya memberikan senyuman seadanya berbeda hari ini iya merasa perempuan ini memberikan warna baru dalam kehidupan nya


Tidak salah jika Queen , memberi pesan untuk menjaga hati perempuan ini.iya baru tau jika perempuan ini sangat berharga,dan tentu iya tak akan melepaskan nya begitu saja setelah kejadian itu


Raka mengangkat tubuh Hana kedalam gendong nya.merasa melayang Hana menjauhkan kedua tangannya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi ternyata dirinya berada digendong Raka"Tuan,mau bawa saya kemana?"tanya Hana panik


"Bersenang-senang"ucap Raka singkat,iya melangkah kesembuhan ruangan yang Hana liat tampak seperti kamar.iya tau jika ini kamar pribadi yang biasa nya digunakan untuk mengistirahatkan tubuh setelah menyelesaikan aktivitas kantor atau jika seseorang sedang lembur dan malas untuk pulang karena terlalu lelah


Iya merasakan setelah ini akan terjadi sesuatu yang tak pernah terbayangkan olehnya Beberapa hari ini"Un_tuk apa anda membawa saya kesini?"tanya Hana was-was


"Tentu saja mendapatkan pertanggung jawaban atas kesalahan kamu,calon istri"ucap Raka dengan senyuman misterius nya


Glek


Raka membaringkan tubuh Hana di atas ranjang dengan perlahan,takut jika gadis itu jatuh atau tidak nyaman.mendapatkan perlakuan lembut dari Raka membuat Hati Hana semakin menghangat seketika,iya lupa akan rasa takut saat ini yang iya rasakan ada rasa nyaman dan damai


Tak sempat berpikir apa-apa mulutnya dibungkam oleh Raka dengan miliknya.entah apa yang terjadi iya menikmati permainan dari Raka yang iya rindukan belakangan ini,tak bisa dipungkiri iya ingin merasakan nya lagi dan lagi dengan laki-laki yang memasukinya pertama kali .permainan laki-laki ini terlalu memabukkan untuk dirinya yang telah hilang kepolosan


Setelah kehabisan nafas,Hana memukul pelan dada bidang Raka.megerti jika perempuan itu kehabisan nafas iya melepaskan tautan mereka.ditatapnya mata itu dengan senyuman Mereka iya Suka melihat mata bening perempuan ini sangat indah


Raka mencium kening Hana berkali-kali seakan-akan tak puasa jika hanya satu kali dengan lembut dan berhati-hati iya megelus pelan wajah Hana dan mengangkat dagu perempuan itu secara perlahan


Entah ada apa dengan dirinya Hana secara refleks mendongakkan kepalanya menyambut ciuman Hangat Raka.iya tidak tau kenapa tubuhnya selalu merespon baik,apapun yang laki-laki yang bahkan tidak iya ketahui namanya


.


.

__ADS_1


... Jagan lupa dukungannya author sangat membutuhkan dukungan kalian sekecil apapun itu ☺️😊😊πŸ₯°πŸ˜...


__ADS_2