Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Tom and Jerry


__ADS_3

Setelah acara makan yang penuh derama selesai , Queen dan Geren mendapatkan hukuman mencuci piring


Bukan nya bersih semua nya tampak lebih berangkat, seluruh lantai Basah akibat ulah mereka berdua


Jadilah mendapatkan hukuman yang lebih banyak lagi ,mereka harus membersihkan seluruh sudut apartemen dalam waktu 1jam


Harus Bersih tak ada setitik debu pun yang beloh menghinggap di apartemen itu,sebelum Stev kembali, semua nya harus selesai


Jika tidak mereka akan mendapatkan yang lebih istimewa lagi ,mendegar itu mereka secara kompak bergotong-royong


Setiap Detik,Menit menjadi hal megerikan untuk mereka berdua berlomba dengan waktu tanpa berhenti untuk istirahat


Queen mencuci pakaian ,menjemur, mengepel, sedang Geren mengelap setiap sudut Ruangan , menyusun nya seperti semula,menyapu semuanya mereka lakukan


Dengan secepat kilat ,peluh mengalir di tubuh mereka baru selesai menambah Energi belum terserap sempurna sudah berangsur-angsur terkuras lagi


"Abang kok cuci an piring nya belum sih ?"


Ucap Queen kesal dengan cepat iya menata setiap Pring gelas ketempat nya , setelah selasai iya melihat setiap sudut ruangan tersenyum simpul


Huufffff...


selesai ucap mereka serempak dengan bergandengan, diam merasa puas dengan pekerjaan masing-masing


"Pakaian sudah , dapur sudah,setiap sudut Ruangan sudah ,Para meja dilap sudah Tempat tidur sudah?"


"Sudah kan Bang ?"


"Emmmm yah "


Satu detik dua detik Ti......


Kiyaa .. Abang lupa sesuatu


Ucap Geren dengan berlari kearah Kamar Queen melihat itu juga ikut mengekori, terlihat kamar nya masih berantakan


Secepat kilat iya membantu Geren merapikan setiap sudut kamar , setelah selesai mereka membersihkan kamar mandi


Cklek ..


Pintu apartemen terbuka terlihat, dua orang lelaki gagah memasuki Apartemen dengan langkah santai


Sedari tadi tak terlihat batang hidung dua cecuguk itu Stev mengitari setiap sudut ruangan mengecek apakah semua nya sempurna


Setiap meja iya sentuh dan lihat dari dekat tak ada debu setitik pun ,Stev mengangguk-


angguk kan kepala pertanda puas dengan kinerja mereka berdua


Sedang kan Alfa hanya melihat apa yang dilakukan oleh Abang ipar nya ,tak ada komentar sedikit pun dari mulutnya


"Kyaaaaaaa.. "


Terdengar suara dari dalam kamar Queen , mendegar itu Stev dan Alfa berjalan kearah kamar melihat setiap sudut Ruangan tak ada tanda-tanda keberadaan mereka berdua


Alfa melangkah pelan kearah kamar mandi, setelah iya membuka pintu iya membeku sejenak diam dengan tatapan tertuju kedalam


Melihat Adik ipar nya terdiam kaku didepan Kamar mandi Stev melangkah mendekat, melihat apa yang terjadi didalam


Terlihat , Queen yang bersender di Bathtub kamar mandi dengan Wajah lelahnya,matanya terpejam



Pakaian yang iya pakai tampak kotor dan basah rambut acak-acakan dengan banyak cemog disekitar wajah nya


Dan terlihat seorang lelaki muda yang tak kala mengenaskan seperti nya ,iya tak memakai pakaian lagi ,dengan celana pendek


tubuh yang penuh dengan kotoran mungkin karena debu , Rambut acak-acakan sedang berbaring lemah di atas lantai kamar mandi matanya juga terpejam sempurna


Melihat itu Steven tampak menahan tawa yang hampir pecah , sebelum mereka sadar dengan buru-buru iya mengabaikan momen langkah ini bukan pertama kalinya


Iya menghukum mereka, hasilnya masih sama mereka akan tertidur pulas di manapun tempat terakhir mereka di hukum


"Selau saja seperti ini ,haiss.."


Ucap Steven berusaha mengangkat tubuh kekar Geren ,yang seakan enggan berpindah tempat


"Al Tolong bersihkan Tubuh Rin ,Gadis itu akan sangat malas bergerak Jiak sudah seperti ini.Abang akan mengurus Lelaki ini "


Ucapnya berlalu dengan membopong tubuh Geren keluar dari kamar Queen ,Agar Alfa bisa dengan leluasa membersihan tubuh Queen


Mendengar itu Alfa diam membeku , membersihkan tubuh gadis itu ? matanya mengerjap-ngerjap sebentar


Dan pada akhirnya iya mengikuti perkataan sang Abang ipar , Mengangkat tubuh mungil itu kedalam Bathtub


Dan secara perlahan iya melepaskan seluruh pakaian Queen , setelah beberapa menit akhirnya satu masalah selesai


Dan masalah baru datang ,iya harus memakai kan Gadis ini pakaian setelan beberapa lama mengambil pakaian ganti di lemari


Iya memilih satu pakaian tidur terusan agar tak susah untuk dipakai kan , setelah selesai iya mengering kan Rambut basah Queen

__ADS_1


Queen masih tertidur pulas,iya sanggat lelah dengan aktivitas hari ini Abang nya satu itu tak tanggung-tanggung memberikan mereka hukuman


Selalu saja membuat mereka berdua Terkapar tak berdaya , Apartemen ini tak terlalu besar sudah menguras tenaga mereka berdua


Apalagi jika mereka harus membersihkan seluruh Mansion utama ATMAJA.Tampak dengkuran halus terdengar ditelinga Alfa


Setelah dirasa Rambut itu sudah mengering, Alfa menarik selimut sampai batas dagu Queen dan kembali kekamar mandi untuk


membersihkan diri Tubuh nya sudah cukup gerah karena Aktivitas seharian dan ditambah aktivitas barusan tentu sebagai lelaki normal iya harus menuntaskan nya di kamar mandi segera mungkin


Setelah selesai membersihkan diri ,iya keluar terlihat Steven duduk diam diatas sofa kamar itu


" Saya kira Kamu membutuhkan itu Tubuh kita tak jauh berbeda bukan? ,kalo begitu saya tunggu di Ruang santai"


Setelah mengucapkan itu ,Stev melangkah keluar ruangan,dan menutup pintu dengan pelan


Mendengar penuturan Kaka ipar nya iya memang benar membutuhkan pakaian ganti karena pakaian yang tadi sudah Kotor dan basah


Memakai nya melihat kearah cermin tampak wajahnya sudah segar kembali ,setelah itu iya keluar menuju Ruang santai


Terlihat seseorang Lelaki sudah duduk disana dengan leptop di atas pangkuan nya ,tampak iya sibuk dengan beberapa pekerjaan nya


Tampak terjadi perbincangan panjang di antara mereka berdua ,tak terasa hari semakin larut merek memutuskan untuk menyudahi perbincangan dan kembali ke kamar masing-masing



Alfa tidur menyamping menghadap ke arah Queen dengan tangan menjadi bantal, terlihat wajah datar nya menelisik seluruh bagian wajah gadis disampingnya ini


Diam tak bergeming, secara tiba-tiba wajah gadis itu semakin mendekat kearah nya hanya ada jarak sesenti


Tangan Queen memeluk erat tubuh Alfa , sedang kan satu kaki menindih tubuh kekar nya saat ingin melepaskan kungkugan itu


Queen semakin merapat dan memeluk erat guling kesayangan nya ,tak tau saja Jika guling itu bernyawa


" Emmmmm.. Nyaman "


Alfa selalu tak berkutik jika berhadapan dengan Gadis ini , Bayangan kulit putih mulus bak porselin dengan lekukan indah


Siitttt...


Sial.


Alfa mencoba menekan Hasratnya, kenapa gadis ini selalu menghantuinya akhir-akhir ini selau saja mengecoh otak nya untuk bekerja dan selalu memikirkan nya .


Semu pekerjaan nya kacau balau, konsentrasi nya pecah padahal gadis ini baru satu hari tak bekerja.


Perlahan tapi pasti matanya terpejam dengan membalas pelukan hangat Queen mereka tidur dengan posisi berpelukan erat walupun di kuasa'i oleh Queen


Matahari menyinari bumi ,menyapa seluruh penduduk Bumi yang masih setia ditempat nya ada pula para penduduk bumi yang sudah berjalan beraktivitas mencari sesuap nasi


Seluruh Manusia,Hewan bahkan tumbuhan menyapa sang pemilik mentari yang menjadi sesuatu di harapkan setiap pagi nya


Sesuatu yang menjadi pertanda bahwa semangat baru ,lembaran baru,para penduduk bumi untuk meningkatkan hari-hari kemarin


Sudah terbuka catatan baru untuk menjalani pagi hari ini , lembaran yang masih tampak bersih dan tak bernoda


Pagi ini Queen terbangun lebih awal dari yang lainnya, membersihkan diri dan menyiapkan makanan pagi untuk semua orang


Walupun ada berbagai macam pertanyaan di otak nya , melihat sang mentari yang begitu indah iya membuang jauh-jauh pikiran itu


Yang iya tau hari ini harus di awali dengan kebahagiaan , dan semangat baru



Memakai Dress cantik berwarna putih tulang rambut tergerai indah ,Queen Berjalan santai di taman yang tak terlalu jauh dari Apartemen nya.


Melihat mentari pagi dan banyak orang-orang berlalu-lalang dengan berbagai macam kegiatan ,ada yang olahraga pagi ada yang ingin berangkat kerja


Setelah puas dengan jalan-jalan pagi Queen Kembali ke Apartemen sebelum mereka Ricuh Karena kepergiannya yang tak memberitahu terlebih dahulu


Benar saja iya ditatap tajam oleh mereka bertiga Geren dengan tatapan tajam nya, duduk manis dengan dagu ditahan oleh tangannya dan tangan yang bertumpu pada kursi



Sedang kan Steven dengan gaya Duduk bersender memegang Telpon ,akan tetapi matanya selalu mengawasi dan menatap dirinya deganseyuman simpul diwajahnya



Sang suami yang menatap lurus kearah nya , tanpa tau apa yang iya pikiran mata itu terlalu dalam dan tak tergapai wajah datar itu menambah kesan mengintimidasi dirinya



Dan tampak nya mereka semua baru selesai mandi Terlihat wajah segar dan kedua Rambut Abang nya itu masih terlihat basah beberapa bagian ujung nya


"Dari mana?"


Ucap Steven singkat nada cuek itu sangat menyebalkan ditelinga Queen, jika itu Geren atau Alfa tak jadi masalah karen mereka memang begitu


Akan tetapi ini dari Abang nya Steve yang biasanya bersikap lembut , berkata dengan penuh kehati-hatian takut menyakiti sang adik

__ADS_1


Tak butuh waktu lama tubuh mungil nya sudah ada di pangkuan hangat Abangnya itu , membenamkan wajahnya di dada bidang Stev


Tampa memperdulikan orang lain disekitar nya ,baginya iya harus melunakkan lagi sang Srigala ini .


"Queen hanya berkeliling disekitar taman seperti biasa "


ucapannya dengan sedikit mendongak kepala untuk melihat raut wajah pria tersayang nya ini ,memastikan bahwa iya sudah sedikit melunak


"Pergi tanpa memberi tahu ?"


"Hufff kalian kan masih tidur, lagipula Queen sudah menulis memo yang ada di meja makan"


Jelas Queen dengan memainkan jari telunjuknya didada bidang itu


Mendengar itu mereka semua mengalihkan pandangan kearah meja makan ,iya merek memang tak melihat kearah sana karena sudah terlanjur khawatir


"Haisss ... kalian ini sudah ayok sarapan bukankah masih ada beberapa kegiatan setelah ini "


Ucapnya dengan hendak berdiri untuk menyiapkan sarapan pagi , sebelum Queen beranjak Stev menahan pinggang itu agar tetap duduk


"Geren siapkan sarapan"


Sambung nya mengalihkan pandangan sekilas ke arah Geren , terpaksa dengan langkah gontai Geren bergerak sebelum mendapatkan masalah


Alfa juga pergi mengikuti langkah Geren ,iya tau tampaknya ada yang ingin mereka bicarakan berdua


" Maaf sayang ,karena Abang Queen terlihat Lelah . pasti semua pekerjaan itu megu...."


Syuttt..


Jari mungil itu sempurna menempel di bibir Stev ,tentu tanagn itu milik Queen


"Abang gak salah ko ,itu karena Queen sama Abang Geren yang gak dengar perkataan Abang ,Sudah ayok kita sarapan dan Queen gak mau Abang bicara seperti ini lagi janji .."


Ucapnya menyodorkan jari Kelingking kehadapan Stev melihat itu tentu Stev menyambut jari mungil itu .


Hem.. janji


setelah itu tawa mengema di seluruh ruangan


Tampak Alfa dan Geren yang menyaksikan itu tersenyum simpul ,tentu semuanya sudah ditonton secara laif oleh mereka berdua sedari tadi


"Hey Abang kau tak meminta maaf dengan ku ,itu curang namanya"


Ucap Geren mengehentikan tawa mereka , mendegar itu Queen mengejek dirinya


"Abang Geren mau dapat minta maaf ?"tanya Queen dengan nada polosnya


"Iya dong ,kan Abang juga lelah karena Hukum itu " ucapan dengan percaya diri


" Kalo begitu Abang Harus membuktikan perkataan para Netizen" sambung nya lagi


Mendengar itu semuanya terdiam binggung , tak mengerti apa hubungannya dengan Netizen


"Apa hubungannya dengan Netizen Queen?"


Tanya Geren penasaran ,tentu kedua lelaki yang sedari tadi diam juga ikut penasaran


"Buktikan kalo Abang itu WARIA Hhhhhhhhhh"


Tawa Stev pecah setelah mendengar pertanyaan itu


"Queennnnnn.. kau mau dihukum lagi yah "


Ucap Geren dengan berlari megejar gadis Nakal itu ,tentu kucing dan tiku beraksi lagi


Stev mendekat kearah Alfa yang sedari tadi hanya diam menyaksikan


"Kau harus bisa terbiasa jika dekat dengan mereka,tentu hal ini tak akan asing lagi "


Ucapnya dengan sedikit menepuk pundak Alfa , dengan mata yang masih fokus melihat kearah Tom and Jerry yang masih saling kejar


Alfa hanya memperhatikan,tampak kehangatan menjalar dihatinya iya tersentuh akan kedekatan mereka sebagai saudara


Tentu mengingat kan dirinya dengan sang kaka, mereka juga terkadang suka membuat ulah sehingga membuat heboh Mansion utama PRANANTA.


Tampa sadar seyuman tipis terbit di wajah nya, Melihat itu Stev juga mengembangkan seyumnya


" Tak usah sungkan bukankah kita sudah keluarga ,jika ada apa-apa kau bisa berbagi dengan kami "


" Hemm."


Setelah keributan di pagi hari itu kembali lagi , akhir nya merek kembali ke aktifitas masing-masing Stev dan Geren juga harus kembali ,mereka juga sudah beberapa hari di kota M ini dan semua pekerjaan nya sudah selesai


Ada beberapa derama terjadi tapi itu tak bertahan lama,tentu dengan berbagai kata manis yang mereka lontarkan


.


.

__ADS_1


πŸ˜˜β˜ΊοΈπŸ˜ŠπŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜πŸ˜πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜›πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜πŸ˜πŸ˜œπŸ˜πŸ˜πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ₯°πŸ˜πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£


__ADS_2