Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Dua opsi dari Oma Eni


__ADS_3

Setelah 2 hari berlalu semua berjalan lancar tanpa hambatan,semua orang menjalani hidup manis,pahit getirnya masing-masing tanpa bisa menolak maupun menghindar dari kodratnya untuk menghuni bumi yang luas ini.


Saat ini hari dimana Queen akhirnya diperbolehkan untuk pulang kerumah.sebelum itu iya diminta untuk ke suatu tempat yang iya tidak tau kemana dan akan dibawa kemana.


Iya diantar oleh Abang tengilnya yang tak lain adalah Geren.saat iya akan pulang, keluarga inti di mansion Atmaja,tidak ada yang mengantarkan dirinya kecuali para pelayan dan para Bodyguard disana .


Iya tak melihat Kakek,Nenek dan kedua orang tuanya tidak ada disana bahkan sang suami tidak menjemput dirinya.membuat Queen merasa ada yang aneh,sedari tadi iya bertanya dengan Geren akan tetapi laki-laki itu tidak mau angkat bicara bahkan iya terkesan mengalihkan pembicaraan berpura-pura tuli dan bersikap acuh padanya.


Karena tidak kunjung mendapat jawaban,Queen lebih memilih mengalihkan perhatian nya dengan meyibukan diri pada benda pipih persegi panjang miliknya yang berlogo apel yang sudah digigit.


Megetik pesan dan melihat beberapa fail yang sudah menumpuk,ternyata iya sudah cukup lama tertidur (koma)sehingga beberapa fail tanpak kadaluarsa.untung saja iya memiliki banyak bawahan yang bisa dipercaya jadi iya tak perlu pusing memikirkan bagaimana kelanjutan berbagai bisnis yang iya garap.


Setelah 10 menit perjalanan panjang yang dilewati dengan keheningan tanpa ada suara sepatah katapun diantara mereka berdua.


tampak tak biasa,akan tetapi itu yang terjadi saat ini mereka memilih diam tanpa melontarkan candaan seperti biasanya, entah ada apa sebenarnya?mungkin Geren tak ingin melakukan sesuatu yang iya harus berakhir dengan hukuman konyol Abang nya operprotektif itu.pada akhirnya mobil sport milik Geren berhenti disuatu tempat yang tampak tak asing lagi oleh Queen.





"Vila ?"ucap Queen lirih


Iya melangkah keluar dari dalam mobil,


mengedarkan pandangannya kepenjuru arah.iya tak salah ini adalah vila keluarga nya keluarga ALIANDRA yang iya bingung,untuk apa Abang nya satu ini membawa dirinya ketempat ini?



Setelah melangkah masuk kedalam semua tampak sepi dan sunyi tak ada siapapun, bahkan iya kehilangan jejak Geren.Entah kemana perginya laki-laki itu iya tak tau sama sekali,melangkah semakin masuk kedalam ruang tamu terlihat sepi dan sunyi



Tap tap tap


"Selamat datang cantik!"


Terdengar suara familiar yang memasuki indera pendengaran nya,dengan perlahan iya berbalik badan terlihat begitu banyak mata melihat kearahnya,dengan senyuman menghiasi wajah masing-masing dari mereka.Terlihat seperti penyambutan atau kejutan,iya tak tau akan tetapi iya senang semuanya berkumpul ternyata mereka semua masih menyayangi dirinya dan perduli padanya.




"Wow, kalian disini semuanya?"tanya Queen dengan mata berbinar disertai senyuman manis diwajahnya dengan kepala miring yang tampak megemaskan dan indah untuk dipandang terlihat bagikan karya Tuhan yang begitu sempurna .


"Iya semuanya ada disini ada Oma, Opa , Kakek, Nenek, Deddy, Mommy ,Mami,Papi dan yang lainnya.akan tetapi Alfa masih dijalan mungkin sedikit lagi tiba"jawab Nyonya Risa menunjuk masing-masing orang yang ada diruangan itu.


"Pantas saja kalian tak mengantar Queen pergi ternyata ada udang dibalik batu."ujur Queen megerucutkan bibirnya tampak kesal pada mereka semua.


Pletak


'Achhh...'Queen mendapatkan sentilan maut dari Geren.Jidatnay menjadi merah dan sedikit perih karena ulah Geren yang menyebalkan.


sedagkan laki-laki itu tampak tak berdosa sama sekali setelah meyakiti dirinya.

__ADS_1


"Dimananya,udang dibalik batu Queen?"ucap Geren megelengkan kepalanya lemah ,melihat kelakuan adiknya yang satu ini.


"Abang sekongkol sama mereka yah? kalau begitu,aku gak mau liat Wajah Abang selama satu bulan"ucap Queen dengan bibir megerucut degan tagan megelus pelan jidatnya yang terasa panas,Queen memalingkan wajahnya agar tak melihat wajah Abang tegilnya yang seenaknya melakukan Kdrt pada dirinya. iya tak kesal sama sekali,akan tetapi entah kenapa iya hanya ingin membuat keributan dengan Abang nya yang satu itu.mungkin bisa dibilang balas dendam sedikit karena sudah didiamkan oleh Geren sedari tadi ditambah jidatnya dibuat memerah.


"Queen,itu perintah dari Even bukan kehendak Abang! dan untuk itu, Abang minta maaf Beybiy"ucap Geren dengan wajah Memelasnya, melangkah mendekati Queen akan tetapi gadis itu megeser tubuh nya agar tak berdekatan dengan Geren.Diperlakukan seperti itu membuat Geren semakin tak ikhlas dengan hukuman konyol adiknya itu.bahkan iya lebih tak ikhlas karena ini semua ulah dari Abang nya yang berwajah datar bagikan balok es itu karena dia iya harus merasakan bagaimana buruknya hukuman dari segala hukuman yang pernah iya rasakan.


"Tak menerima permintaan maaf,"ucap Queen mengibaskan tangannya tak Ingin mendegar pembelaan Geren dan permintaan maaf laki-laki itu,iya lebih memilih mendekat dengan anggota keluarga yang lainnya dari pada mendegar pembelaan tak bermutu dari Geren.


Sedangkan anggota keluarga yang lainnya tampak terkekeh geli melihat wajah Memelas dari Geren yang tampak tak berdaya dan tak terima Secara bersamaan.mereka sangat tau jika gadis itu membuat keputusan tak akan bisa digugat bahkan dibantah iya termasuk gadis keras kepala no satu di anggota keluarga ALIANDRA dan Atmaja menurun dari sang deddy yang keras kepala akut.


"Ayo semuanya duduk,"ucap opa Erkan yang memerintahkan Semua untuk duduk santai di sofa yang tersedia di ruang tamu vila.


Semuanya duduk santai dengan patuh tanpa megeluarkan satu kata patah sedikitpun, Membuat Queen binggung dengan sikap mereka yang tampak aneh.


"Sayang ,Queen Sudah benar-benar sembuh seperti sedia kala?atau masih ada yang sakit?,"tanya Oma Eni memandang wajah cucu kesayangannya yang duduk tak jauh dengan dirinya.


"Very good Oma, even now Queen is fresher than usual(Sagat baik Oma, bahkan saat ini Queen merasa lebih segar dari biasanya)."ucap Queen dengan senyuman manis diwajahnya


"Baguslah kalo begitu Oma dan yang lainnya lega mendengar itu,"tambah Oma Eni menghela nafas lega setelah melihat cucu kesayangannya tampak baik-baik saja.


"Kalian kenapa?ini terlihat aneh ,"ucap Queen dengan mata memicing melihat semua orang yang ada disana tampak diam tanpa megeluarkan satu patahkata pun.


"Sayang,Oma Eni akan menjelaskan semuanya tanpa terkecuali"ucap Nyonya Lisa menjawab pertanyaan yang mengisi otak menantu kesayangan nya yang tampak binggung dan megeluarkan ekspresi lucu dari wajahnya.


Mendengar jawaban dari mertuanya ,Queen mengalihkan pandangannya ke arah Oma Eni yang secara kebetulan sedang memandang wajah nya.Sadar jika gadis itu bertanya dengan tatapan mata nya,Oma Eni mengalihkan pandangannya agar tak bertatapan mata dengan Queen,akan tetapi gadis itu menatap dirinya terus menerus sehingga mau tak mau Oma Eni menjawab dengan Jawaban yang berkahir kurang memuaskan Queen.


"Tunggu,sampai Alfa tiba disini!"ucap Oma Eni menjawab pertanyaan dari tatapan mata Queen yang terus melirik pada nya .


Setelah cukup lama menunggu akhirnya orang yang di tunggu tiba juga,degan wajah datar tanpa ekspresinya seperti biasa iya melangkah mendekat kearah kerumunan.Sikap Digin dan wajah datar Alfa sudah mendarah daging sehingga tampak sangat apik dan pas bahkan terkesan berwibawa bagikan seorang Raja yang memiliki kekuasaan tinggi diatas segalanya.




"Alfa duduk lah,kita akan memulai perbincangan ini"ucap opa Erkan mengarahkan Alfa agar segera duduk untuk memulai perbincangan antara keluarga besar.


"Baiklah jika semuanya sudah berkumpul,Oma akan memberitahu kabar baik untuk kita semuanya"jelas Oma Eni membuka perbincangan hangat agar tak terlalu tegang dan sunyi di ruangan sebesar itu.


"Kabar baik?,Oma mau nikah lagi?"ucap Queen dengan gamblang nya,tanpa melihat wajah orang-orang disekitarnya.


"Queeennnnn.Cucu nakal!"geram Oma Eni yang tak habis pikir dengan isi otak cucunya yang satu ini.


"Sayang,Oma bukannya mau nikah lagi akan tetapi mau tambah dedek bayi "ucap opa Erkan menambah suasana semakin tegang.


Puk


Oma Eni memukul legan Opa Erkan sangkin kesalnya dengan kelakuan suami dan cucunya,


yang selalu membuatnya darah tinggi.mereka selalu saja membuat dirinya kesal dan kesal .


Sedangkan yang dipukul hanya cengengesan tak berdosa,iya sangat suka membuat istrinya kesal seperti saat ini apalagi jika mereka sedang berduaan tentu iya akan membuat istrinya lebih dari kesal.


Untuk anggota keluarga yang lain, mereka hanya geleng-geleng kepala dan menahan tawa melihat kemesraan kedua pasangan yang berumur dihadapan mereka saat ini.


Keharmonisan rumah tangga yang mereka jalin tampak apik dan mengesankan membuat semua orang iri dengan semua itu bukan hanya hubungan keluarga yang sukses akan tetapi memiliki harta yang tidak sedikit bahkan kekuasaan tinggi membuat semua orang tunduk melihat nya.semakin besar kekuasaannya saat anak dan cucunya mewarisi otak jenius dari mereka semakin membuat keberutalan dunia luar ingin menerobos Diding tinggi yang membatasi istananya.

__ADS_1


Bukan cuma itu,iya juga memiliki besan yang memiliki kedudukan yang sama rata dengan dirinya bahkan bisa lebih darinya,semakin membuat mereka kokoh dan tak tersentuh.


Baru tahun ini Mereka merubah sejarah setelah beratus-ratus tahun yang lalu,mereka menjalin kekeluargaan dengan dua keluarga besar sekaligus yang memiliki kedudukan tinggi di masing-masing bidang yang mereka geluti.


Jika dunia tau mereka bersatu,dunia akan geger dengan kabar mencengangkan itu.


mungkin mereka akan bergidik geri hanya mendengar nama keluarga mereka saja.


"Oma dan yang lainnya sudah setuju untuk memberikan kalian berdua dua pilihan."Jedah Oma Eni ingin melihat reaksi keduanya


Queen yang merasa ditatap mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Oma,dengan wajah cuek dan acuh.iya tau jika keempat orang tua ini bersekongkol itu tidak baik-baik saja. kalaupun iya bisa membantah hanya ada 0%untuk memiliki jalan keluar.


"Kalian Harus cepat memiliki anak atau kalian menerima hukuman dari kami semua."ucap Oma Eni final tanpa bantahan


Melihat wajah Kaku dan nada suara yang tegas tanpa bantahan, membuat Queen membeku ditempat"Bagimana mau punya anak kalo suami aja kaku banget kaya robot ,"monolok hati Queen yang sesekali melirik pada suaminya yang masih saja kaku ditempat nya.


Semua mata memandang kearah Queen dan Alfa,mereka ingin tau apa yang akan mereka ambil untuk jalan keluar bahkan sebenarnya mereka sudah tau jika tidak akan ada jalan keluar yang menguntungkan untuk keduanya setidaknya untuk saat ini.


Mereka tau bahkan sangat tau jika pernikahan yang mereka jalin tidak baik-baik saja bahkan jauh dari kata baik.Akan tetapi demi kehidupan kedepannya berakhir hepy ending mereka harus bertindak sebelum semuanya terlambat.


"Queen tak yakin jika ada keuntungan untuk kami,didalam kedua pilihan itu"ucap Queen dengan nada acuhnya.


"Hoho.Deddy tau jika anak nakal ini akan membantah akan tetapi Queen harus ingat sebelum kebebasan Queen hilang setelah kejadian ini."ucap Tuan Ali dengan senyuman misterius nya.


Mendengar itu Queen sangat tau jika pada akhirnya iya akan mengahadapi kejadian ini.akan tetapi kenapa iya tak bisa berpikir jernih untuk solusi dalam kejadian ini iya hanya bisa bergantung pada Alfa mau tak mau hanya itu yang bisa iya pilih. setidaknya jika ada masalah tentu laki-laki itu akan membantu dan memberikan solusi walupun iya tak mau.


"Queen terima apa pun yang dipilih oleh suami tercinta."ucap Queen melimpahkan semuanya ke Alfa, yang sedari tadi hanya diam dengan wajah Kaku nya.


Mendengar itu semua mata beralih ke arah Alfa, menunggu pilihan apa yang akan iya ambil untuk kasus ini.


" Alfa,karena Queen melimpahkan semuanya pada Alfa selaku suami pilihan apa yang akan menjadi opsi yang terbaik untuk kalin berdua.kami akan menerima apapun keputusan yang kalin ambil walupun sebenarnya kami berharap kalian memiliki opsi pertama akan tetapi mau bagaimana lagi jika kalian belum siap memiliki momongan."ucap Oma Eni dengan Sura pelan dan tak berdaya di akhir kalimat.


"Iya,mami dan papi akan menerima apapun keputusan kalian berdua"sambung Nyonya Lisa dengan senyuman lebar


"Mommy dan Deddy akan mendukung keputusan yang kalian pilih apapun itu"ucap Nyonya Risa


Setelah sekian lama diam dengan Susana suram menyelimuti ruangan itu,Alfa akhir nya angkat bicara untuk menentukan keputusan apa yang akan iya pilih .


"Tanya Rin,apapun itu saya terima."ucap Alfa setelah sekian lama diam.semua orang yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang akan sikap digin yang ada pada Alfa.


"OMG, sayang setelah sekian lama diam kau ujung-ujungnya melimpahkan semuanya padaku?. menjengkelkan"ucap Queen menahan kekesalan pada sikap sang suami yang tidak terbaca.Seharusnya laki-laki itu bicara dari awal kenapa baru sekarang setelah semua orang menunggu Jawaban dari laki-laki Robot itu.


"Alfa apa ini? bagimana bisa aisss.."Nyonya Lisa tak habis pikir dengan sikap putra semata wayangnya yang selalu saja menguji emosi.


"Sudah sayang, bukankah Alfa memang seperti itu "ucap Tuan Pram menenagkan sang istri akan tetapi berakhir gagal kerena Nyonya Lisa mendelik tajam pada sang suami yang menambah kekesalan pada dirinya.


"Anak dan Papi sama saja,"ucap Nyonya Lisa mengalihkan pandangannya agar tak melihat wajah suami nya, kalau itu terjadi mungkin akan iya cabik-cabik sampai tak berbentuk lagi sangking kesalnya.


.


..


.


...Jagan lupa dukungannya yah semua 😊 author membutuhkan Samagat dari kalian semuanya.tanpa kalian apa lah daya author abal-abal ini 🙃...

__ADS_1


__ADS_2