
"Apa yang bisa kau harapkan dari suami seperti saya ini?Cinta itu sudah lama membeku setelah penghianat itu terjadi ,harta ?bukankah kau memiliki segalanya.Kedudukan? anda tau sendiri dimana posisi anda saat ini diakui Istri pun tidak oleh seorang Tuan muda Alfa yang terkenal arogan ,dingin dan sadis ini ."ujur Alfa digin tanpa ekspresi, bahkan iya menyelipkan kata sindiran menohok untuk dirinya sendiri.
Tatapan mata yang dalam seperti samudra, memiliki ombak yang tak terkendali sehingga bisa saja menenggelamkan siapapun yang ada disekitarnya. Akan tetapi tidak untuk Queen, iya memiliki adrenalin tinggi untuk Menaklukkan ombak itu dengan tangannya sendiri, bagikan peselancar yang handal tanpa takut jatuh dari pijakanya .
"Ya,aku memang memiliki itu semua.Bahkan aku memiliki seorang robot tampan yang menjelma jadi suami, yang anehnya membuat semua wanita iri hati karena aku satu-satunya pemilik robot angkuh itu."ucap Queen tersenyum sinis.
Alfa memandang balik wajah Queen dengan netra menajam,lalu lelaki itu mendengus sinis.Aisss... author pun heran kenapa mereka mengakhiri perbincangan dengan saling sindir,kapan kelpek-kelpek nya kalo begini terus?😂🤣.
Tak tahan melihat wajah menyebalkan itu.
Queen menggeser posisi tubuhnya degan kepala dipangkuan Alfa,wajahnya iya tenggelamkan di perut mencari posisi ternyaman sebelum akhirnya mendengkur halus pertanda masuk kedalam dunia mimpi.
Alfa terpaku diam ditempatnya,iya tak habis pikir dengan isi otak gadis ini apa yang sebenarnya iya inginkan?.Legannya melayang bebas diatas kepala Queen,tanpa mendarat ditempat tujuan, ternyata egonya terlalu tinggi untuk sekedar melakukan hal sekecil itu.
cukup lama mengantung tangannya,iya lebih memilih membenarkan tidur gadis itu agar nyaman dalam dunia mimpi.Setelah selesai,iya ikut berbaring mencari posisi ternyaman dan ikut terlelap dalam mimpi indah dengan memeluk istri kecilnya.
Malam kian larut ,hanya ada detak jam dinding yang menjadi musik pengantar tidur untuk penghuni rumah itu.sampai pada akhirnya waktu terus berlalu, membuat penghuni bumi harus kembali meninggalkan kasur empuk mereka untuk melakukan aktivitas di pagi hari yang indah ini.
Queen membuka matanya perlahan.Menatap sekeliling dan berakhir di wajah bayi milik Alfa,
iya baru sadar dibalik wajah datarnya ada wajah bayi menggemaskan yang selalu iya tutupi saat mata itu terbuka lebar.
5 menit Queen menghabiskan waktunya, hanya untuk memandangi wajah imut itu.Sampai pada akhirnya iya perlahan turun dari ranjang menuju kamar mandi membersihkan wajah nya,setelah -nya membuat sarapan untuk mereka sebelum pergi.
Cukup lama berkutat didapur menyiapkan nasi goreng untuk menu sarapan pagi ini,membuat kopi,susu dan tentunya beberapa irisan buah untuknya sendiri.
Selesai mandi Alfa dan Byan langsung turun kebawah,Queen yang sedang menyiapkan makanan terpesona melihat keduanya melangkah mendekat dengan gaya cool nya, dengan rambut basah dan cara berjalan bagikan model internasional .Pesona yang tak terelakkan lagi dari kedua nya, membuat bik tutik dan Queen terbengong dan meleleh melihat nya.
"Mimy terpesona yah, melihat Pipy yang sangat tampan?.Kan udah aku bilang, Mimy pasti terpesona dengan ketampanan Pipy."ucap Byan menyadarkan Queen dan bik tutik,sekaligus Menggoda sang Mimy.
"Ya,Mimy terpesona akan ketampanan jagoan Mimy,yang satu-satunya bisa menggantikan Pipy di hati Mimy."jawab Queen mencium wajah Byan bertubi-tubi.
"Hahaha,jadi sekarang Byan menjadi yang pertama dihati Mimy ?Pipy pasti cemburu jika mendengar nya."ujur Byan degan polosnya,iya seakan lupa jika orang yang mereka bicarakan sudah sedari tadi memperhatikan dan mendegar semuanya.
"Biarkan saja,sipa suruh selalu memasang wajah robotnya itu dihadapan Mimy. Mimy jadi berpaling kan?"ucap Queen menatap sinis Alfa, dan kembali memandang wajah Byan dengan senyuman manis.
"Ehemm."
Terdengar suara batuk yang menyadarkan mereka, jika orang yang mereka berdua bicarakan,ada disana Sedari tadi.
Mendengar itu keduanya hanya diam dan duduk ditempat masing-masing,tanpa melihat wajah datar Alfa. Sedangkan bik tutik hanya terkekeh geli melihat tingkah keluarga kecil ini yang sungguh aneh dan menggelitik.
"Byan mau nasi goreng apa roti ?,"
"Byan mau nasi goreng."
"Pi?"
"Roti?"
Setelah mengambilkan nasi goreng untuk Byan ,Queen kembali sibuk mengoleskan selai pada roti,setelah selesai Queen meletakkan roti diatas piring Alfa agar laki-laki itu langsung menyantapnya.
Keheningan terjadi hanya ada dentingan sendok dan garpu,semuanya menikmati sarapan pagi dengan hikmat.Setelah selesai makan Queen hendak membantu untuk membersihkan meja makan sebelum akhirnya, pergerakannya terhenti saat mendengar ucapan Byan.
__ADS_1
"Mimy,apa kita jadi perginya?."
"Tentu saja,tapi sebentar yah sayang,Mimy mau bantu bik tutik beres-beres."
"Biar bibik yang bersihkan,Nyonya sebaiknya membersihkan diri saja, kasian den Biyan yang harus menunggu lagi."
"Oky baiklah,"setelah mengatakan itu Queen melangkah pergi menuju kamarnya membersihkan diri, sebelum laki-laki robot itu angkat bicara.
"Mimy,dandan yang cantik yah."Ujur Byan setengah berteriak agar Queen Mendengar nya, karena jarak mereka saat ini cukup jauh.
15 menit mereka menunggu membuat Byan dan Alfa saling lirik, tampaknya mereka satu pemikiran mengenai gadis yang memiliki kedudukan berbeda dihati keduanya.
Sebelum mereka membuka suara, orang yang mereka tunggu-tunggu sudah mendekat kearah keduanya degan langkah anggun sangat cantik dan mempesona membuat keduanya membeku ditempatnya.
"Mimy sangat cantik degan pakaian apapun itu,semua pria akan jatuh hati melihat Mimy bagikan Bidari."ujur Byan dengan mata berbinar senang.
"Ooo. sudah pintar menggoda yah,sipa yang mengajari jagonya Mimy mengucapkan kata-kata manis seperti itu ?"
"Hehehe... Yang Pasti bukan Pipy ."ujur Byan cegegesan.
Queen melirik sekilas kearah Alfa sedagkan yang dilirik hanya diam ditempatnya tanpa ekspresi.
"Iya,Mimy yakin akan hal itu ,mana mungkin Pipy mu itu bisa berkata manis wajah nya aja sedatar itu. Hahahaha..."ujur Queen tertawa bersama dengan Byan .
Setelah perbincangan hangat antara anak dan ibu yang lebih tepatnya menyindir akan tetapi yang disindir gak peka.
Mereka berniat melanjutkan perjalanan menuju panti asuhan Bunda ,belum juga berangkat Queen melirik kearah mobil yang terparkir didepan membuat mut nya berubah menjadi kesal.
Alfa tak bergeming ditempatnya saat melihat wajah Memelas sang istri,mata mereka bertemu sebelum akhirnya laki-laki itu memotong kontak mata keduanya.
"Ayolah Pi,Mimy hanya ingin pergi degan kendaraan lain selain mobil.Jika tidak, kalian berdua saja yang pergi ."sambung Queen karena tak mendapatkan respon pasti dari sang suami,entah kenapa hari ini iya ingin bermanja-manja dengan anak dan suami robotnya menikmati momen langka setelah cukup lama menikah.
Tentu kesempatan ini tak akan iya sia-sia kan begitu saja, rencana licik sudah menumpuk di otak cantiknya untuk membuat kedua laki-laki ini kerepotan akan sikapnya hari ini.Haiss..rasanya iya tak sabar untuk megeluarkan satu persatu rencana yang telah iya susun sedemikian rupa.
Alfa tak menjawab iya lebih memilih pergi meninggalkan Byan dan Queen ditempatnya. Setelah perbincangan tadi Byan hanya diam melihat kedua orang tuanya berdebat dengan berakhir sang Pipy pergi entah kemana,iya ingin bertanya akan tetapi melihat suasana hati keduanya yang tidak baik, iya lebih baik diam dan tak ikut campur kedalam masalah orang dewasa.
Queen diam, tak berkomentar apapun melihat kepergian Alfa iya tampak santai dengan senyuman misterius nya.
Tak lama kemudian,Alfa keluar.Ia menghampiri Queen dan Byan degan motor besarnya lengkap dengan jaket kulit dan 3 Helem satu untungnya dua lagi untuk Byan dan Queen.
Sudah lama sekali iya tak mengendarai motor miliknya.Terakhir kali saat ada Ais disini mereka sering berpergian dengan motor besar Alfa setiap akhir pekan, itulah kenapa iya memiliki helem kecil yang sekarang dipakai oleh Byan .
"Wow... Papi keren,ini motor impian Byan. "
kagumnya.Byan bersorak kagum dengan pesona Alfa yang semakin keluar,saat ini iya bagaikan pria bedboi sejati .
Sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan sedang,degan penumpang berjumlah 3 orang terlihat seperti keluarga kecil idaman.Menghabiskan waktu bersama diakhir pekan merupakan sesuatu yang menjadi idaman untuk seluruh keluarga ,yang memiliki kegiatan masing-masing disetiap harinya.
Akan tetapi itu tidak bisa dilakukan oleh kebanyakan orang, karena aktivitas yang padat dan beberapa pekerjaan yang tak bisa ditunda maupun di tinggalkan,untuk sekedar berkumpul dengan keluarga ditemani kopi hitam.
Saat ini manusia dituntut untuk kerja-kerja dan kerja jika tidak keluarga anda akan kelaparan dan bingung mau makan apa?Dunia kejam, akan tetapi tidak akan terasa jika orang yang kita sayang hidup senang tanpa kelaparan.
Sinar mentari pagi seolah ikut senang melihat kebersamaan mereka.Pagi yang begitu cerah seolah memberi semangat untuk mereka yang beraktivitas pagi ini.
__ADS_1
Byan tampak celingak-celinguk melihat daerah sekitarnya yang mereka lewati, senyuman tak berhenti megembang diwajahnya, iya sangat senang pada akhirnya iya bisa mengendarai motor dan berkeliling bersama kedua orang yang iya Sayang.
Sepanjang perjalanan tak ada perbincangan diantara mereka,hanya bunyi beberapa mobil dan motor lainnya selain itu tak ada lagi . untung saja ini pagi hari, jadi jalanan tidak macet mereka bisa santai dan menikmati perjalanan saat ini.
Secara tiba-tiba tagan mungil Queen melingkar diperut Alfa,Queen memeluk erat tubuh Alfa dari arah belakang.Merasakan pelukan itu Alfa melirik sekilas di kaca spion,untuk melihat gadis yang dibonceng nya akan tetapi tidak terlalu terlihat ekspresi wajah gadis itu,karena ditutup helem yang iya pakai.
Saat ini ada rasa senang dihatinya saat tangan mungil itu melingkar di pinggang nya entah perasaan apa ini iya tidak terlalu yakin akan keawetan rumah tangga nya saat ini.
Tak tau saja jika sang wanita tidak akan mau melepaskan dirinya,jika iya tidak melakukan hal yang sangat fatal di dalam kamus besar Queen.
***
Raka meletakkan handuk yang baru saja iya pakai sembarangan, melihat itu Hana hanya bisa geleng-geleng kepala akan jorok sang suami yang sangat susah untuk di tinggalkan nya.
Sudah berulang kali iya mengingatkan, akan tetapi tak pernah iya merubah perlakuan buruknya itu dengan lama.Setelah beberapa hari, hal yang sama akan terulang lagi dan lagi.
"Nanti siang,aku izin pergi sebentar."ujur Hana, dengan meletakkan sepiring nasi goreng dihadapan Raka .
Mendengar itu, Raka mengangkat kepalanya untuk memandang wajah sang istri."Kemana?"
tanya Raka memicingkan matanya.
"Buk bos akan datang kelapangan hari ini, sekaligus mengecek kondisi lapangan jadi aku harus kesana sebentar."ujur Hana mengoleskan selai kacang untuk dirinya sendiri.
"Baiklah,kamu boleh pergi akan tetapi diantar oleh sopir aku tidak bisa menemani karena masih banyak pekerjaan kantor yang belum selesai"ujur Raka final tanpa menerima bantahan.
Mendengar itu,Hana hanya mengangguk saja tanpa membantah iya tak ingin berdebat dengan sang suami di pagi hari yang cerah ini.
Benar saja setelah selesai sarapan pagi Raka langsung pergi mengantor lagi, walupun hari minggu bukan berarti iya engkang kaki dirumah saja sebagai sekertaris seorang CEO berwajah dingin dan sadis dalam segi apapun iya tak bisa abai dengan pekerjaannya sedikitpun.
Cukup waktu itu iya lalai walupun tidak secara langsung ditegur oleh laki-laki dingin itu. Iya sangat tau jika suatu saat nanti , hal itu akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri jika bertemu dengan sang Queen atau gadis itu belum mengetahui hal ini?iya tak tau akan tetapi iya berharap semoga saja hukuman yang iya terima tidak akan mengurus jiwanya lagi.
Sedangkan Hana iya membersihkan meja makan,setelah itu menyiapkan beberapa berkas yang harus iya perlihatkan pada atasannya nanti iya berharap saat bertemu nanti tak ada masalah serius yang membuat dirinya terkena masalah baru .
Setelah pamit dengan sang suami iya pergi diantar oleh supir pribadi Raka,saat diperjalanan iya ingin mengambil pesanan yang buk bos minta agar dibawakan ketempat mereka bertemu nantinya.
Sebelumnya Queen sudah mengkordinasi Hana untuk megambil pesanannya, dan menyiapkan beberapa kebutuhan yang telah iya kirimkan pada perempuan itu setelah iya selesai sidang.
Niatnya ingin merayakan kesuksesan-Nya sekaligus berkumpul dan mengadakan kemping kecil-kecil ,akan tetapi karena kejadian itu iya harus merubah rencana sedikit agar tidak menjadi musibah lagi.
Akan tetapi tampaknya alam sedang tak berpihak pada dirinya saat ini ,iya harus bertemu dengan para wanita yang membuat dirinya harus kehilangan kegadisannya.
Iya tak tau harus berterima kasih atau malah harus menggutuk mereka semua saat ini, akan tetapi iya Pastikan cepat atau lambat mereka harus membayar kejahatan yang telah mereka lakukan pada dirinya.
Untuk saat ini mereka terbebas tidak untuk nantinya, senyuman misterius teraptri diwajahnya. Kalian salah jika Hana baik-baik saja setelah kejadian itu ,iya lebih tertekan dan sedikit trauma untuk memiliki hubungan sahabat maupun dekat dengan seorang wanita seperti mereka lagi.
Iya menerima pernikahan ini karena tidak memiliki jalan lain untuk membalas perlakuan bejat mereka iya juga tak yakin akan ada pria lain yang menerima dirinya dengan keadaan seperti ini.Dulu saat iya dibully iya bisa menerima ,akan tetapi untuk kejadian yang satu ini iya Pastikan tidak akan melepaskan mereka dengan begitu mudahnya .
Sebelum menikah iya sudah memberikan beberapa persyaratan yang tercantum di kertas putih bisa dibilang kontrak pernikahan,akan tetapi bedanya hanya ada persyaratan dari sang wanita.
Untuk Raka itu tidak ada masalah besar,baginya selagi wanita ini menerima pertanggung jawabannya walupun bukan sepenuhnya salah dirinya, itu sudah lebih dari cukup jika tak ada perdebatan panjang yang meguras emosinya.
..
.
Maaf baru up soalnya akhir-akhir ini author kehabisan ide untuk melanjutkan ke bab selanjutnya 😔😔🤯..
__ADS_1