Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
sisi lemah wanita


__ADS_3

setelah satu setengah jam miting berlangsung,akhirnya Queen banggun .iya sedang datang bulan mangkanya sering kali mengantuk,dan merasa lapar lagipula perut nya masih terasa yeri walupun tak sesakit semalam.


sudah menjadi kebiasaan baginya setiap kali datang bulan, biasanya stok makanan selalu ada saat bangun tidur iya selalu merasa lapar. buktinya sekarang perutnya sudah keroncong, dan tak ada sesuatu yang bisa dimakan .


jika begini iya jadi makin Rindu dengan Abang Steve iya selalu peka , dengan apapun yang iya mau pasti langsung iya siapkan tak perlu diminta lagi.sedang si Geren lelaki itu susah untuk peka Jika kita mau sesuatu dari nya harus tudepoin gak usah pake kode


Jiak pake kode belum tentu iya mengabulkan, tapi iya orang yang menyenangkan untuk di ajak bicara.iya pendengar yang baik ,jika Queen sedang kesal marah pawangnya Geren karena lelaki ini cukup handal bermain kata.


setelah membersihkan diri dan mencuci muka ,memberi sedikit taburan bedak diwajah dan sedikit lipstik, Queen melangkah keluar ruangan iya ingin ke Pantri kantor mungkin ada makanan yang bisa masuk kedalam perut kecil nya.


saat ingin masuk kedalam life, tangannya ditarik oleh seseorang . melihat tangan lelaki yang memegang erat tangannya melihat sang pemilik tangan kekar itu ternyata Alfa dengan wajah datarnya.


"hufff.. Untung gak aku banting,cekk.. kamu itu bisa engak Jagan kayak hantu yang diam-diam timbul.giamana natinya kalo aku kena serangan jantung,kita kan belum punya anak .aku gak mau ya kalo kamu nikah lagi , kalo Sampek terjadi liat aja aku gentayangan kamu setiap jam detik menit pokoknya. "


omel Rin dengan bibir yang mengerucut,iya tak habis pikir dengan suaminya ini, bisakah iya memanggil atau menyapa agar iya tau kehadiran nya.


iya sedang lapar dan gak konsen karena rasa Yeri itu terkadang masih terasa, sekarang harus dibuat kesal oleh lelaki ini.terde'nagar Suara tawa yang ditahan, melihat kearah sang pemilik tawa terlihat dua sosok manusia yang berbeda jenis dibelakang suaminya .


mata Queen membola, kenapa suaminya gak bilang jika ada orang lain disini. hancur sudah imeksnya.Alfa menatap tajam kepada mereka berdua iya tak suka mendengar mereka tertawa , bisa-bisa gadis nakal ini akan mengomel despajang waktu .


merek beradua menciut, diam dengan kepala menunduk ,takut menggangkat kepala tak ingin mengulang kejadian pas diruang miting itu menakutkan . jika terjadi lagi mungkin kali ini mereka benar-benar mengalami masalah besar,karena menertawakan istri Tuan muda.


saat beberapa menit Selesai miting Tuan muda keluar terlebih dahulu, ingin menuju life mereka berdua melihat interaksi yang cukup langkah diantara keduanya.


mereka berdua sama-sama saling pandang ,dan tak ingin pusing mereka hanya menonton saja . mereka melihat adegan sepasang suami yang sedang diamarahin oleh istri.


istri mengomel sang suami hanya diam memandang nya , dengan wajah kaku ekspresi itu sangat mengemas kan.


"kalian berdua"


Rin kembali kemode datarnya,bukan nya apa-apa iya Hanya sedikit kesal sekarang.


"Jagan sampai orang tau kejadian ini.jika tersebar luas kalian tau akibatnya"


dengan wajah datarnya,dan delikan mata bulat itu .tampak megemaskan dalam hati mereka tergelitik geli,ada rasa takut dan lucu setelah melihat ekspresi marah Nyonya muda "pasangan unik "


"ya Nyonya,kami akan menjaga rahasia"


"pasti Nyonya"


"Bagus ,kalian juga ingin turun ? "


"Duluan aja Nyonya dan Tuan ,kami ada barang yang tertinggal.iya kan"


"oh iya "


"hemmm ya sudah , sampai bertemu kembali"


"ya Nyonya hati-hati" ujur mereka serempak.


setelah life tertutup,dan kedua pasangan itu tak terlihat tawa mereka berdua pecah memenuhi Lorong itu ."sangat lucu"


~


setelah kejadian tadi mereka hanya diam , Queen menikmati makanan nya, sedang kan Alfa duduk santai dengan smartphone nya. sungguh sekarang yang iya ingin Queen lakukan sekarang ,menghabiskan semua makanan yang iya pesan .


tak lama Alfa melangkah pergi menjauh, Queen tak perduli iya masih sibuk dengan makanan nya dan segelas air hangat.


Dertt..dertt


saat sedang menikmati makanan teleponnya bergetar meraih telpon, dan ternyata setelah dilihat orang yang menghubungi nya ada lah orang yang sedang iya rindukan Akhir-akhir ini.


"Hay cantik" ucap mereka berdua serempak


"kangen... huaaaaaaaaa "


"loh sayang koh malah nagis sih?"


"mulay ni bocah" ucap Geren dengan nada sok cuek nya


"huaaaaaaaa..jahat , katanya sayang ko Queen telpon gak pernah di jawab sih?"


untung saja mereka ada diruang pripasi,jadi tak akan ada yang mendengarkan jika Queen Risa nagis seperti anak kecil.


Alfa merasa heran sipa yang menelpon gadis nakal itu,tampak nya mereka seperti pasangan kekasih yang sedang melepas rindu.iya sedikit tak suka melihat kedekatan itu , walau bagaimanapun seharusnya gadis ini harus melihat keadaan .


tatapan nya tak pernah lepas dari wajah Queen mengawasi setiap gerak gerik gadis itu ,iya tak jadi melangkah mendekat,iya berdiri agak jauh dari gadis diam dan menyimak.


"iya sayang, lah ini aja lagi mengobati Rindu"


"cantik kenapa? kok matanya sayu"


"tapi Queen gak puas kalo hanya lewat henpon, sekarang gak ada yang manjain Queen lagi"


"Queen lagi dapet ya?"


Queen hanya menggagguk kan kepala,iya memang bersikap biasa-biasa saja jika dekat dengan orang lain , berpura-pura sehat .tadi pagi pun iya telat ke ruang miting karena perutnya masih tersisa Yeri .


"emm.. semalam Queen mau nagis tau gak,sakit banget rasanya .mangkannya Queen gak bisa tidur,kan biasanya di vc walupun gak ada disampingnya"


felesbek on.


setelah semua nya selesai, Queen membaringkan tubuhnya di atas kasur,setelah beberapa menit tertidur tiba-tiba perut nya serasa nyeri, pinggangnya pun pegal-pegal , bolak-balik mencari posisi ternyaman akan tetapi perutnya semakin nyeri .


setelah mengingat-ingat ternyata memang bulannya,iya mencoba berjalan menuju laci lemari tempat nya menyimpan Roti Jepang.


setelah menemukan nya Queen pergi kekamar mandi.


wajah nya tampak pucat, langkah nya pun tak beraturan.berjalan kearah dapur ,mengambil air hangat untuk diminum.awalnya tak terasa sakit lagi ,akan tetapi setelah beberapa menit rendah rasa sakit itu kembali bahkan lebih parah dari sebelumnya.


iya meringkuk di sofa ruang tamu, rasanya iya susah untuk kembali ke atas. iya juga tak membawa telpon , akhir nya iya menggunakan telpon rumah untuk menghubungi seseorang .


iya selalu melakukan itu , setidaknya jika ada teman berbicara iya sedikit lupa akan rasa sakit.


tapi beberapa kali dihubungi,tak diangkat Queen menitikkan air mata.sungguh iya tak sekuat yang dikira ,iya masih gadis lemah yang butuh kasih sayang.


iya Queen memang gadis dingin,tak tersentuh cuek,dan terlihat sombong itu lah pendapat orang lain sewaktu iya masih sekolah.akan tetapi jika iya didekat keluarganya iya masih gadis manja, cengeng,se'enknaya.


terlahir jadi anak satu-satunya di dua keluarga kaya,tentu iya akan sangat dimanjakan.apa lagi jika dekat dengan kedua Abang nya iya akan menjadi adik kecil yang manja.

__ADS_1


apapun itu mereka akan mendahulukan dirinya,jika orang lain bilang iya anak kecil.iya akan sangat marah ,tapi jika itu diucapkan oleh kedua Abangnya itu merupakan sesuatu yang patut dibanggakan.


saat pertama kali iya marasakan sakit saat datang bulan, kedua Abangnya kebetulan tinggal di apartemen nya.biasanya iya tak pernah merasakan sakit saat datang bulan,akan tetapi pada malam itu iya merasa kan sangat sakit,dan pinggang nya juga terasa pegal.


sepanjang malam iya merintih,dan tak bisa tidur . Steven yang mendengar suara ribut-ribut didalam kamar sang adik iya buru-buru menghampiri.


untung saja gadis itu tak menggunci pintu,


saat iya masuk terlihat gadis itu tertidur diatas lantai dengan tubuh yang ditekuk seperti koala.


"Rinnnnnnnnnnnnnn... "


mendengar suara jeritan memanggil adik kesayangannya , secara sepontan Geren berlari menuju suara mengelegar itu dengan mata setengah terpejam,iya berulang kali jatuh Karena menabrak barang-barang yang ada didepannya.


"ada apa? ucapnya masih mengelus bagian-bagian yang tertabrak berbagai barang"


iya belum terlalu sadar dengan keadaan,tak lama setelah beberapa menit penglihatan nya mula kembali , pertama iya melihat gadis kecil terbaring lemah di atas lantai.


1 detik 2 detik 3 detik


"adekkkkkk..elo kenapa tidur-tidur ran dibawah"


cetak..


sittt sakit bang .


Steven buru-buru menghampiri Queen ,iya melihat wajah itu pucat dan seluruh tubuh nya keringatan.tak menunggu lama iya angkat tubuh kecil itu untuk ditidurkan di atas kasur.


"yaampun pucat banget sayang ,kamu sakit?kita kedokter ya?"


sebelum menuju kasur gadis itu terlebih dahulu berbicara dengan suara lemah.


"Abang bawa adek kekamar mandi aja"


"loh adek kan sakit,nanti adek.."belum selesai iya bicara sudah terlebih dahulu diselah


"Abang kata temen-temen ini hal wajar terjadi.."


"wajar gimana lihat wajah adek pucat gini,kita ke rumah sakit yah"


"iya bener apa kata Abang stev kita kerumah sakit yah?"


"Abang adek lagi dapet,adek mau ganti"


"oh adek dapet"


"kirain kenapa?"


setelah mengatakan itu mereka berdua terdiam, seperti ada yang salah .tampak nya setev juga ikut tertular kelemotan Geren.


"ya gak mungkin sayang kalo dapet kamu sepucat ini, biasanya juga gak apa-apa"


"iya bener kata bang stev"


"loh ko basah sih dek?adek gompol yah?"


"adek udah besar masih gompol"


hhhhhhhhh .. Geren tertawa puas melihat penderita Abang nya , sepertinya iya calon adik durhaka.


"lah adek kan udah bilang , Abangnya aja yang lemot kayak Abang Geren"


karena kekesalannya dan melihat tingkah mereka berdua iya seakan lupa dengan rasa sakit itu,iya memang masih Yeri tapi tak sesakit tadi .


dengan wajah kesalnya Steve membawa tubuh mungil itu ke kamar mandi, setelah tiba iya letakkan di atas bathub.


"Abang Geren pembalut adek habis tolong beli'in yah, Indomaret buka 24 jam"


"adek ini udah malem banget,besok ajah yah"


"Abang kan gak jauh ,didepan Apartemen jalan dikit.kotega sih , Abang mau cucian sprai adek"


"adekk.. iya sudah Abang beli'in sebentar"


"Abang jagan lama-lama yah ,adek udah kedinginan"


"iya bawel"


hhhhhhhhh....kini giliran Steven yang tertawa terbahak-bahak, karena mendengar Omelan lelaki itu.


sepanjang malam mereka berdua mengurus anak manja itu, secara bergantian memegang air hangat didalam botol dieluskan keperut rata itu .


mereka tak tidur sepanjang malam , karena tak tega melihat adik tercinta mengalami sakit sepanjang malam.setiap posisi tak nyaman biasanya mereka akan membuat agar terasa nyaman.


padahal mereka harus kembali esok hari nya, jadilah sepanjang perjalanan mereka tertidur pulas.sungguh adik mereka itu paling bisa membuat susah Abang nya.


seluruh keluarga tertawa terbahak-bahak setelah mendengar penderita kedua Abangnya, anak in sanggat nakal.


"maaf sayang,ini aja baru megang telpon"


"iya sayang, Queen mau apa sebagai gantinya?"


"mobil baru,jam,tas , sepatu,mek up, atau..."


"enggak adek maunya Abang cari'in calon kakak ipar"


"yaampun adek ,gak ada yang lain apa?"


"emmm tau adek mau kita.."


"Now Abang Geren adek gak akan tertipu yah"


"ini semua salah papa,lihat sekarang adek juga ikut-ikutan kayak para orang tua"


"iya seperti nya adek sudah tak dipihak kita Geren "


"biarin welkkkkk.."


wajah mereka berdua menjadi masam , harapan satu satunya untuk terhindar dari para orang tua sekarang tak ada lagi.tamat lah riwayat mereka.

__ADS_1


tawa canda memenuhi ruangan ,tak sadar Jiak masih ada orang lain diruang itu.sedari tadi Alfa menyimak pembicaraan mereka bertiga,dan iya tau itu adalah Tuan muda Atmaja .


kakak sepupu Queen,mereka sangat akrab ada rasa berbeda melihat keakraban mereka. iya seakan lupa terakhir kali bisa tertawa lepas seperti itu, terbit seyuman tipis diwajahnya tampak samar.


ia baru sadar ternyata pagi tadi saat gadis itu tak terlihat didalam kamar , ternyata iya tertidur di atas sofa.berarti yang iya lihat pagi tadi itu tak salah.


wajah nya matanya sayu,juga tampak diam saja sepanjang perjalanan kekantor.dengan sesekali memegang perutnya, mungkin rasa nyeri itu masih terasa.


tak terlihat pucat sama sekali,apa karena mek up nya ?iya terlalu pintar mengelabui.sikap acuhnya dan kaku itu selalu menghalangi untuk sekedar membantu atupun menayakan keadaan gadis itu.


iya terlalu gengsi,egois, dan Datar . terbesit rasanya untuk sekedar memberikan pelukan hangat, atau setidaknya iya bisa menjawab sepatah kata ucapan gadis yang telah menjadi istrinya .


tampak nya itu Hanya Hayalan semata , buktinya setiap didekat gadis itu iya hanya diam memasang wajah datar.


setelah panggilan itu mati Alfa mendekat,iya masih dengan wajah datarnya.


"Loh Suami Robot aku dari mana aja?"


"wc"


hanya dua huruf itu yang bisa iya ucapan kan ,ya setidaknya menjawab kan.


"ooo"


setelah perbincangan itu , kembali seperti semula diam sibuk masing-masing.beberapa menit selesai makan ,dan ternyata semua tak habis ,sisa nya iya bungkus pulang.


sepanjang perjalanan pulang , mereka diam hanya bunyi klakson mobil.sudah 1 jam mereka terjebak macet , selama menunggu Queen terus makan.


walupun banyak makan tubuh nya masih sama seperti itu,iya mendapatkan berkat yang begitu sempurna .jika semua wanita mengetahui itu , mungkin iya akan jadi musuh para wanita yang selalu menjaga pola makannya.


"masih lama yah pak?"


"masih kayak nya Nona,lihat itu didepan mobilnya besar-besar"


"oh yah sudah ,bapak sudah makan belum?"


"sudah Non,tadi Tuan Neraktir saya makan "


"emmm.."


Queen mengalihkan pandangan kearah suaminya,tampak mata itu terpejam.iya tak tau lelaki ini tertidur atau hanya menutup mata saja.


saat asik-asiknya memandangi wajah tampan itu, tiba-tiba Sura ketukan pintu mobil terdengar.tampak bocah laki-laki menjual bunga, wajah kusam dan pakaian tak layak.


iya membuka kaca mobil , menelisik dengan seksama seluruh wajah nya , tubuh nya sangat kurus.


"Beli Bunga nya kakak cantik"


"kamu punya orang tua?"


iya agak sedikit takut ,karena dipandang seperti itu oleh kakak cantik ini akan tetapi demi uang iya terpaksa menawar kan


"saya hanya punya ibu kakak cantik,dan satu orang adik kecil"ucap nya ramah


"tinggal di mana?"


"kita tinggal di gubuk kecil bawah jembatan kakak cantik"cicit nya pelan,iya menunduk saat mengatakan itu .tampak setetes air bening jatuh .


"cuman kalian bertiga atau?.."


"masih banyak keluarga teman-teman aku kakak cantik"


"baiklah,ini buat kamu . siapa namanya?"


"igen kakak cantik"


"igen tolong bagaikan ini kesemu orang yah,dan ini uang nya"


"kakak cantik ini terlalu banyak"


"syuttt.. diam-diam aja yah ,Jagan ada yang tau "


"Jagan lupa beli obatnya yah,"


"kakak cantik tau....."


"emm"


"itu siapa ?"


mengalihkan pandangan ke arah yang ditunjuk oleh Anka itu,dan ternyata Suaminya


"suami kakak"


"suaminya tampan kakak cantik"


"hhhhh terimakasih,tapi kakak itu mengerikan iya suka menggigit"


"iyyyy.. kenapa kakak cantik mau sama lelaki itu, bagaimana Jika iya menggigit Kakak cantik"


"kakak ada penawarannya"


"tapi jika penawar nya habis bagaimana?"


" yah kakak akan pergi jauh nanti nya"


"Nanti kalo kakak pergi..."


"hhhhhhh... sudah Jagan dipikirkan cepat bagikan bunga nya , sebelum lampu menjadi hijau"


"ini buat kakak cantik semoga kakak bahagia, dan semoga nantinya suami kakak cantik itu mencintai kakak cantik sampai akhir hayat nya, ini buat kakak megerikan itu semoga iya tak menggigit Kakak cantik ,dan semoga iya sadar jika memiliki istri baik dan cantik seperti kakak,dan ini untuk paman supirnya semoga sehat selalu agar bisa mengantar kemanapun kakak cantik pergi."


pak Joko sang sopir merasa terharu,iya sungguh beruntung dipekerjakan di keluarga kecil ini ,iya bisa melihat kebaikan dan ketulusan sang nona .


dan iya juga berharap D'OA anak itu terkabul


mereka sama-sama baik, semoga saja pintu cinta terbuka untuk mereka berdua.


"terimakasih igen "

__ADS_1


"sama-sama kakak cantik "


Sedari tadi mereka berbicara berbisik-bisik , agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.dan rupanya mereka tak sadar jika lelaki yang sedang memejamkan mata itu mendengar semuanya.


__ADS_2