
Mendengar itu Hana megeluarkan setitik Air mata,yang membuat Raka kalang kabut dibuatnya.iya cemas jika Istri nya tak suka atau iya salah bicara,jika begini iya tak akan mendapatkan jatah"Ada apa sayang? apakah aku menyakitimu? atau_"ucapan Raka terpotong setelah Hana memberikan kecupan lembut dibibir Raka.
"Tidak,Tuan tidak menyakiti ku.aku hanya terharu,karena baru pertama kali diperlakukan semanis ini"ucap Hana tersenyum manis terpatri diwajahnya,ditambah semburat merah muda di kedua pipinya Membuat Raka gemas melihat nya.
"Sudah aku bilang panggil S.U.A.M.I. atau kau ingin aku hukum disaat ini juga? "Tekan Raka dengan tatapan tajam nya
Melihat senyuman itu Hana bergidik geri,iya membeku ditempat nya dengan hati was-was.iya merasakan alaram bahaya didepan matanya."Maaf,saya hanya belum terbiasa dengan panggilan itu"ucap Hana menundukkan kepalanya takut menatap mata tajam Raka .
"kemarilah, mendekat padaku,Sayang"titah Raka sambil menepuk-nepuk pangkuannya.
Mendengar itu Hana mengangkat kepalanya, menatap wajah Raka yang tersenyum, dengan ragu-ragu iya melangkah kearah sang suami yang dihalangi jarak oleh meja saja.iya berdiri di samping Raka sebelum akhirnya tubuhnya ditarik Raka dan jatuh dipangkuan suaminya.
"Tak usah takut,jika kau menjadi istri baik dan penurut semuanya akan baik-baik saja."ujur Raka dengan mengelus rambut Hana yang terurai indah
"Maaf,saya tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Hana menunduk
"Baiklah akan dimaafkan_"
"Benarkah?"tanya Hana antusias,iya mengangkat kepalanya sehingga jarak Wajah mereka hanya beberapa senti saja.
"Tidak semudah itu sebelum kau mendapatkan hukuman, suamimu ini Belum memaafkan"
ucap Raka dengan senyuman nakalnya
Mendengar itu Hana kembali kecewa dan pasrah mau bagaimana lagi ini salah nya karena tidak menaati peraturan,lagipula mungkin Hukumannya tidak terlalu besar.
"Baiklah,apapun itu akan aku terima"jawab Hana setelah berpikir sebentar.
"Bagus,istri pintar."setelah mengatakan itu Raka menarik dagu Hana dan menciumnya.ciuman yang lembut dan memabukkan Membuat keduanya candu.
Tangan Hana menari indah ditubuh Kekar Raka sampai akhirnya tangan mungil itu mendarat sempurna di Terong panjang milik sang suami yang besar dan keras.siytttt..(desis Raka)
mendengar itu Hana terkesiap mencoba melepaskan ciuman panas Raka,setelah terlepas Hana menjauhkan kepalanya dan tangannya agar tak berdekatan pada sesuatu yang sangat berbahaya itu.
"Kau,benar-benar candu untuk saya,Sayang! sentuhan mu menumbuhkan nya semakin besar dan panjang seketika.apapun yang kau lakukan bagikan pupuk untuknya,akan tetapi sekarang saya harus sedikit menahan nya karena kita berada ditempat yang tidak tepat.bukan berarti hukuman itu lenyap,kita akan melanjutkan nya di mobil, sayang!"tambah Raka dengan senyuman nakal nya,pipi Hana semakin memerah mendengar ucapan absurat sang saumi yang sekaligus megelitik telinga nya karena laki-laki itu berbisik diakhir kalimat.
"Ka-kalau begitu aku harus pergi kekamar ehh. ke-WC terlebih dahulu,sudah tidak tahan pengen pipis"ucap Hana malu-malu mengungkapkan niatnya
"Baiklah,Jagan terlalu lama sayang! jika telat akan bertambah ronde permainannya"dengan tangan yang megelus pelan paha Hana, megecup pelan bibir Hana kemudian membiarkan Hana pergi menghilang dari jangkauannya.
Setelah kepergian Hana,Raka ikut melangkah pergi dari sana membayar tagihan.setelah semuanya selesai Raka menunggu Hana dengan menyibukkan diri dengan telpon genggamnya.
10menit berlalu Hana sudah berada pas dihadapan Raka,iya melihat pria itu sedang sibuk dengan telpon nya.tak ingin diacuhkan Hana merangkul mesra Raka dengan gaya manjanya,yang tak pernah terlihat sebelumnya pada siapapun karena sikap tertutup gadis itu selama ini.
"Sudah beberapa menit aku menunggu mu disini,kau tak melirikku karena Telpon itu? apakah istrimu sudah berganti dengan bendah pipih itu?"ucap Hana kesal,memanyunkan bibirnya dan sesekali memukul pundak Raka untuk melampiaskan kekesalannya.
Melihat sifat manja Hana yang megemaskan Membuat Raka tertawa dibuatnya.iya baru tau jika istri pendiam dan agresif di ranjang ini juga memiliki sifat manja yang megemaskan seperti ini."Istriku sedang cemburu?itu sangat bagus, jadi saya tidak harus bertanya-tanya apakah istri agresif ku ini menerima pernikahan dadakan itu? Karen sudah sangat jelas-iya hanya milik Sitampan ini"ucap Raka dengan senyuman manisnya.(entah sejak kapan pria digin itu menjadi sangat narsis)
Tanpa aba-aba iya megendong tubuh Hana, menuju mobil.semua mata memandang kemesraan mereka berdua yang tampak harmonis dan rukun,melihat itu membuat Hana harus menyembunyikan wajahnya di dada bidang Raka,agar tak terlihat jika wajahnya sedang memerah seperti kepiting rebus saat ini.
Setelah tiba di dalam mobil milik Raka ,Hana membuka matanya perlahan melihat sekeliling takut-takut masih ada orang lain disekitarnya selain sang suami."Aku malu,"ucap Hana menutupi wajahnya saat bertemu pandang dengan mata Raka
"Kenapa,malu?gak ada siapa-siapa selain kita berdua."ucap Raka meraih tangan Hana agar tak lagi menutup wajahnya.
"mereka semua, melihat Kita!"ucap Hana lirih dengan menundukkan kepalanya
"Biarkan saja,semua akan baik-baik saja selagi kau bersama suami gagah dan perkasa mu ini"ucap Raka mengangkat dagu Hana agar menatap matanya
"Emmm.."angguk Hana mengiyakan perkataan suaminya
__ADS_1
Setelah meyakinkan sang istri dan membujuk nya,Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.sesekali Raka mencuri pandang pada istrinya yang ternyata terlelap tidur.tampaknya iya sangat lelah,Raka yang melihat itu tak tega sekaligus kecewa karena megingat iya harus puasa untuk saat ini karena tak tega melihat wajah damainya saat tertidur.
melihat raut wajahnya tidur saja,Raka suka apalagi saat perempuan itu dibawah Kungkungan nya, itu akan lebih menambah kadar kolesterol dalam darah nya naik seketika.
***
Kembali ke mansion Atmaja_
Saat ini semuanya berkumpul bersama untuk makan siang bersama,tak terkecuali para pemuda mereka kembali ke mansion itu semenit setelah mereka bubar.
Dan disinilah mereka sekarang, Menikmati makan siang bersama dengan keheningan.
setelah makan siang usai,para laki-laki duduk diruang tamu sambil menunggu para wanita selesai dengan urusan mereka didapur.
Tak butuh waktu lama karena mereka semua tidak sabar untuk megorek informasi dari ketiga laki-laki muda itu,tentang penyelidikan mereka beberapa hari terakhir ini.
Setelah semuanya berkumpul tanpa terkecuali,
Tuan Ali mengawali perbincangan diantara mereka dengan bertanya apa saja informasi yang telah mereka dapatkan.semuanya dijawab panjang kali lebar oleh Even,tak ada yang terlewat kan semuanya sama seperti yang mereka bincangkan bersama Andri, beberapa jam yang lalu.
"Kau yakin itu mereka Al?,",tanya Tuan Pram menatap wajah datar anak nya dengan serius.
"Emmm..,itu orang yang sama"ucap Alfa dengan anggukan kecil
"Tampaknya,mereka belum jerah juga?! bagus akan lebih mudah melumpuhkan mereka, dan setelah itu terjadi kali ini mereka tak akan selamat."sambung Tuan Pram mengepalkan tangannya menahan amarah dengan senyuman sinis nya.
"Hemm.. untuk masalah ini karena mereka sudah menargetkan Queen dan kita jiga sudah menjadi keluarga,kami siap membantu apapun itu."sambung Kakek Brayen diriringi anggukan kepala dari yang lainnya, menyetujui ucapan pria paruh Bayah itu .
"Jadi, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?"tanya Opa Erkan memandang satu persatu cucu laki-laki nya .
"Untuk saat ini,karena kita salah target ,kita belum akan berperang kecuali bermain-main terlebih dahulu.sampai pada akhirnya orang itu keluar karena bosan,rencananya tak kunjung berhasil."jawab Geren dengan senyuman misterius nya
"Tidak usah khawatir Oma, karena kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya.dan kalaupun pria itu tidak keluar kita masih mempunyai rencana cadangan,yang terpenting saat ini kesembuhan Queen terlebih dahulu.kalu untuk para cecunguk itu biar menjadi urusan kami."tambah Even meyakinkan para wanita ibuk-ibuk yang selalu kahawatir pada mereka.
Jika para ibuk-ibuk kahawatir,mangka berbeda untuk bapak-bapak yang menyerahkan semua tanggung jawab pada mereka bertiga dengan senag hati.jadilah perdebatan panjang antara mereka yang pada akhirnya para pemuda meninggal kan tempat itu dengan diam-diam, tak ingin ikut campur dalam kasus yang satu ini mereka belum cukup mental menghadapi ibuk-ibuk bar-bar itu.
"Anak-anak tolong kita"ucap para bapak-bapak kompak ketika melihat raut wajah garang ibuk-ibuk dengan tangan dipanggang seperti menangkap maling saja
"Lihat, bahkan mereka sudah pergi entah kemana!,kali ini kalian tidak akan bisa kemana-mana"ucap Nyonya Risa dengan senyuman misterius nya
"Jadi akan kita apakan mereka?"ucap Oma Eni dengan berlaga berpikir keras
"Bagaimana jika kita lakukan sesuai rencana"tambah Nyonya Lisa dengan senyuman miring
"Tidak buruk"tambah Nenek Rania dengan anggukan kecil
Saat mereka berembuk untuk menentukan hukuman, para bapak-bapak berniat untuk melarikan diri.akan tetapi kala cepat dari para ibuk-ibuk sehingga telinga mereka menjadi sasaran empuk tangan sadis ibuk-ibuk yang sudah gatal ingin menghukum.
"Kalian tidak akan bisa kemana-mana,"
"Terima hukuman dari kami,karena sudah senak jidat Membuat keputusan"
"Auuu.. Iya kita mainta maaf "
"kita janji tidak akan mengulangi nya lagi"
"Iya,sayang ini semua hasutan Papa ,kita gak ikutan"ucap tuan Ali melimpah semuanya pada sang papa
"Anak,sialan!kenapa kau menyalakan papa bukanya kau sindiri yang melakukannya dengan Pram"kesal opa Erkan membawa-bawa nama Tuan Pram dikalimatnya
__ADS_1
"Loh,ko Tuan Erkan bawa-bawa nama saya,saya gak ikutan soal itu!.bukanya Tuan Erkan dan Tuan Breyen yang memiliki ide itu."sanggah tuan Pram meglak tak ingin mendapatkan amukan semakin besar dari sang istri
"Sayang Jagan dengarkan mereka,aku gak ikutan soal itu bukan nya sedari tadi aku diam saja!"ucap Tuan Ali Memelas pada sang istri
"Dasar anak jaman sekarang,malah melimpahkan semuanya pada orang tua!,lihat apa yang akan orang tua ini lajukalah nanti "ancam Kakek Brayen pada mereka yang membawa namanya
"Cek,Jagan sampai cucu-cucu ku seperti mereka Bapak-bapak yang tidak bertanggung jawab dan hanya bisa mengelak kalian bukan ayah dari Cucu-cucuku"ucap Nenek Rania menipali dengan wajah sinisnya
"Iya mereka berdua bukan Ayah baik untuk cucu-cucu kita Alfa dan Rin.Sebaiknya kalian berdua mencari suami baru untuk kedua cucu ku"ucap Oma Eni tak kalah sinis
"Iya sayang mereka memang tidak baik menjadi menantu kita,"timpal Kakek Brayen pada mereka
"Iya sayang usir saja mereka!"propokasi opa Erkan pada ibuk-ibuk
Tuan Ali dan Tuan Pram tak bisa berbuat apa-apa jika sudah begini,mereka Hanay menunduk dengan wajah lesunya.
"Hey,pria tua bau tanah.Kalian juga sama saja"ucap Nenek Rania, menarik telinga Kakek Brayen
"Auuuu..sakit sayang "rigis kakek Brayen
"Kalian itu tidak ada bedanya, Sudah tua bukanya megajari yang baik pada anak dan cucu ini malah bikin gara-gara "tambah Oma Eni melakukan hal yang sama pada Opa Erkan menarik telinga pria itu
"Malam ini kalian tidur di luar "final Nenek Rania dengan senyuman misterius
"Tidakkkkkkkkkk.."teriak para bapak-bapak serentak
"Selama 1bulan penuh"sambung Oma Eni dengan berkecak pinggang
"Tidak ada jatah malam,selam masa Hukuman berlangsung"tambah Nyonya Risa tersenyum kemenangan
"Dan_menuruti segala perintah apapun itu tanpa terkecuali"final Nayonya Lisa
"Bisakah di kurangi_"belum selesai opa Erkan berbicara para ibuk-ibuk langsung memotong nya secara cepat
"Tidak ada diskon "ucap mereka serentak melangkah meninggalkan para pria yang lunglai ditempat nya.setelah lumayan jauh para ibuk-ibuk tertawa puas dengan hasil nya
Pada akhirnya mereka pasrah saja dengan keadaan dan menerima hukuman fersi ibuk-ibuk yang meyiksa para bapak-bapak selama satu bulan, serasa bertahun-tahun.
~
Setelah berhasil terbebas dari garangnya ibuk-ibuk,Even duduk manis memandangi wajah cantik yang terbaring lemah dihadapannya saat ini.megengam tangan mungil sang adik kesayangannya,Membuat Even diam seribu bahasa iya tak bisa Membuka suara takut jika menganggu adiknya dalam pemulihan.
Belum lama keheningan itu berlangsung lama,Geren datang dengan kegaduhan nya "
"Hello,dear. Brother came to visit my beloved Queen(Halo sayang.Abang datang menjenguk Queen tersayang)"Belum sempat iya melangkah mendekat iya langsung mendapatkan hadiah Bogem mentah dari Even.
Buk..
Belum sadar apa yang terjadi,Iya sudah diseret dengan kasar untuk keluar dari ruangan itu.1deti 2detik "Kyaaaa.. Abang mau bawa aku ke mana? aku ingin bertemu dengan Queen"ucap Geren dengan berpegangan pada apapun agar tak diseret lagi oleh Saudaranya yang kasar ini.
Bukan Even namanya jika meyerah begitu saja,dengan tanpa perasaan iya menarik kaki Geren sampai akhirnya pegangan laki-laki itu terlepas.semua mata memandang kelakuan dua bersaudara itu yang tampak absurat,tak berani berkomentar Hanay diam dan menonton takut jika iya kena semprot oleh kedua Tiran itu .
"Tolonggg.tolong saya, saya diculik"ucap Geren mencoba meraih apapun yang ada didekatnya agar tak lagi datarik laki-laki mengerikan ini,iya mencoba menendang atau bergerak tak beraturan akan tetapi masih kalah dengan kekuatan Even
"Huaaa.. Ma,anak mu yang tampan ini diculik!"teriak Geren yang mengangu telinga semua orang
Semakin kesal Evan dengan mulut cabe Geren iya melepaskan pegangannya pada kaki pria itu.merasa sudah selamat dari maut Geren hendak pergi akan tetapi kali ini tubuhnya melayang dan seperkian detik mulutnya di lak ban sehingga iya tak bisa bersuara lagi .
Emm..emmm..emmm
__ADS_1
Senyuman misterius Even Membuat Geren merinding, iya hanya bisa berteriak dalam hati.melepaskan diri dari Even saja tidak bisa apalagi dari kedua pria berotot dan bertubuh kekar dengan wajah Sangar ini kecil kemungkinan.iya tau jika mereka berdua bukan Bodyguard sembarangan milik sang kakek,"Mati aku !" tangis Geren dalam hati