
Sebelum menikah, terdapat kontrak pernikahan diantara keduanya.Akan tetapi ,bedanya dari cerita lain tentang terpaksa menikah hanya ada persyaratan dari sang wanita. Hana memberikan dua syarat yang berakhir dengan tanda tangan kertas putih,tak ada pemaksaan atau keberatan,kedua belah pihak menerima dengan lapang dada.
Itupun ada beberapa keuntungan yang di
peroleh diantara masing-masing pihak,yang mereka ambil secara diam-diam tanpa memberi tahu satu sama lain .
Untuk Raka, itu tidak ada masalah,baginya selagi wanita ini menerima pertanggung jawabannya walupun bukan sepenuhnya salah dirinya, itu sudah lebih dari cukup jika tak ada perdebatan panjang yang meguras emosinya.
Iya juga sudah mendapatkan keuntungan setidaknya itu cukup untuk dirinya sendiri dan itu pun bisa dijadikan kartu,untuk menghadapi keluarga nya yang selalu mengomel membuat telinganya panas dingin karena mendesak agar segera diberi menantu dan cucu.
Pernikahan mereka terlihat baik-baik saja bahkan bagikan sepasang kekasih yang dimabuk cinta,tak banyak yang tau jika mereka memerankan karakter masing-masing. Takut, jika salah satunya tak nyaman dan memutuskan tali merah pernikahan ini.
Semuanya mengalir damai tanpa ada konflik. Terkecuali masalah otak Masing-masing,yang berperang tak henti-hentinya.Hana masih menunggu waktu untuk melancarkan aksinya,
agar tak berbuntut panjang dikemudian hari.
Sedangkan Raka iya dipusingkan masalah pernikahan cucu dan sebagian oleh sang mama ,yang terus menekan sang anak agar memberikan menantu secepatnya.
Iya tak ingin banyak orang yang tau, atau mengetahui masalah yang sedang menimpanya saat ini.Bahkan kedua orang tuanya tak tau menahu tentang pernikahan sang anak.
Untuk saat ini ,keduanya masih merahasiakan tentang hubungan mereka pada keluarga masing-masing.Karena keras kepala dan ego yang menempel pada keduanya semuanya masih tertutup rapi walupun isu-isu tentang keduanya sudah mulai menyebar.
Karena Raka merupakan sekertaris sang CEO, mangkanya iya lolos dari mulut ember dari karyawan kantor.Bukan cuman itu saja ,iya juga memiliki watak dingin dan temperamental jika diganggu.Mangka dari itu ,semuanya harus berpikir berkali-kali untuk megosipkan pria dingin itu .
Untuk kisah cinta mereka kita hanya megambil garis besar-Nya aja yahh, lagipula mereka berdua bukan pemeran utama dalam cerita ini.
~
Hana ingin melihat keadaan persiapan yang iya pesan.Apakah sudah sesuai dengan permintaan sang atasan(Queen)?akan tetapi, belum juga iya melangkah mendekat masalah baru menghampiri dirinya.
Bruk
Prang
Prang
(Suara benda jatuh)
"Maaf-maaf Nona ."ujur karyawan itu, yang tak sengaja menabrak tubuh Hana.
"Iya,tidak apa-apa.Lain kali hati-hati"ucap Hana pelan diiringi senyum manis diwajahnya.
"Aduh, saya pasti dapat masalah lagi ini."ujur karyawan itu lirih dengan wajah khawatir nya.
Terlihat sangat jelas gadis muda didepannya saat ini gelisah.
"Emang ini untuk siapa?"tanya Hana penasaran. Karena karyawan itu, yang tak bisa diam ditempatnya gelisah oleh sesuatu.
Sesekali melirik bangku seberang, yang diduduki oleh 4 orang gadis cantik yang tidak sadar ,akan kegaduhan yang dibuat Hana dan sang karyawan.
"Ini untuk Nona-nona itu!" ucap karyawan yang menabrak Hana, menunjuk pada segerombolan perempuan cantik yang duduk didalam ruangan privat di seberangnya saat ini .
Pintu ruangan itu sedikit terbuka ,oleh karena itu Hana bisa sedikit Melihat siapa yang berada disana.Pantas saja iya tak menyadari kehadiran mereka ,ternyata mereka bersembunyi disana agar bisa menindas tanpa takut terekspos.
Hana mengikuti arah telunjuk karyawan itu, seketika ia membeku ditempat.Netranya membulat sempurna ,ditambah nafas Hana kembang-kempis saat melihat musuh bebuyutan-Nya yang ber-canda tawa ditempat mereka.
Hah?!.Jadi mereka yang memesan makanan ini?!
Membuat Hana mengepalkan tangannya menahan emosi yang siap meletup-letup, mereka tidak sadar jika Sedari tadi sudah menjadi target utama dalam pembalasan.
Saat sedang menahan amarahnya, secara tiba-tiba iya mendapatkan ide untuk memberikan sedikit pemanasan untuk mereka sebelum pada intinya.
Dengan senyum tipis, iya meberikan sedikit tips untuk karyawan itu.Secara kebetulan karyawan yang berada dihadapannya saat ini bernama Lia, ingin membantu dirinya karena iya juga memiliki dendam pribadi pada para perempuan itu.Tanpa dua kali meminta ,iya menerima perintah dan melancarkan aksinya.
Memesan pesanan baru dan sedikit memberikan toping berupa obat gatal,pada setiap makanan yang dihidangkan pada mereka semua .Tanpa menaruh curiga mereka memakannya ,walupun sebelum menyantap makanan itu ,mereka ngomel dibubuhi cacian tak jelas, karena pesanan mereka terlambat datang.
"Kenapa lama sekali?kalian bodoh yah?masak aja lama !."
"Begini saja tak becus,gak usah kerja disini deh!."
"Cihhh...Lebih baik pecat saja, tak berguna!"
"Untuk apa kau diam disini?, sana menjauh kami tidak ingin terkena kuman!."
ujur mereka sinis degan wajah jijik tampak merendahkan ,melihat karyawan itu menunduk ditempat nya degan pakaian sudah basah kuyup karena disiram dengan jus sebelumnya.
Setelah puas menindas orang lain ,pada akhirnya mereka menikmati makanan yang tersaji tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Tak berselang lama setelah selesai menikmati makanan yang tersaji,secara tiba-tiba salah satu dari mereka mengaruk bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka, semakin di garuk semakin gatal dibuatnya.
__ADS_1
Bukan hanya satu orang bahkan tiga diantaranya ikut melakukan hal yang sama dengan gadis pertama,timbul bintik-bintik merah ditubuh mereka teriakan dari keempat gadis itu membuat heboh cafe itu.
Semua yang melihat keangkuhan dari keempat gadis itu sedari tadi tampak tertawa tanpa berniat membantu.Bahkan ada yang memvidio kejadian itu untuk diaplod di sosmed, milik mereka masing-masing.
Ternyata, sebelum kejadian memalukan itu.
Pintu ruangan yang mereka tempati sudah dibuka lebar tanpa bisa ditutupi ,sehingga semua orang yang diluar bisa melihat dan mendengar kejadian didalam.
Hana yang sedari tadi memperhatikan degan tidak sabar seketika terkekeh geli melihat adegan memalukan itu .
Tak bisa menahan tawa semakin lama iya melangkah mundur menghindar dari jangkauan mereka ,agar bisa menuntaskan tawa yang hampir meledak di kerongkongan.
Tawa Hana pecah setelah jauh dari jangkauan mereka , wajahnya memerah akibat terlalu banyak tertawa bahkan iya harus rela merasakan batuk karena itu.
Huk... Huk...
Akan tetapi iya tak merasakan sakit melainkan bahagia Sangat bahagia,tak ingin membuat Queen kecewa akan keterlambatannya,karena terlalu sibuk dengan masalah pribadinya yang menertawakan para hama.
Secara perlahan tawa itu mulai berhenti diganti dengan seringaian sinis.
"Belum saatnya,akan tetapi suatu saat nanti kalian akan memohon dibawah kaki ku!."ujur Hana sinis dan melangkah menjauh dari tempat itu menuju mobilnya.
Setelah semua pesanan-Nya sampai,Mobil yang ditumpangi Hana melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat dimana para hama itu berkumpul bersama dan menikmati rasa gatal yang tak tertahankan.
Bahkan mereka lupa akan sikap elegan dan sombong luar biasa itu, karena rasa gatal tak tertahankan dinsekujur tubuh kebanggaan mereka selama ini.
Oh iya satu lagi untuk para pembaca.π
Cerita yang saya sajikan tentang percintaan yang dialami oleh Hana dan Raka gak langsung Heppy ending, seharusnya Hana diceritakan depresi karena kejadian malam itu.
Tak hanya itu, iya juga hampir menghilang nyawanya karena masalah yang menimpa
-Nya.Karena merasa bersalah pada gadis itu,Raka merawat dan selalu mengawasi Hana bahkan iya menyewa dokter kejiwaan untuk gadis itu agar cepat sembuh.Raka yang degan sabar dan telaten merawat Hana,sampai benar-benar pulih seperti sedia kala.
Kenapa gak saya ceritakan secara detail karena menurut saya gak bagus jika terlalu panjang menceritakan tokoh pembantu,mangkanya saya hanya megambil dari berbagai sisi kehidupan mereka tanpa menjelaskan secara detail.
Untuk urusan balas dendam ini,author sengaja angkat karena ada scenario dimana ada sangkut-pautnya dengan pemeran utama kita.
Jadi Jagan kecewa dahulu yahπ€πππ
***
Sedangkan di sisi lain,Queen dan Byan menikmati kebersamaannya dengan para anak panti.
Terlihat Byan sudah menyingkirkan rasa trauma-Nya pada panti ,pada awalnya ada ketakutan terlihat jelas diwajah anak itu. Gemetar dan keringat dingin mengucur di pelipisnya.
Sampai pada akhirnya, iya melihat jelas dengan mata-Nya bagimana wajah berseri mereka, saat bermain dan menyambut kedatangan mereka bertiga.Senyuman manis, tanpa keterpaksaan terpatri diwajah masing-masing anak yang menyambut kedatangan sang Mimy.
"Halo, Bunda Cantik!"ujur mereka serempak.
"Halo,anak-anak! Ayo kalian tau ngak bunda Bawak apa ,kali ini?."
Mendengar ucapan Queen, mereka semua berpikir keras terlihat kerutan diwajah mereka memang berniat berfikir untuk memberikan jawaban yang pas pada Bunda Cantik.
"Kue ,Mainan, Makanan,Baju baru,?."Ujur mereka bersahutan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan sang bunda cantik .
"Bunda bersama dua orang spesial untuk diperkenalkan."
" Tapi...Bukan ,om Jordy dan yang lainnya kan ?kalo mereka kami tidak tertarik."ujur salah satu dari mereka terlihat cantik dengan rambut ikal miliknya.
Sedangkan yang lainnya ikut mengangguk tanda setuju akan ucapan gadis itu.
"Kenapa kalian tidak suka akan kedatangan mereka?."tanya Queen megereyit heran
"Mereka menyebalkan terlalu dingin dan kaku kadang juga cerewet."jawab anak itu dengan polosnya.
Hahahaha..
Queen tertawa kecil mendengar ucapan gadis itu dan ekspresi megemaskan anak-anak yang lainnya,degan perlahan iya menetralkan tawanya dan kembali ke mode serius.
"Rara tenang saja,untuk mereka!sudah bunda buang kepelanet lain."ujur Queen terkekeh diakhir kalimat.
"Horeee..."
Semua anak bersorak gembira mendengar ucapan Queen,tak tau saja jika orang yang baru saja mereka sorakin sudah merinding ditempat masing-masing merasa ada bahaya menanti.
Melihat anak-anak begitu bahagia mendengar ucapan nya, terbesit rencana kocak di kepalanya untuk memberikan pelajaran pada mereka, sudah lama juga iya tak memberikan hadiah untuk para pria jomblo itu.
Senyuman misterius terbit diwajahnya.disisi lain para pria yang menjadi tersangka ,menjadi merinding dan was-was tampaknya akan ada bahaya yang mengintai entah apa itu.
__ADS_1
Mereka serempak megelus tengkuk leher masing-masing, berbeda aktivitas akan tetapi bukan berarti marabahaya itu ikut berbeda.
Apalagi jika yang menargetkan mereka adalah Queen tentu bahayanya akan sama rata ,bahkan mungkin saja sama-sama mengerikan untuk mereka yang notabenenya tak memiliki pasangan saat ini.
Rasanya berat bahkan sangat berat untuk melewatinya, karena harus sendiri mengobati luka yang diderita tanpa harus bermanja-manja.
Bukan pertama kali-Nya mereka terkena hukuman karena orang lain tak suka akan kinerja mereka.Tetapi ,bukan berarti rasa takut itu menjadi biasa.
Bahkan rasa takut ini semakin besar, mereka sangat tau jika terkena hukuman tidak akan sama sakitnya seperti Pertama kali.Level rasa sakit-Nya naik keatas semakin meninggi dan akan terus meninggi tanpa batas.
Saat Queen sedang menikmati perbincangan hangat dengan anak-anak, tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundaknya.
Queen mengalihkan perhatian-Nya pada tersangka, terlihat seorang anak laki-laki dengan wajah datar menatap matanya.
Seketika iya batu ingat jika saat ini dirinya sudah megabaikkan Byan,sang putra tercinta.
Iya juga melirik sekilas pada laki-laki yang berjarak kurang lebih 10 langkah dari mereka, sedang menatap dirinya dengan tajam.
Perlahan iya menarik tubuh mungil itu kedekapanya,degan pelan dirinya megelus rambut Byan sesekali iya memberikan kecupan-kecupan lembut di kening sang anak.
"Maaf sayang ,Mimiy membuat Byan Menunggu lama!"ujur Queen lirih
Melihat tatapan mata sang Mimiy yang merasa bersalah ,Byan kembali tersenyum manis iya tak benar-benar marah akan tetapi iya hanya sedikit cemburu akan kedekatan sang Mimiy yang berakhir melupakan dirinya.
"Mimiy harus janji ,tidak melupakan keberadaan Byan lagi."ujur Byan mengarahkan jari kelingking-Nya dihadapan Queen.
Dengan lembut Queen mengaitkan kelingking nya pada Byan ,dan menganggu pelan .Setelah derama anak dan ibu selesai ,semua mata masih melihat keduanya yang tampak harmonis mereka bingung dan penasaran siapa gerangan kedua laki-laki berbeda umur itu?.
"Anak-anak ,kalian bisa kembali pada aktivitas masing-masing Bunda cantik ingin duduk dan istirahat terlebih dahulu."ujur ibu panti yang berniat membubarkan anak-anak asuhnya.
Yahhhhhh..
Mereka bersorak tak suka ,karena harus berpisah dari bunda cantik walaupun begitu mereka masih melangkah menjauh dengan wajah lesunya.
Melihat itu semua, ibu panti hanya bisa megelengkan kepala pelan,iya sangat tau jika semuanya tak rela menjauh dari sang idola.
"Mari Queen ,kita berbincang di dalam."Ibu panti mempersilakan ketiga nya untuk masuk kedalam .
Tanpa berbicara mereka melangkah masuk kedalam yang memang disediakan untuk ruang tamu,ternyata disana sudah disiapkan minuman dan beberapa makanan terlihat beberapa ibu panti yang lainnya tersenyum senang menyambut kedatangan sang idola dan ratu penyelamat untuk mereka semua.
"Salam Queen."ujur mereka serempak dengan membungkukkan tubuhnya sedikit,tanda memberikan penghormatan kepada sang Queen penolong.
"Hem."
Setelah itu Queen duduk tenang di sofa tanpa disuruh, terlihat Byan juga ikut duduk di pangkuan nya sedangkan Alfa tentu duduk disebelah kanan dirinya.
Semua pengurus panti terkecuali ibu Yun masih berdiri dengan menundukkan kepala.
"Apa semuanya baik-baik saja?"tanya Queen memandang satu persatu pengurus panti yang berdiri ditempat masing-masing.
"Semuanya baik Queen ."ujur mereka serempak.
"Baguslah,kalian boleh pergi.Dan untuk Ana, bisa membawa Tuan muda berkeliling panti buat iya senyaman mungkin."ujur Queen menghentikan tatapannya pada seorang wanita cantik yang memakai pakaian Suster itu.
"Baik Queen ,akan saya lakukan sebaik mungkin."
"Mimiy ?,"
"Tidak apa-apa,Mimiy ada perlu dengan Nenek Yun .Jadi Byan harus nurut degan kakak Ana Jagan nakal sayang ,jika perlu sesuatu tanya sama kakak Ana apapun yang ingin Biyan tanyakan."ujur Queen memberikan pengertian kepada Byan dengan lembut
"Oky ,Mimy ."
Setelah mencuri ciuman di pipi Queen , bocah laki-laki itu melangkah turun dari pangkuan Queen dan degan seng hati mengikuti tur dari orang pilihan sang Mimiy .
"I love you Mimiy, I will be happy to join the tour that Ana's sister provides.(Aku mencintaimu Mimiy,aku akan dengan senang hati mengikuti tur yang kakak Ana sediakan)"ujur Byan mulai menguasai bahasa Inggris yang baru saja iya pelajari beberapa Minggu ini.
Setelah mengatakan itu Byan sudah hilang ditelan pintu,entahlah tampaknya bocah itu akan menikmati tur nya kali ini dengan senang hati.
.
.
...Maaf harus menunggu lama yah π€π€ Beberapa akhir ini author kehabisan ide ππ...
tapi Jagan kahawatir akan tetap tamat π€
.............
βΊοΈπππππππππππππππ₯°ππ₯°ππππππππππππππ
__ADS_1