
Setelah dirasa cukup jauh dari dua terio,terbebas dari para fans fanatiknya dan tak lupa jauh dari mata kuliah yang sangat membosankan bagi dirinya
Ya, disinilah diya sekarang.Di atas gedung,menikmati semilir angin yg menerpa wajah halusnya,matanya meneliti setiap inci bagunan berharap tak ada satupun terlewatkan.
Setelah merasa puas dan yakin tak ada satupun yang ada di sana kecuali dirinya,dia duduk degan gerakan Agun menyenderkan tubuhnya di sofa yg memang disiapkan untuk dia melepaskan rasa jenuh dan bosan .
pemberitahuan ya ,kampus ini di Bagun oleh keluarga ETHAN ALIANDERA Ayah Queen,sering disapa Tuan Ali,sedangkan nama ibu Queen adalah CELARISA ALIANDERA (diganti marga suami ya teman-teman). Sering disapa Nyonya Risa memiliki butik dimana-
mana yg cukup terkenal di kalangan kelas atas.( cukup disini dulu ya,perkenalan sama keluarganya Queen nanti kita lanjut lagi )
Setelah beberapa menit dia memejamkan mata ada seseorang yg mendekat ke arah nya,tak ada rasa was-was di pikiran nya .
Ya, diya berpikir tak ada niatan jahat disekelilingnya, mangka dari itu iya melanjutkan istirahatnya yang sedikit terganggu.iya berfikir mungkin dia tugaskan untuk membersihkan tempat ini.
POV Alfares prananta
ALFARES ARARYA ADHiKARI PRANATA,lelaki berusia 24 tahun,rambut sedikit panjang berwarna hitam pekat,alis tebal,bola mata berwarna Hitam pekat degan tatapan tajam,bibir tidak terlalu tebal dan tidak tipis sagat pas untuk di pandang berwarna kemerahan. Wajah datarnya tak mengurangi kadar ketampanan Sang Tuan muda,ditambah sikap dinginnya yg tak tersentuh sagat misterius dan menarik secara bersamaan.
Anak orang kaya pertama di kota M.Dia baru beberapa hari yang lalu tiba dikota ini,dan secara tiba-tiba sang Papi menugaskan dirinya kekampus ini untuk merifeu secara langsung tempat ini,apakah cocok untuk tempat berinvestasi.
Walau pun merasa ada yang aneh,tapi Tampa banyak bicara iya pergi dan disinilah iya sekarang.Dengan santai melihat-lihat sekeliling iya,Tampa sadar ia berjalan ke bangunan kosong ini iya merasa tertarik untuk menelisik bangunan ini entah ada apa akan tetapi langkahnya tak bisa dihentikan.
Terlihat taman dan danau yang dikelilingi oleh pepohonan yang rindang,saat ingin kembali iya melihat seorang gadis melangkah masuk ke bangunan yang tak terurus itu.Tampa sadar langkah nya mengikuti jejak gadis misterius itu.
Setelah beberapa menit berjalan,iya baru sadar akan apa yang iya lakukan.Saat ingin berbalik iya melihat pintu yang sedikit terbuka dengan cahaya terang,
merasa sedikit penasaran iya melangkah masuk kedalam dan ingin melihat apakah ada yg iya lewat kan.
__ADS_1
Memegang gagang pintu,dan membukanya secara perlahan terpampang ruangan yg bertolak belakang dengan pemikiran nya, bagaimana tidak ruangan ini sangat lah bersih menyejukkan untuk dipandang.
Berbagai macam buku tertata rapi disudut ruangan, ada sofa lemari,meja dan berbagai alat untuk laboratorium degan nuansa violet ,lembut dan menenangkan.
Setelah meneliti setiap inci ruangan itu ,dia berhenti di satu titik pintu terbuka degan semilir angin menerbangkan gordeng berwarna violet.
Dengan rasa penasaran dia melangkah degan hati-hati, setelah di depan pintu keluar ia melihat seorang wanita cantik memejamkan mata degan tenang,
semilir angin yg berasal dari rimbun nya pohon menerpanya,ia sempat berpikir bagaimana caranya pohon itu tumbuh disana?
Angin membelai rambut Rin,Akan tetapi tampaknya perempuan itu tidak tergangu Sama sekali degan kelakuan nakal agin yg terus membelai wajah nya.
Tidak ada yg berubah dari tatapan Al tetap sama,digin dan tajam.raut wajah nya pun tak banyak yg berubah tetap datar dan tak tersentuh.
Melihat helayan rambut Rin yg terhembus angin,belum lagi degan tersingkapnya pakayan perempuan itu yang menampakkan paha mulus tanpa(kudis,jamur ,atupun kurap he he he ...becanda .)
Hembusan angin seakan segaja membuka dan menampakkan leher jenjang perempuan itu.Daging putih mulus yg ada dihadapannya seakan memanggil dia untuk segera mendekat.
Akan tetapi itu tak berlaku untuk lelaki Dingin tak tersentuh ini,baginya itu hanyalah seonggok manusia asing yang tak ada gunanya.Bagaimana tidak, disaat semua orang sibuk dengan aktivitas kampus sedang kan gadis yang didepannya ini asik dengan mimpi indahnya.Bukan tipenya sekali,gadis pemalas yg Hanya bisa menghabiskan uang orang tua.
Alfa tak bergeming dari tempatnya berdiri,tetap pada posisi awal diam dan mengamati dari kejauhan , setelah beberapa detik kemudian alis ya sedikit terangkat,tangan yg awalnya terjun bebas kini ia pindah kan ke arah jantungnya, jantung Serasa berlari meraton .
"Cek.. ada apa dengan jantung ku ini ?apa aku megidap penyakit jantung?seperti nya aku harus memeriksanya nanti."ujur Alfa lirih
Setelah jantung nya sudah kembali ke detakan normal,ia melihat kembali ke arah perempuan itu , posisi nya telah berbalik membelakangi nya.
PRANK!
POV Rin
__ADS_1
Aku yg sedang menikmati mimpi indah degan seorang pangeran tampan malah dikejutkan degan suara kaca jatuh.
"Tolong ...tolong ..Jagan pelis.saya mohon"
"Cih .. siap yg mau menjadi pahlawan kesiangan untuk cewek gak guna kayak elo hah?"
" Hahahhah..mugkin aja kali dia berharap ada pangeran yg nolongin dia,cih mimpi."
"Cewek cupu,kayak elo bisa ya cuman merusak mata orang aja,iyakan gaysss...?"
"Yaaaa... Hahhahah."
Terdengar tawa megelegarar dari ketiganya menertawakan nasip gadis kampung dan cupu dihadapannya saat ini.
"Cek, Pengagu! .........."
.
.
.
βΊοΈπππ₯°π₯°ππ₯°π₯°π€£π€£π€£
Bagaimana semua, apakah kalian suka dengan lelakinya ?kalo tak suka cari yang pas untuk imajinasi kalian yah,kalo saya maunya yang ini aja π π
*****ayo sipa yg akan menjadi penyelamat***** nya .???
Alfa/Rin ????
__ADS_1
baca terus ya Jagan sampai kelewat ,saya sagat butuh dukungan kalianππ
bay3...