Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Tato dipergelangan tangan Byan


__ADS_3

"I love you Mimiy, I will be happy to join the tour that Ana's sister provides.(Aku menyayangimu Mimiy,aku akan dengan senang hati mengikuti tour yang kakak Ana sediakan)"ujur Byan mulai menguasai bahasa Inggris yang baru saja iya pelajari beberapa Minggu ini.


"Mimiy ?"Ujur mereka serempak, dengan intonasi lirih mereka secara serempak melirik Sang Queen , sedangkan yang dilirik pura-pura tak melihat gerak-gerik mereka .


Bagimana tidak terkejut , setahu mereka sang Queen adalah seorang Gadis muda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya. Bagaimana bisa iya sudah memiliki anak sebesar dan secerdas ini ?,dalam waktu singkat.


Bahkan mereka tidak mengetahui kapan sag Queen menikah dan melahirkan?.Apakah pria yang disebelah sang Queen ada suaminya? berpikir keras, akan tetapi segan untuk bertanya itulah mereka.


Jadilah pertanyaan-pertanyaan itu hanya ada pada mereka,tanpa menemukan jawaban yang pasti.Bahkan mereka sangat tahu,bahwasanya sang Queen baru saja sadar dari koma. Tak ingin membuat isi otak mereka meledak ,pada akhirnya mereka hanya memendam itu semua sambil menanti waktu satu saat nanti pada akhirnya semua akan terkuak dengan sendirinya.


Sekedar informasi, setelah mereka tinggal di kediaman mereka sendiri. Byan di fasilitasi ,les privat 2 bahasa (English, Mandarin) itu hanya beberapa hal terkecil.Belum bahasa yang lainnya, bahkan iya belajar Hukum, Bisinis dan beberapa pelajaran pokok yang akan iya pelajari di sekolahnya nanti.


Byan memiliki otak yang cerdas, sehingga tidak sulit baginya menangani pelajaran yang sang Mimiy sediakan.Iya memiliki banyak wawasan dan beberapa guru khusus yang disiapkan oleh sang Mimiy , Akan tetapi walupun jadwal belajar padat iya masih memiliki jadwal bersama kedua orang tuanya.


Setelah menjalin ke-Bersamaan dengan sang Mimiy dan Deddy hidup bocah laki-laki itu penuh warna,iya bisa sedikit megenyamping-


kan ketakutan yang ada dalam diri-Nya selama ini yang selalu menghantui bocah itu di malam hari, bahkan saat iya Sadar .


Setelah mengatakan itu Byan sudah hilang ditelan pintu,entahlah tampaknya bocah itu akan menikmati tour-Nya kali ini dengan senang hati ,apalagi iya sudah tidak sabar sedari semalam.Karena sangat penasaran dengan bangunan dan aktektur yang akan memanjakan mata-Nya .


Setelah kepergian Byan dan para suster pengurus panti.Saat ini,tinggallah Queen,Alfa dan ibu panti diruangan itu.


Ibu panti melirik kearah Alfa.Tampak ,iya sedikit ragu untuk membuka suara ,karena keberadaan laki-laki yang tak tau baik atau buruk untuk dijadikan pendengar dalam perbincangan mereka saat ini.


Awalnya iya sedikit terkejut, selama ini Queen tidak pernah membawa laki-laki ini menemui mereka bahkan iya baru pertama kali melihat wajah laki-laki ini . Terlihat tak asing tetapi ,iya tak mengingat siapa gerangan.


Yang lebih membuat dirinya bertanya-tanya siapa bocah laki-laki itu?, Jika diteliti bocah itu memang memiliki kemiripan dengan Queen. Jika itu benar anak Queen?Kapan bocah itu ada?.


Mimikirkan itu membuat dirinya semakin tua saja.Iya tidak heran lagi dengan gadis ini, karena setelah mereka bertemu belasan tahun yang lalu sampai saat ini. gadis yang memiliki sejuta pesona memiliki tempat tersendiri bagi mereka-mereka yang telah merasakan dampak baik yang gadis itu bangun untuk orang-orang disekelilingnya.Memiliki beribu rahasia yang tersembunyi bahkan sulit digapai oleh akal sehat orang awam seperti diri-Nya.


Mangka dari itu ,iya sudah kebal akan kejutkan-kejutan yang Gadis ini timbulkan. Selagi itu tidak merugikan Queen sendiri dan panti, iya sudah lebih tenang.


Iya terpesona akan ketampanan didepan matanya saat ini,sikap digin dan acuh laki-laki ini. Memiliki daya magis tersendiri, membuat sipa saja yang ada disekelilingnya tak bisa tidak terpesona. Kalo bukan karena iya sudah tua dan laki-laki ini bersama sang Queen mungkin iya akan memperlihatkan kegilaannya karena terobsesi dengan karisma dan perawakan laki-laki didepannya saat ini.


Sikap dingin dan cuek hampir sama dengan sang Queen ,bedanya laki-laki ini memiliki sifat dingin yang berlebihan sehingga sangat kaku bagikan robot , jika dilihat-lihat tampaknya, mereka memiliki hubungan yang tidak biasa.


Tau apa yang ada di pikiran ibu panti, semua orang yang melihat laki-laki ini akan terpesona dan sekaligus ngeri Karena penampilannya, dan bawaan laki-laki ini yang membentang jarak sehingga bagi siapapun yang melihatnya akan waspada.Queen memberi isyarat jika perbincangan mereka bisa dimulai.Ada ,dan tidak ada laki-laki itu.


Setelah mendapatkan isyarat itu ,ibu panti semakin penasaran siapa laki-laki ini sebenarnya?tak ingin membuat Queen lebih marah dan terlalu ingin tau ,ibu panti kembali menetralkan pikiran-Nya dan kembali ke perbincangan awal.


"Baiklah jika seperti itu, saya tak akan sungkan lagi. Queen, baru-baru ini beberapa yang lainnya menemukan sebuah rumah sakit terbengkalai, yang cukup mencurigakan."ujur ibu Yun mode serius.


"Letaknya?."


"Tak terlalu jauh dari area Panti Asuhan Harapan Mama ."


Deg


Mendengar itu ,kedua-Nya melirik kearah masing-masing degan ekor mata.Bagimana tidak bereaksi, itu adalah panti yang di tinggali Byan sebelumnya.


Setelah bisa mengontrol emosi masing-masing ,Queen kembali meminta perbincangan ini dilanjutkan.


"Lanjutkan."


"Kami menemukan, fakta-fakta baru yang menyangkut atau mungkin saja berhubungan dengan kasus anak hilang ."ucap ibu Yun menyerahkan beberapa lembaran kertas putih ke hadapan Queen .


Queen meraih kertas-kertas itu,membaca dan menelitinya dengan diam.Iya mengangkat kepalanya untuk melihat ibu Yun secara langsung.Tersirat hal yang tidak bisa dari tatapan Queen saat ini.


Beberapa lembaran yang memperlihatkan gambar yang cukup mengerikan. Bagimana tidak ,disetiap lembaran menampakkan beberapa gundukan tanah ada yang sudah dipenuhi rumput dan ada yang tampak baru merah seperti pemakaman umum.


Di lembaran berikutnya,Anak-anak kecil kurus kering dengan pakaian yang tidak pantas. Menekuk lututnya menahan nyeri, karena tidak di isi dengan makanan yang layak terlihat luka lebam dan memar disekujur tubuh anak-anak itu.


Yang menjadi pertanyaan saat ini , apakah perkiraan dirinya benar? Mungkin saja itu hanya lah gundukan tanah biasa ,atau bisa jadi itu adalah tempat pembuangan limbah tanah bangunan dari perumahan yang tidak terlalu jauh dari sana.


Sepertinya ada yang iya lewatkan dalam kasus ini,iya harus lebih ekstra lagi untuk meneliti keganjalan demi keganjalan dalam kasus ini. Apakah mungkin ?Ini ada sangkut pautnya dengan anak-anak hilang itu ?jika iya ,mana mungkin para pengurus panti melaporkan kasus anak hilang!Iya harus memastikan ini terlebih dahulu sebelum kembali bertindak.


Melihat lembar demi lembar kertas yang ada di genggaman tangannya secara tiba-tiba aura sekeliling nya Digin ,membuat bik Yun menahan nafas dibuat-Nya.sedangkan Alfa tampak santai dengan sikap acuhnya,iya sempat melirik wajah sang istri dengan ekor matanya tampak tenang di permukaan . Akan tetapi kedua orang itu tau, aura dingin kali ini tidak biasa.


" S.E.G.E.R.A B.A.S.M.I."ujur Queen degan suara pelan dan penuh tekanan, disetiap ejakan huruf.


"Tapi ,ada satu kendala Queen ."terlihat ada keraguan diwajah wanita dewasa itu.


Queen mengangkat alisnya binggung melihat wanita dewasa didepannya saat ini ,tampak ragu untuk berbicara.

__ADS_1


"Mereka berkemungkinan dibawah kendali, orang-orang berkuasa! ."ujur ibu Yun pelan tapi cukup jelas ditelinga Queen dan Alfa.


Mendengar itu Alfa sedikit bereaksi seperti biasa sangat halus sehingga tidak ada yang sadar akan reaksinya terkecuali Queen,semakin kesini iya semakin tau jika gadis ini memiliki kehidupan yang cukup ekstrim untuk wanita normal lainnya.


"Apa selama ini hal itu!Menjadi kendala untuk saya?! Malahan itu lebih bagus karena akan lebih menyenangkan jika ada orang-orang seperti mereka terkspos media degan tingkah laku kotor yang diselimuti topeng sok bersih!.


Dengan banyaknya penonton dari kalangan atas sampai bawah, ini akan menjadi sebuah tamparan keras untuk mereka yang berani berbuat tercela di wilayah saya,apalagi berniat mengusik ketenangan saya!."Ujur Queen tersenyum miring.


Ibu panti merasa merinding melihat senyuman itu,iya tau tanda apa yang akan terjadi jika sang Queen megeluarkan senyuman misterius nya. Sedangkan untuk Alfa iya hanya melirik sekilas dan kembali pada aktivitas nya.


Dari tadi Alfa hanya menyimak dan melirik pada Queen, apa tidak ada pekerjaan lainnya?cek menyebalkan, dasar robot aneh.🀦 Author jadi bingung bagaimana menjabarkan dirimu tuan Robotttt...πŸ™‰πŸ™ˆ


"Baik Queen, semuanya akan berjalan dengan mulus"ucap ibu Yun datar .


"Usahakan agar semuanya selesai tanpa tercium media, sebelum semuanya terbukti. Selagi kalian beraksi , jangan sampai mereka mengetahui pergerakan kalian ."ujar Queen dingin .


"Saya mengerti Queen ."


"Hemm... Dan satu lagi ,kirim foto lembaran ketiga secepatnya ."ujur Queen.


"Baik Queen"Ibu Yun berdiri dari tempatnya, menundukkan kepalan dan berlalu dari ruangan itu, meninggalkan keduanya dalam pikiran masing-masing.


Setelah ibu Yun tak terlihat lagi.Queen mengalihkan pandangannya pada Alfa, tak terlihat wajah-wajah mencurigakan pada laki-laki disampingnya saat ini.


Melihat tak ada respon dari laki-laki disampingnya saat ini,Queen meraih Henponnya mengotak atik benda persegi itu. Setengat jama berlalu ,iya mendapatkan notif pesan yang ditunggu-tunggu setelah dibuka tampak tak asing! lama mengamati huruf-huruf yang diukur itu ,iya kembali menggali ingatan-Nya, cukup lama berpikir iya akhirnya mendapatkan apa yang iya mau.


Tato ini ,sama persis dengan gambar yang Byan perlihatkan malam itu.


Felesbek on


Setelah ritual makan bersama selesai. Queen menginstruksikan Byan gosok gigi dan mencuci kaki , Sedangkan dirinya merapikan tempat tidur dan meyiapkan buku bacaan-Nya malam ini .Saat iya megambil buku dongeng diatas meja, sebuah kertas jatuh memperlihat-


kan sebuah lukisan abstrak yang cukup aneh.


"Ini lukisan sipa Sayang?"Tanya Queen mengalihkan pandangan pada sang putra.


Bukan tanpa sebab iya menayakkan hal demikian,ini bukan kali pertama iya melihat lukisan ini.Bahkan beberapa lembar lainya telah iya temukan sebelumnya,hanya ada satu perbedaan, yak itu disetiap huruf mereka memiliki huruf yang berbeda-beda tetapi ada keistimewaan-Nya dimasing-masing ukiran.


"Itu adalah tato yang dibuat oleh kepala panti saat umur kami menginjak 3tahun .Desetiap tato merupakan inisial nama kami, yang bisa menunjukkan bahwa kami bisa dibedakan dengan anak lainnya diluar sana!"Jawab Byan dengan ekspresi wajah datar +dingin , tatapan matanya tanpak menerawang jauh walupun raganya ada didepan mata.


Benar adanya, Byan juga memiliki tato yang membedakannya adalah huruf .Byan berinisial "B"bisa dikatakan jika ini cukup mencurigakan, akan tetapi tak ingin membuat Byan ingat kembali akan hal-hal itu, Queen mengusir ingatan masalalu-Nya dengan cara kembali pada dongeng sebelum tidur .


~


Deg


"Ini tidak sesederhana itu!"ujur Queen lirih


Queen menghubungi seseorang yang dapat iya andalkan untuk masalah ini.Setelah tersambung Queen sedikit menyingkir dari Alfa agar tidak menggangu laki-laki itu .Tak tau saja jika laki-laki itu sedari tadi mengawasi dirinya,iya sangat penasaran dengan siapa gadis itu berbicara.


"Riy , selidiki fail yang saya kirim dengan segera.Firasat saya mengatakan, ini tidak sesederhana itu ada sesuatu menarik didalamnya."ujur Queen mode serius.


"Baik Queen, dengan senang hati akan saya selesaikan dengan tuntas ."


"Dan satu lagi ,saya boleh bertanya?!"


"Apa itu ?Queen bisa bertanya apapun itu pada saya kenapa harus bertanya!"ujur Alfa tertawa kecil ,tak habis fikir dengan sikap megemaskan sang Queen.


"Hahahaha... Baiklah kalo begitu, apakah gadis itu masih disana?."tanya Queen tertawa kecil menanggapi omongan Riy barusan.


"Hemm... Iya masih disini,ada apa Queen?"ujur Riy merasa heran degan pertanyaan sang Queen .


"Tidak apa-apa,saya tunggu infonya nanti malam."Setelah mengatakan itu Queen mematikan sambungan telepon-Nya sepihak.


Sedangkan yang deseberang telpon menarik nafas pasrah akan tingkah semaunya sang Queen.


Setelah mematikan sambungan telepon,Queen kembali ketempat duduk awal masih fokus pada Henpon-Nya memperhatikan dan membedakan gambar tato satu dengan yang lainnya.



Saat sedang sibuk dengan pikirannya,Queen merasakan aura dingin yang tidak biasa. Queen mencari sumber itu,dan berhenti pada seorang laki-laki tak berekspresi disampingnya saat ini.Iya baru ingat jika sang suami satu tempat dengan dirinya.


Tak ingin ruangan ini kaku dan membeku karena sikap digin sang suami,Queen menggeser posisi tubuhnya agar lebih dekat pada Alfa.Setelah itu meletakkan Henpon-Nya dan menyenderkan kepalanya di pundak suami robotnya,mencari posisi ternyaman dan menutup mata untuk menikmati aroma tubuh Alfa yang menengkan baginya.

__ADS_1


Cukup lama ruangan itu hening tanpa ada perbincangan diantara keduanya,Queen membuka suara tanpa membuka matanya.


"Pi, Mimy mau tanya boleh?."ujur Queen pelan .


"Hem..."


Tak perduli walupun hanya dijawab sependek itu yang terpenting iya mendapatkan respon dari pria-Nya,itu sudah lebih dari cukup.


"Pipy, masih bisa bertahan dengan pernikahan ini tidak?."


Mendengar itu Alfa kembali bereaksi walaupun cukup halus dan tak terdeteksi.Queen Sangat tau laki-laki ini cukup terusik oleh ucapannya,dan iya menikmati itu.


"Sebenarnya itu tidak usah dipertanyakan,akan tetapi Mimy hanya ingin tau jawabannya langsung dari bibir menggoda Pipy,agar Mimy bisa memperhitungkan segala sesuatu kedepannya."ujur Queen masih saja menyelipkan kata-kata absurat dari keseriusan nya.


Saat Queen masih asik menggoda sang suami tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok ....


"Masuk ."ujur Queen sedikit meninggikan suaranya.


Tak tau saja jika laki-laki disamping-Nya saat ini normal ,mungkin iya akan bereaksi berlebihan akan sikap menyebalkan gadis ini.


Cek lek ..


Pintu dibuka, masuk seorang pria gagah yang cukup memikat para wanita Melihat-Nya.Queen membuka sedikit matanya,iya melihat wajah tak asing didepannya saat ini.


"Halo, Beybiy. Aku tau kamu Pasti disini ,jika tidak ada di kantor "ujur pria itu tanpa menghiraukan keberadaan Alfa ,ada kekesalan dari pria itu saat melihat Queen menyender pada pria lain selain dirinya.


Tak tau saja jika orang yang baru saja iya cemburu'i adalah orang yang paling berkuasa akan gadis itu .Yang paling berhak tanpa ada yang bisa memisahkan dirinya ,walupun iya sendiri berniat sekalipun.


Merasa mendapatkan mainan baru,Queen berdiri dari duduknya berniat menghampiri pria itu.


"Halo ,sudah cukup lama kita tidak bertemu bukan?..."ujur Queen menyambut baik kedatangan pria itu.


Belum juga Mendekat, pinggang-Nya ditarik oleh seseorang sehingga iya kembali terjatuh dan kali ini dipangkuan Alfa, dengan sangat posesif.


Queen yang awalnya terkejut dengan reaksi Alfa seketika tertawa didalam hati,iya sukses membuat laki-laki ini memperlihatkan taring-Nya Walupun harus mengorbankan orang lain.


"Tetap disini."ucap Alfa, membalikan tubuh gadis itu agar menghadap dirinya.


Queen tertawa jahat dalam hatinya,dengan ini iya bisa sedikit bersenang-senang setidaknya menghibur diri sendiri.


"Lepas."Ujur Queen hendak melepaskan diri dari pangkuan Alfa .


Melihat sikap Queen yang tak biasa,Alfa semakin mengeratkan pegangannya pada pinggang gadis itu Sehingga tubuh Queen menempel sempurna pada Alfa.


"Diam."Alfa berujar lirih ditelinga Queen, bahkan iya degan nakal menggigit telinga Queen dengan lembut.


Mendapatkan perlakuan nakal itu ,Queen tidak bisa tidak merinding pertama iya merasakan hembusan nafas laki-laki itu ditengkuknya. Bahkan laki-laki itu menambah gigitan lembut, membuat adrenalin gadis itu meningkat pesat.


Iya bertanya-tanya dari mana laki-laki ini belajar nakal?.Setahunya,setelah lama menikah iya tak pernah mendapatkan kenakalan ini!,iya yang sering menggoda laki-laki ini.


Ehmmm...


Setelah lama saling pandang,mereka mengacuhkan kedatangan pria itu.Bahkan iya tidak bisa melihat kearah belakang,karena Alfa tak mengizinkan-Nya .Queen hanya bisa pasrah ,iya tak ingin membuat semuanya menjadi rumit karena iya belum menikmati keberhasilannya untuk diperhatikan oleh sang suami.


Dan iya tak ingin mencari tau keganasan apa yang akan Laki-laki keluarkan nantinya.Iya hanya akan menikmati momen ini dari pada mencari ribut untuk saat ini, tampaknya Queen lebih banyak diam setelah Kejadian yang menimpa dirinya waktu itu.


Melihat kedua sejoli itu tak menghiraukan dirinya,pria itu mendengus kesal ,akan tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.Karena iya tau Jika siapapun yang dekat dan bisa seposesif itu pada Queen, iya bukan orang yang bisa dianggap remeh apalagi diajak bercanda.


Baru saja selesai bergelut dengan batin,iya mendapatkan tatapan dingin dan menusuk dari pria dihadapannya saat ini.Wajah dingin +datar, belum lagi aura digin disekitarnya membuat iya semakin bergidik geri.


"Jaga ,Pandangan-Mu."ujur Queen dingin.


Iya juga masih sayang nyawa , apalagi iya lihat Queen tidak membantah sedikitpun bahkan iya menikmati momen itu dan menjadikannya racun yamuk .


"Queen,anda mencari saya?."ujur pria itu mengganti panggilan sebelumnya.


Tak lupa iya menundukkan kepalanya agar tidak bertatapan dengan wajah dingin Alfa ,yang selalu mengincar dirinya.Iya merasa ada di kutub Utara saat ini,Karena aura dingin yang laki-laki itu layangkan padanya.Saat ini dedepan laki-laki itu iya mangsa yang selalu diawasi oleh pemburu didepannya saat ini.


Sebelum perang Iya mengakui kalah karena tatapan menusuk laki-laki itu yang sukses mengintimidasi dirinya,iya takhluk hanya dengan sekali tatapan,dan saat ini iya tak bisa berbuat apa-apa lagi.


Rasanya iya menyesali sikap-Nya yang tidak. Bisa direm, jika berdekatan dengan Queen.Bahkan iya awalnya dengan terang-terangan menyatakan perang pada laki-laki itu,akan tetapi iya kalah sebelum berperang!ini memalukan sekali .

__ADS_1


πŸ’ƒπŸ€ΈπŸ€ΈπŸ€ΈπŸ€ΈπŸ€Έ haloooo akhirnya kita bisa bertemu kembali πŸ™ƒπŸ€—πŸ˜πŸ€—πŸ€—...


Ayo dukungannya author membutuhkan dukungan dan semangat kalian πŸ™πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2