Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Tragedi di lobby


__ADS_3

Stop Mimy!kapan kita akan kekantor Pipy kalo Mimy bertanya hal yang sama berulang kali?"ujur Byan dengan wajah cemberutnya.


"Baiklah,baiklah kita akan segera berangkat."


Setelah mengatakan itu Queen melajukan mobilnya meninggalkan parkiran yang sunyi itu,sepanjang perjalanan canda tawa bergema di dalam mobil sport itu mereka tampak kompak sebagai pasangan ibu dan anak sangat harmonis dan menyejukkan.


Ditempat yang berbeda,diruangan privat Sebuah restoran mewah,terlihat beberapa orang duduk santai untuk membicarakan bisnis yang sedang mereka garap.


Tak butuh waktu lama Alfa dengan mudah menarik investor nya untuk ikut bekerja sama,setelah menandatangani beberapa dokumen mereka sedikit berbicara tentang kehidupan sehari-hari sebagai sesuatu hal untuk merilekskan pikiran dari masalah pekerjaan sekaligus membangun sebuah persaudaraan.


Salah satu orang disana membuka pembicaraan, dengan bertanya kepada Alfa beberapa hal pribadi.


"Pak presder Alfa,saya dengar-dengar anda masih melajang dan saya juga pernah mendengar isu jika anda memiliki wanita simpanan? apakah anda tidak berniat memperkenalkan wanita beruntung itu?"


Alfa yang tiba-tiba ditanya soal wanita,menatap tajam sang empu tampaknya ini tidak baik-baik saja.


Cek,bodoh apa yang laki-laki ini lakukan!


Mencari ajal Jagan disini!


Semua orang yang ada disana menahan nafas,karena aura permusuhan yang Alfa keluar kan.bahkan saat ini mereka merutuki laki-laki itu yang memiliki mulut ember tanpa disaring didepannya saat ini.


"Bahkan saya lihat-lihat anda tampak rapi dan kasual wajah anda tampak lebih cerah dari biasanya,Anda seperti orang yang memiliki istri yang menyiapkan kebutuhan pokok dengan sangat teliti.Bukan apa-apa saya juga seperti itu,kalu saja istri saya pergi menginap tempat ibunya saya pasti akan kerepotan bahkan walupun saya sudah siapkan sebelum-Nya. Hais, peran seorang wanita itu sungguh sederhana tapi melekat pada diri kita"


Mendengar itu ,Alfa yang awalnya tidak terlalu perduli dengan apa yang iya pakai maupun makan secara tiba-tiba setelah kehadiran Queen disisinya mau tak mau merubah kebiasaan itu.


Misalnya pakaiannya saat ini...


Semua yang iya pakai sekarang telah Queen siapkan diatas tempat tidur,setiap selesai mandi gadis itu akan selalu megoceh jika iya tidak memakai apa yang telah iya siapkan.Bahkan hal-hal sekecil apapun itu,mulai dari dari maupun jam tangan yang saat ini iya kenakalan itu sudah tertata rapi ditempat tidur hanya tinggal mengenakan-Nya.


Istri rahasianya ini benar-benar aneh dan bersikap sesukanya,tak mau dibantah dan selalu ingin dituruti.


Jadi untuk meminimalisir keributan dan ocehan dari sang istri iya akan memakainya tanpa ada bantahan sedikitpun,lagipula itu tidak buruk iya sedikit terbantu dengan ini semua.


Jika dipikir-pikir lagi,ini membuat hatinya sedikit hangat.


Bukankah gadis itu perhatian padanya?apa gadis itu menerima pernikahan rahasia ini?


"Ya,dia menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna"kata Alfa singkat menjawab dengan santai.


"Wah,anda sangat beruntung memiliki wanita sebaik dan secekatan itu kau tau wanita seperti itu sangat jarang ditemui pada jaman ini.Saya juga memiliki istri yang cantik,pengertian,baik bahkan Rama,magkanya saya tidak pernah ingin berlama-lama jauh dari nya atau membiarkan dia pergi sendiri, saya takut laki-laki lain akan terpesona akan kelembutan dan kebaikannya jika iya ingin pergi tentu dengan pengawasan saya"


"Apa harus ?"tanya Alfa sedikit penasaran.


"Tentu saja,kau tau wanita milik kita yang kita anggap jelek bisa jadi cantik Dimata laki-laki diluar sana. Jadi saya sarankan untuk Pak presder agar menjaga wanita yang saat ini disisi anda,sebelum ada pria lain yang mengait nya."


Deg


Terdapat kekhawatiran didalam dirinya,entah lah saat ini perasaannya sedikit terusik setelah mendengar untaian kata dari laki-laki ini.


Apa dirinya sudah nyaman dengan gadis itu?


Yang saat ini iya harus lakukan saat ini adalah, kembali ke Pamanta group mungkin saja gadis itu dan Byan sudah ada disana jika iya pasti akan dapat masalah karena bekal-nya belum iya makan.


Asisten Alfa yang sedari tadi menyimak tampak sedikit aneh akan tingkah sang atasan,iya kira sang atasan sedang kemasukan.


Namun setelah mendengar dan menelisik kata-kata dari rekan kerja sang atasan saat ini,iya tau ini pasti ulah dari sang istri pak presder yang membuat pak presder sedikit lebih tertata dari sebelumnya.


Jika dilihat-lihat barusan iya kira istri pak presder anak manja bahkan dari wajahnya iya terlihat seperti anak mami,akan tetapi setelah mendengar fakta barusan ternyata iya salah besar bahkan bukankah tadi istri pak presder bilang menyiapkan iya bekal?ini sungguh luar biasa,bukankah pak presder menemukan jarum di tumpukan jerami Bagimana tidak,mana ada wanita jaman sekarang yang sudah terlahir jadi sultan bisa semandiri ini? menyiapkan kebutuhan suami sendiri tanpa ada bantuan pelayanan.


Dan iya tentu saja tau,walupun pak presder memiliki kekayaan yang fantastis iya memilih tinggal di rumah sederhana minimalis dan degan pembantu rumah tangga yang hanya akan datang untuk membersihkan stelah itu kembali .Bukan seperti orang kaya lainnya yang memiliki ART belasan,Bahakan puluhan.


Bahkan jika dipikir-pikir wajah itu sedikit familiar?akan tetapi dimana iya pernah melihatnya?.


"Saya harus kembali"ucap Alfa setelah cukup lama berbincang


"Cepat sekali,bukankah Anda belum memesan makanan?"


"Saya membawa bekal."


Mendengar itu, semua orang yang ada disana syok sejak kapan presder Pramanta Gurp membawa bekal?


"Wah,wah tampaknya anda juga disiapkan bekal,dia pasti sangat perhatian pada anda?".


"Mungkin?."Ucap Alfa datar,setelah mengatakan itu iya melangkah pergi dari sana terbit senyuman tipis di wajahnya iya sedikit merasakan cinta dan kasih sayang saat megingat setiap perlakuan manis dari sang istri

__ADS_1


Sedangkan bawahannya yang melihat Tuan madu tersenyum tampak was-was, sepertinya akan ada bencana yang datang setelah ini.


~


Tak butuh waktu lama pada akhirnya mereka sampai pada tempat tujuan,degan senyuman yang cerah Byan melangkah turun dari dalam mobil tidak sabar untuk bertemu dengan sang Pipy.


"Semangat sekali?"Monolok Queen melihat tingkah sang anak sedari tadi.


Keduanya melangkah ke pintu masuk,mendapatkan tatapan sekilas dari orang-orang di lobby.Mereka tampak penasaran dengan keduanya yang tampak memikat dengan pesona masing-masing.


Keduanya menuju resepsionis,sebenarnya iya tak perlu lagi kesana akan tetapi karena dirinya sudah lama tidak ke perusahaan ini tentu saja iya harus sedikit sopan dan bersikap seperti tamu pada umumnya.


Queen memindai tempat ini,masih sama terlihat megah dan indah.


"Apa ada yang bisa saya bantu Nona?"Tanya Resepsionis itu dengan ramah dan sopan .


Queen tersenyum lalu mengungkapkan maksud nya, tampaknya iya karyawan baru terlihat jika iya tak mengenali wajahnya.


"Saya ingin menemui CEO Pamanta Group,ALFARES ARARYA ADHIKARI PRAMANTA bisa tolong hubungi dia,saya menunggu dibawah."


Resepsionis itu menatap Queen degan kaget.


Siapa gerangan wanita dan bocah ini sehingga mencari pak presder mereka?


"Maaf sebelumnya,apa anda sudah ada Janji?"


"Iya,baru saja saya bertemu dengan-Nya.Apa dia belum kembali dari luar?"Tanya Queen cukup santai


"Mimy,kenapa lama sekali apa Pipy tidak memperbolehkan kita bertemu dengan-Nya?"Tanya Byan menarik lengan pakaian Queen .


Mendengar pertanyaan Byan,Queen mengalihkan pandangannya pada bocah itu terlihat Jika saat ini putranya kelelahan dan mulai mengantuk ade sedikit mengganjal akan tetapi Queen segera menepis itu semua.


Merasa tak tega Queen mengangkat tubuh mungil itu kedalam dekapannya,dan kembali melirik kearah resepsionis untuk mendapatkan jawaban.


Resepsionis yang saat ini dipandang dengan tatapan tajam,meneguk ludah susah payah iya tak tau jika perubahan mut seseorang akan berubah derastis setelah melihat anaknya merengek seperti itu.


"Pak presder belum kembali dari miting,mungkin sebentar lagi iya akan kembali." ujur perempuan itu sedikit kikuk


"Hais,Bisa minta tolong sedikit?"


"Apa yang bisa saya bantu Nona?"


Mendengar itu tidak bisa tidak membuat wanita itu terkejut,ada hubungan apa lagi iya dengan sekertaris Raka?siapa sebenarnya perempuan ini?


"Maaf sebelumnya Nona,apa hubungan anda dengan sekertaris Raka ?"


Queen yang kelelahan karena seharian berkeliling dan dilanda macet sekarang kesusahan karena Byan di gendongnya dan beberapa paper bag ditangannya. Sekarang dipersulit dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada habisnya sedari tadi,tentu saja membuat Queen kesal setengah mati.


"Apa kau tidak bisa melakukan tugas mu! kenapa terlalu banyak bertanya!"ujur Queen ketus dengan wajah jutek-Nya.


"Saya harus memastikan jika...."


"Hey,apa kau tidak lihat aku sedang kerepotan. Dan satu hal yang harus kamu tau pertanyaan-pertanyaan mu itu tidak membantu saya sama sekali."kata Queen dengan marah .


"Mimy."Panggil Byan tampak setengah sadar karena kemarahan sang Mimy .


"Maaf sayang,Syuttt.. "Degan pelan Queen menengkan sang putra,tampaknya iya terlalu terbawa emosi karena terlalu lelah.


Setelah merasa sang putra kembali tenang Queen melirik kearah resepsionis,degan tatapan tajam Queen melangka pergi menuju lift saat ini iya benar-benar lelah mungkin sudah terlalu lama tidak olahraga seperti biasanya.


Belum jauh melangka,tubuhnya terhenti karena cekalan tagan dari wanita sama yang sedari tadi mencari gara-gara dengannya.


"Maaf Nona,anda tidak bisa sembarangan masuk."


"Kenapa? Bukankah saya sudah ada Janji degan atasan kalian?"tanya Queen megerutkan keningnya, tampaknya gadis ini masih bisa mengendalikan emosi nya karena iya takut Byan akan terganggu.


"Pak presder tidak ada diruangan nya,dan saya Kira anda mungkin sedang mengaku-ngaku saat ini dasar wanita murahan."ucap wanita itu ketus degan tatapan menghina-nya.


Semua orang yang berada di lobby saat ini hanya diam dan menonton,aksi dari keduanya tak ada yang menyadari jika gadis itu adalah gadis yang sama yak itu mantan sekertaris dari pak presder.


Karena yang mengenali wajahnya hanya beberapa,bahkan sudah cukup lama Queen tidak datang ke kantor ini.Belum lagi kaca mata hitam yang masih bertengger di matanya,menambah kesan misterius pada dirinya.


Siapa wanita itu?


Lihat Bahkan iya membawa anak kecil dalam dekapannya.

__ADS_1


Entah lah,barusan saya dengar wanita itu ingin bertemu dengan pak presder karena pak presder tidak ada iya ingin bertemu dengan sekertaris Raka akan tetapi karena curiga resepsionis kita bertanya tapi wanita itu nyolot dan mencari gara-gara.


Tapi kasihan,lihat iya kesusahan karena barang bawaannya belum lagi anak itu tampaknya terlelap.


Untuk apa kasihan degan wanita seperti itu,mungkin saja iya ingin membuat sekandal buruk dengan pak presder.


Hus,gak boleh gomog gitu


Biakan demi bisikan terlontar begitu saja,tampaknya hal ini mengundang semua orang bergosip ria. Apa mereka tidak ada pekerjaan lainnya,atau mungkin saja bosan bekerja jadi meluangkan waktu untuk bergosip .


"Apa kalian bosan bekerja?kalo begitu saya akan dengan senang hati membuat kalian semua dipecat sekarang juga."ujur Queen ketus degan nada sinis-Nya


"Cihh,emang nya anda siapa bisa membuat kami semua dipecat paling wanita malam yang berharap menjadi Nyonya besar."kata resepsionis itu tak kalah ketusnya tak lupa dengan wajah Sok jijik yang iya perlihatkan pada Queen.


Tak ingin meladeni orang-orang seperti ini,Queen lebih memilih pergi dari sana.Iya sungguh tak kuat,entah kenapa kepalanya sedari tadi berdenyut-denyut rasanya pusing dan mual secara bersamaan.


Queen melangka mendekati lift,saat ingin masuk kakinya dihalangi oleh kaki orang lain karena tidak seimbang dan tidak siap


Ting


Pintu lift terbuka bertepatan dengan jatuhnya tubuh Queen dan Byan,


Bukk


Prang


Semuanya paper bag berhamburan bahkan tanaman yang menjadi tempat iya peregangan ikut terjatuh karena dirinya tak sanggup membopong tubuh Queen dan Byan,Queen tergeletak tak sadarkan diri degan Byan masih setia dalam dekapannya,untuk saja Raka cepat menangkap tubuh keduanya,terlambat sedikit akibatnya bisa sangat fatal.


Melihat itu kejadian itu semua orang tampak syok bahkan menggigil ketakutan,bukan hanya mereka orang yang menjadi penyebab masalah ini sudah gemetar degan wajah pucat Pasih.


"Apa yang terjadi?"


Belum kelar satu masalah,masalah baru datang lagi iya saat ini mereka menggigil ketakutan karena kedatangan tiba-tiba sang sekertaris,Sekarang yang lebih besar datang yak itu pak presder dengan aura dan suara menakutkan nya.


Alfa yang baru tiba merasa heran karena tak bisanya lobby tampak ramai,Bahakan saat iya melangkah masuk iya sempat mendengar Gucci pecah dan sesuatu lainya.


Akan tetapi tampaknya tak ada satupun yang melangkah mendekat tempat kejadian selain mematung di tempatnya masing-masing,merasa sesuatu tak nyaman di relung hatinya Alfa segera menepis perasaan itu dan melangkah mendekat untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Dengan langkah pasti Alfa mendekat,awalnya tak terlihat karena banyaknya kerumunan setelah iya semakin mendekat iya terpaku diam tubuhnya membeku dengan aliran darah berhenti sebelum akhirnya kesadarannya kembali.


Degan mata memanas Alfa melangkah mendekat aura dingin menyeruak dari dalam tubuhnya,semua orang yang ada disana merinding ketakutan perlahan mundur agar tak terlalu dekat dengan pak presder.


Wanita itu yang melihat pak presder hendak melangkah mendekat berusaha tenang walupun sebenarnya iya menggigil ketakutan.


"Pak presder ini.. "


"Menyingkir!!" ucap Alfa Digin dan penuh penekanan


Melihat wanita itu tak kunjung menyingkir membuat Alfa semakin murka,iya mendorong wanita itu degan kasar tanpa menghiraukan teriakan wanita itu karena dorongan nya terlalu kuat.


Bruk


Auu..


Setelah dekat dengan tujuan nya,Alfa melihat keduanya yang tampak menutup mata Bahkan sang putra Masih memeluk sang istri yang juga tak sadarkan diri.


"Siapkan mobil segeraa..!"Degan hati-hati Alfa merangkul keduanya,Melihat dan merasakan denyut nadi sang istri dan putranya Alfa mengepalkan tangannya kesal iya kembali kecolongan.


"Bawa Byan"


Mendengar kata sesingkat itu,Raka sedikit linglung sebelum akhirnya iya megerti apa yang sedang diinstruksikan secara perlahan iya mengangkat tubuh mungil Byan awalnya susah karena iya tau Queen cukup erat memeluk tubuh Byan.


"Sayang lepaskan,kita akan membawanya kerumah sakit."Bisik Alfa pelan pada Queen


Entah apa yang sebenarnya terjadi,setelah Alfa mengatakan itu perlahan tubuh mungil Byan bisa beralih tempat.Queen saat ini berada di dekapan hangat Alfa,perlahan iya membuka mata melihat wajah Alfa didepan mata.Terukir senyuman tipis sebelum akhirnya kembali menutup mata.


.


.


.


.


Apa yang sebenarnya terjadi ?

__ADS_1


Mau tau kelanjutannya?


Tunggu eps selanjutnya yah 🤗😂🤣😂😅🤣


__ADS_2