
Senyuman misterius Even Membuat Geren merinding, iya hanya bisa berteriak dalam hati.melepaskan diri dari Even saja tidak bisa apalagi dari kedua pria berotot dan bertubuh kekar dengan wajah Sangar ini kecil kemungkinan untuk terbebas.iya tau, jika mereka berdua bukan Bodyguard sembarangan.mereka merupakan Bodyguard pilihan milik sang kakek,"Mati aku !" tangis Geren dalam hati.
Setelah beberapa menit perjalanan dengan tubuh melayang sempurna,mulut yang ditempel lak ban,serta tangan dan kaki juga ikut jadi sasaran tali panjang yang entah dari mana asalnya.
Penglihatannya saat ini Terbalik semua. Bagimana tidak Even mengantung,tubuhnya diatas pohon dengan ketinggian 2meter, walupun begitu jika iya terjatuh? masih akan, menimbulkan cedera.apalagi posisi nya saat ini kepala yang berada dibawah,siap menghantam bumi dengan keras.
Emmm.. emmm
Tubuhnya meliyuk-liyuk bagikan cacing kepanasan.dengan berbagai usaha iya mencoba Melepaskan diri dari hukuman ini.
"Sudah,aku katakan untuk tidak membuat ulah!,Akan tetapi,tampaknya telinga mu ini hanya hiasan semata! ini belum seberapa,jika kau sekali lagi MENGOTORI TUBUH QUEEN. degan apapun itu!,lihat apa yang akan aku lakukan pada tubuh kebanggaan mu ini!. "ucap Even,dengan mencengkeram erat dagu Geren untuk menatap wajah yang menampakkan seringan misterius.
"Emm..emm."Geren tampak tercengang dengan Alis terangkat sebelah walupun berakhir dengan menggigil ketakutan,sebelum akhirnya iya megeluarkan jurus maut yak itu memelas pada sang kakak.dengan pupil eyes diwajahnya
"Cihhhh.. Menjijikan,"ucap Even memalingkan wajahnya,agar tak melihat wajah Geren yang baginya sangat menjijikan.
"Emmm.."tak pernah meyerah itulah Geren,iya masih berusaha Menaklukkan kemarahan yang ada pada Even,walaupun itu tak ada gunanya sama sekali.
"Nikmati hukuman mu adik payah!"ucap Even mendorong tubuh Geren kuat,sampai laki-laki itu terpontang-panting dibuat nya.
"Jaga dia,Jagan Sampai kabur!"ucap Even meberikan titah
"Baik,Tuan muda!,"ucap mereka serentak, dengan suara Bariton mengema di lapangan itu .
"Ais,menyebalkan! bahkan cuman menulis sesuatu untuk Queen,iya sudah seposesif itu."gerutut Geren dalam hati melihat tingkah megemaskan Kakak nya yang oferprotektif
(kayak gitu bukan sih tulisan nya?🙄)
"Queen tolong Abngggggg.. "jeritan hati Geren
Geren yang diperlakukan seperti itu hanya menatap nanar kepergian Even yang kian menjauh,iya tak bisa berbuat apa-apa kecuali pasarah menerima hukuman ini.
bergelantungan bagikan kepompong di terik matahari.untuk saja iya dibawah pohon,jika tidak?,mungkin iya akan menjadi kepompong panggang.
~
Skip Perusahaan PRAMANTA_
Di sebuah ruangan,yang dihuni oleh seorang pria gagah dengan aura tak bersahabat.
meyibukan diri dengan berbagai dokumen menumpuk di atas mejanya,iya adalah Alfa. setelah pergi dari mansion Atmaja,iya langsung menuju perusahaannya karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Telit.. telit..
Suara Telpon berbunyi,menghilangkan kesunyian diruangan itu.Alfa menekan tombol yang ada di telpon tanpa meraihnya"Halo Tuan muda!"ucap suara orang diujung telpon takut-takut.
"Hem."balas Alfa sekenanya
"Sekertaris Ica,ingin bertemu dengan Tuan muda!"
Diam tak ada Jawaban Membuat sang penelepon kebingungan,iya bertanya-tanya apakah telponnya sudah dimatikan.Saat iya dalam kebingungan, tiba-tiba suara Digin keluar dari lubang telpon"Keruangan," Setelah itu, telpon terputus secara sepihak
Tutttt..
Untung saja resepsionis itu sudah tau akan Sifat Digin atasannya,jika tidak?mungkin iya akan megupat kasar ditambah panggilan telepon nya diputuskan sepihak atau mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang lain.akan tetapi itu tampak mustahil untuk orang seperti dirinya untung-untung iya mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan besar ini,jika tidak?mungkin iya akan Luntang-lantung tak tau kemana?untuk mendapatkan uang yang lebih dari kata cukup seperti ini akan sangat mustahil jika tak beruntung.jika bekerja di perusahaan lain mungkin iya akan mendapatkan setengah dari uang yang diberikan kantor ini,yang artinya iya bisa bertahan karena uang yang dijanjikan
Yang lebih membuat dirinya bingung?,pria es itu hanya mengatakan kode tanpa menjabarkan nya,iya merasa sedang bekerja di Agen Rahasia yang memiliki banyak kode dalam setiap ucapan nya dan tidakkan yang akan dilakukan.
"Jadi,bisakah saya bertemu dengan Tuan muda?"tanya wanita itu dengan penasaran karena sedari tadi iya melihat resepsionis ini hanya diam saja.
"Oh,iya silakan langsung Keruangannya saja,
dilantai 4."ucap petugas resepsionis itu cepat setelah mencerna kode dari sang atasan,yang cukup meguras otaknya.
"Baiklah,terimakasih"ucap wanita itu dengan senyuman manis terpatri diwajahnya
__ADS_1
Membuat siapa saja yang melihatnya merona, sungguh manis dan megemaskan "Ehm.i-iya sama-sama,sudah menjadi kewajiban saya"
ucap resepsionis itu malu-malu dibuatnya saat melihat senyuman wanita itu yang menghipnotis.
Semua mata,memandang tubuh sexsi wanita itu sampai menghilangkan dari balik lif.
"Sungguh sempurna,"ucap resepsionis itu terkagum-kagum
"Iya,kau benar sangat megemaskan"tambah resepsionis satunya
"Calon istri idaman ku,semoga iya istri ku dimasa depan."ucap Pak satpam yang tiba-tiba, ada didekat kedua resepsionis itu dengan wajah merona nya
Mendengar itu kedua resepsionis melirik sekilas pada bapak satpam yang tampak berbunga-bunga,masih melihat arah dimana wanita cantik itu menghilang ditelan Dengan menggelengkan kepalanya dan bergidik geri , Bagimana tidak?Bapak satpam itu sudah umur kepala tiga,bertubuh kurus dengan kumis tebal dan gigi yang hilang beberapa biji di depannya.
sedangkan perempuan itu cantik dan modis.
Tak ingin menggangu hayalan pak satpam, mereka berdua diam-diam pergi.karena kebetulan,sudah bergantian sif berjaga dan waktunya mereka untuk istirahat sejenak.
"Pak,ada yang bisa kami bantu?,"tanya petugas resepsionis baru,yang binggung melihat pak satpam melamun dan berbicara sendiri sedari tadi.
"Loh,embak ganti wajah yah?ko beda?,"tanya pak satpam yang terkejut sekaligus bingung, kenapa orang nya berbeda dari yang tadi?
"Ini udah berganti sif,mereka sudah istirahat dibelakang.Bapak ada yang mau dibantu?,"
tanya resepsionis itu dengan sabar menghadapi bapak satu ini.
"Oh,tidak usah saya juga mau pergi ."setelah mengatakan itu,pak satpam buru-buru pergi dengan langkah cepat.
Sedangkan resepsionis itu,tampak menggelengkan kepalanya merasa aneh dengan sikap pak satpam yang satu itu.
~
Disebuah ruangan.aura suram menyelimuti sekelilingnya, Membuat wanita yang berdiri tak jauh disana,gemetar tak tertahankan dengan Susana suram ruangan ini.
wanita itu hanya berdiri satu meter dari tempatnya Alfa,tanpa melakukan apapun. suasana ini,membuat dirinya canggung dan merasa takut sendiri
Jika wanita itu tak nyaman dengan suasana ini. berbeda lagi,dengan Alfa.laki-laki itu biasa saja,
tak merasakan apapun bahkan iya tampak tenang ditempat duduknya,dengan setumpuk berkas yang harus diselesaikan
Sampai berjam-jam berlalu,Alfa masih sibuk dengan pekerjaannya.tanpa melirik wanita yang merupakan sekertaris barunya." Mendekat,"ucap Alfa tiba-tiba setelah sekian lama
Membuat Wanita itu linglung ditempat nya,"Emm.. a-apakah bapak bicara dengan saya?"tanya wanita itu,menatap lekat pada Alfa yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Emm.."
Hanya tiga kata yang terucap.kerena wanita itu cukup peka dan memiliki kepintaran diatas rata-rata,sehingga iya tau apa maksud dari ucapan Atasan barunya yang cukup aneh.iya sudah mendapatkan beberapa informasi tentang minim nya berbicara sang Bos.
Akan tetapi setelah iya mengahadapi nya dan bertatap muka langsung iya merasa lebih mengerikan dari pada ucapan mereka.iya harus ekstra hati-hati dan cekatan,siap mental untuk menghadapi segala kemungkinan untuk kedepannya.jika tidak begitu mungkin iya akan mati berdiri,atau segala kemungkinan yang lainnya akan terjadi.
Dengan hati-hati,iya melangkah mendekati Alfa.belum sampai pada tempat Alfa,wanita itu oleng dan jatuh,kakinya keram karena terlalu lama berdiri tanpa istirahat.
Buk.
"Akh..."rintih Ica memegang kakinya yang keram
Alfa yang mendengar sesuatu jatuh dan disusul dengan Suara teriakan seorang wanita.
Alfa hanya melirik sekilas,kembali fokos pada pekerjaannya tanpa menghiraukan wanita itu.
"Aiss.. Apakah iya tidak mau membantu?,ini juga kan salahnya aku harus berdiri berjam-
jam.dasar pria es batu,kalau bukan karena gajinya besar aku tak akan mau bekerja disini "
bisikan hati wanita itu yang kesal kepada atasannya yang bagikan batu.
__ADS_1
Mencoba berdiri setelah iya pijat-pijat sedikit keram dikakinya setelah beberapa menit akhirnya, keram itu hilang dengan sendirinya.
dengan mulut komat-kamit didalam hati yang membengkak,iya tidak mungkin bersua jika masih Sayang nyawa.wanita itu memunguti berkas-berkas yang jatuh,
mencoba berdiri kembali dan melangkah mendekati meja Alfa.
"Tidak suka dengan saya?,"Tanya Alfa setelah mengalihkan pandangan nya pada sekertaris barunya,yang memiliki kesan Ceroboh dimatanya sangat tidak sesuai dengan kriteria yang iya inginkan untuk membantu nya.
Jika begini?iya berharap gadis itu bisa cepat sadar.kembali berada disekelilingnya menemani dirinya dengan berbagai macam cara,membuatnya dikit demi sedikit terbiasa akan keberadaan istri kecilnya.dan tanpa sadar iya merindukan keberadaan istri nya, apakah iya juga Sadar akan adanya rasa yang hilang dalam dirinya? entahlah hanya dia yang tau.
"Tuan muda,ini berkas-berkas yang anda minta."ucap sekertaris Ica,meletakkan beberapa berkas yang iya pegang sedari tadi ke atas meja Alfa.
"Hem.."balas Alfa dingin+datar,dengan tangan tanpak melambai mengusir wanita itu di ruangannya.
Tau akan maksud Tuan muda,iya melangkah pergi.daripada kena sial sekian kalinya.baru beberapa langkah kakinya menjauh,iya harus kembali mendekat pada Bos Tiran dengan kedongkolan yang hakiki.
"Kemari,"
"Ada apa lagi Tuan muda,bukanya Tuan bilangan saya sudah boleh pergi!"ucap Sekertaris Ica memicingkan matanya.
Tak ada Jawaban melainkan tatapan tajam dari Alfa,dengan aura Digin disekelilingnya. Membuat wanita itu menelan ludah susah payah,"Kerjakan itu ,"tambah Alfa menunjuk setumpuk berkas,yang tak terlalu jauh dari wanita itu
"A-apa, semuanya Tuan muda?,"tanya wanita itu terkejut setengah melihat arah yang ditunjuk Bos nya,terdapat bertumpuk-tumpuk berkas
"OMG _lembur lagi,"monolok nya,dengan suara lirih yang tampak tak bersemangat.
Tak ingin berlama-lama dekat dengan laki-laki itu,iya melangkah menjauh dengan setumpuk berkas yang cukup menyulitkan.setelah jauh dari jangkauan mata Alfa,iya megupat kesal dengan menghentak-hentakkan kakinya untung saja tempat itu sepi karena tidak sembarang orang yang berada disana,sehingga iya bisa leluasa megeluarkan unek-uneknya.
"Ais, dasar laki-laki Balok es,menyebalkan, untungnya tampan.gak-gak ,gak boleh(ucap Ica dengan menepuk-nepuk wajahnya dengan satu tangan,agar halunya hilang dari otak kecil nya) untuk apa tampan kalo yebelin!"
Brakk..
Iya melempar tumpukan map yang berada ditangannya dengan kasar keatas meja,tak lupa tubuhnya ikut iya hempaskan di sofa yang tersedia.mengadahkan kepala melihat langit-langit atap,menerawang jauh kedepan entah apa yang iya pikiran hanya iya yang tau.
Dengan semua masalah hidupnya yang kian bertambah memusingkan setelah bekerja disini,bekerjasa dengan orang-orang aneh dan menyeramkan merupakan tantangan tersendiri untuk dirinya yang harus iya perjuangkan agar kondisi kejiwaannya baik-baik saja, demi kehidupan yang layak,nyaman dan damai untuk berikutnya.
"Semangat Ica,demi kesuksesan rencana besar mu!,"ucap wanita itu dengan seringaian sinis diwajahnya.
Kita tidak tau apakah seseorang itu baik atau tidaknya,akan tetapi yang perlu kita waspadai adalah diri kita sendiri agar tak mudah terpedaya kedepannya.Belajar percaya pada diri sendiri,agar tak selalu bergantung pada orang lain. jika mereka pergi atau mengecewakan kita,rasa sakit itu tak akan terlalu menyakitkan dari pada ditusuk dari belakang.
~
Kita bertemu dengan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta.mereka berdua baru selesai mandi bersama,keluar dari kamar mandi.degan langkah gontai Hana melangkah ke arah ranjang,dan mendudukkan tubuhnya disana.
"Kenapa belum ganti baju?,mau bermain lagi sayang?."ucap Raka dengan senyuman nakalnya
Mendengar itu Hana mendelik pada sang suami,dengan wajah kesal iya memalingkan wajah agar tak melihat Sumi mesum yang tepat dihadapannya saat ini.
"Baiklah kalau begitu,Suami tampan mu ini akan pergi kekantor untuk bekerja.temui saya di kantor nanti saat makan siang seperti biasa"ucap Raka
Hana hanya diam tak berkutik,ditempat nya.melihat itu Raka mendekat dan megusap pelan Rambut Hana,"JANGAN BUAT,MUT SAYA BERANTAKAN HANA!"tekan Raka,disetiap ucapannya.dengan megapit Rahang Hana untuk menatap wajah nya.
Melihat tatapan tak bersahabat Raka Membuat Hana tak berkutik,iya tidak suka tatapan itu "Ais,.Bodoh, Bagimana bisa kamu lupa? jika punya suami mudah marah seperti ini Hana"bisik Hati Hana yang merutuki kecerobohannya sendiri.
"Kau mendengar ucapan saya Nyonya Raka?,jika kau membantah hukuman akan bertambah berkali-kali lipat"ucap Raka sambil tersenyum smirik.
Hana menatap tajam Raka.
Melihat keberanian istrinya yang mulai membangkang, dengan Sekali gerakan tangan iya menarik wajah Hana untuk mendekat dan mendaratkan kecupan yang berakhir kumata*n mesra diantara mereka berdua.
Setelah terlepas,Raka mengelap sisa ciuman mesra mereka di sudut bibir mungil Hana yang membuat nya candu."Baiklah saya berangkat, sayang" setelah mengatakan itu sekali lagi Raka mencuri ciuman pada istrinya, melangkah pergi dari sana sebelum kembali kebablasan untuk melakukannya lagi.
...Jagan lupa dukungannya yah😅😅...
Mampir yuk ke novel author abal-abal,
__ADS_1