
Setelah sekian detik saling pandang Al mengalihkan pandangan-Nya,Tuan besar Ali dan Nyoya Risa berjalan menghampiri lelaki itu tak lupa juga diiringi Tuan Besar PRAMANTA dan Nonya ALISHA yg mendekat kearah nya.
"Paman kenapa baru datang?"
Ucap gadis imut yg baru berumur 2 tahun degan menampakkan ekspresi lucunya YURI nama gadis imut itu,saat ini hanya gadis kecil itu yang bisa membuat Al melunak bahkan berbicara cukup panjang.
"Ada urusan yang harus paman selesaikan terlebih dahulu princess"ucap Al megelus puncak kepala sang keponakan.
"Al kemari nak,sebenarnya ada yg ingin Papi sampaikan!"Ucap Tuan Pram degan wajah tegas dan berwibawa nya.
Tampa kata Al duduk di sofa yang tersedia,tatapan dinginnya Megara pada sang papi untuk meminta penjelasan, seolah tau bahwa anak nya meminta penjelasan sang mami mendahului nya membuka suara.
"Papi memutuskan malam...ini kamu akan bertunangan Al!"ujur Nyonya Lisa tanpa menerima bantahan.
Al mengangkat alisnya,masih diam tak berkutik tak banyak gerak-gerik yg berubah tak terkejut sama sekali.Yah,karena ia telah menduga hal ini akan terjadi cepat atau lambat.orang tuanya selalu mendesak ia untuk mencari pengganti Mawar tapi sebenarnya hanya sang mami yg menekankan itu,tak salah lagi pasti sang Mami menghasut Papi nya untuk menyetujui keinginan nya.
Mami nya memang lah licik,apa pun yg ia inginkan pasti akan terkabul apa-pun itu .jika tidak ia akan menghalalkan segala cara untuk membuatnya semuanya berada digenggam'mannya juga.
Melihat tak ada respon dari Al,Mami nya semakin kesal degan sikap anak lelaki semata wayangnya ini,Al sangat jauh beda sifat nya dari sang kakak seperti bumi dan langit terkadang ia harus meyetok kesabaran yg extra jika menghadapi anak Es ini.
"Wanita mana yg ingin hidup menderita dengan saya?"
Setelah sekian lama terdiam kata-kata menusuk itu yg keluar dari mulut nya degan tatapan mata yg tajam dan Sura yang bikin semua orang merinding.
Mendengar ucapan itu bukan ya membuat Rin takut malahan membuat ia bersemangat,ada seyuman manis yg menghiyasi wajahnya baginya ini sangat menantang,setidaknya pernikahannya tidak akan membosankan.
Dan yang paling terpenting jika tebakannya tidak meleset iya akan lebih bersemangat, karena pilihan utamanya pada pandangan pertama adalah lelaki ini iya merasa setelah menikah dengan laki-laki seperti ini akan membuat adrenalin nya meningkatkan pesat.
Berfikir sejenak setelah menjadi istri dari Tuan muda Al,ia akan disibukan dengan mengoda sang suami membayangkannya saja sudah membuat nya senyum-senyum sendiri.Tentu ia ta'akan meyiya-
__ADS_1
yiyakan perjodohan ini,iya ia memang perempuan degan rasa penasaran dan suka tantangan apa lagi lelaki itu sudah memikat iya dari pandangan pertama.
"Dia yg akan menjadi tunangan mu malam ini!"ucap tuan Pram menunjuk ke arah Rin
Melihat ke arah yg ditunjukan oleh sang papi ,Al memperhatikan bentuk wajah Rin yg menawan dan juga bentuk tubuh Rin yg seksi dibalik pakaian yg ia kenakan.
Al tau perempuan ini sangat berbahaya apalagi bagi dirinya iya' ia sudah mengetahui hal seditel mungkin tentang perempuan ini,perempuan yang sama saat di gedung terbengkalai di Kampus tadi pagi.
"Gadis pemalas"ucap Alfa setelah melihat siapa gadis yang akan iya nikahi.
Tak ada yg tau apa yg di pikiran oleh sang Tuan muda tatapan nya tak pernah berubah masih selalu sama Dingin bagai kutup Utara,melihat keadaan semakin canggung sang Mami memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah kepada sang anak
Melihat Anak-Nya masih saja diam,tanpa membuka kotak itu ia berinisiatif membukanya dan memberikan cincin yg memiliki permata berlian berkilau sagat cantik terlalu indah.
Queen tersenyum licik,iya akan memulai perkenalan dengan caranya sendiri pada laki-laki arogan dan agkuh seperti ini harus sedikit diberi pelajaran.Rin degan inisyatif sendiri menjulurkan tangannya ke arah Al,iya bukan orang yang plin-plan jika katanya suka tentu iya akan mendapatkan nya,melihat lelaki dingin itu tak bisa berkutik jika diperhatikan oleh perempuan paruh baya disampingnya ini,iya sudah bisa menebak bahwa lelaki ini anak Mami.
Tapi iya terlanjur tertarik,berarti itu memudahkan jalan nya untuk menaklukkan laki-laki robot didepannya saat ini.Jika iya tak bisa memakai jalan pertama ,tentu iya akan memakai jalan kedua.
Semua orang yang menyaksikan tercengang dengan keberanian-Nya yang asal menarik dan meyentuh sang Tiran.Meraka yang menonton dan menyaksikan kejadian ini dari awal sampai akhir hanya bisa menahan nafas,ternyata sang Nona muda selain cantik dan mempesona memiliki sifat bar-bar.
Mami Al tampak sangat suka setidaknya calon menantu-Nya sedikit agresif,jika begitu iya tak harus menghasut sang menantu untuk mendekati Balok es ini mungkin iya bisa mencair dengan didekat kan pada api,sepertinya iya memilih menantu yg tepat lagi pula iya sudah kenal baik dengan keluarga ini tak perlu lagi khawatir
Karena sangat cepat dan gesit Alfa terpaku diam tanpa bisa berkutik lagi,iya kalah cepat dari gadis pemalas ini dan sekarang iya menambah daftar hitam untuk gadis ini selain pemalas ternyata barbar juga.
Setelah acara memasang cincin selesai,Rin hendak berdiri dan pergi dari tempat itu.Selangkah berjalan, pergelangan tangan nya di cekal oleh tangan besar dan dingin membalikan badannya untuk melihat sipa yg berani-beraninya menghentikan langkahnya,melihat ke arah tangan yang di pegang dan beralih menatap wajah sang pelaku membuat Queen tersenyum sinis.
"Ada apa Sayang?bukannya sudah selesai? jangan terburu-buru,lagi pula aku Hanya ingin ke kamar mandi!"
Rin merapatkan tubuhnya pada tunangannya,dan sekaligus akan menjadi suami-Nya nanti di lihat dari jarak sedekat ini semakin membuat jantung Rin berdetak kencang pahatan yang sangat indah,mata itu menjeratnya bahkan menegelamkannya ke paling dasar,Tampa sadar jari lentik itu membelai Rahang kokoh itu,Sangat menggoda iya tidak takut ,malahan iya senang bisa sedikit Menggoda calon suaminya,
__ADS_1
setidaknya itu adalah hidangan pembuka sebelum akhirnya akan menjadi rutinitas nya nanti.
Masih degan santainya tangan itu bekerja,tiba-tiba ditepis degan kasar oleh sang empu,itu cukup membuat semua orang yang menyaksikan yang awalnya melihat pasangan muda yang sang cowok bagaikan pangeran dan putri itu memercikkan api permusuhan.
Bahkan mereka yang saat ini menjadi penonton hanya bisa menahan nafas,hawa dingin menyelimuti seluruh ruangan,tak membuat sang pembuat onar jerah,itu hanya hal kecil baginya dan iya pasti kan Laki-laki arogan ini akan menjadi miliknya ta'akan ada wanita lain yang bisa merubutnya dari ku.
"Hhhhhh"Tawa renyah megema diruang itu, mengalun merdu bagi sipa saja yang mendengar nya tampak sekali gadis ini sangat lah sempurna bahkan hanya sebuah tawa bisa menghipnotis semua yang ada di sana.
Awalnya ruangan itu digin dan hampir saja membeku membuat mereka tak bisa berkutik kini digantikan rasa nyaman dan aman,Gadis ini sungguh luar bisa bisa membuat suasana mencekam menjadi cerah hanya dengan tawa renyah nya.
Menyaksikan rencana apa yang akan dilakukan oleh gadis itu untuk mendekati sang Balok es, tentunya siapa yang tidak tau seberapa mengerikan lelaki yang menjadi lawan sang nona muda iya tak menerima ampun,ada sebagian mendukung bahkan ada pula yg mencemooh Rin karena itu hal mustahil untuk mencair kan balok es itu yang sudah terlanjur beku permanen
Sebagian perempuan ada yang merasa iri karena bisa disandingkan degan sang pujaan hati apa lagi bisa sedekat itu,sehingga itu ada yg megupat,oh sit jika iya mengatakan itu walupun berbisik-bisik itu masih akan menjadi jurang kehancuran mereka, cukup sadar diri sedang ada dimana jadilah rasa kesal itu menumpuk dihati.
"Aku suka itu sayang,tetap seperti ini!dan hanya aku yang boleh mencairkan mu"ucap Rin berbisik ,bau maskulin itu tampak megelitik hidungnya sit..rasanya iya ingin memeluk erat tubuh ini,mendekapnya dan menikmati Aroma memabukkan ini.
Setelah selesai membuat sang empu menahan kemarahannya, iya melangkah pergi meninggalkan kerumunan yang masih terpaku diam menyaksikan derama percintaan yang bertepuk sebelah tangan.
Melihat sekilas kearah tangannya barusan ,ditepis dan disentuh perempuan itu dan ada cincin yg bertengger manis di jarinya membuat aura nya semakin dingin menyelimuti dirinya.
"Cekk....."melangkah pergi meninggalkan kerumunan entah akan pergi kemana yg jelas hanya iya yang tau, tak ia hiraukan kan lagi panggilan kedua orang tua nya.Baginya semua sudah selesai sesuai iya ingin sedikit merilekskan tubuh nya dan sekaligus otaknya yang sudah dipenuhi gadis menyebalkan itu .
**
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya kalau ada yg kurang srek..sama kalian
dan mungkin ada beberapa kata yg tak kalian megerti .saya masih tahap belajar jadi mohon dukungan ya😊😅😅