
Semuanya kembali seperti semula , telah diputuskan Kemping Tahun-an akan tetap dilanjutkan pada akhir Minggu ini.
Dan tentu pada beberapa kesempatan mereka juga akan berwisata ke suatu tempat,tapi masalah yang ini belum dipastikan
Para Kelompok Fampir Hitam ,ditahan dengan beberapa kasus yang merugikan banyak orang bukan dikantor polisi akan tetapi ditahan oleh Nenek Rania
Mereka akan diajarkan menjadi lebih baik lagi, untuk tidak merugikan banyak orang Queen melihat mereka masih bisa diselamatkan
Mungkin suatu saat nanti mereka akan berguna ,hanya itu yang Queen ucapan ketika ditanya oleh Jordy dan Andri
Ada hal baik dan buruk ketika mereka di pindah tangan kan kepada sang Nenek, setidaknya mereka masih bisa di maafkan dan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi
Sedang kan wanita itu menghilang setelah melarikan diri ,tampaknya iya dibantu seseorang karena tak ada jejak sedikit pun keberadaan nya seperti ditelan Bumi
*. *. *
Di daerah terpencil_
Dertt..
"Kami mendapatkan wanita itu Bos ".
Hemm hemmm ,,.Epasss ..
Sitttt... DIAM Bentakan keras megema diruang kecil itu ,ada beberapa Laki-laki memakai topeng Hitam ,memegang senjata api dengan tubuh yang kekar
Dua diantara menjaga pintu dan satu berada didekat nya ,satu lagi sedang berbicara dengan seseorang lewat Telepon,
"Baik Bos "
Tampak nya iya ketua dari mereka dan yang iya telpon atasan nya , wanita itu seakan membeku
Rasa sakit ditangan ditambah beberapa tamparan dan ikatan yang terlalu kuat mengikat kedua tangannya .
Tampang megerikan memakai pakaian tertutup berwarna hitam dengan mata yang menatap tajam ,seakan ingin menerkam
Wanita sama yang berada di Aula , wanita yang sedang menjadi buruan orang-orang Queen
Iya di ikat ,di kursi, dengan kedua tangan yang melingkar kebelakang di ikat kuat dengan tali tambang, sedangkan kaki di ikat secara menyatu dengan kaki kursi
Tubuh tak berhenti bergerak sedari tadi mencoba berbicara dan melepaskan diri
mulut yang ditempeli lakban hitam ,darah mengalir di lengan wanita itu
Tak lama tubuh nya pun Mulai lemas, Rambut acak-acakan dengan mata sembab dara yang tak berhenti mengalir dan ditambah dengan beberapa gerakan semakin merobek lukanya
"Bawa dia "
Setelah beberapa menit iya tak sadar kan diri, seorang peria kekar yang sedari tadi berada di dekat nya ,melepaskan Tali yang mengikat kedua tangan dan kaki wanita itu dan mengangkat nya seperti karung beras .
Entah apa yang terjadi selanjutnya
~
Queen sedang berhadapan dengan Abangnya
Stven ternyata sedang berada di kota M, Raut wajahnya yang datar seperti ingin menelan nya hidup-hidup
Iya diculik oleh Lelaki tampan dengan wajah datarnya ,dan disinilah iya sekarang Di Ruang santai (Ruang keluarga)yang berada di Apartemen miliknya, yang selalu menjadi tempat tinggal jika kedua nya kekota M
Queen yang melihat itu hanya cega-cegir saja, kalo begini iya tak bisa berkutik lagi berbagai macam bujukan dan rayuan tampak nya tak berpengaruh sama sekali
Sedang kan Abang tengil nya itu tak sama sekali berniat membantu nya , semakin membuat nya kesal saja
Terpaksa iya mendapatkan hukuman tak boleh kemana-mana seharian sebelum di jemput oleh Alfa, dengan dimandori oleh Geren yang selalu memperhatikan gerak-gerik nya
Iya berdiri di dekat pintu agar Queen tak bisa kabur ,untuk yang ini tentu iya akan mendukung Sang Abang jika tidak iya juga yang akan mendapatkan hukuman dan iya juga takut terjadi apa-apa dengan adik nakal nya itu
"Abang Queen mau pulang ,lagian kan Queen Sudah menikah pasti iya cari ini Queen"
Ucapnya memelas untuk menambah kuat ekting nya ,agar bisa dipercaya , Stev yang mendengar itu tersenyum simpul
Mendekat kearah adik nya , dengan bergaya seperti orang sedang telpon'an
"Queen lupa jika Abang sudah berbicara dengan Adik ipar , sebelum kita berangkat ke sini ?Hemm.."
Dek
Iya melupakan satu hal ini ,Oh no Abang nya yang ini terlalu pintar dan licik jika begini mau tidak mau iya duduk diam
"Hehehe Queen lupa "
"Apakah Queen juga lupa jika kemungkinan makan malam iya menjemput?"
Mendengar itu Queen Hanya menganggukkan kepalanya , lagipula tak buruk tinggal berdua dengan kedua Abang nya
Sudah lama sekali mereka tak bersama lagi , rasanya iya tak ingin waktu cepat berlalu panggilan telepon masuk , mendegar itu Stev mengangkat nya dan sedikit menjauh dari mereka berdua .
"Queen cerita kan apa yang terjadi sebelum kami tiba?"
Mendengar permintaan Abang tengil itu , Queen pura-pura tak mendengar dan hanya sibuk dengan semarphon nya saja .
"Queen , oh ayolah Abang gak akan bisa membantu jika sudah berurusan dengan Abang stev bukan kah kita sudah beberapa kali mencoba"
Ucapnya berbisik agar tak terdengar oleh sang empu yang berada di Luar berbicara ditelpon dengan seseorang
__ADS_1
Huffff..
Iya sekarang Queen ingat ,Abang nya benar mereka tak akan bisa lolos jika berhadapan dengan Lelaki menakutkan itu
Sudah beberapa kali mereka bekerjasama bukan nya lolos malahan mereka mendapatkan Hukuman berkali-kali lipat dari sebelumnya.
"Baiklah akan Queen cerita kan ,tapi Cerita ditempat biasa yah?"
Mendengar itu Geren sudah cukup hapal tempat biasa yang dimaksud Adik kecil nya itu , secara buru-buru iya mendahului langkah kecil Queen
Hap...
Abangggg...
Hhhhhhhhh
Tawa ,dan terikan mereka berdua terdengar ditelinga Stev iya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan mereka berdua
Sudah pasti merek sedang berebut tempat tidur ,Abang dan Adik selalu saja membuat masalah
Benar saja Queen mencoba menyingkirkan Tubuh besar itu dari kasur kesayangan nya yang sudah sangat lama iya rindukannya
Belum juga reoni sudah ada pengganggu di tempat tidur kesayangan nya ,siapa lagi kalo bukan tubuh kekar Geren
Abaikkan orang dibelakang nya yah π
"Abang geser sedikit Queen juga mau berbaring "
Dengan wajah cemberut ya itu membuat Geren semakin suka megerja'i sang Adik
"Queen gak jadi Cerita jika Abang gak mau geser "
Mendengar itu ia segera menggeser sedikit posisi tidur nya agar gadis itu bisa berbaring disamping nya ,iya juga sudah cukup penasaran dengan cerita Adik nakal ini
Setelah posisi nyaman Dongeng pun dimulai
flesbek on β¦
Setelah Queen melangkah menuju Aula, iya melihat seorang wanita mencurigakan menuju WC yang sudah tak terpakai lagi
Tenyata iya mencoba mendekati seorang Lelaki sangar ,dan kalo tidak salah iya kelompok dari Fampir Hitam
"Hay tampan ?"
"Siapa kamu ? bagaimana bisa gadis seperti mu berada disini? "
Ucapnya dingin dan Datar
"Kenapa apa tidak boleh?lagi pula aku Hanya ingin menemani mu "
Bersikap manja dan megoda, Tubuhnya semakin merapat dengan tubuh pria kekar yang sedari tadi hanya menyenderkan tubuhnya di dinding bangunan tak terpakai itu
Tangan wanita itu mengangkat Roknya,dan tampak sebuah pisau lipat ditangannya sebelum mendarat di tubuh lelaki itu
Tiba -tiba suara benda jatuh yang cukup memekakkan telinga ,terpaksa tautan itu terlepas sempurna
Secara cepat iya menyembunyikan lagi,pisau itu dibalik bajunya .
"Siapa itu? Jagan bermain-main dengan saya"
Tampak nya iya mencari asal suara setelah beberapa langkah secara tiba-tiba iya dikejutkan oleh suara seseorang , yang merupakan bawahannya .
"Maaf Bos tampak nya semua Mahasiswa disuruh ke Aula semua , Tampa ada yang tersisa"
"Hemm.."
"Nanti kita lanjutkan lagi sayang , sekarang kita pergi terlebih dahulu "
Kecupan sekilas mendarat di bibir itu ,dan mereka bergandengan kearah Aula sesampai nya didekat Aula mereka berpisah
Melihat itu seyuman megerikan terbit di wajah Queen tentu iya sudah terlebih dahulu masuk sebelum mereka .
Saat pidato yang iya sampai kan ,tampak mereka mengeluarkan gelagat yang mencurigakan ternyata mereka sedang berbalas pesan
Tentu Queen penasaran apa yang perempuan itu rencanakan ,saat Kiren menyindir nya pun iya tampak biasa-biasa saja
Setelah saling lirik sebentar ,Lelaki itu berbicara menentang pembicaraan nya. Tentu dengan mudah iya menebak apa yang akan terjadi
Saat iya meminta wanita itu maju , ternyata iya tak cukup pintar ,iya masih terlalu Bodoh untuk menentang nya
Iya masih lemah dan belum berpengalaman sama sekali , masih ada gelagat ragu dan takut saat Andri membalikkan tubuhnya
Wanita itu tampak tak fokos dan tampak raut wajahnya berubah menjadi merah ,disana lah Queen membidik tangan menjijikkan itu
Masih ada goresan memang Dileher Kiren, untung saja itu tak terlalu membahayakan , untuk gadis arogan itu
Andri menangkap sosok gadis itu sebelum menyentuh lantai, mengangkat tubuh mungil itu untuk sedikit menepi agar tak terkena himpitan beberapa mahasiswa
Suara bergemuruh bersahutan para Geng Fampir Hitam meyerbu beberapa kelompok manjadi sasaran empuk untuk mereka
Tak berapa lama Steve dan beberapa kelompok nya datang ,dan secara kebetulan Queen sedang menikmati pertarungan nya
Dengan beberapa Lelaki ,saat senang-senang nya bermain Sura lantang dan megelegar menghentikan tendangan nya yang sudah hampir mendarat dipipi kanan lelaki jelek itu
"CETRIN RAMAYSYA"
Kepalang tanggung iya Tendangan keras pipi itu , membuat sang empu berputar-putar dan akhirnya mendarat sempurna di atas lantai
Bukk..
__ADS_1
Arggggg ...
Teriakan nyaring dari lelaki yang sedang mencium lantai , terlihat darah segar mengalir di mulut nya dan beberapa Gigi depan nya berjatuhan
" Kumpulkan mereka dan bawa..."
"Bawa ke Tempat Nenek saja " potong Queen dengan cepat
"Queen Abang sedang bicara " ucap nya dengan dingin
"Hehe .. Tapi Abang mereka Tak sepenuhnya salah ,dan mungkin mereka akan berguna suatu saat Nanti "Ucapnya dengan yakin
"Bawa mereka ke Pusat Laboratorium "
"Baik Tuan muda "
Ucap merek serempak ,saat sedang berbincang-bincang tiba-tiba suara tembakan megema sampai didekat Aula
"Queen gadis itu lari,dan tampak nya dibantu oleh sekelompok orang "
"jelaskan"
"Saat kami akan membawa Wanita itu, secara tiba-tiba kami diserang oleh beberapa orang berbadan besar ,dengan wajah tertutup tudung hitam saat kami sedikit lengah mereka membawa wanita itu "
"Biarkan saja, kalian kembali pada tempat semula "
"Baik Queen "
.
.
_*.*.*
"Tampaknya ada sesuatu yang mengganjal "
"Queen pikir seperti itu ,akan tetapi ..."
"Hemm.. Kalian berdua tidak lapar ?"
Potong Stev dengan alis yang mengangkat sebelah ,tubuh nya iya senderkan di daun pintu dengan kedua tangan dipangku
Mendengar kata Lapar perut mereka berdua berbunyi , mendegar itu mereka bertiga saling lirik dan Tertawa bersama
"Hhhhhhhh ... Lihat punya Abang Geren lebih besar ,pasti cacing-cacing perutnya semua besar-besar "
"Hey punya Queen juga tak kalah besar "
"Punya Abang Geren, welkkkkk"
Mereka Meyerbu Kearah meja makan , dengan saling kejar-kejaran tawa meggema di seluruh penjuru Apartemen Sungguh ini adalah hal yang paling menyenangkan selain memburu mangsa .
Hap ...
Tubuh gadis kecil itu melayang tak menapak lantai ,ini pasti ulah Abang Geren mengangkat nya seperti karung beras 10 kilo
"Kyaaaaa... Abang turunin Queen "
" Diam kucing liar ,kau harus dijinakkan agar tak mencangkar Pria tampan ini "
"Abang Stev Bantuan Queen ,tolong Queen diculik Monster megerikan"
Mendengar kata monster dari mulut gadis Nakal itu Stev tertawa terbahak-bahak ,iya melihat wajah Geren sudha mengelap
"Gadis NAKAL ,"
Dan tampak nya iya tak terpengaruh sama sekali dengan ucapan gadis itu
" kyaaa ... Menyebalkan mereka bilang Tuan Muda Geren adalah lelaki Cantik dan kemayu , lemah lembut seperti seorang wanita iya juga penyuka sesama jenis da.....bla bla ..."
Semakin membuat Stev tertawa , sedang Geren wajah nya sudah sangat-sangat jelek . telinga nya memans setiap mendegar kata demi kata gadis nakal itu
ucapnya disetiap langka kaki Geren,terus berbicara Tampa henti Tampa sadar jika iya sudah turun dan akan mendapatkan masalah baru
kyaaaaa.... Hahahhahahahh Now ..
Hahahahhaha... Abang
Nowww.... hhhhhhhhhhhh
.
Tawa Queen pecah iya tak pernah terbayangkan akan mendapatkan Gelitik kan maut dari sang Abang ,tubuh nya berguling-guling dilantai untuk menghindari serangan sang Monster
Stelah lelah akhir nya iya diam ,dan Geren melepaskan tubuh gadis itu ,mereka berdua sama -sama diam Mendapatkan Air minum yang dibawakan oleh Stev
Langsung habis tak bersisa , Queen mengaku kalah iya tak bisa mengalahkan tenaga Lelaki lembek ini ,orang yang menyebar kan Romor Abang nya lembek seperti Waria sudah dipastikan Mereka semuanya Bodoh
Iya saja tak bisa melepaskan diri dari Geren kekuatan fisiknya sangat mencengangkan iya saja jika lapar semua nya tampak buyar
Terlihat lesu ,akan tetapi Abang nya satu ini waktu pelatihan yang diberikan Kake iya bisa bertahan walupun tak makan Berhari-hari .
Setelah tiba di Meja makan akhir nya iya bisa duduk dengan Nyaman , Energi nya terkuras habis Gara-gara ulah Geren jadi iya harus megeisi energi dengan penuh
Mereka makan dengan tenang dan lahap seperti bisa tak ada pembicaraan sedikit pun karena itu sudah menjadi kebiasaan bagi keluarga mereka
,
.
__ADS_1
.
βΊοΈππππ πππ₯°ππππππππππππππ₯°ππ₯°πππππππππππ₯°πππππ₯°π₯°π₯°π₯°