
Setelah selesai membersihkan diri dan berendam sepuasnya, Queen menyemprotkan parfum diberbagai titik ditubuhnya, memakai berbagai macam perawatan kulit wajah dan tubuhnya untuk malam hari
Setelah itu iya menyiapkan keperluan kemping nya untuk esok hari, setelah semua nya selesai Queen melangkah kan kaki nya menuju Ruang kerja sang suami
Setelah memasuki Ruangan Queen melihat seorang Lelaki yang sedang Fokos melihat layar Komputer nya , jari-jari tangan itu menari diatas keyboard mengikuti gerakan yang laki-laki itu lakukan
Kata demi kata kalimat demi kalimat tertata rapi di layar nya ,tampak nya iya tak memperdulikan kedatangan seseorang di Ruangan ini karena iya tau akan panjang cerita jika berbicara dengan gadis ini
Melihat dirinya diacuhkan oleh sang suami Robotnya Queen melangkah mendekat , sebelum benar-benar mencapai tujuan nya
Ada seseorang yang menghentikan langkahnya , mendegar langkah seseorang mendekat Ruangan ini Queen kembali mendekati pintu dan membukanya sebelum orang lain mengetuk pintu mengganggu aktivitas suaminya
"Astagaaa.."
Ucap Bibik Tutik terkejut karena pintu terbuka sendiri , melihat sipa yang membukakan pintu Bibik Tutik hanya bisa mengelus dada dan bernafas lega
"Non ga'getin Bibik Aja ,huffff"
"Maaf bik ,hehehe"ucap Queen dengan tertawa pelan
Iya tentu tertawa melihat wajah wanita baya ini yang biasanya tertawa dan serius, terlihat terkejut dengan wajah memucat dan gemetar tampaknya iya ketakutan melihat masker wajah yang dipakai Queen
"Untung saja semua nya gak tumpah Non"
"Yasudah sini ,bibik boleh istirahat"
Setelah mengambil baki yang dipegang Bik Tutik, Queen melangkah masuk dan menutup pintu tanpa memperdulikan ekspresi Bik Tutik
Bik Tutik hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sang Majikan , setelah itu iya melangkah pergi dari ruangan itu menuju kamarnya
Meletakkan Baki makanan itu di atas meja ,menarik kursi menyeret nya pas disamping Lelaki itu melepaskan masker wajah nya dan membersihkan wajahnya dengan tisu basah setelah selesai ia
Menopang kepalanya dengan satu tangan , menatap serius kearah wajah tampan sang suami yang sedang Fokos dengan pekerjaannya
Setelah beberapa menit menatap wajah itu , Queen megambil satu piring yang berisikan Buah-buahan yang sudah dikupas dan dipotong kecil-kecil
Memakan nya dan sesekali melirik ke arah sang suami , mengabil satu potong dan mengigit nya tanpa aba-aba dirinya beranjak dan menempel kan bibir mereka
Tampaknya Alfa terkejut dengan gerakan Refleks gadis ini sehingga matanya membola sempurna , setelah buah itu berpindah ke lain mulut Queen melepaskan nya
Dengan terpaksa Alfa menelan Buah mangga yang sudah dipotong itu , ditambah bonus dengan disuapi dengan cara yang wow luar bisa membuat siapa saja senam jantung
Alfa menatap wajah sang istri dengan tatapan tajam ,iya tak suka jika ada yang menggangu pekerjaan nya
Tampaknya Queen tak takut sama sekali , Dengan tatapan itu iya hanya menampilkan seyuman manis dari wajah nya
"Suami Robotku , Apakah tak ada yang ingin dibicarakan ?"
Tanya Queen dengan tangan yang tak mau diam yang merayap kemana-mana ,Tangan lentik itu menyapu lembut sekeliling pundak dan belakang telinga Alfa
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan itu membuat Alfa diam dan tak merespon ,kambali meyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda
"Kau serius tak bertanya kemana habis nya uang yang baru kau beri tadi siang?"
Tanya Queen sekali lagi ,kali ini iya mencondongkan tubuhnya ke pundak Lelaki itu ,dengan bibir yang berada persis di dekat telinga Alfa
Terdengar jelas suara lembut dan deru nafas Queen yang megelitik telinga nya ,Tentu membuat aliran darah nya berdesir seketika
"Apa perlu saya bertanya?"
Setelah sekian lama akhirnya lelaki itu mengeluarkan suara nya kembali ,Tentu tampaknya iya berhasil
"Hem ,. yah kenapa tidak .kau tak takut jika aku menghabiskan uang mu untuk pasangan-pasangan gelap ku bukan?"
Ucap Queen dengan enteng nya ,dan berdiri tegak megelilingi tubuh kekar Alfa yang duduk santai di kursi kesayangan nya
Tak ada Jawaban sama sekali ataupun respon yang iya harapkan ,hanya wajah datar dan tatapan mata dingin menusuk
"Oky sayang ku sekarang kita mode serius.selama aku pergi kau tak beloh berdekatan dengan wanita manapun , kedua istirahat yang cukup ,makan yang teratur ,terus kabar'i aku "
Setelah mengatakan itu Queen kembali memandang lekat wajah sang suami , terlihat iya hanya diam tanpa ekspresi
"Kau mendengar kan ucapan aku tidak?Ya sudah terserah ,oh iya besok akan ada sekertaris yang akan membantu mu .tak ada penolakan kau tak mungkin mengerjakan semuanya sendiri'an bukan ?"
Alfa tak berkomentar sama sekali, iya juga membenarkan ucapan istrinya ,tidak mungkin iya melakukan semua nya sendiri sedangkan yang lainnya juga mengurus pekerjaan yang sama ditempat yang berbeda-beda
Akan tetapi iya ..
Tak membuat Alfa Berpikir terlalu banyak Queen memotong pikiran lelaki itu sebelum iya menaikan ego nya
Mendengar semua itu tentu Alfa bukan orang yang munafik ,iya kan menerima bantuan jika itu ditawarkan dan sangat dibutuhkan kan
Lagipula iya tau bagaimana setianya orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan keluarga itu ,dan semua nya tak perlu diragukan lagi
Sekarang Iya sangat membutuhkan Bantuan dan dukungan ,Dari berbagai pihak iya tak bisa diam saja ketika seseorang sudah mulai mengajaknya perang
Bukan lemah akan tetapi tentu siapa pun itu akan membutuhkan dukungan dan kerjasama dari Seseorang yang lebih berkuasa
Tak ada yang akan menolak jika di bantu oleh seorang pada saat kita membutuhkan ,kita akan dengan senang hati menerima uluran tangan itu
Walupun ada resikonya dan butuh biaya besar untuk semua nya , setidaknya mereka bisa mengunakan otak cemerlang dengan tak menyia-nyiakan peluang
Setelah satu terbidik dengan sempurna dan tak bisa berlari lagi ,mangka tentu memerlukan ide cadangan untuk tau apakah ada kawan yang menusuk dari belakang
Iya lelaki yang tak menyia-nyiakan kesempatan dan peluang besar ,dan lelaki yang tak perlu banyak perhitungan
Jika dirinya sudah memutuskan mangka itu akan menjadi baik-baik saja untuk masa depan ,semua orang yang dibawah kepemimpinan nya
Tak meragukan keputusan Alfa Karena mereka tau , Beribu-ribu trik cadangan Jika ia sudah menyetujui kesepakatan
Queen melihat anggukan kecil dari sang suami tanda iya menyetujui kesepakatan nya ,dan tentunya Queen akan pergi dengan sedikit tenang
Setidaknya iya bisa mengawasi gerak-gerik Lelaki ini, jika ada hal yang mencurigakan jika iya tak ada di sampingnya selama beberapa hari kedepan
__ADS_1
"Bagus sekali Sayang "
Ucap Queen dengan seyuman manis di bibirnya , melangkah mendekat dan duduk dipangkuan Alfa
Tangannya merayap di dada bidang lelaki itu , jari-jari lentiknya naik turun disekitar dada itu tentu iya sangat senang menggangu sang suami
"Kau tak takut jika aku di goda oleh Lelaki lain diluar sana?emm. bagaimana jika aku kecantol sama lelaki yang lebih humoris dari pada lelaki Robot seperti Lelaki didepan ini ?"
Monolog Queen yang masih asik bermain didada bidang itu , sesekali jari-jari mungil itu menusuk-nusuk Tubuh sispek Suaminya
"Sayang bagaimana bisa tubuh mu ,se'cantik ini? padahal selalu duduk dan bekerja sepanjang waktu ,aku tak pernah melihat kau ber olahraga"
Ucapnya dengan polos dengan mendongkak
kan kepala nya ,untuk melihat wajah itu dan sekaligus mendegar bibir suaminya bergerak berbicara
Setelah beberapa menit menunggu tak ada Jawaban sama sekali , membuat Queen gemas sekali dengan suaminya ini
Apakah iya tak bisa berbicara normal dan berekspresi seperti semestinya ,jika ada di Susana dan keadaan yang ada
"Ayolah suami apakah tak bisa berekspresi yang sedikit Normal sedikit saja untuk ku?"
Ucap Queen dengan wajah cemberut nya , dengan pura-pura kesal Queen beranjak berdiri dan melangkah pergi dari pangkuan hangat Suaminya
Setidaknya iya sudah sedikit menggoda sang suami ,dan saat nya istirahat karena besok mungkin akan sedikit melelahkan untuk dijalani
Saat benar-benar akan berjalan pergi menuju kamar , Tampaknya lelaki itu tak sama sekali perduli dengan nya sebelum tiba-tiba iya terlonjak, kaget karena merasa kan tubuh nya melayang
Kiyaaa.
Dengan sepontan tangan nya mengalung sempurna di leher Alfa iya sangat takut jika tiba-tiba terjatuh ,atau dijatuhkan
Hufff ..
Dengan Pelan iya menetralisir kan degupan jantung yang memompa cepat ,entah karena terkejut atau ada sebab lainnya iya tak tau itu
"Kau itu selalu mengejutkan diriku ,Huff Untung aku tak berbicara macam-macam atau tidak menyakiti dirimu jika itu terjadi bisa-bisa aku dihukum nenek lagi karena melanggar janji bla bla bla.."
Omel Queen sepanjang perjalanan , sebelum gadis itu benar-benar membuat telinga Alfa berdengung atau melompat pergi dari tempatnya
Alfa membungkam mulut pedas dan mungil itu dengan milik nya , benda kenyal dan basah itu bertemu .tampak manis seperti ceri merah
Alfa sangat kecanduan dengan Bibir mungil ini , terlalu pedas dan manis secara bersamaan'an tak bisa terlalu lama diabaykan
Jika tidak tentu pedas nya akan mendominasi dari pada manis nya, jika sudah seperti ini tentu iya akan merasakan sensasi manis dan menyenangkan secara bersamaan
"Sitt .pedas Manis menyatu dengan sempurna" Ucap Alfa dengan nada lirih
Queen yang mendengar itu sempat binggung, apa maksudnya ?akan tetapi tampaknya iya tak diberikan jeda untuk berpikir sama sekali
.
.
__ADS_1
ðĨ°ððĨ°ððððððððððĪŠðððððĪðΧðĪðĪðĪŪðĪððĄðĄðĪŽðĪŽðĨĩðĨĩðĨĩðĨĩ
Siang semuanya ð