
Setelah menyelesaikan makan malam yang penuh derama dari sepasang anak dan ibu. akhirnya mereka memutuskan untuk menikmati malam sebelum tidur untuk menemani Byan yang ingin menonton film kesukaannya.
Semuanya tampak santai di sofa yang disiapkan khusus untuk ruang keluarga,Byan duduk ditengah-tengah Queen dan Alfa. Duduk tenang degan makanan dipangkunya iya tak berhenti makan cemilan yang memang ,Queen buat atas permintaan Byan sendiri.
"Mimy,tadi siang kepanti asuhan tepat Byan ?"tanya Byan dengan mulut penuh makanan.
Mendengar pertanyaan Byan yang masih penasaran dengan tempat yang iya datangi tadi saing membuat Queen tersenyum simpul.
"Makan dulu baru bicara sayang, untuk masalah tadi siang Mimy ke panti Asuhan Bunda ,bukan panti tempat Byan. Dan panti itu adalah panti yang Mimy bangun sendiri dengan beberapa teman Mimy."jawab Queen mengelap sisa makanan di ujung bibir Byan .
"Mimy punya panti sendiri?apa mereka yang menjaga panti sama dengan ibu panti tempat Byan tinggal, yang semuanya jahat dan suka marah-marah bahkan menghukum anak-anak seperti Biyan ?."
"No, the orphanage mother there is kind and friendly( Tidak,ibu panti disana baik-baik dan ramah) pada semua anak yang kecil maupun yang besar semuanya dijaga dan disayangi."
"Mimy yakin?,Byan sering lihat ibu panti akan baik pada kami jika ada orang lain datang,tapi setelah mereka pergi mereka akan membuka topeng yang sesungguhnya memarahi kami tanpa sebab."ujur Byan degan wajah dingin nya.
Terlihat jelas bola mata itu memperlihatkan luka,sakit dan takut menjadi satu sangat besar ketidak suka'anya pada tempat yang bernama Panti asuhan.Baginya itu adalah neraka untuk anak-anak seperti mereka yang tidak memiliki rumah dan keluarga untuk berlindung.
"Ini berbeda,semua yang bekerja disana akan selalu Mimy atau om Jordy awasi sehingga tidak ada yang bisa macem-macem disana."
Terang Queen yang ingin mengubah pandangan Byan tentang panti asuhan.
Alfa yang sedari tadi sibuk dengan leptop nya, mengalihkan pandangannya saat mendengar nama pria lain yang gadis itu ucapkan dari bibir mungil nya iya memandang Queen dengan tatapan yang tak terbaca tampaknya ada ketidaksukaan dari caranya berekspresi saat ini.
Akan tetapi Queen untuk saat ini tidak peka akan perubahan wajah Alfa. Iya tak terlalu perduli dengan tatapan laki-laki itu,mau iya cemburu atau tidak itu bukan masalah baginya.
"Tidak semua panti akan mengalami nasib yang sama dengan tempat Byan ,masih sangat banyak panti yang memberikan kasih sayang pada anak-anak disana. Menjaga dan merawat mereka seperti anak sendiri adalah kewajiban dan tanggung jawab besar untuk mereka yang mengabdikan hidupnya untuk menjaga panti. Dan untuk kasus yang Byan dan teman-teman Byan alami adalah murni kesalahan mereka yang menyelewengkan tanggung jawab yang sudah tuhan kasih dan amanahkan ."
"Tapi ibu panti bilang.."
" Sutttt..Mimy akan tunjukkan bagaimana cara kerjanya panti asuhan yang Mimy bangun ."
Jika memberikan pengertian melewati perbincangan tidak Byan terima,akhirnya Queen harus mengeluarkan cara lain yak itu meretas CCTV panti asuhan Bunda, iya tak mau jika kedepannya Byan akan membenci adanya panti asuhan jika tidak ditangani sekarang semuanya aman menjadi masalah kedepannya mungkin akan menjadi trauma berkepanjangan untuk bocah laki-laki ini dan iya gak ingin itu terjadi.
"Apa yang Mimy lakukan?,"tanya Byan penasaran saat melihat Queen mengotak-atik Henpon miliknya.
Queen mengalihkan pandangannya kearah Alfa yang sedari tadi menyimak perbincangan mereka,iya lupa jika saat ini laki-laki itu ada disisi mereka.tak ingin memikirkan itu pandangan Queen teralihkan pada leptop yang Alfa pegang.
"Mas,aku pinjam itu sebentar boleh?"tanya Queen dengan senyuman tipis .
Alfa menundukkan kepalanya melihat leptop yang iya pegang sedari tadi dan sesekali melirik Queen dan Byan yang mengeluarkan jurus andalan wajah imutnya.
Mau tak mau Alfa harus merelakan leptop nya jika keduanya sudah bersekongkol, lagipula iya juga penasaran bagaimana bentuk panti asuhan yang gadis itu bangunan dan cara kerjanya.
Tak butuh waktu lama setelah Alfa memberikan leptop nya Queen langsung meretas keamanan yang berada di panti ,iya tau setelah ini pasti akan ada keributan disana dan iya harus menahan tawa saat Jordy kalang kabut setelah ini, Hahahaha... iya tidak sabar akan hal itu.
Alfa dan Byan mencuri-curi pandang pada Queen yang tampak santai degan leptop nya.
"Pipy apa yang Mimy lakukan?,"tanya Byan berbisik pada Alfa .
"Entahlah,kita lihat saja."ujur Alfa menjawab ke kepoan putra nya.
Setelah satu menit akhirnya semuanya selesai,iya bisa melihat keadaan panti asuhan miliknya dan ternyata disana masih ada beberapa anak-anak yang beraktivitas.
Ada yang membaca buku,ada yang bermain ada yang menonton bahkan ada juga yang sudah tidur duluan ada juga anak-anak yang mendengar kan dongeng sebelum tidur dari ibu panti cerita yang mereka angkat bertemakan Queen sejati tanpa sayap.
Melihat itu membuat Queen tersenyum simpul,iya sudah lama tidak melihat ini dan ternyata cerita itu masih saja mereka cerita kan hais.."Apa tidak ada cerita lain !,"ucap Queen sepontan yang masih dapat Byan dan Alfa dengar jelas .
"Mimy tau cerita itu? tampaknya menarik, boleh Byan dengar Langsung dari Mimy ?"ujur Byan antusias, karena sedari tadi iya Mendengar cerita ibu panti itu hanya sepotong saja, itu membuat nya penasaran.
__ADS_1
"No,Mimy tidak tau .Dan Mimy tidak hafal ceritanya." elak Queen sepontan.
Iya tidak berbohong iya memang tidak mengetahui fersi cerita dari mereka,akan tetapi iya tau untuk sipa cerita itu ditujukan.Mangka dari itu ,selain tidak tau iya juga tidak mau mengungkit cerita itu dalam kehidupannya lagi.
"Yaaaa.."terdapat guratan kekecewaan dari wajah Byan karena tidak bisa mendengar cerita itu lagi, padahal iya sangat penasaran.
Queen hanya diam melihat kekecewaan dari putranya,iya tak tega akan tetapi iya juga malas jika harus berpikir keras untuk menggali lagi cerita lama yang sudah terkubur itu.
Alfa yang melihat gerak-gerik Queen yang tampak mencurigakan tampak penasaran ada masalah apa iya dengan kisah dongeng anak-anak itu.
Alfa dan Byan melanjutkan melihat CCTV yang masih memperlihatkan kegiatan para anak panti ,Alfa dan Byan cukup tercengang dan kagum melihat interior bangunan yang mewah dan lengkap bahkan bukan cuman itu saat melihat keharmonisan mereka dipenuhi Cendana tawa dan kebersamaan yang kental membuat Byan iri dengan semua itu.
Jika Alfa merasa resah karena menilai Queen tanpa benar-benar kenal gadis ini, berbeda lagi dengan Byan iya merasa tak seberuntung mereka yang tinggal di panti yang diselimuti kelembutan, kasih sayang dari pengurus baik seperti ibu panti itu.
"Mereka sangat beruntung,"ujur Byan dengan tatapan datarnya,jika begini iya akan sangat mirip dengan Alfa sebelas dua belas kaku nya.
cup
"Sekarang Byan tau bukan,jika semua orang tidak sejahat itu.Dan Byan harus menghargai siapapun itu, jika iya baik pada Byan mangka Byan harus baik dan jika orang itu jahat setidaknya berikan mereka pelajaran agar jerah dan ingat apa kesalahannya."
"Hem. Byan akan ingat itu tapi.. Apa boleh Byan kesana?"ucap Byan dengan lirih iya takut jika sang Mimy tidak mau mengajaknya kesana.
Melihat arah permintaan yang Byan tunjukan ke sana membuat Queen melirik Alfa, sekarang ini iya harus bisa lebih menghargai Alfa sebagai suami nya walupun dengan hal-hal sekecil ini.
"Tanya Pipy ,jika iya mau besok kita kesana bersama karena besok hari libur."
"Pipy?"
"Hem,besok kita kesana."ujur Alfa dingin
"Horeee.."
setelah itu Jagoan Mimy Tidur untuk menunggu hari esok "
Setelah mengatakan itu Queen meningkatkan Alfa dan Byan membuatkan susu untuk keduanya.
Tak butuh waktu lama susu telah siap dengan masing-masing segelas.Awalnya Alfa tidak terlalu menyukai susu,bukan apa-apa itu karena disebabkan dirinya sudah terlalu lama tidak meminum yang namanya susu.
Terakhir kali Mungkin saat iya berumur 3 tahun itupun tidak terlalu sering. Akan tetapi saat iya menikah dengan Queen yang notabenenya menyukai susu bahkan rutinitis sebelum tidur meminum susu, membuat iya mau tak mau meminum susu yang Istrinya buatkan.
Awalnya iya menyangka jika akan terasa enek dan tidak manis atau amis,akan tetapi rasanya jauh berbeda bahkan rasanya itu lebih ke manis,hangat dan entahlah pokonya dari sanalah iya kembali menyukai susu kembali. itupun harus Queen yang membuatnya ,karena baginya gadis itu yang bisa memanjangkan lidahnya dari pada siapapun.
Setelah meminum susu mereka kembali ke kamar masing-masing,menggosok gigi dan mencuci kaki sebelum tidur. Setelah Byan tidur Queen kembali kekamar nya dan Alfa, karena setelah terapi Byan mulai bisa mengendalikan dirinya dari rasa takut itu.
Ceklek.
Queen membuka pintu kamar,saat iya masuk iya melihat Alfa berbaring di kasur dengan menatap dirinya.
"Belum tidur?"tanya Queen basa-basi.
Queen menuju meja rias nya, memberikan sedikit perawatan pada kulitnya seperti rutinitas sebelum tidur yang bisa iya lakukan.
Merasa tatapan itu masih tertuju padanya Queen membalikkan tubuhnya untuk membalas tatapan sang suami yang sedikit mengganggu aktivitas nya.
"Tanyakan saja,akan aku Jawab jika bisa,"
__ADS_1
setelah mengatakan itu iya mengoleskan sesuatu ke seluruh tubuh nya,merasa semuanya sudah dilakukan Queen melangkah mendekat pada Alfa .
"Jadi apa yang ingin kamu tau?"tanya Queen sekali lagi setelah mendekat pada Alfa,iya membaringkan tubuhnya disisi Alfa tanpa menghiraukan laki-laki itu yang tak melepaskan tatapannya pada wajah Queen.
"Sudah berapa lama kita menikah?"tanya Alfa membuka perbincangan diantara mereka.
Iya sangat tau jika biasanya iya tak pernah memulai perbincangan terlebih dahulu akan tetapi untuk kasus ini iya harus bisa agar semuanya tidak berlarut-larut dengan arah yang entah kemana.
Mendengar pertanyaan Alfa Queen tak bergeming,iya masih memejamkan matanya tanpa mengubah posisi sedikitpun. Iya tau cepat atau lambat pembicaraan ini akan terjadi jadi iya akan menyikapinya dengan apa yang sedari awal iya lakukan tanpa mengubahnya sedikitpun.
"Mungkin sudah setengah tahun ,"jawab Queen Cuek.
"Apa yang membuat mu menerima pernikahan ini?,apa ada sesuatu yang kau sembunyikan atau ada yang menekan mu untuk menerima pernikahan ini katakan pada ku!."untuk pertama kali Alfa melontarkan kata-kata yang lebih dari beberapa kata yang sering iya ucapkan.
Mendengar kalimat langkah itu membuat mata Queen terbuka sempurna,iya melirik Alfa dengan tak percaya.Tampak nya iya berhasil membuat laki-laki ini kepo dengan dunianya,ini merupakan awal yang bagus untuk nya iya tak akan menghilangkan kesempatan ini begitu saja.
Dengan hati-hati Queen menghadap ke arah Alfa,iya tersenyum simpul sebelum akhirnya membuka mulutnya untuk bicara.
" Tanpa kau sadari,kau mulai kepo dengan dunia ku sayang."ujur Queen mengusap wajah Alfa yang sangat dekat dengan nya.
"Cek,aku gak punya waktu untuk itu.Cepat katakan apa motif mu dalam pernikahan ini?bahkan aku tidak pernah menyangka gadis seperti mu menerima pernikahan tertutup tanpa orang lain mengetahui nya, bukankah setiap impian wanita ingin menikah megah dan diketahui oleh semua orang?"ucap Alfa tanpa rem.
Oh ternyata jika orang pendiam dan dingin seperti nya ,saat sudah bicara bisa seperti itu?hanya sekali tarikan nafas iya berbincara tanpa Jedah untuk mengambil nafas.ini sangat sulit untuk dipercaya? sangat keren.
Hahaha.
Queen tertawa renyah saat mendengar nya,iya tau ternyata pria ini lebih cerewet dari yang iya duga ternyata selama ini iya hanya memakai topeng untuk menutupi kecerewetannya.
"Aku baru tau ,jika suami Robot ku ini sangat cerewet tapi aku suka apapun itu dari dirinya."ujur Queen dengan senyuman manisnya.
Membuat amarah Alfa meredah seketika setelah mendengar ucapan istrinya, ditambah senyuman manis yang memabukkan itu ditujukan padanya dengan jarak sedekat ini.
"Oky, aku jawab satu-satu tapi harus sabar.
pertama,aku menikahi mu karena menepati janji."
"Janji"tanya Alfa mengangkat satu alisnya.
"Hem,Itu perjanjian yang aku buat dengan Deddy ,Oma dan Opa.Saat proyek yang aku bangun terancam digusur karena masalah perizinan dan dana yang kurang setengah, karena itu aku terpaksa meminta pada Deddy agar membantu masalah perizinan itu dan masalah dana aku minta pada opa karena iya yang menawarkan bantuan.Dan ternyata semuanya tidak geratis,disana sudah terdapat 3 poin penting yang mereka selipkan untuk mengelabui gadis polos ini dari sanalah aku terjebak dalam permainan mereka."
"Apa tiga poin penting itu?"
"Pertama Aku harus menerima perjodohan ini apapun yang terjadi nantinya,dan yang kedua aku haru mempertahankan pernikahan ini bagimapun caranya dan yang ketiga aku harus memberikan mereka cucu yang imut-imut. Jadi intinya aku gak akan pernah melepaskan mu apapun yang terjadi kedepannya." ucap Queen mendorong tubuh Alfa dan menindihnya.
Queen berbaring di dada bidang Alfa dengan mata yang masih mengincar mata laki-laki itu, degan dagu bertumpu pada kedua legannya yang dilipat dua untuk bisa bertatap muka dengan Alfa.
"Kau menerima pernikahan ini begitu saja tanpa cinta?,apa kau tak merasa sakit hati melewati ini semu nantinya?"
"No,itu adalah konsekuensinya saat aku meyiapkan diri untuk menandatangani kertas itu.Jadi bisa dibilang aku sudah mempunyai persiapan yang cukup matang untuk ini."
-
.
..
..
.
__ADS_1
..._👰💃👫_...