Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Menggoda Suami Robotnya


__ADS_3

Perusahaan PRAMANTA


Dilain sisi,jika Queen melakukan aktivitas yang sudah lama tak iya tekuni.Mangka berbeda dengan kedua laki-laki yang berbeda umur ini.


Setelah tiba di kantor Alfa harus miting dengan beberapa klayen selama beberapa jam, terpaksa Byan harus duduk manis di ruangan Alfa selama sang Pipy miting.


Ditemani dengan komputer, yang sengaja Alfa hidupkan agar Byan tak suntuk menunggu dirinya. Iya jiga memerintahkan pada sekertaris Ica untuk memenuhi keinginan Byan apapun itu jika iya meminta sesuatu.


Setelah 2 jam berlalu akhirnya Alfa selesai juga dengan mitingnya,akan tetapi bukannya mendapat perhatian Alfa kembali disibukan dengan berkas-berkasnya sehingga kembali megabaikkan Byan sampai jam makan siang berlalu.


"Pipy , apakah pekerjaan Pipy masih banyak?"


tanya Byan pada akhirnya setelah sekian lama diam duduk di sofa.


Mendengar suara yang tak asing akhir-akhir ini Queen mengangkat kepalanya untuk melihat Sura kecil yang memasuki gendang telinga nya. Iya melihat wajah lesu dari Byan mungkin iya terlalu bosan Sedari tadi ,iya melihat jam tagan dan ternyata iya sudah melewatkan jam makan siang pantas saja bocah itu meregek padanya.


"Kita makan diluar."ucap Alfa membereskan pekerjaan nya yang diatas meja.


"Apa Mimy ikut?"tanya Byan dengan mata berbinar nya.


"Nanti Pipy hubungi,agar Mimy menyusul,"ujur Alfa agar bocah itu tidak lagi bertanya.


Mendengar itu Byan hanya mengangguk patuh dan mengikuti langkah Alfa menuju lantai bawah,dari awal iya masuk kantor bahkan saat iya keluar semua memperhatikan gerak-gerik Alfa dan Byan yang sangat tampan dan mempesona.


Tak bisa dipungkiri mereka merupakan pahatan sempurna yang tak bisa diabaikan, apalagi melihat Alfa yang sangat posesif pada Byan. bocah laki-laki itu selalu didekatnya, tagan Mugil itu berada digenggaman Alfa bahkan jika tidak iya gengam bocah itu akan ada dipangkuan Alfa .


Sehingga menimbulkan tanda tanya setatus bocah laki-laki itu?apakah adiknya akan tetapi iya tak memiliki adik lagi maupun keponakan karena Hanya ada satu keponakan itupun perempuan.


***


Setelah tiba di restoran terdekat,Alfa memesan menu yang sekiranya cocok untuk kesehatan anak kecil dan setelah itu memesan untuk dirinya sendiri.


Byan selalu melihat kearah pintu masuk berharap yang masuk selanjutnya adalah Mimy,akan tetapi sedari tadi hanya ada pelayan restoran yang membawa pesanan mereka.


Melihat wajah lesu Byan apalagi bocah itu tak menyentuh makanan nya membuat Alfa mengalihkan pandangannya kearah yang bocah itu lihat sedari tadi.


"Pipy ,apa Pipy sudah menghubungi Mimy? Kenapa Mimy lama sekali?."ucap Byan menarik ujung pakaian Alfa.


Alfa yang mendengar itu megambil Henpon nya dan memberikannya pada Byan , melihat sang Pipy memberikan Henpon padanya bukan nya jawaban dari pertanyaan menarik perhatian nya untuk melihat wajah datar Alfa.


"Apa Pipy meyuruhku untuk menelpon Mimy?"


tanya Byan dengan polosnya


"Hem.."


"Apa,Byan bisa melihat wajah Mimy dari sana?"


tanah Byan menunjuk Henpon Alfa yang berada dihadapannya saat ini.


Mendengar itu membuat Alfa meraih benda persegi itu tanpa menjawab pertanyaan Byan , memencet sesuatu dan menimbulkan suara memanggil Alfa kembali menyerahkan benda persegi itu ke tagan Byan dan kali ini bocah itu menerima nya.


Setelah cukup lama akhirnya panggilan tersambung, terlihat wajah Queen dari layar ponsel yang Byan pegang.


📱"Mimy ."Ucap Byan senang .


📲"Hay, jagoan Mimy ."seru Queen tersenyum melihat tingkah putranya yang megemaskan.


Seperkian detik senyuman itu pudar digantikan wajah kesal,ditambah lagi Byan mendegar suara-suara anak kecil disana membuat iya cemburu dan marah pada Queen .


Melihat wajah Byan berubah menjadi tidak bersahabat tentu menjadi pertanyaan besar dari nya, "kesalahan apa lagi yang aku perbuat"


monolok Queen dalam hati .


📱"Mimy di mana?"tanya Byan datar.

__ADS_1


📲"Mimy di panti asuhan Bunda,lihat bahkan banyak anak-anak seumuran kamu disini."ucap Queen jujur tanpa melihat ekspresi Byan yang semakin berubah.


📱"Mimy bohong sama Byan ."ujur bocah itu kesal dengan meletakkan Henpon Alfa diatas meja,iya tak mau berbicara dengan Queen.


Alfa dan Queen terkejut dengan teriakan Byan,yang tampaknya sangat marah entah karena apa.


📲"Byan sayang ko gitu sih? emangnya Mimy bohong apa sama Byan ?"tanya Queen masih tidak ingat apapun Poko masalah nya.


Alfa meraih benda persegi itu,untuk melihat wajah sang istri.


📱"Emang aku salah apa mas? ,Kenapa Byan bisa semarah itu?"tanya Queen dengan wajah polos nya.


📲"Pulang sekarang!."ucap Alfa dengan wajah datarnya,setelah mengatakan itu iya meletakkan kembali Henpon nya dan meraih tubuh mungil Biyan yang meringkuk diam dengan air mata mengalir.


"Pipy Huaaaaa.." tangis Byan pecah seketika setelah dipelukan Alfa.


Mendengar tagisan Byan yang menusuk jantung nya,membuat Queen ingin segera pulang.Langkahnya cepat dan terburu-buru hampir saja iya terjatuh dari tangga untungnya iya memiliki keseimbangan dan tubuh lincah sehingga bisa dengan mudah ditangani.


"Mimy bilang kalu iya pergi kekampus,tapi kenapa Mimy ada di panti ?apa Mimy mau cari anak yang lain dan membuang Byan ,karena Byan nakal?"ucap bocah laki-laki itu dengan tagis yang tak redah.


Mendengar ucapan Byan membuat Queen terhenyak, ternyata itu Poko masalah nya seharusnya dari awal iya mengabari mereka jika akan pergi ke panti sebentar agar tidak terjadi salah paham seperti ini.


Apalagi Byan akhir-akhir ini tampak takut dan emosinya tidak setabil membuat Queen merasa bersalah dengan sikapnya yang selalu sesukanya,iya melupakan hal yang sangat penting jika dirinya sekarang sudah menjadi ibu dan seorang istri ,seharusnya iya lebih dewasa bukannya begajulan dan berbuat sesukanya tanpa mengabari orang rumah.


📲"Mimy akan segera pulang ,Byan tunggu sebentar yang sayang ."ucap Queen dengan cepat takut jika sebelum iya selesai bicara telpon nya terputus.


Benar saja setelah iya berbicara telpon terputus, membuat iya semakin kalang kabut."Cen, cepat kita pulang "ucap Queen tergesa-gesa


Melihat sang Nyonya yang terburu-buru membuat Cen penasaran ada masalah apa ? tanpa menunggu perintah selanjutnya Cen langsung meyiapkan mobil agar tak membuat nyonya marah.


Mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata,sepanjang perjalanan Queen masih saja resah iya memikirkan keadaan Byan iya tukut jika bocah itu kenapa-napa.


"Kita langsung pulang Nyonya?"tanya Cen sesekali melirik Queen dari kaca spion mobil.


"Iya,kita pulang" ucap Queen maremas Henpon yang iya pegang.


~


Setelah cukup lama menagis akhirnya Byan terlelap di pelukan hangat Alfa, pakaian Alfa menjadi basah karena nya.


Tanpa menunggu lama iya membopong tubuh mungil Byan setelah membayar dan memberikan tips untuk makanan yang mereka pesan.untung saja mereka memesan ruang VIP room sehingga tidak ada yang melihat kejadian barusan .


Alfa membawa Byan pulang ,iya sudah tak berselera untuk kembali ke kantor.lagi


pula tidak mungkin iya membawa Byan dalam keadaan tertidur pulas seperti ini ,apalagi pakaian nya sudah kotor karena Byan.


Setelah tiba di rumah Alfa membawa Byan kekamar nya,melepas sepatu Byan dan menyelimuti bocah itu dengan hati-hati.


Ceklek


Pintu dibuka dengan terburu-buru sehingga menimbulkan suara cukup keras,yang mengejutkan Alfa untung saja Byan tidak terbangun walupun sedikit terkejut.



Queen melihat Byan terlelap ditempat tidurnya,degan hati-hati Queen mendekati Alfa dan Byan agar tak menimbulkan suara sedikitpun.


"Dia tertidur?"tanya Queen menghela nafas panjang,iya dapat melihat jejak air mata di pipi Byan .


Alfa hanya diam berdiri disamping tubuh Queen , memperhatikan gerak-gerik gadis itu tanpa berkomentar.


"Maaf ,Maaf , maaf ...Mimy sayang Byan,Mimy salah, Mimy minta maaf sayang.Mimy janji tidak akan mengulangi nya lagi "bisik Queen lirih dengan memberikan kecupan lembut di pipi Biyan berulang kali.


"Ikut aku ."ucap Alfa melangkah pergi dari ruangan itu meninggalkan Byan dan Queen yang masih merasa bersalah dengan jagoan kecil nya.


"Mimy, berbicara dengan Pipy dahulu, mimpi indah sayang."ucap Queen memberikan kecupan di kening Byan cukup lama.

__ADS_1


Setelah merasa cukup Queen melangkah menjauh untuk menemui suaminya.setelah pintu tertutup, Byan membuka matanya cukup lama memandang pintu kamar dan kembali menutup matanya.


***


Di sebuah kamar yang luas dan elegan,Alfa duduk santai di sofa yang tersedia di kamar itu dengan memainkan Henpon nya.


Queen yang melihat punggung suaminya tampak meneguk ludah susah payah,"Ais, Kenapa ini lebih mengerikan dari pada sidang tadi"monolok Queen dalam hati nya.


Queen menyeret langkahnya menuju tempat Alfa.setelah dekat, iya duduk didekat Alfa sambil melihat wajah Alfa yang tampak serius.


"Kau tau apa kesalahan mu?"tanya Alfa ,tanpa mengalihkan pandangannya.


"Hemmm..Maaf lain kali aku tidak akan mengulanginya,"ucap Queen mengalungkan tangannya dileher laki-laki itu.


Alfa hanya diam tanpa menggubris perkataan Queen,melihat tak ada respon dan laki-laki itu yang masih sibuk dengan Henpon nya membuat Queen tersenyum licik tampaknya iya memiliki niat jahat untuk suami Robot nya.


Dengan cepat Queen meraih benda persegi itu dan melemparkannya ke atas tempat tidur , Untung saja tepat sasaran jika tidak mungkin benda persegi itu akan hancur berkeping-


keping.


Tanpa bisa menghindar dari sergapan Queen.Membuat Alfa mati kutu gadis itu lebih dahulu duduk dipangkuan Alfa,tangan nya masih ditempati awal tanpa mau terlepas. Queen semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Alfa bahkan wajah nya hanya satu senti dengan wajah Alfa, nafas mereka beradu bahkan mata Queen selalu mengincar mata Alfa yang tampak seperti mutiara jernih dan indah .


"Sudah lama kita tidak bermesraan,mumpung Byan masih tidur "ujur Queen megincar bibir merah Alfa.


Cup


"Masih sama,Manis" ucap Queen megelus pelan bibir merah Alfa dengan Jempolnya.


Alfa megereyitkan alisnya,iya tau ini akan terjadi lagi ,jika gadis ini sudah kembali sembuh.Iya tak menolak karena walau bagaimanapun iya menyukai nya, bahkan sebagai lelaki normal iya ingin lagi dan lagi untuk merasakan manisnya bibir Semerah ceri gadis dipangkuan nya saat ini.


Degan semakin berani Queen meraih tengkuk leher Alfa degan kedua legannya sehingga membuat mereka semakin mengikis jarak.


Hembusan nafas berat Alfa menerpa wajah cantik Queen,sehingga membuat Queen semakin berbuat sesukanya.Rahang yang tegas,hidung mancung,bibir merah yang penuh,tebal dan berkilau karena ulahnya sendiri,Sedangkan manik mata yang hitam dan tajam membuat iya semakin suka memandang wajah Alfa berlama-lama.


"Bagaimana jika kita membuat adik untuk Byan?"tanya Queen tanpa sensor


Matanya berbinar senang dengan senyuman manis yang sangat memabukkan.Manik mata Alfa sedari tadi memindai seluruh wajah Queen yang memikat matanya,iya tak ingin mengakui akan tetapi hatinya berkata lain jika dirinya mengagumi kecantikan gadis cantik dihadapan nya saat ini, bahkan iya semakin terpikat saat melihat wajah Queen yang sangat dekat dengan dirinya,bibir mungil itu tak luput dari pandangan nya setiap iya berbincara membuat dirinya tertarik ingin melihat tanpa berpaling bagikan magnet yang selalu ingin menempel.


Perlahan tagan mungil Queen menjelajahi otot-otot keras milik Alfa, sesekali mengusap pelan dan menusuk-nusuk nya dengan jari telunjuk, dada itu benar-benar keras membuat tangan mungil nya merasa sakit.Secara perlahan naik ke bibir merah Alfa iya tak memperdulikan jika Sedari tadi laki-laki itu melihat apa yang iya lakukan, iya hanya sibuk dengan pekerjaannya.


Perlahan iya memajukan wajahnya megecup pelan dan kembali bermain sepuasnya disana, untuk kali ini pria itu mengimbangi permainan Queen sehingga cukup lama mereka diposisi itu sampai Queen memukul pelan dada bidang Alfa karena kehabisan nafas ,setelah cukup lama saling pandang .


Queen melepas kontak mata mereka , menenggelamkan kepalanya didada bidang Alfa ,kedua tangannya memeluk pinggang laki-laki itu dengan posesif.Iya memejamkan matanya menikmati momen bersama dengan sang suami menghirup aroma tubuh Alfa membuat dirinya tenag dan aman,entah apakah ada cinta dihatinya iya tak tau akan tetapi iya merasa nyaman di dekapan suami Robot nya.


Untuk mengatakan ini cinta mungkin belum tepat,karena iya tak merasakan denyutan jantung seperti yang sering mereka gambaran kan,bahkan jantung nya tampak normal saja walupun di dekapan Suami seperti saat ini.


Iya hanya ingin bermanja-manja dengan sang suami.Entah lah iya tak memikirkan apakah ini cinta atau bukan yang iya tau saat ini iya menikmati kebersamaan mereka tanpa ada kecanggungan diantara keduanya.


Iya melakukan ini semua Karena iya Masih ada niat untuk menempati Janji pada keluarganya. sebenarnya iya berpikir, kenapa laki-laki ini tak mau meyentuh nya bukankah mereka sudah menikah? apakah laki-laki ini benar-benar menyukai sesama jenis seperti yang menjadi isu sebelum mereka menikah?atau iya kurang menarik dimatanya?


Ada keinginan untuk bertanya akan tetapi entah kenapa setiap iya akan menanyakan hal itu kantuk selalu menyerang dirinya, seperti saat ini iya sudah dibayangi dunia mimpi yang sedikit lagi iya pijak-ki .


Benar saja tak butuh lama mata itu terpejam rapat.Alfa yang melihat lagi-lagi Queen tertidur setelah menggodanya nya, membuat iya merasa kesal sekaligus senang dengan kejahilan gadis ini.


Lagi dan lagi iya dipermainkan oleh gadis cantik dipangkuan nya saat ini,iya tak pernah takhluk bahkan menerima jika dipermainkan oleh siapapun itu, bahkan saat bersama mantan nya dahulu iya yang selalu mendominasi dari pada siapapun.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...💆🧘🏃🏾‍♀️🤸...


...Butuh dukungan....


__ADS_2