Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
KIREN & RIY


__ADS_3

Hidup di dunia fanah ini,tidak ada yang tidak baik maupun buruk,bersahabat maupun bermusuhan semuanya akan memiliki sifat yang bertolak belakang bahkan sebaik apapun diri kita,akan ada saja orang yang iri dan dengki karena hidup akan selalu memiliki permasalahan yang berbeda.


Hidup bagikan roda berputar.


Kenapa?


Karena jika hanya jalan ditempat tidak akan ada yang menyenangkan bahkan mungkin akan merasa bosan untuk menjalaninya.


Untuk itu nikmati hidup mu baik maupun buruk,karena yang perlu kita ingat beribu-ribu tahun hidup di dunia hanya ada tiga hari yang selalu kita jalani.


Yak itu,


Hari ini


Hari esok dan kemarin.


Hanya tiga,tidak lebih dan kurang .


Untuk hari ini.Satu kata,Semoga lebih baik dari kemarin.


Untuk hari esok.Semoga kita bisa bertemu,tentunya dengan senyuman manis disetiap pertemuan kita.


Untuk hari kemarin.Terimakasih atas pertemuan kita yang tak terduga,saya bisa belajar betapa pentingnya belajar bersabar untuk menunggu esok.


.


.


.


Kembali ke cerita_


Setelah kepergian Raka dan Branden dari sana,Alfa mendapatkan panggilan telepon dari sang Papi yang mengabarkan jika mereka semua diharuskan ke Srilanka atas perintah sang nenek.


Mendapatkan kabar itu,Alfa yang sedang tidak baik-baik saja hanya bisa mengabarkan balik jika sang istri dan anaknya mengalami musibah.Tuan Pram dan Nyonya Lisa yang mendengar kabar buruk tentang menantu dan cucunya berniat ingin kembali ke kota M segera,akan tetapi setelah di perbincangkan.Pada akhirnya mereka mengiyakan permintaan sang anak untuk pergi terlebih dahulu ke sana sebelum mereka semua mendapatkan hukuman yang berat dari sang Nyonya besar,setelah keduanya sembuh total mereka semua akan menyusul untuk menjenguk keadaan sang nenek sekaligus berlibur.


Iya Alfa memang berniat membawa kedua nya untuk pergi dari kota M,sekaligus memperkenalkan Queen sebagai menantu keluarga PRAMANTA dengan sang nenek kesayangan.Sebelum itu,iya harus meyelesaikan hama pengganggu terlebih dahulu.Iya ingin mencari dalang dari kejadian ini tanpa melibatkan kedua pasangan anak dan ibu itu.


Jika mereka berdua masih di sini,besar kemungkinan kejadian ini akan terulang lagi dan iya tak ingin lagi,


cukup kesekian kalinya iya kecolongan karena itu pula iya hampir saja kehilangan Queen sang istri entahlah terkadang iya tak yakin jika benar-benar memiliki keluarga kecil seperti saat ini! Semuanya terlalu cepat, bahkan iya tak bisa mencegah apa yang seharusnya iya pilih sendiri untuk hidupnya akan tetapi yang cukup mengusik akhir-akhir ini,iya tidak sama sekali keberatan atas kehadiran keduanya dalam lingkungan hidupnya.Yang lebih aneh lagi,dirinya menikmati kehidupan saat ini,karena berkat kehadiran mereka berdua iya memiliki rutinitas baru yang membuat hari-hari nya lebih berwarna.


Untuk esoknya,iya tak akan membiarkan secuil pun orang mendekat dan menyentuh kedua nya walupun seujung kuku.


Tak berapa lama setelah sambungan telepon terputus, bertepatan dengan keluarnya sang dokter dari ruangan itu.


"Salam Tuan muda,"Sapa sang dokter,dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Hem,Bagimana?"


Awalnya sang dokter tidak mengerti dengan arah pembicaraan Tuan muda,akan tetapi setelah melihat tatapan mata sang tuan muda menuju ruangan itu tampaknya iya tau kemana arahnya.


"Mereka berdua baik-baik saja.Tuan muda tenang saja,untuk nya tuan muda memberikan pertolongan pertama jika tidak mungkin akibatnya bisa sedikit fatal."Kata sang Dokter.


Setelah mendengar perkataan sang dokter degan tidak sabar Alfa ingin melangkah masuk kedalam ruangan, sebelum akhirnya suara sang dokter menghentikan langkahnya.


"Ehmm,sebelum Tuan muda menjenguknya,kami harus memindahkan keduanya ke ruangan lain agar lebih nyaman nantinya."Tambah sang dokter tersenyum simpul,sedikit Menggoda sang tuan muda yang terlihat tidak sabaran ingin bertemu dengan gadis cantik didalam.


Awalnya iya sangat penasaran dengan setatus kedua pasien itu,akan tetapi iya cukup segan untuk bertanya jadilah pertanyaan itu hanya sampai tenggorokan tanpa bisa terucap degan lisan.


Mendengar ucapan sang dokter yang tampak menggoda dirinya,Alfa hanya acuh tanpa Mendengarkan sang dokter iya lebih memilih pergi untuk mengurus administrasi dan beberapa hal kecil lainnya.


Sebelum benar-benar berlalu,Alfa menghentikan langkahnya dan berucap pada sang dokter.


"Buat mereka satu kamar."setelah mengatakan itu Alfa kembali melangka menjauh.


Melihat kepergian Tuan muda,Dokter itu hanya terkekeh geli.Tampaknya,Tuan muda terlihat malu-malu kucing karena tertangkap basah oleh nya.


***

__ADS_1


Di keramaian kota,terdapat kedua insan yang saling bertatap muka,akan tetapi diam seribu bahasa.Duduk manis disebuah kafe dengan secangkir kopi tak jauh dari tempat masing-masing.


KIREN LORENZA,seorang gadis yang merupakan tokoh antagonis diawal cerita.Kini sedang menahan diri untuk tidak melakukan hal yang sama seperti kebodohannya dimasa lalu,mengganggu orang yang salah dan mempersulit diri.


Sampai saat ini iya tidak bisa berbuat apa-apa,karena setiap langkah dan gerak-gerik dirinya selalu diawasi oleh Riy,laki-laki Dingin yang membatasi ruang gerak nya.


Riy diam degan sesekali meneguk kopi miliknya,iya sedang menahan kesal pada gadis ini karena gadis ini iya tak bisa berbuat apa-apa saat sang Nona dikabarkan masuk rumah sakit.Iya harus tetap diam disini bersama gadis arogan dan menyebalkan.


Mungkin saja saat ini mereka semua menertawakan nasib sial dirinya yang harus memata-matai gadis ini 24jam.Bahkan saat ini,iya merasa seperti Bodyguard untuk Penyihir jahat.


"Sampai kapan,kau menempel dengan ku seperti ini?."Tanya Kiren.


Mendengar pertanyaan konyol gadis didepannya saat ini,Riy hanya melirik sekilas sebelum akhirnya kembali pada aktivitas awal yak itu,fokos dengan kopinya.


Tak mendapatkan respon yang iya inginkan,membuat Kiren berdecak kesal.


Cek


"Hey,Saya bertanya pada mu?"ucap Kiren melambaikan tangannya di depan wajah Riy .


Melirik sekilas dan menjawab pertanyaan konyol gadis itu degan dingin"Bukankah kau sendir,yang salah masuk kawasan!ingat nona!,anda hanya jaminan tidak lebih dan kurang!."celetuk Riy dengan senyuman miring.


Deg


Iya,iya sadar dirinya lah yang salah masuk kawasan. Iya, secara tidak sadar sudah memasuki kawasan predator.Iya tak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini! Karena hanya laki-laki ini yang sedikit lebih baik dari pada mereka.


Jika iya memilih kabur dari laki-laki ini dan ditemukan oleh para pria hidung belang itu! bukan nya baik,malah iya akan benar-benar hancur berkeping-keping tanpa tersisa.


Setidaknya walupun iya menjadi tahanan laki-laki arogan dan agkuh ini,iya bisa memiliki privasi tak lupa rasa aman dan nyaman yang pria ini berikan. Iya masih bertanya-tanya kapan bisa bertemu dengan sang Queen yang laki-laki ini maksud!?karena sampai saat ini iya belum bertatap muka secara langsung setelah kejadian di kampus waktu itu dan satu lagi kejadian malam itu, dimana dirinya hampir mati ditangan laki-laki ini jika tidak di tolong oleh gadis yang sering laki-laki ini sapa Queen. Pada kejadian di kampus iya sekilas melihat kedekatan Riy dan Jordy dengan seorang gadis cantik akan tetapi iya sedikit buram dan lupa akan wajah aslinya. iya juga tidak yakin,apakah benar atau salah itu dia.


"Ya,saya yang salah untuk yang ini.Akan tetapi,bisaka kau mempercepat pertemuan ku dengan Queen?." Tanya Kiren.


Mendengar lontaran pertanyaan itu,Riy yang sedang menikmati kopi hitam miliknya terhenti sejenak dengan memandang wajah gadis didepannya saat ini, lama diam pada akhirnya iya kembali membuka suara masih sama degan ekspresi datar.


"Ada barang semuanya bisa diatur!."


"Itu bukan urusan saya,yang saya inginkan barang itu segera ada di tangan saya secepatnya!."


Mendengar itu,tentu membuat Kiren hanya bisa berdecih kesal menahan kedongkolan yang hakiki.Iya harus ekstra berpikir untuk mendapatkan barang itu segera sebelum semuanya terlambat.


Saat sedang bergulat dengan pikirannya tiba-tiba Riy angkat bicara.


"Cepat habiskan,jika tidak ingin saya tinggal."


"Emangnya kita mau kemana?"Tanya Kiren sadar dari lamunannya.


"Kembali ke apartemen."Setelah mengatakan itu,Riy melangka pergi meninggalkan Kiren yang masih duduk santai di kursi miliknya.


Melihat laki-laki itu pergi meninggalkan dirinya tanpa menunggu atau berbalik kebelakang,degan terpaksa iya ikut menyusul degan langkah lebar dan menggerutu Sepajang perjalanan.


KIREN LORENZA,memiliki sifat yang sebenarnya cukup ceria dan cerewet,iya baik akan tetapi kebaikannya ditutupi dengan sifat semena-mena dan sok berkuasa nya.Sehingga membuat iya terlihat jahat dan tak memiliki perasaan.


Semuanya tidak sama dengan yang terlihat,iya hanya salah memilih jalur untuk melangka sehingga membuat dirinya terlanjur di cap buruk oleh orang-orang disekitarnya.


Kisah keduanya tidak akan terlalu ditail dijelaskan karena mereka berdua hanya menjadi bumbu pemanis dalam cerita ini,jadi kita hanya akan membuat mereka mengikuti alur tanpa berlebihan dalam jalan ceritanya.


😆😂😂


***


Alfa memijit keningnya yang mulia terasa berdenyut, kejadian ini membuat iya harus lebih berhati-hati dalam segala situasi akhir-akhir ini iya sadar sudah ceroboh,seharusnya iya tidak melonggarkan keamanan mungkin semua ini tidak akan terjadi.Coba saja jika iya tidak menuruti permintaan Gadis itu,Semua ini tidak akan terjadi.


Iya terlalu meremehkan lawannya,sehingga membuat orang-orang disekitarnya mengalami musibah,bahkan hampir kehilangan nyawa.Alfa tak menyangka kejadian ini menimpa anak dan istrinya,padahal beberapa jam yang lalu mereka sempat bertemu dengan dirinya Menggoda sang istri.Apakah iya,terlalu percaya diri jika tidak akan ada lagi yang berani mengganggu gadis itu!


Tentu saja iya tidak akan membiarkan sang pelaku tertawa dan menikmati hidupnya begitu saja.Tak tau saja selama ini setelah pernikahan dirinya degan Queen Alfa tak pernah sekalipun berkata kasar, melukai bahkan membuat gadis itu celaka.


Walupun iya tidak menerima pernikahan ini begitu saja,bukan berarti tangan kotor orang lain bisa menyentuh sang istri dengan begitu santainya.Cukup waktu itu iya memberikan sedikit keringanan pada sang pelaku,untuk saat ini tentu iya akan menuntas habis bagi siapa saja yang menyentuh apa saja yang sudah menjadi miliknya.


Iya rasa tangannya sudah mulai gatal untuk menguliti sang pelaku,degan tatapan tajam Alfa menerawang jauh.Entah apa yang sedang iya rencanakan hanya iya yang tau,akan tetapi dari hawa yang berada disekelilingnya itu tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Derttt


Hendpon Alfa bergetar menandakan adanya panggilan masuk,degan tatapan tajam Alfa melihat layar hendpon tertera nama yang cukup akrab disana tanpa berlama-lama Alfa meraih benda pipih itu dan meletakkannya di telinga.


"King"


"Bagimana?"


"Dalam pengejaran."


"Bawa hidup-hidup!."


"Baik."


Hanya pembicaraan singkat yang hanya keduanya bisa mengerti,tak tau apa yang sebenarnya terjadi akan tetapi tampaknya semua akan berada di genggaman satu penguasa tanpa bisa dicegah.


Setelah sambungan telepon terputus,Alfa memandang jauh kearah bintang-bintang diatas sana.Tanpa bersuara,Alfa terpaku pada satu titik yang cukup terang diatas sana.


10menit berlalu,cuaca pada malam ini semakin dingin membuat siapa saja tak akan tahan diluar berlama-


lama.Setelah sekian lama akhirnya Alfa membalikan badannya melangkah pergi entah kemana.


Setelah beberapa menit iya dipindahkan ke ruangan yang nyaman dan privat,ditengah kesunyian ruangan pada akhirnya Queen membuka mata indah miliknya Secara perlahan.


Yang pertama iya lihat adalah langit-langit berwarna putih gading.Merasa belum cukup puas,Queen mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tampak tidak familiar.Di satu titik,iya melihat sang buah hati terbaring lemah tak jauh darinya degan mata tertutup dan selang infus beserta alat bantu pernafasan.


Semuanya tidak mimpi,sekali lagi iya kecolongan bahkan saat ini bukan hanya diya akan tetapi sang buah hati ikut kena imbasnya.


Queen yang melihat itu ingin beranjak dari tempatnya untuk menghampiri Byan.Bertepatan dan pintu terbuka,Queen melirik siapa gerangan yang masuk kedalam ruangan ini.



"Apa yang kau lakukan?!"ucap Alfa menghampiri Queen dengan aura dingin nya.


"Aku hanya ingin menghampiri Byan "jawab Queen menjelaskan maksud dirinya beranjak dari tempat tidur.


"Tetap ditempat."


Tak mendengarkan kata-kata Alfa,Queen tetap melangkah mendekat pada Byan dengan sedikit tertatih belum juga dekat tubuh nya oleng dan hampir saja jatuh untungnya iya berpegang pada tiang infus jika tidak iya bener-benar akan mencium lantai.


Alfa yang berada tak jauh dari Queen hanya diam tak bergeming,iya awalnya terkejut dan hendak menolong akan tetapi tampaknya otak kecil dari dirinya tak sependapat jadilah pada akhirnya iya menonton saja saat gadis itu hampir saja jatuh .


Tak ingin kembali di tolak,Alfa membopong tubuh mungil Queen menuju rajang iya sedikit demi sedikit sudah hafal akan sikap keras kepala sang istri tanpa kedua kalinya membuat perintah iya terlebih dahulu melakukan tindakan sebelum kembali di tolak.


Di bopong secara tiba-tiba membuat Queen terpeki sepontan,untuk saja iya bisa mengendalikan emosi jika tidak itu akan menggangu Byan yang sedang istirahat.


Setelah meletakan tubuh mungil Queen diatas ranjang, Alfa hendak melangkah menjauh sebelum akhirnya legan laki-laki itu di peluk seseorang.siapa lagi kalo bukan Queen pelakunya.


"Apa Kamu makan bekal yang aku buat tadi pagi?Kau tau sayang mereka semua akan nagis jika tidak di makan."Ucap Queen menggesek-gesekan kepalanya di lengan Alfa yang cukup kekar.


Mendengar pertanyaan yang tidak nyambung dengan keadaan saat ini,Alfa membalikan badannya menarik dagu Queen agar menatap matanya.


Kedua pasang mata itu bertemu,satu degan tatapan tajam nan menusuk yang satu lagi tampak tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


Tatapan Queen terlalu tenang bagikan air mengalir di sungai,membuat Alfa harus sedikit berhati-hati takutnya ada predator yang siap menerkam.


.


.


.


Halo halo halo


pada akhirnya setelah sekian lama author abal-abal kembali berkarya 😂🤣


Ada yang masih setia menunggu cerita selanjutnya?


Kalo ada author lanjut 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2