
Mendengar kata sesingkat itu,Raka sedikit linglung sebelum akhirnya iya megerti apa yang sedang di instruksikan,secara perlahan iya mengangkat tubuh mungil Byan awalnya susah karena iya tau Queen cukup erat memeluk tubuh Byan.
"Sayang lepaskan,kita akan membawanya kerumah sakit."Bisik Alfa pelan pada Queen tentunya masih menggunakan wajah datar itu.
Perlahan pegangan pada tubuh Byan terlepas,Queen membuka mata melihat wajah sang suami yang tampak datar membuat Queen terkekeh geli.
Apakah sang suami tidak bisa menampakkan wajah biasa saja?
Apa aku tidak salah dengar iya memanggil ku apa barusan?
Tampaknya iya baru saja terbentur?
Walupun tidak terlihat sedih setidaknya cemas atau berekspresi sedikit,setidaknya itu tidak akan buruk!ini malahan terlihat aneh,masak iya se'datar itu.
Apa iya,mengucapkan kata itu degan wajah datar? Cihh,sangat tak etis sekali.
Dasar suami Robot!
Masih sempat-sempatnya gadis itu berfikir yang tidak-tidak tentang suaminya,disaat tubuhnya sudah mulai melemah.
Dasar gadis aneh.
"Bertahan,Kita akan segera kerumah sakit."Ucap Alfa degan datar akan tetapi masih ada jejak khawatir disana.Mengangkat tubuh Queen secara perlahan untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.
Queen hanya diam,menyenderkan kepalanya di dada bidang Alfa sebelum akhirnya kembali menutup mata terlihat wajah Queen semakin pucat degan butiran keringat sebesar biji jagung di pelipisnya sesekali Queen menekan bagian perutnya, tampaknya ada yang salah dengan semua ini.
"Brendan hubungi pihak rumah sakit,setelah saya tiba semuanya harus sudah siap"perintah Alfa final tanpa ingin dibantah dengan aura digin tak tersentuh.
Mendapatkan perintah,Brendan langsung menghubungi pihak rumah sakit.
π±Halo Tuan Brendan,ada gerangan apa anda menghubungi kami?
π² Siapkan ruang UGD untuk dua orang,Tuan muda Alfa akan segera tiba.
Setelah mengatakan itu sambung telpon langsung terputus,pihak rumah sakit yang mendapatkan kabar dadakan ini tentu saja mereka semua kalang kabut, secara terburu-buru iya menyampaikan berita ini pada rekan kerjanya untuk menyiapkan ruangan UGD Sebelum sang tuan muda tiba.
Mereka tak ingin semuanya ada yang terlewatkan atau tertinggal bisa-bisa rumah sakit ini menjadi bangkai atau bisa jadi hidup mereka yang melayang karena kegilaan sang Tuan muda.Semua pihak rumah sakit yang tidak ada tugas siang itu menyiapkan keperluan sang tuan muda degan rasa dan jantung yang memompa cepat .
Author kasih penjelasan sedikit yah,Kenapa dan bagimana bisa pihak rumah sakit sangat bahkan berusaha menyiapkan yang terbaik untuk Tuan muda kita yak itu Alfa.Autor membuat ini agar tidak cacat logika ajah,πkalaupun masih cacat logika bagi kalian.
hais,namanya juga dunia novel tidak mungkin tidak meyelweng dari kehidupan asliπ€£π .
- Satu, karena rumah sakit itu merupakan rumah sakit yang didirikan oleh Alfa secara pribadi degan hasil usaha dan tenaganya sendiri,tentu saja tidak mudah bahkan iya harus merasakan lika-liku perjalanan untuk sampai dititik ini,membuat rumah sakit yang terjangkau untuk kalangan orang-orang miskin adalah salah satu Lis dalam hidup Alfa.Bukan hanya itu,rumah sakit ini merupakan rumah sakit tempat orang-orang Alfa dirawat,jika terjadi buruk atau sedang melakukan misi rahasia disini lah mereka diobati.
- Kedua,Mereka para dokter maupun Suster disana merupakan orang-orang tidak mampu,akan tetapi Ingin belajar dan memiliki tekad yang memumpuni dalam bidang ini,tentunya mereka memiliki sertifikat pendidik yang terpercaya dan memiliki otak cerdas sehingga bisa diterima dan diberi kepercayaan untuk membantu pengobatan agar berjalan dengan semestinya.Bahkan beberapa doktor dan profesor turut andil dalam pengawasan setiap kenerja para perawat dirumah sakit ini,berharap tidak ada kesalahan yang terjadi.
- Ketiga,Walupun Alfa merupakan pemilik rumah sakit bahkan yang mendirikan tempat ini,tidak bisa sembarangan memerintah karena sudah menjadi aturan khusus jika mereka para dokter sedang melakukan tugas pada pasien lain tidak bisa diganggu,
Pihak dokter harus menyelesaikan tugas nya dengan baik dan sukses.Untuk mereka yang baru tiba tentunya mereka harus menunggu atau mereka akan ditangani oleh dokter yang tidak bertugas.Siapapun yang dokter itu tanganin mau dari kalangan miskin sekalipun,sang dokter harus mendahulukan pasien utama tanpa bantahan sama sekali,Jika iya melanggar tentu ada beberapa sangsi dan gelarnya akan dilepas secara tidak hormat.
Ini merupakan beberapa poin penting yang harus kalin mengerti untuk para pembaca tersayang,untuk yang lainnya kalian langsung komen saja jika tidak mengerti π€
Bahkan setelah semuanya siap,Meraka langsung sigap menunggu kedatangan tuan muda di depan lobby agar jika mereka tiba tidak memakan waktu terlalu banyak untuk menunggu lagi.
Kembali ke perusahaan peramanta group_
"Hukum mereka semua."Tegas Lelaki itu,kemudian berlalu dari sana.
Semua mata yang memandang kejadian ini hanya bisa diam dengan tubuh menggigil ketakutan,bagimana tidak sudah cukup lama mereka bekerja di perusahaan ini,tentu saja mereka tau watak sang atasan yang tidak bisa dibantah jika iya mengatakan satu akan tetap satu tanpa bisa dirubah maupun diganggu gugat.
Sungguh ini merupakan hari tersial untuk mereka semua yang ada disana,ini semua gara-gara wanita gila itu yang seenaknya sendiri tanpa mencari tau dahulu siapa yang iya gangu.
Dengan tatapan sinis mereka semua mengutuk wanita itu yang merupakan dalang dari kejadian naas yang menimpa mereka semua.
Degan langka santai melewati wanita itu,dia berbisik
"Bersiaplah,untuk hancur karena menyentuh wanita ku!"
Mata wanita itu membeliak sempurna.Apa wanita ku?Jadi itu adalah kekasih pak presder?Tidak,iya tidak mau hancur begitu saja! setelah begitu banyak usaha yang terkuras iya tak akan membiarkan itu terjadi degan begitu mudahnya.
"Tunggu!"Tahan wanita itu,berharap mendapatkan kesempatan atau maaf dari pak presder.
"Singkirkan wanita ini"
Mendengar nada perintah dari sang atasan,Loco sedari tadi melihat dan mengamati akhirnya bergerak untuk menghentikan kegilaan wanita itu sebelum sang atasan benar-benar murka.
__ADS_1
Ini tidak sederhana,iya harus siap-siap untuk bekerja ekstra setelah sekian lama.Baru saja berniat bersantai setelah menemani Tuan muda bertemu investasor,
pada akhirnya harus dihadapkan dengan kejadian ini.
Bukankah tadi saat mereka bertemu istri Tuan muda baik-baik saja?Kenapa tiba-tiba seperti ini? Semoga saja tidak terjadi hal yang buruk,jika iya dirinya harus bersiap-siap untuk perang dunia kedua setelah ini.
Tanpa Mendengar-kan ocehan wanita itu Alfa melangkah cepat keluar lobby,iya takut terjadi apa-apa dengan keduanya bahkan saat ini rasa kahawatir itu semakin besar saat melihat sang istri membuka mata sebentar memperlihatkan senyuman tipis diwajahnya, belum lama itu kembali menutup mata.
Setelah masuk dalam mobil,Alfa memberi perintah agar menjalankan mobil menuju rumah sakit."Cepat Jalan"
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit,Alfa mendekap tubuh mungil Queen iya sangat kahawatir apalagi tubuh itu semakin pucat degan keringat bercucuran.Terlihat guratan tak nyaman dari wajah Queen yang terlihat menahan sakit disekujur tubuh-
Nya,tak berapa lama Secara tiba-tiba Queen memuntahkan isi perutnya,bau busuk menyeruak degan lendir mengotori pakaian Alfa .
Byuarrr...
Bukan hanya Alfa bahkan Raka menjadi sasaran empuk,iya juga mendapat hal yang sama dari Byan membuat Brendan Rodgers selaku Bawahan Alfa sekaligus sopir tertawa terbahak-bahak melihat kedua rekannya mendapatkan semburan berlendir yang tentu saja menjijikkan dari masing-masing pasien mereka.
Keduanya menatap tajam Brendan,sang empu yang ditatap mau tak mau menahan tawa sebelum kejadian buruk menimpanya juga.
"Tuan muda tampaknya Nona dan Tuan muda kecil keracunan makanan."Ucap Brendan melirik sekilas dari kaca spion mobil setelah berhasil meredahkan tawanya.
"Keracunan makanan!."monolog mereka berdua (Alfa dan Raka ) serentak.
"Iya,yang saya perhatikan sedari tadi gejalanya mengarah ke sana."
"Lalu apa yang harus dilakukan?"Tanya Raka memicingkan matanya,iya sempat tidak percaya,akan tetapi setelah dilihat-lihat dan diteliti tampaknya yang dikatakan Brendan ada benarnya lagipula setelah diingat-ingat bukankah saat iya berkenalan laki-laki ini merupakan tim medis juga,walupun sudah vakum dan memilih berada disisi Tuan muda Alfa.
"Usahakan untuk keduanya tetap sadar, Setelah itu suruh mereka duduk tegak dan ....."Brendan menghentikan ucapannya membuat kedua orang laki-laki yang mendengar kan seksama menjadi kesal.
"Kenapa berhenti!."ujur Alfa Digin .
"Emm,itu ... Mungkin saja ada zat berbahaya yang menempel di pakaian yang mereka kenakan jadi harus... Membuka ba_baju."kata Brendan melirik sekilas ekspresi wajah sang Tuan muda Tiran yang terlihat menahan kemarahannya.
"Kau bosan hidup hah!."Terdapat guratan tak suka saat mendengar ucapan sang bawahan.cihh,iya tidak suka siapapun melihat apapun miliknya.Sekarang bawahnya dengan berani meminta hal seperti itu,apalagi iya sangat tau sang istri saat ini memakai pakaian yang cukup terbuka membuat aliran darah Alfa semakin mendidih.
menghilang kan rasa tak nyamannya saat berhadapan dengan kedua laki-laki kaku ini Brendan kembali berucap,ini demi keselamatan Nyonya-nya dan Tuan muda kecil.
"Tenag dulu tuan muda saya tidak bermaksud yang aneh-aneh,akan tetapi itulah satu-satunya jalan keluar agar semuanya tidak berakibat fatal dan hal lainnya mereka harus banyak-banyak minum air putih dan usahakan keduanya untuk mengatasi rasa mual dan muntah ."
Walupun tidak suka akan tetapi demi keselamatan sang istri dan putranya Alfa melakukan instruksi Brendan,iya tak bisa berbuat apa-apa karena hanya laki-laki itu yang bisa membantu untuk saat ini sebagai mantan dokter tentu iya yang lebih tau dari pada dirinya.
"Berhenti di butik untuk membeli pakaian,sekaligus penawaran sebelum sampai di rumah sakit dan satu lagi pakayannya harus tertutup."kata Alfa singkat masih dengan wajah datarnya.
Mendengar itu Brendan melakukan apa yang telah diperintahkan,iya menghentikan mobil di depan sebuah butik tanpa diminta kedua kalinya iya keluar untuk mencari apa yang dibutuhkan.
2 menit berlalu,Akhirnya Brendan kembali dengan beberapa paper bag ditangannya "Raka sebaiknya kau juga ganti pakaian bukan kah itu sudah kotor biar saya yang Menganti pakaian Tuan muda kecil,dan ini untuk Nona dan Tuan muda saya juga sudah membeli tisu basah disan" Setelah mengatakan itu Brendan membawa Byan kedalam Pakuan-Nya,terlihat bocah laki-laki itu tampak lemah dengan sesekali memanggil sang Mimy .
"Mimy."
"Tenang sayang,Mimy akan diurus oleh Pipy Tuan muda kecil ikut dengan Paman Brendan."ujur Raka menenangkan bocah laki-laki itu degan kata-kata nya.
Sedang kan sang empu yang dipanggil paman hanya mendelik tajam,tanpa berbicara apa-apa.Raka mengganti pakaiannya diluar mobil,begitupun Byan yang sedang dibantu Brendan untuk mengganti pakaian saat sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing secara tidak sengaja Brendan melihat gerobak keliling yang menjual Teh jahe degan cepat laki-laki itu menginstruksikan agar Raka membeli nya, untuk Nona dan Tuan muda kecil awalnya Raka menolak karena merasa laki-laki itu sedang mengerjainya akan tetapi setelah mendengar itu bisa jadi penawar racun degan Cepat iya memesannya.
Sedangkan saat ini Alfa membantu Queen untuk berganti pakaian dan mengelap bagian-bagian tubuh yang sekiranya kotor karena muntahan gadis itu sendiri.Tak ada penolakan saat laki-laki itu melepaskan pakaiannya karena saat ini dirinya benar-benar tak berdaya.Cukup memalukan,padahal dirinya dahulu cukup akrab dengan hal-hal yang lebih berbahaya dari ini melihat dirinya diperlakukan seperti seorang bayi oleh laki-laki didepannya saat ini tentu saja membuat dirinya malu sendiri.
Queen melirik sang suami hanya ada wajah datarnya,disaat seperti ini pun sang suami masih saja tidak berekspresi sama sekali iya merasa laki-laki ini memiliki kelainan.
Tak tau saja kalau sebenarnya laki-laki itu sedang mati-matian mengendalikan diri,haya saja saat jnj keadaan genting Sehingga iya lebih bisa mengendalikan nafsunya untuk saat ini karena iya tau gadis ini sedang tidak baik-baik saja.Setelah selesai membersihkan dan mengganti pakaian sang istri Alfa memakai pakaian yang juga Brendan belikan dan memasukkan pakaian kotornya kedalam paper bag.
"Cepat masuk!"ujur Alfa membuka sedikit kaca mobil untuk menginstruksikan agar mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Tak butuh waktu lama mereka kembali masuk kedalam mobil,Raka memberikan satu botol besar teh jahe membuat Brendan mendelik tajam iya tidak habis pikir dengan rekannya satu ini mana mungkin tuan muda kecil dan nona muda bisa menghabiskan masing-masing 10liter teh jahe dasar gila.
"Tuan muda ini teh jahe untuk Nona,kata Brendan itu baik untuk Nona dan Tuan muda kecil sebelum sampai ke rumah sakit."
Alfa melirik Brendan sekilas untuk meminta jawaban, yang dilirik akhirnya mengangguk kan kepalanya sambil berucap.
"Itu baik untuk mengatasi keracunan makanan,
sebenarnya ada lagi,yak itu mengonsumsi probiotik akan tetapi karena itu hanya ada di apotek dan memakan'waktu untuk mendapatkan-Nya Teh jahe bisa jadi alternatif yang lebih baik untuk sekarang"
Setelah selesai Brendan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa seperti ini?
Bukan hanya Queen,saat ini Byan yang tidak bisa menahan sesuatu ditubuhnya kembali memuntahkan cairan dari dalam perutnya,suhu tubuh nya turun secara darastis membuat Raka semakin panik di buat nya untung saja Brendan sudah menyiapkan segala kemungkinan untuk ini iya menyiapkan kantong khusus untuk muntah agar tidak menyembur kemana-mana.
__ADS_1
"Bersihkan, setelah itu beri air putih tampaknya tuan muda kecil tidak tahan karena rasa pedas jahe."
Mendengar itu Raka melakukannya dengan cekatan,iya benar juga Tuan muda kecil tidak mungkin menyukai teh jahe,dia dengan bodohnya memberi 10 liter penuh ini benar-benar hal yang konyol.
Kahawatir dengan keadaan sang istri yang saat ini berada disampingnya,sekarang iya semakin khawatir karena sang putra mengalami hal yang sama bahkan tubuhnya terlihat gelisah dipangkuan Raka.
"Cepat,jika terjadi sesuatu dengan mereka berdua kau akan habis ditangan ku Brendan!."kata Alfa tak main-main,dengan menampilkan wajah datarnya.
Brendan yang mendapatkan ancaman hanya bisa meneguk ludah susah payah,iya berusaha fokus dengan kendaraan nya menyalip kendaraan lain dan megabaikkan lampu lalu lintas agar sampai tempat tujuan dengan cepat.
Tin tin tin
Brum Brum Brum
Woy mau cari mati hah?
Orang gila!
Tak menghiraukan klakson maupun upataan dari pengendara lain,iya hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu karena baginya jika iya telat satu menit saja,bukan tidak mungkin iya akan mendapatkan hukuman yang lebih mengerikan dari pada apa yang akan iya lewati saat ini.
Sang Tuan muda lebih mengerikan dari apapun, bahkan iya akan melakukan sesuatu yang tidak pernah orang lain bayangkan seumur hidup.
Entah keberuntungan atau memang iya memiliki bakat menjadi pembalap pada akhirnya berkat bakat itu mereka sampai pada tujuan dengan waktu singkat, walupun kekacauan terjadi disetiap jalan yang mereka lewati.
Setelah tiba di tempat tujuan,semua sudah disiapkan bahkan saat ini Queen dan Byan langsung di kawal oleh para dokter dan perawat profesional menuju ruangan gawat darurat agar segera ditangani.
Setelah Queen dan Byan masuk dalam ruangan itu,Alfa memandang lekat pintu masuk entah apa yang iya pikiran hanya dirinya yang tau,tak lama berkeliaran dengan otaknya sendiri pada akhirnya Alfa angkat bicara.
"Brendan,Raka."
Mendengar suara bas yang cukup mengerikan bagi siapa saja yang mendengar-Nya merasakan pertanda bahaya akan datang,keduanya bungkam seribu bahasa,melirik sang pemilik suara dengan kikuk keduanya berucap
"Ada yang bisa saya bantu Pak presder."
"Tangkap,hidup/mati."Kata Alfa tanpa mengalihkan pandangannya dari arah pintu ruangan UGD tempat kedua-Nya ditangani saat ini.
Mendengar itu,kedua-Nya mengaguk patuh dengan seringaian sinis keduanya diam dan fokus pada rencana licik masing-masing.Entah apa yang terjadi tampaknya mereka memiliki kesamaan karakter jika dihadapkan pada masalah seperti ini,sama-sama kejam bahkan watak psikopat akan timbul jika orang-orang yang mereka anggap berarti disakiti walupun seujung kuku.
Setiap manusia di dunia memiliki sisi negatif yang kental jika hidupnya di usik,bahkan jika iya terlihat lemah sekalipun dihadapkan pada titik terlelah dalam hidupnya,iya akan melakukan hal diluar logika manusia normal mau kecil ataupun dewasa dan orang tua rentah akan ada pada ketidak sadaran dan bisa saja melukai atau yang paling parah membunuh.
Entah apa yang sebenarnya terjadi itu merupakan hal yang tidak pernah mereka inginkan sama sekali, terbayang sedikitpun tidak untuk melakukan hal diluar logika itu.Semuanya terjadi secara spontan sebelum akhirnya akan menjadi kepuasan atau rasa bersalah, tergantung pada masing-masing individu itu.
Banyak hal yang telah terjadi di dunia ini,bahkan itu bukan hanya fiktif belaka untuk jaman sekarang. Semuanya bisa menjadi kenyataan jika manusia sudah berniat,kejahatan bahkan sesuatu hal yang kita yakini hanya ada di dunia fiktif sudah banyak terjadi saat ini.Jadi untuk kita yang menginginkan kehidupan damai,tentu saja harus ekstra sabar agar kedamaian itu selalu ada pada kita.
Karena jika kita tidak sabar tentunya semua itu akan berbuntut panjang,sehingga bukan tidak mungkin hal sepele akan menjadi cerita panjang tanpa ada ujungnya.
Setelah mendapatkan instruksi itu kedua-Nya berpamitan pergi dari tempat itu,untuk mencari tahu dalang dari kejadian yang menipa Nona dan Tuan muda kecil.
~
Di lain tempat dibelah bumi yang berbeda,seorang pria dewasa sedang tersenyum senang karena baru saja mendapatkan kabar jika bawahnya melakukan hal yang cukup memuaskan.
Susana hati nya sangat baik,karena bisa membuat seorang Laki-laki arogan digin dan tak berperasaan seperti Alfa merasakan perasaan kalut karena kedua orang yang iya lindungi sedang keritis.
Iya tertawa terbahak-bahak saat memikirkan bagaimana ekspresi datar itu mendapatkan kabar buruk yang tak pernah iya bayangkan sebelumnya satu tepuk dua nayamuk mati. Iya bisa memenfaatkan hal ini untuk menyerang markas mereka,selagi sang ketua tertekan dan berduka.
Setelah beberapa lama iya menghubungi seseorang,untuk sedikit menambah bubu dalam permainan ini agar semakin menarik.
π±"Halo Ketua..... "
π² "............. "
π±"..............."
Tak lama setelah berdiskusi dengan bawahannya, sambungan telepon terputus. Degan perlahan iya menuangkan wein kedalaman gelas yang ada ditangannya satu teguk dua teguk berlalu, menerawang jauh ia berucap.
"Lihat apa yang akan terjadi selanjutnya,ini hanya pembukan sebelum kau benar-benar habis ditangan ku! Hahahaha."Tawa jahat menggema di seluruh penjuru ruangan membuat para bawahannya yang sedang berjaga merinding ketakutan.
.
.
.
.
__ADS_1
π·πΈπ₯πππππ₯