Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Panti Asuhan Bunda


__ADS_3

20 Menit akhirnya mereka dipertemukan kembali di meja makan,degan kedua laki-laki berbeda umur yang sudah tampak segar dan tampan.


Queen membawa susu ,teh dan kopi hangat yang sudah dibuat oleh bibik Untuk mereka bertiga, membawanya ke meja makan.


"Mas Alfa, Boleh aku mintak tolong untuk hari ini saja."ucap Queen hati-hati dengan meletakkan kopi disamping Alfa.


Mendengar ucapan Queen,Alfa mengalihkan pandangannya untuk melihat wajah Queen istri nya tampaknya itu penting.Sedangkan Byan lebih fokus dengan sarapannya yang dibuatkan oleh Mimy khusus untuk nya pagi ini.



"Apa?"tanya Alfa kembali fokos dengan sarapannya.


"Hari ini Byan ikut kamu yah? soalnya aku mau kuliah untuk menghadapi sidang akhir sebelum wisuda."ucap Queen dengan wajah harap-harap cemas iya takut jika suaminya tak mau mengajak Byan.


Walupun ada bik Tutik akan tetapi bocah itu pasti akan bosan,dan pasti nya akan banyak kegaduhan yang iya lakukan seperti waktu pertama kali bocah itu iya tinggal sendiri ditemani bik Tutik .


Kondisi rumah menjadi berantakan dengan noda tanah mengotori seluruh lantai.bahkan terlihat bik Tutik yang basah kuyup dengan wajah tak berdaya.


Semenjak dari sana Queen tak ingin meninggalkan bocah itu sendiri lagi,ternyata setelah iya korek informasi dari bocah itu iya hanya mengajukan protes"Byan hanya protes karena Mimy ninggalin Byan sendiri,Mimy bilang hanya sebentar tapi sudah 10jam Mimy tinggalin Biyan ."ucap bocah itu polos,tak lupa mata berkaca-kaca dan hidung memerah menahan tangisnya Sedari tadi.


Kata-kata itu yang mengiyang-giyang di telinga Queen saat akan pergi untuk beraktivitas diluar rumah.Mangkanya iya berinisiatif untuk meminta bantuan pada suaminya untuk membawa Byan kekantor,karena jika iya bawa ke kampus tentu tidak akan ada yang menemaninya apa lagi iya tidak tau berapa lama untuk sidang nya hari ini.


Seharusnya sidang akhir ini iya lakukan beberapa bulan yang lalu,akan tetapi karena iya mengalami musibah dan dinyatakan koma akhir nya iya harus menundanya lagi pula kampus itu dibawa kendali keluarga nya.


Bukan untuk melakukan hal yang semena-mena, keluarga ini tidak akan melakukan suatu hal yang tak berguna terkecuali hal itu mendesak oleh karena itu Tuan Ali meminta waktu, untuk mengundur sidang akhir Queen sampai iya sadar dan sembuh dari komanya.


Karena mengikuti prosedur dan kejadiannya yang menimpa Queen bukan main-main karena iya tak memiliki kesadaran untuk menjalani sidang, mangka dari itu rektor dan para dosen memberikan keringanan untuk Queen.


Tak mendapatkan Jawaban yang pasti membuat Queen kembali membuka suara nya.


"Boleh yah,nanti aku jemput dia kekantor setelah selesai."


"Hemm.."


Mendapat jawaban yang tidak sesuai ekspektasi membuat Queen sedikit kesal,akan tetapi iya cukup senang karena setidaknya laki-laki itu mau menjaga Byan untuk hari ini,itu sudah lebih dari cukup dari apapun.


"Terimakasih sayang"ucap Queen dengan senyuman manisnya.


"Mimy mau pergi?,"tanya Byan setelah sekian lama diam .


Ternyata makanan yang ada di piring nya sudah habis tak tersisa, mangkanya iya membuka suara setelah menyimak perbincangan kedua orangtuanya.


"Iya ,Mimy ada perlu sebentar.Dan hari ini Byan ikut dengan Pipy kekantor,Jagan nakal ,Jagan menganggu Pipy jika iya masih bekerja dan Jagan membuat ulah menurut apa yang pipy bilang Jagan membantah,ingat pesan Mimy!"


ucap Queen memperingati putranya agar tidak membuat kenakalan-kenakalan yang diluar ekspektasi nya.


"Hemm..Byan janji akan patuh apa kata Pipy dan ingat pesan Mimy."ucap Byan mengangguk


-anggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang Queen katakan.


"Bagus,anak pintar.Habisi susu nya setelah itu ambil tas Byan di kamar"ucap Queen dengan memerintah di akhir kalimat.


"Siap laksanakan Buk bos."sahut Byan mengangkat tangan mungil nya untuk meniru gaya hormat militer pada sang pimpinan tertinggi.


Melihat Byan seperti itu membuat Queen gemas sendiri dengan ulah putranya yang megemaskan,iya selalu suka dan terhibur dengan kelakuan Byan apapun itu selagi bernilai positif.


"Laksanakan."balas Queen dengan tegas untuk mengimbangi permainan bocah laki-laki itu.


Setelah penghormatan Byan melangkah menjauh dengan kaki kecil nya,untuk melaksanakan tugas dari Buk bos yak itu megambil tas yang telah disiapkan buk bos sebelum mereka turun untuk sarapan.Queen yang melihat itu hanya terkekeh geli melihat tingkah putranya.


Sedari tadi Alfa hanya diam melihat kelakuan anak dan istrinya,iya hanya tersenyum tipis seperti biasa.Meminum kopi nya dengan perlahan tanpa menimbulkan suara.



Setelah beberapa menit kemudian bocah itu sudah kembali dengan menyandang ransel miliknya.



"Sudah siap?"tanya Alfa dengan wajah datarnya,Ais apakah tidak ada wajah lain selain itu-itu saja datar dan kaku.


"Hem.Siap Pipy "jawab Byan dengan tegas dan percaya dirinya.


"Sebelum pergi,mana hadiah untuk Mimy? tidak mungkin kan jagoan Mimy lupa ?."


tanya Queen dengan penuh selidik.

__ADS_1


"Hehehe."


Byan hanya tertawa kecil melihat raut wajah Mimy nya dengan mengaruk belakang kepala nya,iya terlalu bersemangat sehingga lupa memberikan hadiah kecil untuk Mimy nya tersayang.


Byan melangkah mendekati Queen menarik ujung pakaian Queen agar sang Mimy menundukkan sedikit tubuhnya , mendapatkan kode dari jagoan kecil nya Queen menundukkan kepalanya melihat raut wajah bocah laki-laki itu yang memelas membuat Queen luluh seketika.


Queen mensejajarkan tubuhnya dengan Byan , setelah mendapatkan yang iya mau. Byan mendaratkan kecupan lembut di seluruh wajah Queen dengan bertubi-tubi.


Cup cup


"Mimy Jagan lama perginya."ucap Byan setelah selesai membersihkan hadia yang Queen minta.


"Hem,setelah selesai Mimy akan segera menyusul Pipy dan Biyan .Mimy bisa meminta sesuatu sayang?"tanya Queen dengan senyuman lebar nya


"Tentu."jawab Byan dengan anggukan kecil


Queen membisikan sesuatu ditelinga Byan agar Alfa tak mendengarkan ucapan mereka.melihat keduanya berbisik-bisik tanpa menghiraukan dirinya membuat laki-laki itu megereyit heran.


"Oky ,Byan akan melakukan tugas dari Mimy ."


"Bagus ,Jagan sampai orang lain mengetahui misi rahasia kita."ucap Queen megelus pelan Rambut Byan


"Ehmmm.."


Mendengar kode dari Alfa ,membuat keduanya melirik kesumber suara.


"Yah sudah, ayok Mimy antar kedepan."ucap Queen mengandeng legan Byan menuju pintu keluar.


Langkah mereka beriringan,membuat bik tutik yang memperhatikan mereka sedari tadi tersenyum lebar iya semakin senang sekaligus terharu melihat keluarga kecil ini semakin lengket setelah kedatangan tuan muda Byan.


Iya berharap semua ini akan berlangsung lama sampai tuan muda Biyan memiliki adik yang akan menambah kebahagiaan dirumah ini.


Setelah di teras rumah Byan terlebih dahulu masuk kedalam mobil , Sedangkan Alfa masih dicegat sang istri.


"Byan."


"Iya Mimy ,"


Melihat keduanya bersikap aneh membuat Alfa menatap Queen,yang ditatap hanya diam dengan senyuman diwajahnya.


Cup


"Semangat bekerja,suami Robot ku."ucap Queen lembut membuat kesadaran Alfa kembali ke tubuh nya.


Queen hanya terkekeh melihat perubahan wajah sang suami yang terteguh karena hadiah mendadak darinya.


"Aku tau kamu iri dengan Byan,jadi aku kasih hadiah yang sama biar suami aku ini tidak berpindah ke lain hati."ucap Queen berbisik ditelinga Alfa yang membuat laki-laki itu tergelitik geli karena hembusan nakal Istrinya.


"Pipy ,kita jadi kekantor atau menemani Mimy ?" ucap Byan menghentikan aktivitas Queen yang megoda sang suami.


Tanpa menjawab sepatah katapun dari keduanya ,Alfa melangkah masuk kedalam mobil dengan wajah datarnya untuk menutup kegugupan dan wajah panas nya.


Melihat ke jaiman sang suami Queen hanya terkekeh geli.setelah mobil itu menghilang dari pandangan, Queen kembali kedalam untuk bersiap-siap pergi ke kampus pagi ini.


***


Queen berangkat ke kampus setelah semuanya siap,hari ini iya akan diantar oleh supir pribadi milik nya yang telah disiapkan oleh suaminya.Setelah kejadian itu iya tak diperbolehkan mengendarai mobil sendiri maupun bepergian sendiri,iya akan selalu bersama sang sopir jika Alfa tidak bersama dengan nya.


Sopir yang bersamaan dirinya saat ini merupakan anak buah Alfa dari organisasi miliknya,kali ini laki-laki itu tidak main-main mencarikan dirinya sopir .Iya ingin sopir sekaligus bodyguard untuk anak dan istrinya, karena iya berfikir mungkin kejadian ini akan terulang kembali walupun tidak untuk waktu dekat ini setidaknya untuk berjaga-jaga sebelum semuanya terlambat.


Queen duduk di kursi belakang sambil melihat tablet miliknya untuk hari ini Mungkin iya tidak akan kekampus saja.Memeriksa beberapa laporan kantor dan beberapa usaha lain miliknya ,tampaknya iya merindukan kegiatan lamanya.


Setelah sampai di kampus kesayangannya,


Queen disambut hangat oleh pak rektor berbincang-bincang sebentar sebelum akhirnya iya memulai Sidang akhirnya.


Semua berjalan lancar, karena Queen memiliki otak yang jenius bukan hal susah untuk Menaklukkan masalah sekecil ini.


Semua yang ada disana berdecak kagum dengan otak encer Queen mereka tak bisa tidak bangga karena pernah menjadi dosen gadis cantik ini.


"Wow ,Tuan Ali pasti sangat bangga memiliki anak secantik dan sejenius ini."Ucap pak rektor memuji kejeniusan gadis didepannya saat ini.


"Anda bisa saja pak,lagipula itu berkat kalian yang telah membimbing saya selama beberapa tahun kuliah disini."jawab Queen merendahkan diri ,baginya ini merupakan hal biasa dan tak perlu untuk dibanggakan.


"Baiklah Nona ,nanti akan kami kabari kembali untuk masalah wisuda nantinya."ucap pak rektor hendak mengakhiri perbincangan mereka.

__ADS_1


"Ya, sekali lagi terimakasih untuk semua nya.kalau begitu saya pamit undur diri."ucap Queen menagkup kedua tangannya untuk sedikit meberikan penghormatan pada orang yang lebih tua sebelum pergi,dengan diiringi senyuman manisnya.


"Baiklah,Kalau begitu Hati-hati dijalan Nona."ucap mereka serentak melakukan hal yang sama seperti Queen


Bagi mereka Queen merupakan gadis cantik yang juga patut dihormati, selain anak dari Tuan Ali mereka juga menghormati kejeniusan dan tata kerama yang baik gadis itu gadis yang sangat sempurna.


Queen meminta sopir nya untuk mampir ke perumahan miliknya,karena sudah sangat lama iya tidak kesana untuk melihat kondisi tempat itu sekaligus bercengkraman dengan mereka semua.


Setelah memasuki kawasan itu mobil yang dikendarai Queen menjadi pusat perhatian,Queen membuka jendela mobil nya melihat warga disana yang sibuk dengan aktivitas masing-masing.


"Saya baru tau jika disini ada pedesaan seindah ini Nyonya?"ucap pria itu terkejut sekaligus penasaran sipa yang mencetuskan ide berlian ini.


Setahunya tempat ini merupakan tempat terbengkalai dan dijadikan alternatif untuk membuang sampah oleh beberapa tempat disekitarnya.


Akan tetapi setelah melihat ini iya menjadi begitu penasaran, apalagi disepanjang perjalanan saat mereka memasuki gerbang yang didesain modern bahkan ada beberapa penjaga disana sehingga tak sembarang orang masuk.


Awalnya iya tak diperbolehkan masuk karena wajah asingnya, akan tetapi setelah melihat kartu yang diberikan Queen .mereka tunduk dan langsung memerintahkan dirinya masuk tanpa sekata patah pun .


Sepanjang perjalanan iya melihat perkebunan kelapa,sawit dan sayuran setelah cukup lama akhirnya iya bisa melihat perumahan sederhana akan tetapi elegan dan berkelas bukan hanya itu iya juga melihat rumah susun dan pabrik iya berfikir berapa hektar lahan ini sehingga semuanya berkumpul bahkan luas tanah yang mereka pijak berhektar-hektar.


Sepanjang perjalanan tak habis-habisnya iya berdecak kagum ini merupakan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya.Mereka semua hidup rukun dan damai iya merasa seperti di pedesaan yang asri , bahkan iya lupa jika masih berada di daerah kota M yang besar dan milenial.


"Kita mau kemana Nyonya?"tanya laki-laki itu karena sedari tadi iya sudah cukup jauh dari gerbang utama bahkan iya berfikir mungkin diujung sudah tidak ada apa-apa lagi.


"Jalan saja sedikit lagi kita sampai, setelah didepan ada gerbang panti asuhan Bunda kita kesana "ucap Queen masih fokus dengan tablet nya


"Baik Nyonya."dengan kecepatan diatas rata-rata mereka menelusuri jalan yang sudah di aspal,sedari tadi iya melihat jalan yang bahkan sudah memasuki perkebunan jalanan tampak bagus bahkan sangat bagus untuk pedesaan pada umumnya.


"Tampaknya pemerintah sangat memperhatikan tempat ini."monolok laki-laki itu didalam hatinya.


Tidak tau saja jika yang membangun tempat ini adalah gadis cantik yang sekarang iya panggil Nyonya dibelakangnya saat ini.


Setelah sekian lama iya akhir nya melihat plang bertuliskan panti asuhan Bunda yang mendominasi berwarna Hijau di seluruh bangunan nya.Setelah memasuki gerbang Cen memarkir mobil nya di tempat khusus parkiran.


Queen membuka pintu mobil melangkah keluar mengedarkan pandangannya ke penjuru panti,semua anak sibuk bermain kesana kemari.


"Cen istirahat terlebih dahulu disana ,saya ada keperluan dengan ibu panti ."


"Baik Nyonya."


Setelah mengatakan itu Queen melangka pergi meninggalkan Cen yang termenung ditempat nya, setelah sang nyonya pergi iya menuju tempat yang Queen katakan barusan.


Siang ini Queen berkeliling dengan ibu panti yang bernama Ibu Yun pengelolaan panti yang dipercaya Queen.Iya melihat-lihat bangunan, kegiatan anak panti,stok makanan dan berbagai kebutuhan lainnya untuk penghuni panti ini.


"Queen,sudah lama sekali anda tidak kesini dan hari ini anda membawa kejutan yang membuat kami sangat senang."ujur buk Yun dengan senyuman bahagia nya.


"Iya, akhir-akhir ini saya ada banyak kegiatan dan untungnya hari ini cukup sengang jadi menyempatkan diri untuk melihat kondisi kalian."sahut Queen


Queen menyusuri setiap ruangan,setiap anak yang berpapasan dengan dirinya menyapa dan sekedar meminta kecupan lembut dari gadis cantik itu.tidak mungkin tidak ada yang kenal dengan dirinya walupun jarang bertemu Semua anak panti hafal dengan wajah cantik itu.


Karena di Aula dan beberapa tempat terdapat foto cantik Queen yang membuat semua anak-anak mengenali dirinya sebagai Queen bidadari tak bersayap. berbagai patung dan lukisan yang dipajang merupakan ulah Jordy dan yang lainnya.


Bahkan ada patung terbesar di alun-alun perumahan itu yang menjadi tempat destinasi wisata untuk mereka yang tinggal disini jika malam hari. Sekedar melepas penat setelah aktivitas siang yang mereka jalani,atau jika ada acar itu merupakan tempat berkumpul yang pas untuk mereka semua.


Riy yang mengumpulkan mereka semua yang terlantar dan ditinggal saat masih bayi maupun kecil jadi bukan suatu hal yang aneh jika anak-anak panti menyukai dirinya bahkan bersikap manja dengan dirinya.


"Sudah anak-anak , Bunda Queen masih ada banyak kegiatan lainnya."ucap buk Yun yang melihat anak-anak megerumuni Queen .


"Iya buk."mereka berseru secara serempak setelah mendapatkan teguran dari ibu panti, dengan wajah lesu menyeret langkahnya meninggalkan tempat itu.


Queen tersenyum melihat tubuh mungil bocah-bocah itu meninggal dirinya dan buk panti.


" Queen, Maaf atas ketidak nyamanan ini."ujur ibuk panti yang tak enak hati dengan Queen.


"Tidak apa-apa buk ,justru saya sangat senang melihat semangat mereka yang sangat besar."sahut Queen


Setelah berkeliling ria dengan buk Yun ,Queen berpamitan untuk melihat keadaan panti jompo miliknya yang tak begitu jauh dengan panti ini.setelah menuruni lantai dasar Henpon Queen berdering ,membuat Queen mau tak mau mengangkat nya terlebih dahulu.


.


.


...Jagan lupa dukungannya yah 🤗...


... komen dan jempol dari kalian sungguh berharga untuk author seperti saya....

__ADS_1


__ADS_2