Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Rencana jahat


__ADS_3

Mansion utama Pramanta


Ruang keluarga



senggaja pilih yang ini karena keluarga mereka gak sedikit,apa lagi kedatangan tamu-tamu dll.abai kan dua orang itu yahπŸ˜‚πŸ˜‚


"Pi menurut papi apa perlu kita kirim mereka


HoneyMoon kemana gitu ?"ucap Nyonya Lisa


"seharusnya Mami tanya dulu mereka,lagi pula Mami kan tau sekarang mereka sedang sibuk dengan masalah kantor "


balas Tuan Pram yang masih fokos dengan pekerjaannya.


"Papi sih kenapa menantu cantik Mami disuruh kerja ditempat Alfa , lagian masih banyak orang lain diluar sana"


sunggut Nyonya Lisa kesal ,iya dari awal tak suka jika menantu kesayangan nya itu harus capek-capek bekerja iya masih kuliah.


"lagipula kita gak akan jatuh miskin cuman kurang satu karyawan"


sambungnya lagi ,iya tidak begitu tau ditempatkan dimana Queen setau nya gadis itu minta dipekerjakan di perusahaan Prananta yang dipimpin oleh Alfa anak lelaki nya itu.


"huffff ... mami tau tidak jabatan apa yang diemban oleh Rin?"


Tuan Pram harus ekstra sabar untuk menghadapi sang istri , wanita ini seakan anak kecil jika sudah menyangkut orang yang iya sayang'i .


iya memang tak terlalu perduli soal urusan kantor,iya akan melihat sisi luarnya .iya tak mau tau masala itu ,iya lebih suka memasak dan menyiapkan urusan rumah atau anak dan suaminya, terkadang iya ikut perkumpulan sosialita dengan para teman-teman nya .


iya tak pernah ingin bertanya,sekali mendegar seperti itu iya tentu akan percaya .itulah kelemahannya sehingga kejadian 10 tahun lalu tak bisa dielak.


iya terlalu mendahulukan emosi jika tidak suka,akan tetapi iya akan sangat licik jika dibutuhkan.


"mami gak tau,emang apa?lagi pula Papi kan tau Mami gak suka mendengar urusan kantor"sunggut nya lagi ,masih melihat kelayar televisi.


felesbek on


Mansion utama Prananta.



Dertt dertt..


telpon bergetar, menandakan ada panggilan masuk . Tuan Pram mengangkat nya Tampa melihat sang penelepon.


"Halo .."ucap lembut dari seberang telepon


"siapa ini ?"


Balas Tuan Pram yang mengerut kan keningnya, melihat panggilan masuk tak ada Namanya ini nomor baru.dan terdengar suara seorang wanita.


"apa ini dengan Tuan Besar Pramanta?"


ucap Queen dengan sekedar basa-basi.


"Hemm , dengan saya sendiri.ini siapa saya tak punya banyak waktu"


ucapnya dengan suara berat tak bersahabat.


"seharusnya aku menelepon Mami dahulu supaya tau bagaimana sikap Papi."


ucapnya berbisik pelan,ya walaupun itu percuma karena telpon itu berada persis ditelinga nya dan tak terlalu jauh dari mulutnya.


mendengar gumaman itu Tuan Pram, sedikit bingung dengan apa maksud ucapan wanita ini ,tapi tampaknya iya pernah mendengar suara ini ,akan tetapi dimana?


"maaf mengganggu anda Tuan Besar,saya hanya ingin meminta bantuan sedikit"


tambahnya lagi masih melanjutkan kejahilannya dengan sang mertua.


"Bantuan Apa?"dengan suara datar , tampaknya iya masih belum sadar siapa yang menelepon ini.


"emmm ... apakah anda bisa membantu saya untuk dekat dengan ALFARES PRANANTA bukan kah nama itu sendiri familiar untuk anda?"


"siapa anda sehingga saya harus membantu anda?" ucapnya dengan lebih dingin


"hhhh. ayolah aku akan menjadi menantu anda dimasa depan"ucap nya dengan tawa diawal kalimat.


"anda sungguh percaya diri Nona"


"iya saya sudah diajarkan itu sedari kecil"


"mimpi mu terlalu tinggi Nona, seharusnya anda memiliki batasan untuk bermimpi.anda tau Nona seharusnya anda mengukur tingkat kemampuan anda, sebelum anda Hancur tak bersisa"


"Hhhhh apakah anda meremehkan kemampuan saya Tuan Besar"

__ADS_1


"Tidak sama sekali, saya tau jika orang sudah berambisi tentu berbagai cara yang akan iya tempuh dan itu sudah tak mengherankan lagi"


"Tentu orang lemah sekali pun,jika sudah dibatas kesabaran akan menjadi pemangsa yang megerikan bukan?"


"Hem tampaknya anda cukup megerikan Nona,akan tetapi Jagan berharap bisa megusik Rumah tangga Anak saya.jika tidak ingin membangun pemangsa yang sedang istirahat"


"Hhhhhhhhhhh ... saya cukup tau kemampuan saya Tuan Besar,sudah lah kalo begini terus aku bisa lupa apa tujuan sebenarnya" ucap Queen ingin mengakhiri kekonyolan ini.


"Apa maksud anda?"ucapnya semakin dingin


"Papi apakah sudah melupakan menantumu ini ?setelah beberapa Minggu lalu bertemu"


ucap Queen mengembalikan ingatan mertuanya ini.


"Anak nakal ,kau megerja'i Papi mu sendiri haiss... anak dan Dedy sama saja?"


Sunggut Tuan Pram kesal ,iya dikerja'i oleh menantu nya sendiri.kalo begini jadinya iya banar-benar percaya jika gadis nakal ini anak dari keluarga ALIANDERA.


Keluarga itu selalu saja bersikap jahil ,dan megerja'i siapapun itu .apa lagi lelaki yang bernama ALI itu iya sanggat suka megerja'i nya dahulu.


Mereka memang satu SMA akan tetapi setelah kuliah mereka terpisah dipertemukan lagi beberapa tahun lalu ,tak berubah kejahilannya dahulu tertular dengan anak nya


Ucap Queen dengan kekehan kecil,iya tau pasti Papi mertua ya ini sedang menahan kesal .


"Emang dahulu Dedy jahil Pi?ko Rin gak tau yah?"tanya'ya dengan sedikit berfikir


"Iya sama persis dengan apa yang gadis nakal ini lakukan sekarang."


"Emm .. Papi Rin mau menayakan sesuatu boleh?"


"Tanyakan saja ?selagi Papi bisa menjawab nya"


"Alfa tidak mempunyai sekertaris ?"


"Iya ,sudah lama bahkan semuanya yang sudah melamar pekerjaan itu tak ada yang bertahan lama"


"Kalo begitu Papi harus membantu ku . untuk menjadi sekretarisnya Tampa banyak Derama, masalah yang lainnya biar Rin yang urus "


"Rin ingin membuat keluarga PRANANTA dan ALIANDERA bermusuhan?"ucapnya dengan dingin dan binggung akan jalan pikir gadis ini.


"Hhhhhh.. ayolah Papi tak usah terlalu serius, biar yang lainnya Rin yang urus ,lagipula pasti katakan yang melarang nantinya"


"Maksud nya?"


"Rin punya tugas kuliah ,dan Papi pasti tau itu kan ?Rin males menjelaskan. lagipula itu akan disetujui nantinya daripada Rin keperusahaan orang lain? mending magangnya nya di tempat suami"


"Emmm .. lagipula gak usah sekarang Pi , besok juga bisa "


"Baiklah Besok akan Papi kabari lagi, sekarang harus lanjut keraja dahulu"


"Terimakasih Pi"


"Emm .. kembali anak nakal. hhhhh"


***


"Kenapa gak bilang sama Mami sih"


"lupa Mi"


"Cek menyebalkan sekali "


"Sudah lah lebik baik Mami urus-urusan Mami dahulu, untuk yang ini nanti kita bicarakan kembali"


"Ya sudah, lagi pula Mami masih ada urusan "


~


Prangkk...


palk ..


Buk.


Tidak Berguna kalian semua..


Suara benda jatuh memekakkan telinga, di iringi dengan suara tamparan dan pukulan. terakhir terdengar suara menggelegar diruanggan yang mendominasi Hitam .


Gelap,hanya ada secercah cahaya matahari yang masuk lewat sebuah lubang kecil,tak bisa menyinari seluruh ruangan .


Lelaki berperawakan tinggi , dengan suara Bas nya.seluruh Ruangan mencekam tak ada yang berani bicara Bahkan mengangkat kepala nya setelah mendengar suara Bos Lelaki itu.


"Bodoh saya Hanya meminta kalian menerornya,bukan langsung meyerbu nya"


"Ma_maaf Bos , ada seseorang yang melindungi gadis itu.)

__ADS_1


"Cih.. apakah Lelaki itu mengirimkan anak buahnya untuk selalu memantau gerak-gerik gadis itu,Hoho..semakin menarik"


Hhhhhhhhhhhh. Tawa itu menggelegar tampak nya ada niat jahat di balik tawa itu, seyuman misterius yang terlihat Dimata mereka seyuman yang sangat mereka hindari karena itu pertanda ;Alaram bahaya berbunyi.


"Ta.."


"Baiklah untuk kali ini saya Maaf kan ,Tapi tidak dengan kegagalan Berikut nya"


"Ba_Baik Bos, Terimakasih" ucap Mereka serentak dengan menundukkan kepalanya.


Setelah kepergian mereka Berempat, terdapat kilatan permusuhan yang terpancar dari matanya setelah melihat sebuah Foto Lelaki Yang tampak tampan dan berwibawa dengan setelan jas nya.seyuman nya semakin mengembang Tampaknya iya benar-benar Tidak sabar ingin segera Bermain.


"Hehehe.. ALFARES PRANANTA Kita lihat sejauh mana Lelaki Bodoh seperti Elo bisa mempertahankan dan melindungi gadis kecil itu, tampak nya Lelaki seperti Elo mudah melupakan masa lalu ,Tidak apa-apa Elo lupa akan dengan senang hati Saudara mu ini ingatkan Hhhhhhhhh "


Setelah puas melihat Foto itu iya ,kembali duduk dengan mata yang terpejam, tampaknya iya sedang menikmati alur dari permainan nya sendiri. iya ingin memberikan sedikit waktu untuk Lelaki itu bernafas setelah iya merasa aman baru Duarr.. iya hancurkan seketika


~


Semuanya berjalan dengan lancar saat ini Jam makan siang .si cantik Queen sedang menikmati secangkir kopi, dengan melihat kearah Luar jendela jendela .



Gimana semua cocok gak ,kalo saya Queen yang ini aja Heejin,πŸ₯°πŸ˜πŸ˜


Iya sedang menikmati ketenangan yang Akhir-akhir ini yang sempat tertunda ,iya sedang malas kemana-mana .


Setelah lama duduk diam , akhir nya iya berdiri dari duduknya berjalan anggun menuju Ruangan sang Suami.


Ceklek.


Pintu terbuka terlihat Lelaki Gagah yang memiliki berjuta pesona itu sedang duduk di sofa dengan membelakangi nya.


Melangkah mendekat ,duduk pas disamping nya tak ada jarak yang iya sisah kan gadis itu menempel dekat dengan Sang Robot Jantan.


Melihat tak ada Respon sama sekali dari Lelaki Dingin ini ,iya Melirik kearah nya melihat ekspresi wajah Suami tak ada perubahan iya masih acuh dan Dingin.


Menarik Lengan Lengan Suaminya Dengan Sedikit Tenaga, Agar Lelaki itu melihat kearah nya dan ternyata usaha itu Berhasil



Tampan ya D'O AkuπŸ₯°πŸ˜πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜š


Tak ada jarak diantara mereka berdua, Terlihat mata Elang itu menatap dirinya, karena terlalu sempontan Queen Tertegun sejenak.


Dan setelah beberapa menit kemudian akhirnya mengerjapkan-gerjap kan Mata nya, Tampak imut dan menggemaskan.


Alfa Juga membenarkan Duduk nya ,Masih dengan wajah datarnya,tak ada sedikitpun wajah malu-malu kucing , ataupun wajah canggung Hanya ada Datar


sungguh membosankan, Dengan Tampa Rasa canggung sedikit Pun Queen Berdiri Melangkah Dihadapan Lelaki Itu Yang masih Mulai Fokos dengan Ponsel nya.


iya mendorong tubuh kekar itu agar sedikit menyender , Tangannya iya terlentang seperti memerintahkan untuk masuk kedalam pelukannya. Alfa yang diperlukan seperti itu mengikuti saja dengan mimik wajah yang keheranan


"Mau apa gadis ini?"


1 2 3 Queen secara tiba-tiba Langsung meyerbu masuk ke pelukan Alfa


Brukkkk..


iya ambruk di pelukan Alfa , Tubuh nya terdorong kebelakang dengan kepala yang mendongkak kedua tangannya masih sama terlentang,ponsel yang ada ditangannya melompat entah kemana


pelukan nya semakin erat dengan tubuh menempel sempurna, sedangkan kaki menekuk dilantai


Wajah kaku sejenak dengan mata yang mengerjap-ngerjap ,iya terlalu terkejut dengan


kelakuan absurat gadis ini .


saat ingin berusaha melepaskan nya , Queen mengendur kan sedikit pelukan nya mendongkak'kan kepala melihat ekspresi wajah Suaminya .


merasa sedikit susah dan pegal,iya melepaskan pelukannya, membaringkan tubuhnya diatasi Sofa , menggangkat tangan Alfa untuk bisa membaringkan kepalanya di paha Lelaki itu


"Biarkan seperti ini sebentar"


Ucapnya sebelum lelaki itu berbicara


Diam hanya itu yang bisa dilakukan oleh Alfa sekarang, Iya bukan Tipe Lelaki yang sedikit-sedikit Marah ,atau pun membentak dan bermain kasar dengan perempuan.


walupun wajah nya Dingin bukan berarti ia temparamental, iya Lelaki yang cukup bisa mengontrol emosi. iya tak mudah terpancing oleh apapun itu


terkecuali satu waktu itu iya cukup ceroboh sedikit dan ternyata akibatnya Fatal sekali, mangkannya sekarang setelah mengalami pengobatan iya lebih bisa mengontrol diri


Queen meneliti wajah itu dari bawah , melihat jakun nya Leher yang putih bulu mata itu, hidung itu dan bibir itu sangat sempurna


setelah puas iya menyamping kan tubuh nya , menghadap keperut sispek Suaminya ,tak menunggu lama iya benamkan wajah nya dengan tangan yang melingkar di pinggang


melihat tangan Suaminya masih mengambang di udara ,iya lepas pelukan itu, menarik tentang Alfa untuk turun, iya genggam erat tangan sebelah Kanan dengan kedua tangannya

__ADS_1


iya masukkan kepelukan hanggat milik nya, terbit seyuman indah di wajah Queen setelah itu tak lama mata nya mulai terpejam sempurna.


πŸ˜”πŸ˜‚β˜ΊοΈπŸ˜‚πŸŒ·πŸŒ·πŸ€©πŸ’ͺ🀩πŸ’ͺ🀩πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ˜‚πŸ˜ƒπŸ˜‚πŸ˜ƒπŸ˜‚πŸ˜ƒπŸ˜‚πŸ˜ƒπŸ˜‚πŸ’ͺπŸ˜‚πŸŒ·πŸ€£πŸ€©πŸ˜ŠπŸ’ͺ🌷🌷πŸ’ͺ


__ADS_2