Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Queen koma


__ADS_3

Iya kira laki-laki itu akan mengamuk. bersikap Beringas dan kejam ( tampak nya tak sesuai dengan ekspektasi mereka)


Iya merasa harap-harap cemas memberitahu -kan kabar ini pada Atasannya.dan benar saja, tak lama iya berpikir seperti itu. iya mendapatkan panggilan dari orang itu


"Ehmm,.Halo Bos"ucap pria itu dengan Sura pelan


Dengan langkah pasti pria itu melangkah menjauh dari tempat semula. masih berbicara pada sang atasan,baru beberapa langkah berbalik langkahnya terhenti


Karena ada lengan yang memegang pundak nya dengan kasar,saat berbalik iya melihat beberapa laki-laki Berdasi dengan wajah Datarnya Menatap tajam pada dirinya


Tubuhnya menegang seketika.tampak iya tak bisa berbicara atau mengeluarkan satu patah kata pun dari mulutnya,iya merasa tenggorokan nya tesumbat sesuatu


"Halo. "


"Halo."


"Tan jawab apa yang terjadi di sana?"ucap orang diseberang telpon dengan rasa penasaran tinggi,dan kekesalan memuncak


Tut Tut Tut ...


Tak beberapa lama sambungan telepon terputus,karena mereka merasakan bahaya menghampiri


"Bawa diya ke markas dan interogasi,dapatkan sesuatu yang berguna"ucap Salah satu pria yang tampaknya merupakan ketua dari kelompok pria berdasi itu


Iya mereka adalah sekelompok kecil dari bawahan Alfa.yang iya sebarkan untuk mencari tau,sipa dalang dari kejadian yang menimpa sang istri


Iya tampak tenang diluar seperti air laut yang jernih.akan tetapi,itu hanya tipuan.karena mereka tak tau,bahaya apa didalamnya jika diselami semakin dalam


***


Setelah cukup lama menunggu kabar dari dalam ruang operasi,tampak salah satu suster yang menghendel dari dalam keluar.


"Susterrrr.. "


"Maaf saya terburu-buru ini keadaan darurat"ucap sang suster untuk mencegah terjadinya penghambatan dalam kinerjanya


Mendengar itu semua orang yang berada disana hanya diam memberikan jalan pada sang suster melakukan pekerjaannya


Mereka tak ingin Gadis yang didalam sana dalam bahaya sedikitpun.mendapatkan respon baik sang suster melangka menjauh meninggalkan kerumunan orang yang berada di depan ruang operasi


Tak lama kepergian sang suster,anggota keluarga ALIANDRA dan PRAMANTA tiba bersamaan.terlihat wajah panik dan aura menakutkan dari Rombongan itu


Mereka yang juga menghuni Rumah sakit itu menahan Nafas.dengan wajah ketakutan dan gemetar,akibat tekanan dari anggota keluarga terpandang itu


Aura mendominasi dengan segurat kemarahan menyelimuti tubuh Pria Dewasa, Dengan Wajah Datarnya.ia merupakan Tuan Ali yang nampak marah karena ada yang berani menyentuh putri tercintanya


Sedangkan sang istri tampak muram dengan wajah khawatir nya.iya tentu bisa mengendalikan emosi,dibandingkan dengan sang Suami


Tak jauh berbeda dengan kedua mertuanya sipa lagi kalo bukan orang tua dari Alfa.tampak mereka Resah dan khawatir dengan keadaan menantu kesayangan mereka


Bagi mereka Queen sudah seperti putri tercinta mereka.bukan menatu,karena kepribadian Queen yang menyenangkan dan mudah megambil Hati siapapun yang dekat dengan nya


"Al bagaimana keadaan Rin?? "tanya Nonya Pram,tampak khawatir dengan sang menantu


Tampak Nyonya Pram mendekap tubuh Alfa menyalurkan kehangatan,iya tau betul jika putranya saat ini tampak rapuh walupun ditutupi dengan wajah datarnya


Sebagai ibu yang sudah merawat dan membesarkannya sedari kecil sampai sekarang.iya tau,jika ada aura dan pandangan berbeda dari biasanya.


Bisa dilihat dari sisi keibuannya dari pandangan sang Anak pada sang menantu.walupun di tampilkan dengan wajah Datarnya dan acuh tak acuh dari sang anak.


" belum ada ..."


Belum sempat Alfa meyelesaikan ucapan nya sang suster yang keluar dari ruangan tadi,telah kembali dengan Langkah yang terburu-buru


"Suster bagaimana keadaan anak saya?" tanya nyonya Ali yang tampak cemas


Mendengar pertanyaan itu dan tatapan Mata yang tampak mengerikan,belum lagi aura yang mereka keluarkan membuat sang suster gugup dibuatnya


"Emm.. maaf saya belum bisa menjelaskan. saya sedang terburu-buru,karena ini sangat darurat "ucap sang suster gugup


Bagaimana tidak iya di hadapkan dengan operasi yang menegangkan dan sekarang di hadapkan dengan keluarga yang terpandang dan tatapan serta aura mendominasi


Nyalinnya menciut seketika."maaf saya terburu-buru" ucap nya sekali lagi untuk segera pergi dari tatapan maut mereka semua


Tampak tuan Ali ingin mencegah akan tetapi didahului oleh sang istri,dengan menyentuh lengan nya.iya sebenarnya ingin tau akan tetapi nyawa sang putri dalam ujung tanduk


Iya harus bisa sedikit sabar untuk kesuksesan dalam operasi tersebut."Biarkan iya masuk,kau ingin anak ku dalam bahaya?" ucap Nyonya Ali dengan tatapan segit


Mendapatkan tatapan mata tajam itu,Tuan Ali hanya diam dan tak berani berbuat apa-apa lagi.iya takut membangunkan singa tidur

__ADS_1


Semua yang ada disana juga tampak diam, dengan jantung bertalu-talu menunggu kabar yang tak tau kapan didapat kan


Setelah 2jam berlalu dengan lambat .


Hanya ke-Heningan di antara mereka,tak lama terdengar langkah kaki yaring di koridor itu.tampak pria paru baya dan wanita paruh baya yang masih tampak segar bugar,dan masih terlihat tampan dan cantik walupun telah berumur


Melangkah mendekati kerumunan orang yang berada di depan pintu ruang operasi,"Bagimana Queen kecil ku?" tanya Tuan Atmaja


Belum juga dijawab atau bertegur sapa.lampu ruang operasi berganti warna menjadi Hijau, menandakan operasi telah selesai di lakukan


Ting.


Setelah lama menunggu akhirnya pintu itu terbuka lebar,terlihat sang dokter keluar dengan wajah lelahnya.setelah melakukan operasi selama 2jam penuh tanpa istirahat


"Bagaimana keadaan putri saya Dok?"tanya nyonya Ali dengan tatapan cemas


Tampak semuanya membenarkan pertanyaan sang nyonya,karena sudah diwakilkan. mendengar dan melihat raut wajah mereka semua yang tampak Harap harap cemas menantikan kabar,sang Dokter akhirnya angkat bicara


"Semuanya sukses dan berjalan lancar.tapi.. "


ucap sang dokter mengantung kalimat nya


Baru saja bernafas legah,mereka semua kambali dilanda kekhawatiran yang semakin besar


"Apa yang terjadi Dokter" ucap Tuan Atmaja yang terlebih dahulu sadar dari kekalutan hatinya


"Pisau itu dilumuri Racun yang cukup mengerikan,hampir saja racun itu menyebar sempurna keseluruhan bagian saraf pada tubuhnya.kabar baiknya syukurlah Queen bisa menekan racun itu agar tak meyebar sempurna,sehingga bisa di atasi walupun membutuhkan waktu cukup lama "potong sang dokter mengantung


Mendengar itu tampak kemarahan dan niat membunuh semakin besar menyelimuti keluarga besar itu.


Tampak sang Dokter cukup tertekan dengan aura yang dikeluarkan dari ketiga keluarga terpandang ini,iya seperti didalam kandang singa yang kelaparan


"Kabar buruk nya,Queen masih koma dan entah Kapan iya sadar.kondisi tubuhnya melemah, mungkin karena efek racun sehingga kami harus memasang beberapa alat pada tubuhnya untuk membantu agar semakin cepat pulih " ucap sang Dokter mengakhiri pembicaraan nya


Mendengar itu,semua nya tertunduk lemah. mereka semakin khawatir dengan keadaan Gadis nakal itu,yang selalu saja membuat mereka khawatir dan kesal


"Apakah kami bisa masuk Dok?"tanya nyonya Pram


"Tentu,akan tetapi sebaiknya bergantian.saya takut mengganggu pasien "jawab sang dokter memperingati


"Baik Dok" ucap mereka kompak


Saat ingin melangkah pergi iya dihentikan dengan Sura yang tampak familiar


"Jay nanti kita bicara.sebelum itu,saya ingin melihat kondisi Queen"ucap wanita paruh baya yang merupakan Nenek Queen


"Baik prof" ucap Dokter itu dan berlalu pergi


Satu persatu dari mereka melihat keadaan Gadis cantik yang terbaring di berangkas rumah sakit.dengan beberapa alat yang entah apa itu melekat pada tubuhnya


Wajah yang biasanya berseri-seri tampak pucat dengan mata yang tertutup sempurna.tak ada pergerakan dari sang empu,iya terlihat seperti putri tidur yang masih terpancar aura kecantikannya


Melihat Gadis itu Terbaring,tagis para orang Dewasa itu hampir pecah.dengan menahan suara Agra tak terdengar oleh Gadis cantik itu takut-takut gadis itu terganggu dengan Sura tagis mereka


Tak bisa dibendung lagi akhirnya mereka memilih keluar dengan menenangkan diri, tersisah hanya Alfa dengan tatapan tak terbaca miliknya


Tak ada yang terjadi hanya keheningan didalam ruangan itu setelah kepergian mereka semua, dan tak ada yang tau apa yang ada dalam pikiran Laki-laki itu.dia hanya diam seperti kebiasaannya,dengan menatap wajah Queen yang berada dihadapannya


Tapi satu hal yang pasti tampak ada jejak kekhawatiran dari dirinya,untuk Gadis yang sudah menyandang gelar sebagai istrinya saat ini


Tak hanya itu tampak iya sedang menahan gejolak yang berkecamuk di Dadanya.


Marah,kesal,khawatir dll semuanya bercampur aduk menjadi satu dan itu yang membuatnya hanya diam terpaku


Setelah lama diam tangan nya bergerak mengelus pelan pipi mulus Queen,tampak wajah nya yang pucat terlelap damai dalam tidurnya


Jemari Alfa Bergerak menelusuri pelan wajah Queen.tatapan matanya sayu,tak ada aura kehidupan disana.setelah iya melihat secara langsung bagaimana keadaan sang istri


Yang tergolek lemah dengan wajah pucat nya,iya semakin murka entah apa yang terjadi dengan dirinya akan tetapi iya merasa yeri.iya merasa kan, hatinya dicengkeram kuat oleh sesuatu


Dibalik keterdiaman diruangan itu,tampak berbeda di luar ruangan.semua anggota keluarga tampak menitikkan Air mata dengan menahan tangisnya


Tak ada aura menakutkan melainkan aura suram menyelimuti mereka semua.Tuan Ali ,Tuan Pram dan Tuan Besar Atmaja mengerahkan seluruh kekuatan nya mencari siapa dalang dari kejadian ini


Sedangkan Nyonya Besar Atmaja sedang berada di ruangan nya,meneliti Racun apa yang menyentuh tubuh cucu kesayangannya


{Untuk anggota keluarga yang lain memang gak author kumpulkan semua,karena mereka masih ada keperluan dan Tentu jarak nya terlalu jauh sehingga hanya bisa menunggu kabar pasti dari keluarga yang berada disampingnya Queen.Mereka juga tampak membantu mencari dalang dari kejadian ini


Lagipula mereka mengatakan untuk sebagian dari mereka menghendel pekerjaan,karena merasa takut ini akan dijadikan kesempatan oleh mereka untuk mencari cela menghancurkan perusahaan dan keluarga besar ketiga nya

__ADS_1


Jadilah mereka menahan rasa Dongkol,kesal, marah bersatu dengan khawatir.tanpa bisa berbuat semaunya,pada akhirnya mereka harus menyelesaikan pekerjaan dengan menantikan kabar kapan gadis itu sadar dari tidurnya}


Setelah lama memandang Gadis yang biasanya cerewet,bawe,manja dan selalu menggodanya atau sekedar mengganggu nya terbaring nyaman tanpa bergerak


Membuat pertahanan dalam dirinya runtuh, semakin iya mengingat kejadian demi kejadian diantara mereka.semakin berjatuhan air mata yang membendung dipelupuk matanya


Tangannya masih menaut dengan tangan mungil Queen,tampak sekali iya sedang rapuh.mereka yang mengintip keadaan didalam ruangan,hanya diam dan tak ingin mengganggu momen ini


Dertttt derttt


Tampak Henpon Alfa bergetar disaku celananya.sebelum mengangkat nya Alfa menghapus jejak air mata di pipinya dengan kasar, beranjak dari duduknya


Saat beberapa langkah kakinya menjauh iya kembali membalikkan tubuhnya, dengan perlahan iya kembali mendekat


Tak butuh waktu lama iya mengecup kening Queen dengan lembut dan penuh perasaan,


megelus lembut pucuk kepala Gadis itu.tak lupa memandang dengan tatapan yang tak terbaca


Baru setelah itu iya kembali melangkah keluar Ruangan,saat melangkah ke luar.saat diluar baru setelah itu,menekan panggilan agar tersambung


Hemm


"Em itu Tuan,Orangnya sudah ada di ruang bawah tanah,"ucap pria itu diseberang telpon tampak gugup berbicara dengan Tiran


"Apakah kalian mendapatkan sesuatu?"Tanya Alfa Dengan dingin


"Sejauh ini masih ditangani oleh ..... "


"Bodoh.. Bagimana bisa kalian tak becus mengurus hal kecil ini,10 menit kabari saya dengan sesuatu yang memuaskan bukan omong kosong" ucap Alfa menahan emosi nya


Setelah mengatakan itu Alfa mematikan telepon secara sepihak,tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya


"Kendalikan dirimu ,Papi tak mau kau membuat kekacauan dengan memporak-porandakan sekitar mu?" ucap Tuan Pram dengan menepuk pundak Alfa,iya sedari tadi menguping pembicaraan anaknya dengan sang bawahan


Mendengar itu Alfa Hanya diam dengan tatapan diginnya , tak membantah maupun menolak


"Kami akan pulang untuk membersihkan diri,dan mungkin besok pagi bisa kembali lagi pula ini sudah larut " ucap tuan Pram bicara pada sang Anak


Mendengar itu Alfa hanya mengangguk tanpa bicara,entah kenapa iya sungguh malas untuk sekedar berbicara


"Kau tak apa ditinggal sendirian?"tanya Tuan Pram kembali


"Emmm " ucap Alfa.melangkah meninggalkan Papi nya,yang membuat telinganya Berdengung


"Haiss.. Anak ini "ucap tuan Pram lemah, melihat punggung Alfa yang semakin menjauh tampak iya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sikap acuh Alfa


Sebelum Alfa benar-benar menghilang,Tuan Pram ikut menyusul langkah sang Anak


***


"Alfa kita pulang dahulu yah,Momy titip Queen "Ucap Nyonya Ali dengan lemah


mereka semua tampak tak ingin pergi dari sana,akan tetapi mau bagaimana lagi.masih ada yang harus diurus,dan lagipula ini sudah larut malam


"Yes mom,Alfa akan menjaganya dengan baik" ucap Queen dengan wajah kakunya


"Baiklah kalo begitu kami pergi "ucap Tuan Atmaja.iya sangat tau jika,para ibuk-ibuk tampak tak ingin pergi dari sini


Raut wajah tak rela yang terpancar dari wajah para ibuk-ibuk,mereka sungguh tak ingin jauh dari Queen.


Dengan terpaksa para Bapak-bapak harus mengeluarkan kesabaran ekstra dan tentu rencana Besar,agar bisa membujuk mereka pergi dari tempat ini


Dan pada akhirnya setelah sekian banyak kesabaran terkuras,akhirnya para Bapak-bapak berhasil meluluhkan hati Mereka para ibuk-ibuk walaupun tinggal setitik kesabaran


Kalian tau sendiri bagaimana keras kepalanya Wanita,jika menyangkut sang Buah hati. mangka dari itu mereka harus bisa membujuk dengan ekstra kesabaran yang Hakiki πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚


.


.


.


.


β˜ΊοΈπŸ˜šπŸ˜ŠπŸ˜šπŸ˜™πŸ˜πŸ˜œπŸ˜™πŸ˜πŸ˜™πŸ€£πŸ˜πŸ™‚πŸ˜πŸ™‚πŸ˜›πŸ˜™πŸ˜›πŸ˜™πŸ˜πŸ€£πŸ€£πŸ˜™πŸ€£πŸ˜ƒπŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜…πŸ₯°πŸ₯°πŸ€£πŸ€£


Kyaaaa... pada akhirnya bisa up dong


maaf gengs gak ada kuota jadi hehheheh yah begitulah , pada akhirnya kalian harus menunggu lama 😊☺️

__ADS_1


__ADS_2