
Iya berlari dengan sekencang nya agar tak melihat lagi wajah itu ,wajah yang menghantuinya .wajah yang entah kenapa membuat adrenalin nya bekerja dan selalu ingin didekatnya
"Iya ,tidak mungkin jatuh cinta bukan ?? "
Entah perasaan apa itu,iya tak ingin tau Bahkan memikirkan nya lagi.yang iya ingin lakukan saat ini, pergi sejauh-jauhnya untuk menghilang dari dekat pria itu
Raka hanya bisa memandang perempuan itu yang semakin menjauh,"Tak lama lagi kau jadi milikku Cantik " Monolok Raka dengan semirik diwajahnya. iya melangkah pergi dari tempatnya dan menghilang dari kegelapan
***
Kembali ke pada dua sejoli Queen and King. Queen belum juga sadar dari istirahat nya,saat pagi hari menyingsing Alfa terbangun dengan tubuh Remuk redam.
Sebenarnya sudah ada sofa disana akan tetapi tampaknya Laki-laki itu sudah mulai bucin karena ingin tidur disamping sang Istri kecil nya 😂🥰😊😊
Karena posisi tidur yang tidak tepat,saat terbangun iya melihat kearah Gadis itu yang masih setia di tidur nya.melihat itu semakin membuat Alfa frustasi dibuat nya
Tak beberapa menit Alfa bangun,tampak para orang tua sudah kembali lagi ke sini .untuk melihat perkembangan Queen lebih lanjut , sekaligus membawakan putra semata wayangnya pakaian ganti
Dan tak lupa makanan,karena mereka tau laki-laki itu belum megisi perut nya sama sekali dari semalam.
"Sayang bersihkan dirimu terlebih dahulu,dan untuk Queen biar Mami yang menjaganya".ucap Nyonya Lisa membujuk sang Anak dengan lembut
Melihat Tatapan sang Mami memelas dan tampak, tak ingin di bantah .pada akhirnya Alfa bergerak melangkah menuju kamar mandi, dengan wajah datarnya. lagi pula tubuhnya cukup lengket karena belum mandi dari kemaren
Melihat anak itu sudah mau diajak kompromi, Nyonya Lisa bisa bernafas lega. tinggal meminta untuk megisi perut nya setelah itu
Setelah melihat keadaan sang menantu yang masih tergeletak di Ranjang, membuat dirinya kembali bersedih.sebelum iya menitikkan air mata, Nyonya Lisa keluar dari ruangan itu setidaknya diluar iya tak akan terlalu sedih karena ada anggota keluarga yang lainnya
~
Pagi ini Opa Erkan dan Oma Eni telah tiba di kota M,langsung menuju rumah sakit tempat cucu kesayangan mereka dirawat dengan langkah pasti mereka melangkah dengan tergesa-gesa agar cepat sampai tujuan
"Bagaimana keadaan Cucu ku?" tanya Oma Eni setelah sampai didepan ruangan tempat Queen dirawat
Mendengar pertanyaan itu , Mereka semua melihat sipa yang bertanya.terlihat raut wajah terkejut dan berakhir dengan raut wajah tak berdaya
Nyonya Risa langsung berhamburan kepelukan Oma Eni menumpahkan air matanya,setelah melihat keadaan sang putri tercinta
"Syutt..tenag lah,Queen gadis yang kuat sayang " ucap Oma Eni membalas pelukan sang menantu kesayangan nya
"Huaaa.. Gadis itu selalu saja membuat Momy nya khawatir mam" ucap nyonya Risa bernada kesal
Mendengar itu semua orang hanya terkekeh, melihat tingkah Nonya ALIANDRA yang begitu manja dengan mertua nya
"Kala tidak membuat khawatir bukan Queen namanya sayang " jawab opa Erkan meyahuti ucapan sang menantu
" Bahkan setelah iya menikah tingkah nya masih sama saja,membuat Deddy nya berpacu dengan jantung" sambung tuan Ali menghilangkan kesedihan di sana
"Bahkan bukan cuman ini kenakalan Queen,bukan kah waktu itu lebih buruk" nostalgia kakek Brayen tentang kenakalan sang Cucu kesayangan nya satu ini
"Hais.. yang masih aku ingat saat iya bermain-main dengan Racun pada umurnya 5 tahun, sampai dirawat di rumah sakit bukan?" monolok Nenek Rania kesal dibuatnya saat megingat kejadian itu
"Oh yah? Apakah iya baik-baik saja?" tanya Nonya Lisa terkejut sekaligus penasaran
"Iya harus dirawat 1 Minggu penuh , dengan beberapa penawarannya yang sudah Mama berikan"Balas Nyonya Risa
Mendengar itu mereka semua menggelengkan kepala medegar tingakh Gadis itu
"Berarti, ini bukan pertama kalinya Anak itu berkenalan dengan Racun ? " tanya Tuan Pram terkejut
"Iya ini bukan pertama,bahkan iya tergeletak di rumah sakit bukan pertama. sudah kesekian kalinya" ucap uncel Arnold memotong ucapan mereka semua
Mendengar ucapan itu mereka semua yang
sedang berkumpul melihat sipa gerangan yang menyerobot perbincangan mereka.dan ternyata itu adalah Uncel Arnold dengan ditemani sang istri disampingnya
"Hais anak ini suka sekali memotong perbincangan orang "ucap Nenek Rania kesal dengan kelakuan anak laki-lakinya
"Risa "ucap Auntiy Leya memeluk adik ipar nya, yang masih ada Jejak ,bekas menagis di matanya
" kakak " balas Nyonya Risa memeluk erat tubuh sang kakak ipar
__ADS_1
"Dasar cengen " ucap Uncel Arnold mejitak pelan jidat sang adik kesayangannya
Mendengar itu Nyonya Risa hanya menatap kesal,dengan memalingkan wajahnya agar tak melihat pria menyebalkan itu yang berkedok kakak nya sendiri
Melihat raut wajah kesal dari sang adik membuat Uncel Arnold tertawa pelan, sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan kakak beradik itu yang tampak seperti kucing dan tikus
"Dimana kedua cucu tampan ku?" tanya Nenek Rania setelah mencari-cari batang hidung mereka yang tak nampak
"Mereka masih ada urusan Mom " jadi agak telat
"Hais paling Pria menyebalkan itu ,yang membuat kedua putra tampan ku tidak datang kesini " cerocos Nyonya Risa dengan tatapan sinis nya pada Uncel Arnold
Mendengar sindiran sang adik kesayangannya,Uncel Arnold hanya cengengesan dibuat nya tak lupa mengaruk belakang kepala nya yang tidak gatal
"Haiss.. kau ini ,kasihan pada mereka.apalagi masih muda Bagimana mereka bisa megenal dunia percintaan jika disuruh bekerja terus "ucap Oma Eni tak ada habis pikir dengan kelakuan anak laki-lakinya yang satu ini
"Mam, Mereka Harau bertanggung jawab pada pekerjaan mereka.hanya itu yang selalu aku tanamkan ,kalau masalah percintaan itu bukan masalah besar "ucap Uncel Arnold memberikan penjelasan pada mam mertua dari sang adik
Keluarga mereka Memang sudah akrab dan tak ada batasan,apalagi Oma Eni dan opa Erkan sudah menganggap seperti anak sendiri.
Jadilah Uncel Arnold dan Auntiy Leya disuruh memanggil panggilan yang sama,dan meganggap seperti orang tua sendiri
"Sudah-sudah opa ingin melihat Gadis cantik kesayangan opa" ucap opa Erkan melangkah masuk kedalam ruangan dengan diiringi Oma
Setelah Oma dan opa selesai baru digantikan Uncel dan Auntiy.Sedangkan yang lainnya masih diluar , karena tak boleh terlalu banyak yang masuk kedalam takut menganggu Queen
Setelah melihat keadaan Gadis cantik itu , semua nya kembali berbincang di luar ruangan. Rumah sakit itu sudah disiapkan khusus ruang tunggu, agar tak menganggu pasien rumah sakit yang masih dalam tahap pemulihan
Saat mereka sedang berbincang-bincang,Alfa keluar ruangan dengan rambut basah dan wajah segarnya.iya terlihat lebih baik dari barusan,akan tetapi tatapan dan raut wajahnya tetap sama Datar dan dingin
Iya melihat Gadis cantik itu masih belum sadar juga,Dengan perlahan iya megelus pelan Rambut Queen.memandag wajah itu cukup lama ,detak jantungnya semakin kencang.
"Kau sangat cantik walaupun dalam keadaan seperti ini"gumamanya tanpa sadar
Terdapat rasa sakit di hatinya seperti dicubit,saat iya memandang wajah istri nya semakin dalam dalam kondisi yang tak kunjung membaik.
"Aiss .. ada apa dengan rasa sakit ini?"ucap Alfa megabaikkan Rasa sakit itu
Tak ingin semakin berlarut dalam lamunannya,
Yuhuuuu 🥰🥰😊 ini King kita yang Tuampannnnnn,sudah lama tak muncul bukan 😂🤣
"Oma,Opa ,Uncel , Auntiy. kapan kalian Tiba?"Tanya Alfa sekedar basa-basi,Walupun dengan nada dan ekspresi yang tak sesuai
"Alfa,Baru saja Sayang"Ucap Oma Eni dengan membalas pelukan Dingin Alfa
"Aisss.. Apakah tidak ada ekspresi lain, pada wajah tampan Mu Alfa ?"Tanya Uncel Arnold setelah membalas pelukan Dingin Alfa
Semua yang berada disana Hanya tertawa menangapi nya,padahal didalam hati sangat setuju dengan pertanyaan Laki-laki itu yang mewakili perasaan mereka semua selama ini
Sedangkan Alfa Hanya diam tanpa ingin membalas hal yang baginya tak terlalu penting, setelah selesai menyapa semua anggota keluarga yang ada disana Alfa kembali berbicara pada mereka semua
Walupun sebenarnya iya hanya meyimak tanpa ingin ikut berbicara,jika sedang ditanya iya hanya membalas sekenanya.
Iya juga harus dipaksa makan oleh ibu-ibu rempong, dengan setengah malas iya memasukan makanan dalam mulutnya agar perutnya sedikit terisi .
Tak bisa dipungkiri iya juga sedikit lapar,karena belum makan dari kemaren.cuman sedikit makanan yang masuk dalam perut nya,entak kenapa iya tak cukup selera memakan nya
Melihat itu para orang tua hanya bisa menghela nafas panjang,mau bagaimana lagi jika Laki-laki itu tak mau menghabiskan nya .
Saat mereka berbincang ternyata Sang Dokter sudah memeriksa kondisi terkini dari Queen,dan hasilnya masih sama belum ada tanda-tanda Gadis itu untuk sadar dari tidur nya
Mendengar itu membuat mereka semua semakin Bersedih,tak ada jalan lain kecuali menunggu Gadis itu sadar entah kapan penantian itu terwujud
Pada saat mereka Bersedih dan baru saja berbincang dengan Dokter, Dua saudara tiba disana dan mendengar semuanya.dengan wajah khawatir yang ketara disetiap ekspresi yang mereka keluarkan
Tak ingin berlama-lama disana.tanpa berbicara pada orang yang berada disana,mereka langsung masuk menuju kamar rawat sang adik
Para orang tua hanya bisa menggelengkan kepala,melihat tingkah kedua Laki-laki Dewasa itu .yang tampak seperti anak kecil yang kehilangan sesuatu ,yang berarti Bagi mereka
"Heyyy .. Queen" panggil Even lembut , dengan mengelus-elus rambut gadis Cantik itu .
__ADS_1
Sangat terlihat jelas,kedua mata pria itu memerah dan terlihat airmata mereka membendung dipelupuk mata.
"Darling, it's brother, come to your senses dear" ucap Ren Lirih dengan megenganm erat Jari-jari mungil Queen
"Abang akan memberikan apapun untuk kesayangan Abang yang satu ini,Tapi Queen Harus janji untuk membuka mata "monolok Even semakin megiris relung hatinya
Melihat wajah Cantik itu tampak pucat,dengan mata tertutup Rapat .membuat Ren dan Even, tak bisa lagi menahan emosi yang berkecamuk di Dada
"Even? "panggil Nyonya Risa , dengan meyentuh lembut Bahu Even
"Ren?"Sura lembut Auntiy Leya pada anak bungsunya
Kedua Lelaki itu mendongak ,menatap wajah Nyonya Risa dan Auntiy Leya."Baik-baik saja?"Ucap Mereka kompak ,tanpa basa-basi mereka memeluk tubuh wanita yang berada didekat masing-masing.mereka butuh sandaran untuk mengendalikan emosi ini.
Even dan Ren seakan anak kecil yang sedang dibujuk oleh orang tua masing-masing.melihat Even yang menitik kan air mata ,membuat Nyonya Risa ikut meneteskan air mata.dengan penuh kasih sayang, iya megelus pelan Rambut even sekedar menyalurkan energi
Ren tak jauh berbeda dengan Even iya juga sudah menahan emosi karena tak bisa menjaga sang adik, semakin di elus kepala Ren semakin deras air mata itu keluar.apa lagi iya menghadap ke wajah sang adik, membuat dirinya semakin Bersedih
Lelehan air mata membasahi kedua pipi Mereka.ujung Hidung Geren dan Even Bahkan sudah memerah,kedua mata mereka membengkak akibat menagis Tanpa suara
Entah masalah apa yang pernah mereka alami bersama,sehingga menagis pun kompak tanpa megeluarkan Sura sedikit pun.bukan nya biasa-biasa saja,akan tetapi ini lebih menyedihkan dari tagisan meraung keras
Tagisan mereka tampak pilu dan mengobrak-abrik perasaan yang melihat nya,tagisan mereka meyentuh Relung hati terdalam bagi siapa saja yang melihatnya bahkan mereka yang mengalaminya
Tak ingin menganggu sang adik ,Ren dan Even pergi dari ruangan itu dengan Mata merah Dan tatapan datar nya.dengan langkah cepat , mereka pergi ke luar entah kemana tujuan sesungguhnya
"Sayang kalian mau kemana?"Tanya Auntiy Leya menghentikan langkah
Mendengar pertanyaan itu membuat langkah Ren terhenti sejenak,iya melihat kearah sang Mama dan melihat Gadis cantik yang masih terbaring.tak mengatakan apa-apa Ren meyusul langkah Even yang sudah tak terlihat
Mereka yang melihat itu hanya diam tanpa ingin menghentikan, Mereka sangat tau jika dalam momen seperti ini tidak akan ada yang bisa meredam amar keduanya kecuali Queen
"Haisss.. anak-anak itu"ucap Auntiy Leya tak habis pikir dengan tingkah kedua anaknya
"Hahah.. biarkan saja ka, lagipula tidak akan ada yang bisa membujuk mereka kecuali Gadis Nakal satu ini "ucap Nyonya Risa, menghapus air mata yang meleleh di pipinya
"Mungkin mereka harus memiliki kekasih,agar ada yang bisa menaklukkan Hati Batu itu "Monolog Auntiy Leya
"Mungkin saja,akan tetapi tampaknya tak akan semulus itu Ka.lagipula mereka bukan anak kecil lagi "jawab Nyonya Risa, menerawang jauh Bagimana sikap kedua anak tampan Kakaknya itu
Huffff ..
Helaan nafas berat yang bisa mereka keluarkan untuk saat ini,sebagai jalan keluar untuk menahan emosi
Even menaiki Mobil Sportnya dengan kecepatan tinggi,bahkan iya meyalip dan menerobos lampu merah
Tak Hanya Even ,Ren juga melakukan hal yang sma dengan Motor kesayangan nya.iya melakukan aksi balap liar, di teriknya matahari dan macetnya jalan raya.
Mata merah dengan wajah datar, Membuat Susana tampak suram seketika.mereka berdua melaju kencang tanpa mendengarkan teriakan, cacian dan makian dari pengemudi lain nya
Walupun jalan tanpak padat Ren masih melakukan aksinya,ini adalah salah satu cara jitu yang sering iya lakukan saat otak sedang lelah atau kacau saat ada masalah
Even yang salah memilih kendaraan mengalami Hal sial, secara tiba-tiba saat dirinya meyalip kendaraan lain dirinya harus terlempar jauh dan menabrak Bemper mobil lainnya
Bremmmm....
Cietttttt...
..
..
.
.
.
Yuhhuuuuu Jagan lupa untuk memberikan dukungan untuk author Abal Abal ini yah
Salam kenal dari Saya author Abal Abal
Maaf kalo tidak sesuai dengan ekspektasi kalian,saya masih terlalu banyak kekurangan nya
__ADS_1
😙😛🥰😙😊😚😛😚😛🥰😙🥰😙😝😊😙😊😙😛🙃😛🙃😛😛🙃🙃😛😊😚🥰😚😝🙃😝😛🙃😛🙃😝🙃😝😝😝😝😝🥰😝😍🥰🥰🥰🥰🥰😊🥰🥰🥰🥰😝😍😍😍😍🥰