
Alfa apa ini? bagimana bisa aisss.."Nyonya Lisa tak habis pikir dengan sikap putra semata wayangnya yang selalu saja menguji emosi.
"Sudah sayang, bukankah Alfa memang seperti itu "ucap Tuan Pram menenagkan sang istri akan tetapi berakhir gagal kerena Nyonya Lisa mendelik tajam pada sang suami yang menambah kekesalan pada dirinya.
"Anak dan Papi sama saja,"ucap Nyonya Lisa mengalihkan pandangannya agar tak melihat wajah suami nya, kalau itu terjadi mungkin akan iya cabik-cabik sampai tak berbentuk lagi sangking kesalnya.
"Baiklah, jika Alfa berkata begitu apa keputusan yang akan Queen ambil "ucap oma Eni mengalihkan pandangan nya pada sang cucu
"Yah sudah apapun keputusan yang Queen ambil Suami robot gak boleh komen!"ucap Queen dengan menyipitkan matanya menatap wajah Alfa yang kaku bagikan Duit baru dicetak.
"Gak perlu takut sayang,jika Alfa berani membantah bilang sama Mami biar Mami yang urus."ucap Nyonya Lisa dengan senyuman misterius nya
"Degerkan Mami dukung aku,jadi jangan berpikir untuk melakukan hal yang aneh-aneh"sambung Queen dengan intonasi suara yang tak terlalu tinggi akan tetapi cukup jelas dan padat
"Syuttt.. Queen ko gitu sama suami?"ucap Nenek Rania menegur cucu kesayangannya
Mendengar teguran dari sang nenek,Queen hanya diam dengan senyuman simpul agar tak mendapatkan Omelan panjang dari wanita paruh baya yang masih tampak cantik dan fresh yang duduk tak jauh darinya saat ini.
"Jadi Queen pilih opsi yang mana?"tanya Oma Eni sekali lagi pada cucu kesayangannya yang sedari tadi menahan kesal akibat ulah Alfa menantu nya yang super kaku.
"Untuk kali ini Queen pilih..."tampak ketara Queen masih memikirkan jawaban yang tepat untuk pilihannya kali ini
Queen melirik pada suaminya dan mengalihkan pandangannya pada sekeliling ruangan untuk melihat satu persatu wajah orang-orang yang ada disana,sekedar untuk melihat dan meyakinkan dirinya apakah pilihan yang akan iya ambil tepat atau tidak untuk sekedar memperkecil masalah baru nantinya.
Semua yang ada disana membeku diam dan menantikan jawaban yang akan dilontarkan gadis itu ,akan tetapi setelah 1menit 2 menit berlalu gadis itu masih diam tanpa melanjutkan ucapannya yang terhenti ditengah jalan.
membuat kerutan di dahi mereka terlihat secara serentak sangking gemas nya pada gadis cantik dihadapan mereka saat ini.
"Kalian kenapa ko diam semua?"tanya Queen tanpa rasa bersalah nya memperlihatkan wajah polos tanpa dosa itu
"QUEENN."
Ucap mereka serentak menahan emosi yang megebu-gebu didada setelah melihat wajah sok polos yang Queen perlihatkan disaat yang tidak tepat sama sekali.
Melihat raut wajah mereka yang berubah derastis seakan-akan ingin menelan dirinya hidup-hidup membuat Queen hanya bisa cegegesan ditempatnya dengan sesekali megaruk kepalanya yang tidak gatal hanya ingin menghilangkan kecanggungan pada dirinya saat ini.
"Kedua"ucap Alfa disela-sela kedongkolan hati semua orang yang ada disana akibat ulah Queen yang bertele-tele.
Mendengar itu, semua mata menatap Alfa seakan-akan ingin memastikan jika benar suara yang melewati gendang telinga mereka adalah suara laki-laki itu.
"Kedua tanpa ada bantahan."ulang Alfa mengulangi ucapannya dengan intonasi suara yang cukup pas indera pendengaran tanpa menerima bantahan dari lawan bicaranya.
Dengan ucapan nya barusan.
"Apakah kau yakin Alfa?"tanya Oma Eni setelah bisa mengendalikan dirinya dari situasi aneh menurut nya.
Alfa hanya menganggukkan kepalanya kecil tanpa berbicara lagi.
"Apakah Queen setuju dengan pilihan Alfa?"tanya Oma Eni menanyakan apakah Queen menyetujui pilihan yang Alfa ambil
"Now, aku pilih no satu "ucap Queen dengan santainya
"Loh ko berbeda pendapat sih? Alfa Queen kena..."
Ucapan Nyonya Risa terhenti karena Tuan Ali memberikan sang istri isyarat untuk diam,agar mendengarkan pendapat dari mereka berdua selaku Tokoh utama dalam perbincangan ini.
Dengan terpaksa Nyonya Risa menghembus kan nafas panjang melihat kelakuan putrinya dan menantunya yang tak ada keharmonisan diantara mereka.Apalagi iya melihat tingkah putrinya yang tak pernah berubah suka semaunya dan tak mau kalah.
"Suami Robot,seharusnya yang Jawab itu istri bukan lagi suami.lagian Bukankah Sumi sendiri yang memberikan tanggung jawab pada istri yang cantik ini untuk memilih Jawaban yang tepat hem?."ucap Queen dengan mengangkat satu alisnya sekedar mengingatkan jika ucapannya tidak salah bukan.
Alfa tediam mendegar ucapan Istri kecilnya,iya juga dapat melihat kelicikan yang ada diwajah cantik Queen sepertinya gadis itu ingin mengerjai dirinya.
Semua mata memandang Queen dan Alfa bergantian mereka tau jika Queen merencanakan sesuatu entah apa itu,mereka jadi sangat penasaran tontonan apa yang akan mereka perlihatkan setelah ini.
"TANPA BANTAHAN?."ucap Alfa degan menekan setiap kalimat yang iya ucapkan, pertanda tak ingin berdebat dengan Queen atau siapapun itu.
Mendengar intonasi Alfa yang sudah tak bersahabat,semua orang yang ada diana diam membeku Queen turut merasakan hawa dingin ditengkuknya iya merasa tanda bahaya saat ini.
Selama ini Queen hanya takhluk akan aura yang dikeluarkan oleh para orang tua di keluarga nya, apalagi aura yang dikeluarkan oleh sang deddy yang membuat iya merinding ketakutan jika iya marah .Baru kali ini iya merasakan rasa takut pada orang lain sebelumnya,dan iya tampak sedikit familiar dengan aura ini akan tetapi iya tak ingat milik siapa.
Entah kenapa, iya hanya diam dan menurut saja Tanpa berniat membantah sedikitpun ucapan sang suami rencana yang ada diotaknya barusan menghilang entah kemana. Setelah merasa tak bisa apa-apa lagi akhirnya Queen pasra,lagipula dari awal iya tak ingin memilih kedua opsi yang dilontarkan sang Oma.
"Baiklah jika itu pilihan kalian,atau Queen punya pilihan lain ?jika iya silakan utarakan"ucap Oma Eni memandang wajah Alfa dan Queen secara bergantian untuk melihat apakah ada guratan keraguan diwajah mereka.Akan tetapi iya hanya berakhir menelan pil pahit karena keduanya hanya diam tanpa memperlihatkan guratan ragu atau sebagi-nya seperti yang iya perkirakan.
__ADS_1
Queen dan Alfa hanya diam dengan wajah datar tanpa ekspresi,tak terlihat raut wajah aneh maupun keraguan diwajah Mereka berdua bahkan saat ini terlihat wajah tenang dari keduanya seperti tanpa beban dan pikiran.
"Baiklah kalu begitu , setelah ini kalian harus menerima hukuman apa pun itu dari kami semua tanpa ada bantahan sedikitpun."ucap Nenek Rania dengan tegas dengan intonasi suara penuh penekanan bagikan seorang kapten kapal mainan.
Setelah yakin keduanya tak akan berubah pikiran,Oma Eni memanggil kepala pelayan. terlihat semua orang yang ada di ruangan itu tersenyum tipis, tampaknya ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari kedua pasangan itu.
Setelah tak berapa lama dipanggil datang seorang wanita paruh baya dan seorang wanita Yang berkisar umur 30tahun dengan pakaian suster mengandeng seorang anak kecil di sisinya, yang memiliki ketampanan yang luar biasa tak bisa diragukan lagi.Sangat sempurna bagikan pahatan luar biasa tanpa kecacatan sama sekali,Queen terpanah melihat Bocah kecil itu dari pandangan pertama.
Melihat reaksi Queen yang tampak welcome tentu membuat senyuman tipis mereka semakin merekah.Tampaknya rencana mereka akan berjalan mulus jika gadis ini sudah terpikat pada suatu hal semuanya akan berjalan lancar,jika begini rencana cadangan mereka kemungkinan akan kecil untuk dikeluarkan.
"Dia akan menjadi anak kalian berdua."ucap Oma Eni menghentikan lamunan mereka
Queen terpaku diam ditempat mencerna ucapan yang baru saja Omanya lontarkan, setelah seperkian detik dahinya berkerut megisaratkan rasa heran akan ucapan Omanya barusan.
"Anak?"Queen meyakinkan dirinya ,apakah barusan iya tidak salah dengar.
"Iya,Oma rasa itu adalah hukuman Terbaik dari apapun."tambah Nenek Rania
"Lagipula kalin sudah menyetujuinya bukan,jadi tidak masalah akan hal ini ,"sambung Nyonya Risa menyudutkan mereka berdua agar tak memiliki celah untuk tidak menepati janjinya.
Queen terdiam setelah mendengar ucapan sang Momy,iya melirik sekilas kearah Bocah tampan itu dan secara kebetulan bocah itu melihat kearahnya tatapan mereka bertemu.
Seperkian detik akhirnya Queen melepaskan kontak mata mereka,Queen mengalihkan pandangannya kearah Oma Eni dengan wajah datarnya membuat Susana diruangan itu kembali tegang.
Semua yang ada diruangan itu harap-harap cemas akan jawaban yang gadis itu lontarkan, mereka terlihat tidak pede dengan keyakinan yang awal,setelah melihat tatapan tajam Queen.
"Jadi bagaimana Queen,Alfa apakah kalian menerima tanggung jawab ini?"tanya opa Erkan meminta jawaban pada kedua pasangan itu agar tak bertele-tele, karena masih banyak yang harus mereka lakukan setelah ini.
"Mendekat pada ku,!"ucap Queen memberi isyarat pada bocah laki-laki itu untuk mendekat pada nya,Queen tak menghiraukan pertanyaan dari opanya iya lebih fokus dengan tatapan bocah laki-laki dihadapannya saat ini.
Mendengar itu dan melihat isyarat itu menuju padanya bocah laki-laki itu hanya diam ditempat dengan tatapan yang entah apa yang ada dipikirannya hanya iya yang tau.
Setelah lama diam ditempat dengan mata yang masih tertuju pada wajah Queen,bocah itu menyeret langkahnya agar lebih dekat pada Queen.
Setelah tiba tepa di hadapan Queen bocah laki-laki itu masih menatap wajah Queen. melihat bocah laki-laki itu yang tak ingin berkedip melihat nya membuat Queen megereyit heran iya ingin tau apa yang bocah itu lihat dari dirinya.
"Katakan!,"ucap Queen padat singkat dan penuh teka-teki bagi mereka yang tidak faham arahnya kemana.
"Kau ingin menjadikan aku anakmu?"tanya bocah laki-laki tanpa berbasa-basi lagi.
Mendengar itu semua orang terpaku.Mereka berfikir tak salah memilih bocah ini, karena setelah melihat nya pertama kali ada hal unik yang tersembunyi dari dirinya yang jika diasah sedikit akan menjadi sangat tajam dan berkilau.
"Bocah yang terlalu percaya diri,akan tetapi aku suka itu"ucap Queen dengan senyuman misterius nya
Melihat senyum itu,tak ada perubahan dari raut wajah bocah laki-laki itu iya terlalu dewasa untuk umur seperti dirinya.Jika bocah pada umumnya dihadapkan dengan momen seperti ini ,tentu iya akan merasa takut dan terancam bahkan mungkin iya akan bersembunyi di balik tubuh seseorang.
Akan tetapi berbeda pada bocah laki-laki ini,iya menyikapi keadaan menegangkan ini dengan santai tanpa tertekan itu merupakan poin utama yang membuat Queen tertarik selain tampan iya memiliki hal yang jarang dimiliki oleh anak-anak lainnya diluar sana.
"Kau ingin menjadi anakku?,"
Queen mengangkat tubuh mungil itu agar duduk dipangkuan nya, awalnya tatapan tajam yang Queen layangkan pada bocah laki-laki itu.Akan tetapi bukannya takut bocah itu malah melontarkan pertanyaan" Nyonya apakah anda yakin ingin memiliki anak seperti saya?semua orang tak ada yang mau menerima saya karena sikap aneh saya, apakah anda juga akan membuang saya seperti mereka?."ucapnya dengan menatap manik mata Queen
Mendengar itu semua orang yang berada diruangan itu tampak membola,dengan raut wajah terkejut mendengar ucapan bocah itu.Queen sama terkejut nya dengan mereka semua, sebelum akhirnya iya Melontarkan pertanyaan dari pada jawaban"Hal apa, yang bisa membuat saya melakukan hal yang sama seperti mereka?"ucap Queen merapikan rambut bocah laki-laki itu dengan pelan.
Mendapatkan perhatian lembut dari Queen membuat bocah laki-laki itu merasa hangat ,iya merupakan bocah kecil yang haus akan kasih sayang walupun dirinya diselimuti sikap digin dan keras akan tetapi untuk pertama kali iya merasa hal yang berbeda dari dirinya.
Awal melihat calon ibunya iya sedikit takut akan tatapan tajam wanita dewasa didepannya saat ini,akan tetapi karena sikap keras kepala nya iya mencoba berani untuk mengalahkan rasa takut dalam dirinya.Iya tak ingin dianggap lemah lagi, dianggap cengeng dan sebagainya iya laki-laki kuat itu yang selalu iya tanamkan didalam otaknya akan tetapi iya tidak sadar jika dirinya sudah menjadi incaran Queen dari pertama kali melihatnya.
"Apakah kau akan memukul ku jika aku nakal?atau tidak memberiku makan karena tidak mencari makanan Koye? atau kau akan meyuruhku tidur di gudang karena nakal pada anak lainnya seperti dipanti dahulu?."ucap bocah laki-laki itu menundukkan kepalanya setelah melihat tatapan tajam dari sang suster,masih banyak yang ingin iya tanyakan akan tetapi ,iya takut jika iya tidak di adopsi iya akan kembali pada tempat mengerikan itu lagi dan jika ketahuan membeberkan semuanya pegurus panti akan memberikan hukuman yang lebih besar dari pada sebelumnya.
Mendengar ucapan bocah laki-laki itu, Suster yang ikut mengantarnya menatap tajam bocah laki-laki itu iya memberi isyarat kepada nya agar diam dan tidak bicara lagi."Ehmm...Sa_sayang udah suseter bilang Jagan lagi nonton film itu lihat kau bahkan berimajinasi yang tidak-tidak "ucap suseter itu terbata-bata takut jika mereka semua mengetahui hal busuk selama ini mereka rahasiakan.
Merasa ada yang janggal Geren ingin membuka suara sebelum akhirnya iya dihentikan oleh Queen dengan isyarat untuk diam dan tidak berbicara apa-apa lagi,mau tak mau iya bungkam seribu bahasa sebelum hukuman nya ditambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.
"Jadi apa anak Momy siap jadi ibu?"ucap Nyonya Risa mengalihkan perhatian Semua orang agar tak memperpanjang masalah ini untuk saat ini , karena iya sangat tau putrinya memiliki rencana lain.
Queen diam seribu bahasa iya degan wajah datarnya membuat Susana diruangan itu tampak suram,itu juga membuat bocah laki-laki itu gemetar takut akan aura yang Queen keluarkan.
Semua orang disana menghembuskan nafas panjang, tampaknya rencana kedua harus dikeluarkan.dengan wajah tak berdaya dan otak berputar untuk meyakinkan gadis ini mereka hanya diam mencari cara lain .
__ADS_1
Disaat mereka menggali otak untuk mendapatkan rencana yang lebih menjanjikan semuanya dikejutkan dengan ucapan Queen selanjutnya, sehingga semuanya tampak senang dengan senyuman megembang.
Melihat tubuh gemetar,mata bocah berkaca-kaca dengan wajah yang menahan tagis ,membuat Queen gemas sendiri iya megusel-gusel wajahnya dengan wajah bocah laki-laki itu dengan lembut iya baru sadar jika apa yang iya lakukan barusan membuat bocah ini tertekan dan merasa takut.
"Maaf sayang, apakah Mimy membuat mu takut?"tanya Queen sepontan ada guratan kahawatir dari wajahnya saat melihat air mata bocah itu jatuh dipipinya.
Queen memeriksa seluruh tubuh bocah laki-laki itu degan teliti tak menemukan apapun iya menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya.iya merasa sangat kahawatir dan beberapa hal didalam otak dan hatinya merasa kan hal aneh setelah melihat air mata itu jatuh tepat didepan matanya secara langsung.
Bukanya redah bocah itu semakin menagis dipelukan Queen,membuat Queen kalang kabut dibuatnya.
"Anak mimy pintar sudah Jagan menangis lagi yah sayang."ucap Queen megecup pipi bocah laki-laki itu dengan gemesnya iya tak menghiraukan lagi air mata yang megalir dipipi anak itu, yang iya tau sekarang bocah itu tidak mengis lagi.
"Mi_my"
Secara berulang-ulang bocah itu melontarkan ucapan sama , membuat sang empu senang sekaligus terharu dibuatnya ucapan yang dilontarkan bocah itu megena dihatinya apakah sebahagia itu sehingga membuatnya mengucapkan kata yang sama berulang-ulang.
Alfa yang duduk berada persis disamping Queen tampak terpaku melihat interaksi keduanya,iya terpesona akan kebersamaan mereka yang tidak ada kepura-puraan sangat natural.
Aliran hangat menjalar di hati Alfa, memberikan sensasi berbeda pada dirinya yang selalu kaku dengan hal apapun itu.Berbeda untuk momen ini, iya memiliki gejala aneh akan tetapi membuat nyaman dihatinya entah perasaan apa itu? iya tak tau lebih tepatnya tak ingin mencari tau.
Semu anggota keluarga yang lain merasakan hal yang sama dengan Alfa,mereka senang jika gadis itu bisa menerima bocah kecil dipangkunya saat ini.Setelah ini mereka tinggal melakukan rencana selanjutnya dengan bertahap dan sepertinya mereka juga akan menggali informasi tentang panti asuhan yang ditempati bocah laki-laki ini secar mendalam seperti nya ada yang mengganjal dari beberapa informasi yang anak buahnya berikan waktu itu .
Setelah momen harus itu usai sekarang digantikan dengan momen bahagia dipenuhi canda tawa diruangan itu lepas tanpa beban, seketika dihentikan oleh desisan kecil dari Queen yang tampak meringis menahan sakit didaerah punggung atasnya.
Syiittttt.
Queen meringis sakit, ternyata luka dipunggung nya belum sepenuhnya megering membuat iya merasakan nyilu dan perih secara bersamaan.
"Mi_my"
"Queenn."
semua orang tampak kahawatir pada gadis itu,tak terkecuali Alfa iya degan cekatan melangkah semakin mendekat pada Queen yang hanya beberapa senti darinya.
Suster itu mengangkat tubuh mungil bocah laki-laki dari pangkuan Queen dan sedikit menjauh,belum cukup beberapa senti bocah itu meraung keras tak ingin dijauhkan dengan Queen.
Iya meronta-ronta ingin dilepaskan, "Mi_my huaaaaa."tagis bocah itu pecah seketika saat susternya melangkah semakin jauh dari Queen
Mendengar tagisan bocah itu, Queen hendak berdiri dari duduknya ingin menenangkan bocah itu.
Merasa tangannya dipegang oleh seseorang Queen melihat kearah legannya, sebelum akhirnya menelusuri milik sipa tangan besar itu,matanya bertemu dengan manik mata Alfa yang siap menegelamkannya ."Duduk"ucap Alfa Digin +datar
"Sini ,biar nenek lihat terlebih dahulu luka mu"ucap nenek Rania mendekat pada Queen dan Alfa
Alfa megeser tubuhnya untuk memberi ruang pada nenek untuk memeriksa luka tusukan di punggung bagian atas Queen.
Setelah diperiksa,ternyata tidak terjadi gejala serius.Queen hanya terlalu semangat hingga membuat luka dalam yang belum sempurna sembuh merasakan nyeri karena terlalu berlebihan bergerak.
"Lain kali harus hati-hati"ucap Nyonya Lisa megelus pelan Rambut Queen menantu kesayangan nya satu ini.
"Benar kata mami lisa, Queen harus berhati-hati walau bagaimanapun itu belum sepenuhnya sembuh." sambung Nyonya Risa memperingatkan putri kesayangannya agar lebih berhati-hati kedepannya.
Semuanya mengangguk menyetujui ucapan kedua nyonya itu,agar Queen lebih menimalisir pergerakan tubuhnya untuk sementara waktu sampai benar-benar pulih.
"Iya, lain kali Queen akan lebih berhati-hati."ucap Queen patuh, Agar tak berbuntut panjang.
"Mi_my Huaaaaa."tagis bocah itu belum juga redah terlihat rasa takut dari tatapan bocah itu saat dipegang oleh sang suster, iya memberontak dan gemetar hal itu membuat Queen mengalihkan perhatiannya pada bocah laki-laki itu kembali.
Melihat Queen berniat ingin megambil tubuh mungil itu kembali,Alfa terlebih dahulu membawa bocah mugil itu kedekapanya dan menjauhkannya dari sang suster .
.
.
.
...Jagan lupa dukungannya yah semua 😊 semoga suka dengan alur cerita yang semakin menjauh dari ekspektasi kalian....
...sebenarnya bukan hanya kalian author pun sama kenapa jadi kesan ceritanya? tapi tenang saja semuanya akan dikemas dengan lebih menarik....
...tunggu kejutan-kejutan kecil selanjutnya...
😊😄😊😚😊😊😛😝🥰🥰🤩😚😜😝🙃😝
__ADS_1