Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
keusilan Alfa


__ADS_3

Setelah meletakan tubuh mungil Queen diatas ranjang, Alfa hendak melangkah menjauh sebelum akhirnya legan laki-laki itu di peluk seseorang.siapa lagi kalo bukan Queen pelakunya.


Gadis itu tak ingin jauh-jauh dari sang Suami,sebelum mendapatkan jawaban pasti tentang keadaan sang putra tercinta.


"Sayang,Byan"Ucap Queen lirih


Tak ada jawaban dari Alfa,laki-laki itu hanya terpaku diam tanpa tau bagaimana cara menenangkan gadis cantik disampingnya saat ini.


"Dia baik-baik saja."ujur Alfa singkat


"Hais,Syukurlah kalau begitu."


Tak ingin berlarut larut degan kekhawatiran nya,Queen mengubah topik perbincangan dengan sang suami.


"Apa Suami makan bekal yang istri buat tadi pagi?Kau tau sayang,mereka semua akan sedih jika tidak di makan."Ucap Queen menggesek-gesekan kepalanya di lengan Alfa yang cukup kekar bagikan anak kucing yang tak ingin ditinggal sang tuan.


Melihat sang istri yang begitu cepat merubah ekspresi Suasana hati,dengan menanyakan pertanyaan yang tidak masuk akal itu membuat Alfa terpaku diam beberapa saat.Setelah bisa mengendalikan diri lagi Alfa mencondongkan tubuhnya,menarik dagu Queen agar menatap matanya.


Kedua pasang mata itu bertemu,satu degan tatapan tajam nan menusuk yang satu lagi tampak tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


Tatapan Queen terlalu tenang bagikan air mengalir di sungai,membuat Alfa terpaku diam iya juga sempat berpikir bahwa takutnya akan ada bahaya yang datang tanpa bisa di prediksi gadis ini terlalu berbahaya dari pada para musuh-musuhnya.


"Bagimana saya bisa makan,jika gadis kecil ini selalu membuat ulah tanpa tau tempat!"ujur Alfa menyindir talak Queen .


Mendengar itu,bukanya kesal atau marah Queen terkekeh geli.Iya seakan lupa ingatan,ternyata kejadian yang menimpa dirinya dan Byan terjadi pada jam makan siang,iya sedikit kahawatir jika laki-laki ini akan diet sampai iya sadar.


Mendengar kata diet Queen kembali terkekeh.Iya tak bisa membayangkan jika itu benar-benar di lakukan oleh sang suami bisa-bisa roti sobek akan digantikan roti gepeng,membayangkan itu membuat Queen tanpa sadar merambah perut sispek Alfa setelah dirasa masih sama Queen bernafas lega tenyata itu hanya pikiran negatif nya saja.


Alfa yang sedari tadi diam melihat mimik wajah Queen yang berubah-ubah serta pergerakannya yang cukup absurat membuat Alfa heran,apa yang sebenarnya gadis ini pikirkan.


"Sayang,aku gak mau kamu diet nanti roti sobek ini gak ada lagi bisa bisa aku cari pria lain yang lebih gagah dan mempesona diluar sana"ucap Queen gamblang tanpa dosa ,iya ingin melihat perubahan ekspresi dari sang suami akan tetapi tampaknya itu tidak terjadi bahkan saat ini wajah itu masih sama datar dan kaku.


Melihat tidak ada respon yang dia harapkan,pada akhirnya queen kembali dongkol gara-gara sikap digin sang suami.


Cukup lama terdiam dengan cacian dan makian queen didalam hati,iya merasa percuma karena iya tau walupun iya berbicara secara langsung itu tak akan merubah respon sang suami jadilah iya berusaha mengendalikan diri sendiri dengan menghirup udara sebanyak mungkin dan mengeluarkan nya dengan kasar,setelah tenang Queen menggeser kepalanya agar bisa menatap ranjang pesakitan Byan,sebenarnya Sedari tadi iya hanya ingin mengalihkan fokus nya agar berfikir positif atas keadaan sang buah hati akan tetapi bukannya tenag iya lebih kesal gara-gara sikap sang suami ditambah rasa khawatir,karena Sedari tadi laki-laki kecil itu tak kunjung sadar.


Setelah lama terdiam,dia bertanya pada Alfa."Apa kata dokter?"


Mendengar lontaran pertanyaan gadis itu yang sedang menatap serius pada satu titik,membuat Alfa mengalihkan pandangan ke arah yang sama.


"Ia hanya butuh istirahat penuh,Jagan kahawatir."ujur Alfa sambil menekan interkom di samping ranjang"Bawa makanan kemari."


Selang beberapa menit,pintu kamar diketuk dari luar, lalu kenop pintu diputar.


Seorang laki-laki dewasa yang tampak asing di mata Queen muncul,diiringi seorang perawat mendorong troli makanan.


Queen acuh saat melihat semangkuk bubur dan segelas air putih,tampak iya sedang tak berselera untuk saat ini karena menghawatirkan sang putra kesayangan,yang masih menutup mata di ranjang pesakitan miliknya.


Saat sang suster dan pria kekar itu hendak pergi Queen membuka suaranya,"Sus bisa saya minta tolong?"Ucap Queen menatap punggung sang suster yang hampir menuju pintu .


"Tentu dengan senang hati,apa yang bisa saya bantu Nyonya?"Tanya sang suster lembut.


"Tolong belikan makanan sehat untuk Suami saya karena iya belum makan seharian ini.Dan satu lagi, susu ditambah jahe Jagan lupa.Sayang beri dia uang"Ucap Queen disertai senyuman manis disertai nada perintah di akhir kalimat.


Alfa yang mendengar itu hendak menolak akan tetapi saat melihat wajah itu tersenyum dan tatapan tajam dari sang istri iya hanya bisa menghela nafas panjang untuk melepas beban di otak nya.Lagipula tak ada salahnya,iya juga sedikit lapar karena seharian tidak makan.


"Sayang,cepat kasih suseter nya uang."Desak Queen melirik sang suami yang masih saja diam ditempat nya.


"Jek."


"Iya,Tuan."


"Beri dia uang."


"Laksanakan."Ujur pria kekar itu,dan melangkah pergi diiringi sang suster.


keadaan ruangan kembali sunyi hanya ada keduanya dan satu anak kecil yang masih terbaring lemah di ranjang pesakitan miliknya.

__ADS_1


Alfa menatap lekat wajah istrinya."Makanlah dahulu,ia baik-baik saja"Ujur Alfa megelus lembut pipi Queen." Satu hal lagi,Kau tidak diizinkan beranjak dari tempat tidur sebelum kondisi mu membaik."Sambung Alfa dengan nada lembut,tetapi serat akan ketegasan,dan tak menerima bantahan.


Queen tidak bertanya lagi,dia dengan patuh menerima suapan bubur dari Alfa.Walupun tak bisa di pungkiri pikirannya masih tertuju pada Byan,iya tak bisa mengalihkan matanya dari sang putra barang sejenak.


Alfa yang melihat itu hanya bisa menghela nafas kasar,iya tau sang istri sangat kahawatir akan tetapi melihat wajah ceria sang istri berubah suram membuat dirinya ikut merasakan sakit dan kesal secara bersamaan,iya tak suka melihat wajah cantik ini berubah suram dan kuyu.


Iya juga binggung mau berbuat apa?,karena iya sama sekali tak memiliki pengalaman untuk membujuk maupun menghibur wanita.Iya terlalu kaku dan dingin bahkan bersosialisasi saja,iya menaruh batas.


Mata Alfa terus mengawasi gerak-gerik Queen.Gadis yang selama ini memiliki aura ceria dan berwarna berganti suram,bahkan tatapan gadis itu tak pernah lepas dari bocah laki-laki yang terlelap di seberang mereka.


Tanpa sadar,Alfa mengangkat tangannya dan mengusap wajah Queen.Queen yang mendapatkan sentuhan lembut secara mendadak dari seseorang membuat fokusnya teralihkan.Dia menatap Alfa lekat, kemudian menggenggam tangan laki-laki itu.


"Maaf."Ucap Queen lirih.


"Untuk apa?"Tanya Alfa lembut.


Tak ada jawaban dari gadis itu,iya hanya diam dengan mata tertutup rapat tampak nya iya ingin menjernihkan pikirannya,dengan bantuan tangan Alfa yang ada wajahnya.


"Kenapa bisa terjadi?"Tanya Alfa singkat.


Mendengar itu Queen membuka matanya, menatap mata tajam itu untuk sekedar mengetahui kemana tujuan pertanyaan yang dilontarkan oleh sang suami.


"Nona ALIANDERA tidak mungkin sebodoh itu"Ucap Alfa mengarahkan sesendok bubur kearah Queen.


Queen dengan pelan menerima suapan demi suapan dari sang suami,iya tau cepat atau lambat sang suami akan mengetahuinya sendiri bahkan mungkin saja iya sudah tau.Lagipula iya seharusnya percaya degan suaminya saat ini,walau bagaimanapun mereka masih terikat resmi.


"Ya,saya kecolongan dan bodohnya saya telat menyadarinya.karena setelah kita bertemu di lift tadi siang saat saya masuk keruang itu,Byan sudah memakan Semua nya."ucap Queen mengingat-ingat kejadian di mall barusan.


Flesbek on


Ting


Queen melangkah cepat dari lorong panjang, berharap segera sampai di tempat tujuanya degan langkah lebar dan setengah berlari,entah mengapa iya sedikit kahawatir dengan Biyan.


Saat dirinya hampir menuju pintu ruangan yang ditepati Biyan,iya melihat seorang Pelayan sudah membawa pergi piring kotor mungkin bocah laki-laki itu sudah selesai menikmati hidangan nya.


Tak ambil pusing Queen melangkah masuk kedalam ruangan privat yang sudah ada Byan disana.Saat masuk ternyata Byan sedang duduk santai ditemani beberapa cemilan manis,ada sesuatu yang mengganjal akan tetapi iya belum tahu apa itu.


Mendengar Suara yang akrab ditelinga nya dengan gembira iya melihat ke sumber suara,benar saja itu sang Mimy yang iya tunggu-tunggu kehadirannya saat ini.


"Mimy.."


"Sorry sayang,Mimy terlalu lama meninggalkan Byan.Apa jagoan Mimy baik-baik saja?."ucap Queen mengelus rambut coklat sang putra.


"Ya, Biyan baik-baik saja."Dengan senyum mengembang di bibirnya


"Tampaknya Biyan menghabiskan seluruh Hidangan?"ucap Queen memicingkan matanya


Mendengar itu Biyan tersenyum degan memperlihatkan barisan gigi putihnya,"Sorry,Biyan menyesal.Biyan sedikit tergoda dengan semuanya dan tanpa sadar menghabiskan semuanya."ucap Biyan dengan wajah tertunduk tampaknya iya takut jika sang Mimy marah besar dengan nya.


"Hahahaha" Queen tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sang putra kesayangannya yang terlihat seperti kucing kecil yang ketahuan mencuri.


Melihat sang Mimy tertawa,Biyan semakin menunduk apa dirinya membuat kesalahan lebih besar lagi?kenapa sang Mimy tertawa?Apa ada sesuatu yang lucu,yang iya lewatkan?


Setelah tawanya reda Queen kembali menginterogasi sang putra"Biyan, kenapa meja makan sudah dibersihkan?"tanya Queen cukup aneh, biasanya piring itu akan diambil saat orang yang ada disana sudah pergi atau sudah menyelesaikan makanan nya lagi pula tidak mungkin bocah laki-laki ini bisa menghabiskan makanan sebanyak itu!.


"Entah lah,tadi setelah Biyan makan dan mencoba berbagai hidangan ada kakak perempuan yang membersihkan nya."


"Apa makanan itu sudah habis?"


"Now,mana mungkin Biyan akan menghabiskan makanan sebanyak itu seorang diri.Kakak pelayanan mengatakan akan menghangat kan makanan nya agar Mimy tiba nanti makanan nya masih hangat."


"Yasudah kalu begitu."


Benar saja tak menunggu lama hidangan itu benar-benar kembali hangat,ada yang aneh akan tetapi setelah Queen bertanya mereka menang bertanggung jawab jika Hidangan itu sudah dingin akan diganti dengan yang baru mereka bilang itu telah menjadi kebijakan lama untuk restoran ini.


Setalah selesai menikmati hidangan Queen membuka suara "Baiklah,setelah ini Biyan mau kemana?"

__ADS_1


"Apa Mimy sudah selesai?"


"Ya,apa Biyan ingin nambah lagi?"


"Now,perut Biyan bisa meledak jika ditambah lagi"Ujur Biyan mengerucutkan bibirnya,degan tangan megelus perut mungil nya.


"Sayang,kau bisa semakin imut dan menggemaskan jika bertubuh gempal" ucap Queen mengoda Biyan dengan mata berbinar


"Cek,Mimy berhenti lah menggoda Biyan "


Kembali ke cerita_


Setelah mendengar cerita dari Queen,tanpa bicara Alfa menjauh dari Queen dan Biyan untuk menghubungi seseorang


Queen yang melihat sang suami menghubungi seseorang,hanya diam dan menyimak tanpa ingin banyak bicara.


Setelah panggilan terputus Alfa kembali mendekat dan duduk di tempat semula."Ada apa?"Tanya Alfa saat melihat raut wajah Queen yang tampak berfikir, dengan tangan yang masih setia menyuapi bubur kedalam mulut Queen.


Queen menggeleng pelan,"Tidak,aku sudah kenyang.Bagimana dengan Suami?kenapa suster itu lama sekali."sungut Queen mengalihkan pertanyaan yang di lontarkan sang suami.


"Satu sendok lagi"Ucap Alfa menatap lekat gadis itu.


"Aku tak suka itu,ini tidak enak aku ingin makan masakan suami saja."Ujur Queen memelas.


"Saat sembuh nanti"


"Kau yakin sayang?"tanya Queen berbinar senang.


"Hem,Habiskan makanan'nya"


Degan setengah Engan Queen harus menerima suapan demi suapan dari sang Suami,setelah suapan terakhir pintu ruangan di ketuk.


Nampak suseter yang sama dengan yang tadi mendorong troli makanan kearah keduanya,setelah lumayan dekat Queen dapat melihat berbagai jenis makanan yang cukup menggugah selera nya.


"Permisi,Tuan,Nyonya ini makanan nya."Ujur suster itu dengan wajah menunduk.


"Oh iya,Terimakasih atas bantuannya Suster Mika."


"Tidak usah sungkan Nyonya,saya dengan senang hati membantu Nyonya dan Tuan jika membutuhkan sesuatu.Kalau begitu saya undur diri Tuan Nyonya,jika perlu sesuatu bisa panggil saya"


"Iya,pasti saya akan kabari jika butuh bantuan."


Setelah kepergian Sang suster,Alfa yang sedari tadi diam mendengarkan percakapan keduanya pada akhirnya bisa menikmati makan siang nya degan tenang.


Sedangkan Queen yang melihat sang suami sedang makan,hanya mengamati tanpa berniat berkomentar.


"Ais,apa dia tidak ingin menawari?atau sekedar membagi dua makanan nya untuk istrinya yang cantik ini?."monolok Queen sambil mencuri-curi pandang pada makanan milik Alfa .


Sedangkan yang di pandang tampak cuek saja,sambil menikmati hidangan di hadapannya.Sebenarnya Alfa tak terlalu lapar dan berselera untuk makan,akan tetapi saat melihat sang istri yang sedari tadi mencuri-curi pandang degan Air liur yang hampir menetes membuat iya bernafsu makan sekaligus menggoda sang istri.


"Sayang kau yakin bisa menghabiskan semua itu?"Tanya Queen menatap wajah sang suami.


Mendengar pertanyaan sang istri,Alfa mendongak untuk melihat wajah sang istri."Tentu saja."jawab Alfa singkat kembali menikmati makanannya.


"Sayang,kau bisa bagi sedikit dengan ku?"ucap Queen dengan mata berkaca-kaca,iya sungguh sangat tergoda dengan berbagai makanan dihadapannya saat ini.


"T I D A K."


"Bukan kah itu masih banyak?Boleh yah?."


"Tidak, tetap tidak ."


"Tapi...."


"Tidak menerima bantahan."


Belum sempat melanjutkan ucapannya,iya harus bungkam seribu bahasa jika sudah tidak ke tiga kalinya.Queen lesu,Tidak ingin berdebat iya membalikan tubuhnya dan pura-pura tertidur.

__ADS_1


Alfa yang melihat itu hanya cuek,iya yakin gadis itu hanya sedikit kesal dan nantinya akan kembali seperti semula.Setelah selesai makan,Alfa membereskan semuanya melangkah keluar untuk memerintah pada salah satu Suster yang lewat untuk memberekan bekas makannya dan sang istri.


😝🙂😝🙃🥰🥰🙃😍😙😜😜😙😍😙😍😍😙😍😙😍🥰😚🥰😙🥰🥰😙🤣😙🤣😙🥰🥰😙🥰🥰🥰🧐'''


__ADS_2