
Rin membeku di tempat,jarak mereka begitu dekat, hidung mereka hampir bersentuhan,deru nafas mereka saling menyapu dengan lembut.
Rin semakin terpesona, sungguh calon suami nya ini Tampan dan rupawan,bola mata begitu indah, seketika jantungnya berdebar-debar tak menentu.
"cup...."
kecupan manis mendarat dibibir dingin itu,tak cukup sekali bahkan berkali-kali .
"oh sitttt.... manis sekali!"
melihat ekspresi wajah calon suami nya , yang kaku semakin membuat nya tergelitik geli.
" ekhem....."
membuat ketiga yamuk jantan yang tak berpasangan alias jomblo genes itu iri sekaligus malu -malu meong.
bagaimana tidak mereka baru saja melihat adegan dewasa ,yang tak harus nya dilihat oleh para jomblo seperti mereka karena itu akan menimbulkan bibit jomblo mereka memberontak ingin segera mendapatkan belahan jiwanya.
dan sekaligus membuat mata mereka ternodai ,ya walaupun sudah ternodai karena flm yang sering mereka tonton tak terbayangkan akan menonton adegan ini secara laif di Depan mata
tak mau menghilangkan momen ini cuma-cuma ,Jordy degan kameranya ber aksi.
"oh sittt..... aku ingin cari calon suami secepatnya"
"woy markonah ,elo itu cewek atau laki ?"
"gini-gini gue laki !"
"terus gapain elo cari suami ? iwwwwwew jangan-jangan elo????..."
"sembarang ni anak ,gue masih suka yg bodiy kayak gitar spanyol kalik."
" diyem kalian berdua gue ,lagi fokos ini ."
"elo dari tadi gapain diy?"
"momen kayak gini gak boleh dilewatkan, mungkin ini akan berguna suatu saat nanti"
"pinter juga elo yah"
" bagus yang banyak-banyak sekalian"
seyuman misterius merek bertiga terpatri, seperti nya mereka sedang merencanakan sesuatu , entah apa itu hanya mereka yang tau.
ucap merek berbisik-bisik tak ingin mengganggu aktivitas dua insan yang sedang di mambuk cinta ,degan hati-hati mereka melangkah mundur untuk memberikan ruang untuk mereka berdua.
***
tak tau apa yg ada dipikiran dua insan yang berbeda jenis kelamin ini, setelah sifat agresif sang Queen ,Al tak bicara sama sekali , tatapannya kosong dan tajam secara bersamaan , sikap nya semakin dingin dan tak tersentuh
terasa sekali kalau lelaki itu membuat dinding tak kasat mata , untuk menghindarinya atau bisa jadi untuk membuat jarak degan nya
"Dia terlihat dingin,tapi tidak .Bukan....bukan dingin.kupikir lebih ke acuh?itu juga kurasa kurang tepat .huhhh..ku pusing sendiri memikirkannya kemana semua emosinya ??"
memikirkanya semakin membuat gadis itu mengantuk ,dan pada akhirnya iya tertidur sepanjang perjalanan pulang tak tau apa yg terjadi selanjutnya Biar kan waktu menjawab nya
~
keesokan harinya Rin merasa kaget dan bingung , ketika rasa pusing di kepala nya mereda, mata sudah mulai terbiasa dengan cahaya matahari.iya mengedarkan pandangannya dan ternyata iya bukan di dalam kamarnya.
perlahan-lahan iya berjalan mengitari kamar itu ,tampak elegan dan mewah bau lavender menyeruak di indera penciumannya.
masih melihat-lihat tiba-tiba Hendphonnya berdering beberapa waktu, "Mommyyyyyy bawel" yang tertera di layar Hendphonnya.
sesaat setelah iya mengangkat nya , Sang empu langsung meyerbu bicara Tampa rem sama sekali, seperti biasa bawelnya tak pernah hilang
"kalian gak gapa-gapain kan semalem?"
"mom.."ucap sang kepala keluarga, yang menghentikan pembicaraan istrinya tentu iya tau kearah mana pembicaraan itu akan berakhir.
"sitt.. Ded kita harus jaga-jaga Jagan sampai mereka kebablasan"
"loh bukan nya ,Al sudah menjelaskan semalam"
"iya wanti-wanti aja lah pah"
"terserah mom aja "ucap sang kepala keluarga tak ambil pusing dengan kelakuan absurat wanita yang sudah bertahun-tahun ini menemaninya
"Queen kamu masih di sana kan?"
"yes ,mom "ucap Rin dengan mode malasnya , bagay mana tidak pagi -pagi sekali sang mommy sudah membuat telinga berdengung .
" mom mau gingatin, hari ini kalian ada agenda penting "
" agenda apa mom? perasaan hari ini hari Minggu"
" hari ini kalin fiting baju untuk persiapan nanti , kamu masih ingat kan butiknya ?"
"ya mom"
"bagus Jagan sampai kalian telat datang nya"
setelah sambungan telepon mati, setelah meletakkan benda pipih itu di atas nakas iya membalikkan badannya
tatapan Rin tertuju pada sebuah pintu berwarna putih yang ada di pojok ruangan kamar.langkah kecil kakinya mengarah ke pintu putih itu , setelah langkah nya semakin dekat ,tangan mungil itu meraih gagang pintu secara perlahan dan terbuka
seyuman kecil terbit di wajah cantiknya, tampak sekali kamar mandi minimalis tampak kaca transparan yang membatasi tempat stan shower dan washtafel.iya tak sabar ingin mencelupkan tubuh itu dengan air hangat pagi ini.
dirasa itu akan membuat rasa lelah letih nya tubuh ini karena terlalu lama berbaring ,"oh sitt.." seperti nya iya terlalu lama tertidur sehingga membuat tubuh itu terasa lelah.
dengan segera Rin menutup pintu kamar mandi,iya melepaskan pakaiannya melempar nya ke keranjang yang di siapkan untuk baju kotor
iya memenuhi bathtub dengan air hangat memasukan sabun cair dan segera berendam.benar saja iya merasa rileks setelah tubuh nya terendam sempurna belum lagi bau lavender dari sabun cair itu.
setelah puas dengan acara berendam iya bangkit dari tempat itu dan menggapai handuk yang ada di rak .
"oh astaga ,Rin "handuk itu tampak sekali kekecilan , Hanya menutupi bagian dadanya dan sampai ke paha atas nya saja ,dan tak cukup menutup seluruh tubuhnya.
__ADS_1
tok tok tok ..
"iya sebentar"
keluar perlahan dari kamar mandi ,mata nya menelisik Ruangan itu mencari sesuatu yang dapat iya pakai sementara untuk menutupi bagian tubuhnya
Rin tampak mondar-mandir mencari sesuatu, karena tak kunjung dapat apa yang dicari , terpaksa iya menarik selimut yang ada di tempat tidur untuk membalut tubuhnya dan bersamaan dengan itu seseorang membuka pintu.
ceklek..
Damn it.
Al mengumpat .
"ehh."
Al mengeluarkan ekspresi wajah yang begitu dingin + datar , melangkah maju mendekati kearah Rin .iya berdiri pas di hadapan Rin sedikit mencondongkan sedikit tubuhnya,karena jelas tubuh Rin tampak sedikit pendek dari Al
"pakai ini ,10 menit tidak lebih atupun kurang"
bisik Al dengan dinginnya
seketika telinga Rin tampak tergelitik karena hembusan nafas Al yang dingin itu menyentuh telinga nya.
"hehehe .. ayolah sayang jika ingin merayu bukan begini caranya, lagipula 10 menit tidak akan cukup ,aku belum gan..."
"5 menit ,kalo tidak saya tinggal"
"what ?? sayang "tamapk sekali wajah cantik itu memelas , bagaymana tidak 5 menit mana cukup untuk dirinya tampil cantik .
bukannya terbujuk rayuan nya , atau terpesona Al melayang kan tatapan tajam pada mata itu ,mata yang membuat semua orang takut dan bergidik Geri .
"hehe.. Oky 10 menit. sini bajunya"
mengambil paperbek di tangan lelaki itu melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya , terpampang jelas tubuh putih mulus itu mendongak kan kepala sedikit Tampa aba-aba iya mengecup sekilas bibir dingin itu
berlari menuju kamar mandi agar tak kena amukan sang robot ya walupun itu bukan yang pertama kali itu cukup membuat nya hampir copot jantung, setiap iya melakukan itu tampak sekali iya melihat kilatan amarah mata lelaki itu yang iya tahan .
oh sit melihat kilatan itu saja megerikan apa lagi menghadapi amarah nya ,bukan Rin nama nya jika tak membuat onar iya kerap kali memancing amarah orang lain .
membuat lawan nya mengamuk tak terkendali dan akhirnya tumbang karena amarahnya sendiri.
***
mobil Al berhenti di sebuah butik ternama di kota M ,dia dan Rin keluar dari dalam mobil melangkah masuk ke dalam butik tersebut.
"Queen ,Al kalian baru tiba ?"
"yes mom ,ada insiden sedikit"
"waht ,. kenapa bisa , kalian tidak hati-hati atau bagaimana?"ucap Nyonya Risa panik degan membolak-balik tubuh anak semata wayangnya takut terjadi luka serius .
melihat anak nya tidak apa-apa iya ingin menghampiri calon menantunya untuk melihat apakah ada luka di tubuh indahnya sang calon menantu
"tidak terjadi apa-apa antara kalian bedua ,luka atau goresan pun tidak .jadi insiden apa?" ucap Nyonya Risa memicingkan matanya tanda curiga pada anak dan calon menantu nya ini
sekaligus teman dekat mommy nya dan teman bisnis.
"dengerin tu mom"
"yasudah sini Tante perlihatkan gaun pengantin nya "
Nyonya Vina menarik lengan Rin keruangan khusus , pilihan nya jatuh pada gaun beberapa gaun yang tampak cantik dan elegan.
Rin mencoba gaun itu di kamar ganti , setelah diganti iya melangkah keluar untuk memperlihatkan nya pada mereka dan tentu saja yang utama pada sang calon suami Robotnya
rasa nya iya tak sabar melihat ekspresi wajah calon suami nya apakah ada tanda-tanda kekaguman nya atau terpesona dengan keindahan didepan matanya.
tap tap tap
langkah demi langkah terdengar yaring di ruangan itu , tampak seorang gadis cantik yang berbalut gaun pesta mermaid putih elegan pas ditubuhnya nya yang ramping.
semoga cocok dengan imajinasi kalian yah 🥰😅😅🤣🤣
" oh sit sayang kau tampak cantik and elegan"
" yes Beby ,lihat bahkan calon mempelai pria nya tak berkedip hhhhhh."
"Tuan muda Al sedang terpesona"
"bagaymana Al , apakah Rin tampak cantik?"
"emm"
" lihatlah Beby bahkan , mempelai pria nya sudah tidak bisa berkata-kata"
"oh ayolah memang seperti itu bawaannya ,diya tak akan bicara lebih dari 5 kata bahkan lebih sering kurang"
"berarti kamu punya kewajiban mengubahnya"
" apa Rin boleh punya suami lebih dari satu?tampak nya menyenangkan ,Rin bisa pergi ke yang lainnya jika yg lainnya membosankan"
tampak semua yang ada di sana melotot kan mata mereka setelah mendengar pertanyaan itu.
"Anak nakal .."
"tentu sayang kalau suami kamu mengizinkan"
mata Rin beralih memandang sang calon suami Robotnya ingin melihat reaksi nya
tampak tangan Al megepal kilatan kemarahan dari matanya,aura negatif menyeruak keluar.
melihat tanda bahaya tiba-tiba para ibu-ibu rempong pergi dari sana secara diam-diam, takut memicu meledakkannya amarah sang Tuan muda yang terkenal akan keganasannya
"cih.."terbayangkan olehnya penghianatan sang calon istri terdahulu , menipunya habis-habisan meremukkan hatinya sehingga membuat kepribadian seperti sekarang .
__ADS_1
sungguh mendengar pernyataan perempuan didepannya sekarang,membuka luka lama yang hampir iya lupakan , membuaat anggapan lama bahwasanya semua wanita itu sama saja selalu tak puas dengan satu hal.
masih sibuk dengan pikirannya dan kemarahannya yang hampir meledak tiba -tiba
benda kenyal menempel di bibirnya, hangat dan manis bukan pertama kalinya bibir itu meleset sekilas dibibirnya .
tapi yg ini tampak berbeda jika biasanya,jika biasanya bibir itu meng**up sekilas mangka yg ini tampak lama dan dalam, mel***t bibir nya semakin dalam
tubuh Al membeku ,otak tak bekerja dengan baik lihat bahkan sekarang iya tampak seperti gadis polos yang diambil ciuman pertamanya.
semakin lama dan mendominasi seperti tampak tak puas dengan permainannya sendiri Rin menggigit bibir bawah lelaki itu dan melepaskan pangutan bibir mereka.
sebelum bibir itu terlepas Al meraih Tengkuk Leher Rin , menyatukan kembali bibir itu tangan satunya meraih pinggang ramping Rin agar tak menyisakan jarak diantara mereka berdua.
1 menit 2menit
tampak tak ada tanda-tanda akan menyudahi permainan bibir mereka ,tampak sekali lelaki itu mengungkapkan emosinya dengan ciuman itu terlihat mendominasi menuntut .
merasa kehabisan nafas,Rin ingin mendorong tubuh lelaki merasa gagal iya mencoba memukul-mukul dada bidang itu dan akhirnya efektif lelaki itu melepaskan pan**tan mereka .
huf ..huf ..huf
nafas mereka terengah-engah , bibir Rin tampak kebas akibat permainan lelaki dingin yang ada dihadapannya sekarang. tak memikirkan itu iya menyandarkan kepalanya di dada bidang itu merasa pelukan hangat dari lelaki dingin yang selalu membuat sifat bar-bar nya keluar.
nyaman rasanya iya tak ingin melepaskan dekapan hangat itu tampaknya alam tak mendukung kedua ibu-ibu rempong telah kembali dengan berbagai macam ekspresi
tak ingin membuat mutnya rusak Rin menjauh kan tubuh nya ,pergi mengarah keruang ganti , bersikap biasa-biasa saja seperti tak terjadi apa-apa
yah walaupun iya tau sang mommy tak akan melepaskan nya begitu saja,tapi tampak nya mommy nya diam dan menyuruh nya berganti pakaian selanjutnya.
"sepertinya aku harus mendiskusikan tentang tanggal pernikahan ini secepatnya"
"kenapa lagi?"
"lihat bahkan mereka sudah ber... oh sit bagaymana jika mereka kebablasan aku tak bisa membayangkan itu ,apa lagi semalam mereka ....."
"ini membuat ku prustasi , sepertinya aku harus memberikan hadiah kecil pada anak nakal itu "
"kau Jagan berlebihan, lagipula Rin sudah besar iya tau mana yg baik dan tidak "
" oh sit... kau tak lihat sifat agresif nya itu ,oh bagai mana aku tak tau Jiak anak nakal itu seagresif itu pada lelaki "
"Jagan mikir yang enggak-enggak "
"yah udah kamu kamu harus bantu aku untuk memberikan pelajaran pada anak nakal itu "
"degan apa ?"
"hehheh,.. lihat entar "
"kalian lagi ngomongin apa ?"
hhhhhhhh
tawa para keduan ibu-ibu rempong mengelegar di ruangan itu ,tentu saja mereka menertawakan rencana mereka untuk megerja'i kedua anak muda yg sedang dimabuk cinta itu.
"kalian kenapa ? sakit?" ujur Rin aneh melihat tawa mereka yang tak biasanya , seperti ada rencana jahat di balik nya
"ehemmm.."
"gak apa-apa kita cuman tertawa aja ,kan udah lama gak ceriat banyak sama Tante Vina "
"iya sayang ,momy kamu bener"
"lihat Al tampak gagah dengan jas itu ,oh sit mereka berdua sangat serasi.sepertinya aku tak salah memilih bibit unggul.hhhhhhhh"
" aku jadi iri dengan mu Risa ,lihat kapan anak ku mau menikah? seperti nya aku juga harus ikut turun tangan"
satu persatu gaun itu iya coba dan nampaknya sang Queen sangat lelah apa lagi iya tak sarapan pagi,bahkan makan malam pun iya lewat kan karena bobok cantik nya .
jadi yang mana yg kalian suka aja ya ,yg mana menurut kalian cocok 😁😁.
setelah sesi pemotretan sekaligus percobaan gaun iya akhirnya bisa bernafas dengan lega , karena cacing-cacing perutnya mereka berdua sudah berdemo akhirnya mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
sedang Nonya Risa sudah kembali terlebih dahulu , katanya ada urusan mendadak .
tak ada perbincangan di antara mereka berdua, mungkin karena lelah atau sudah terlalu lapar .
biasanya sang Queen yg akan mencari gara-gara mungkin iya terlalu lelah bolak-balik mencoba gaun yg begitu berat nya ,blm lagi sang Tante meminta di abadikan
katanya untuk bahan promosi ,dan akhirnya iya terjebak disana sampai makan siang pun terlewatkan untuk saja iya mempunyai fisik kuat kalo tidak mungkin iya sudah ada dirumah sakit sekarang
setibanya di Mansion utama ,iya langsung pergi ke kamar nya ,entah lah iya tak menghiraukan orang lain kali ini yang iya pikiran hanya bertemu dengan kasur empuk nya.
pada akhirnya Rin menghempaskan tubuhnya kekasur empuk nya dengan lelah mendominasi ,entah lah itu seperti hukuman yg lebih megerikan dari apapun itu.
tak pernah terbayangkan olehnya jika iya harus mencoba gaun itu satu persatu , hampir semua koleksi di butik itu mencoba nya ,kalo iya tau akan seperti ini mungkin iya tak akan mau datang kesana tadi
dan lebih membuat nya kesal tak ada satu perhatian pun yg dilakukan oleh calon suami Robotnya itu , sepanjang perjalanan pertama sampai terakhir kali ini pun iya masih sama diam
sungguh iya bingung dengan apa yang terjadi pada calon suami nya itu ,jika iya tak menyukai pernikahan ini atupun iya memiliki kekasih bisakah iya bicara jujur
ohhhh memikirkannya membuat kepala pusing dan mungkin ingin pecah iya butuh teman curhat atau tempat bersandar untuk saat ini
dan pada Akhirnya iya akan seperti gadis pada umumnya manja , cengeng ,dll tapi itu tak pernah tampak di mata orang lain kecuali orang-orang terdekatnya , bahkan itu pun tak semua nya
iya bukan wanita yg senang menyusahkan atau jadi beban ,iya tak pernah termasuk ke keriteria itu tapi entah mengapa setelah iya bertemu dengan seorang lelaki yang dingin dan Tampa ekspresi itu iya sedikit merubah kepribadian nya yg bertolak belakang dengan kelakuan nya selam ini
sungguh lelaki itu terlalu membelenggu nya iya tak bisa rasa nya berjauhan dengan lelaki itu .iya tak tau apakah ini cinta atau hanyalah ketertarikan sementara
🥰😉😙🙄🙄😔😌😌😏😏😏😒😒😒😊😉😉😂😂😂😂🥰😒😌😏😭😭
__ADS_1
ayo guys baca terus ,dan tolong dukungan'ya saya sangat membutuhkan nya , Jagan lupa jempolnya yah😊😊👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍