
Tampak saat ini Queen menikmati kesendirian nya ,saat sedang menikmati waktu santai habis berenang .Queen dikagetkan ,dengan dering telepon nya.
Derttt... Derttt ... Derttt..
Queen meraihnya , terlihat Nama Diy disana .oh iya lupa sesuatu,bukan nya tadi pagi iya mau bicara dengan Lelaki ini .
"Maaf Nona,Saya mengganggu "
Ucap suara, yang berada di ujung telepon
"No DIY ,Aku Memang ingin bicara dengan dirimu . Apakah ada masalh?"Tanya Queen dengan lembut
"Tidak Ada Queen."
"Kau Berbohong DIY "
"Hufffff .. maaf Queen " Ucap Jordy melemah ,iya memang tak bisa berbohong jika sudah berhadapan dengan Gadis ini
"Sudah aku bilang, kalian tak akan pernah bisa berbohong degan Gadis. Lemah Lembut seperti aku ini "ucap Queen dengan PD nya
"Queen tampaknya anda cukup Narsis sekarang" ucap Jordy dengan Sura datarnya
Mendengar itu Queen tampak terkekeh,iya tau tampaknya Lelaki ini sedang tak ingin diajak bercanda.
"Baiklah ,langsung pada intinya.Bereskan semu barang-barangmu di kantor itu secepatnya, saya beri waktu 3Jam. kau megerti "ucap Queen mulai serius
Jordy hanya diam terpaku mendengar itu semua , apakah iya di pecat ?tapi apa ke- salahnya?
"Queen anda sedang bercanda bukan?"
Ucap Jordy dengan bergetar ,tampak iya tak begitu percaya dengan pendengaran nya barusan
"Tidak, itu kenyataan DIY !Bereskan jangan sampai tersisa" ucap Queen tegas tanpa bantahan
Kepala Jordy tampak berputar-putar,iya sungguh bingung dengan keadaan ini?iya tak bisa berbicara, rasanya tenggorokan nya kering seketika
Iya merasakan sunami besar melanda tubuh nya,iya lemas dan jatuh pingsan. mendengar sesuatu benda jatuh dengan kerasnya dan lelaki itu tak bicara ,Queen tampak cemas sendiri
"DIY ,Diy apa yang terjadi ?"
Tak ada Jawaban sama sekali , Seketika Queen mematikan sambungan telepon dan menghubungi staf yang berada disana
Untuk memastikan keadaan Lelaki itu ,dan benar saja .lelaki itu jatuh pingsan, langsung dilarikan kerumah sakit
Queen yang mendengar itu terburu-buru untuk Menganti pakaian dan segera menuju rumah sakit ,iya sangat khawatir dengan keadaan Lekai itu .
***
Setelah Lama menunggu dalam keadaan gelisah , Akhirnya iya bisa melihat keadaan Lelaki itu .sebelum nya iya sudah berbincang dengan Sang Dokter
"DIY !are you okay?" ucap Queen pelan
Jordy hanya menatap Nanar Gadis didepannya saat ini ,iya kembali ingat jika gadis ini memecat dirinya
Saat iya ingin berbicara , Queen menghentikan kan nya .iya tak ingin lelaki ini berpikir yang tidak-tidak ,tentang perbincangan nya barusan
__ADS_1
"Kau membuat aku hampir Jantungan DIY . aku tau itu sangat meyakitkan" ucap Queen lemah ,iya tak berbohong soal itu
Bagaimana tidak , walupun bukan saudara Kandung. iya atak akan lupa jika mereka tumbuh bersama dari kecil
Bahkan iya cukup manja ,dengan lelaki ini .iya selalu pergi kemana-mana berdua dan tentu mereka belajar tentang bisnis bersama-sama
Yang mengembangkan bisnis itu manjadi sebesar dan semaju ini ,tentu adalah campur tangan dirinya . iya gak akan pernah lupa kebersamaan mereka
Queen meletakkan kepalanya untuk bersandar didada bidang Jordy ,iya meneteskan air mata sehingga membasahi pakaian Lelaki itu
"Sudah aku bilang jangan membuat aku khawatir ,kalian selalu saja tak mendengarkan ucapan ku . kalian sangat keras kepala "
Ucap Queen dengan mengetuk-ngetuk Dada Jordy , matanya tak bisa berhenti mengalir kan air mata . iya ingat betul mereka selalu bergantian membuat iya khawatir
Diy,Ito dan sang Abang Geren yang cukup jarang membuat nya khawatir.akan tetapi ,sekali mereka berbuat sesuatu iya akan merasakan lebih sakit Dan Khawatir
Dibandingkan dengan Riy dan Abang Stev, Mereka berdua memang sering bergulat . tentu akan lebih sering terluka ,jadi iya tak terlau khawatir
Dan sedangkan mereka bertiga yang berada di ruangan , bukannya baik-baik saja malahan lebih parah . mangkanya iya selalu mengingatkan untuk mereka istirahat
Walupun hanya dari pesan singkat,itu sudah lebih cukup .dan mereka masih saja keras kepala ,tak ingin mendengar perintah nya
Bahkan Queen sempat lupa jika iya lebih keras kepala dari mereka semua πππ€£
"Lihat siapa yang bilang orang keras kepala , padahal iya yang lebih Batu dari mereka semua .Hhh "Balas Jordy dengan Tertawa kecil
Mendengar itu Queen mengangkat kepalanya, dan Menjauh .iya malu sendiri karena lupa jika iya lebih Batu ,bukan Queen namanya jika bisa diejek
"cek ,tapi kan Queen itu masih wajar " Ucapnya dengan merenggut
Melihat itu Queen Megadukan nya dengan Tito, menampakkan wajah cemberut nya .
Andri dan Tito yang melihat itu bingung, ada apa dengan Gadis ini ?
" Abang ITO ,dia Megejek aku " ucap Queen dengan bergelayut manja di lengan Tito
Mendengar itu Tito mendelik kearah Jordy, melihat sinyal bahaya. Jordy mencari cara untuk selamat dari Bencana
"Abang iya Mengatakan jika kita kepala Batu " ucap Jordy Megadukan ucapan Queen
Mendengar itu Queen mendelik tajam pada Jordy, klo begitu iya yang dapat masalah jika begini ceritanya
"Hehehe .. Abang ITO Bawak apa ? Queen laper " ucap Queen dengan mata berbinar
Iya mencoba mengalihkan perbincangan takut-takut ,iya yang kena ujung-ujungnya .
"Lihat ada yang lari, Hhh " sindir Jordy dengan tawa kecil
Queen diam saja dengan makanan yang iya nikmati,iya tak perduli lagi akan hal itu .dan pada akhirnya mereka menikmati makanan yang dibawakan oleh Tito
Jordy disarankan untuk menginap beberapa hari ,untuk memastikan jika tak ada hal yang menghawatirkan .
Awalnya iya menolak, akan tetapi jika sudah mendapatkan ancaman dari 3 Orang dihadapannya ini .membuat iya tak bisa berkutik lagi
"Aku pulang Duluan yah ,sudah hampir gelap " ucap Queen berbicara pada ke-3 Lekai didepannya saat ini
__ADS_1
"Queen pulang pakai apa?" ucap Andri menyelidik
"Aku bawa mobil ,sudah Jagan menatap ku seperti itu "ucap Queen kesal
"Apa tak seharusnya diantar Saja Queen"Tanya Toto dan kedua cecuguk itu tampak mengangguk serempak
Mendengar ucapan dan kekompakan mereka,Alfa hanya menghela nafas panjang
Huffffff
"Biar saya antar saja Queen" potong Andri lagi
"Tidak usaha kalian jaga saja DIY dengan baik, lagipula aku bukan anak kecil lagi "ucap Queen mulai kesal dengan mereka
Sebelum mereka berbicara kembali, Queen sudah terlebih dahulu menghentikan nya .dan tetu dimenangkan oleh dirinya
~
Queen telah tiba di Halaman depan Rumah, pada hari yang sudah mulai mengelap .
Iya meloncat dari mobil setelah menghenti- kan kendaraan roda empat itu pada tempatnya.
Setelah pak Joko melangkah ke arahnya iya segera melempar kunci itu , untuk memberi- kan kode menyimpan nya dalam garasi
Langkah nya terlihat cepat memasuki Rumah. pikiran nya saat ini sedang kalut , Karena iya lupa meminta izin pada suami Robotnya
Iya melupakan jika masih dalam masa hukuman . jadilah sekarang iya mengupat DIY terus karena ini semua ulah Lelaki itu
Langkahnya semakin terburu-buru menaiki tangga,iya menuju kamarnya dan iya juga berharap jika Laki-laki itu belum pulang
Atau tidak iya berharap suasana hati lelaki itu sedang baik saat ini . setelah sampai depan pintu kamar , Queen tampak ragu-ragu membuka pintu
Takut-takut iya langsung mendapatkan masalah setelah melangkah masuk . dengan pelan Queen memutar kenop pintu membukanya dikit demi sedikit
Berharap tak ada orang didalamnya .Queen melangkah masuk , dengan sedikit menunduk dan penuh hati-hati bagaikan maling yang takut ketahuan
Langkahnya terhenti mendadak dan matanya terbelalak .tubuhnya kaku dan susah digerakkan
.
.......
...
..
Ayo gays dukungan nya Jagan sampai macet ,nanti Author nya juga konsket ππππ
karena tanapa dukungan kalin Novel ini akan berakhir sama seperti Novel pertama saya yang disebelah ππ£π£ππ
Jangan lupa jempolnya πππdan komentar yang memotivasi yah semua nya ππ₯°
Terimakasih Dukungan nya , sampai saat ini ππ
βΊοΈππππ ππππ₯°πππππππππππππππππππππππ
__ADS_1