Menahlukkan Suami Diginku

Menahlukkan Suami Diginku
Sikap manja Queen


__ADS_3

Tap!Tangan besar dan kekar itu dipegang sehingga menghentikan aktivitas itu.dan berkahir kedalam genggaman Queen secara cepat, saat lelaki itu lengah.Queen perlahan megubah posisi tubuhnya,agar miring menghadap kearah Alfa.degan mata yang masih setia terpejam, terlihat jika gadis itu ingin mengerjai suaminya,saat ini.


"No,need to pretend(Jagan,berpura-pura)."ucap Alfa dengan suara diginnya,mencoba melepaskan legannya dari dekapan Queen.


"Biarkan begini,aku hanya ingin istirahat sebentar saja!"ucap Queen masih setia menutup matanya,dan semakin erat memeluk lengan Alfa sehingga membuat laki-laki itu harus lebih mendekat pada Queen.


Mendengar itu mau tak mau Alfa hanya diam ditempatnya, memperhatikan wajah Queen sedekat itu membuatnya terpaku.sebelum akhirnya iya dikejutkan dengan gerakan sepontan gadis itu.


"Me, can i ask you something?(Aku,boleh minta sesuatu?)"tanya Queen menatap mata tajam Alfa, dengan tatapan berbinar nya.


Melihat tatapan itu.tatapan yang tak pernah iya lihat,setelah beberapa Minggu belakangan ini. membuat dirinya tak bisa menolak,walau bagaimanapun iya tetap merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa gadis ini.Entahlah,iya tak pernah merasakan perasaan mellow seperti ini akan tetapi setiap dekat dengan gadis aneh ini! iya ikut-ikutan aneh,karena tidak mengenali diri sendiri.


"Hanya satu. "Ucap Alfa,menarik legannya perlahan.


Mendengar itu Queen hanya mengangguk saja, lagipula iya memang akan meminta satu permintaan."Aku,ingin tidur dipelukan Suami tercinta."Balas Queen dengan senyuman manisnya,tangan terlentang tampak seperti ingin didekap hangat, terlihat mata hitam yang berbinar berharap dikabulkan.


Mendengar itu, Alfa Hendak menolak mentah-mentah.akan tetapi setelah melihat ekspresi wajah memelas bagi kucing megemaskan,iya bernafas panjang lagipula iya sudah berjanji sebelumnya."Hem."setelah menyetujuinya ,Alfa melepaskan jas yang melekat ditubuhnya yang iya letakan di atas kursi.menaiki ranjang khusus untuk pasien,


untuk saja ranjang itu lumayan luas sehingga tidak terlalu berhimpitan untuk mereka berdua.


Setelah membaringkan tubuhnya pas disamping Queen.Alfa meletakkan tangannya untuk dijadikan bantal gadis itu,sedangkan yang satunya melingkar di pinggang Queen atas permintaan gadis itu sendiri.


Secara perlahan tubuh Queen menyusup masuk dalam dekapan hangat Alfa,aroma tubuh pria itu tercium jelas di indera penciuman nya.iya mencari posisi ternyaman, dan tak butuh waktu lama gadis itu kembali ke dalam mimpi indahnya.


Alfa yang mendengar dengkuran halus Queen, menundukkan kepalanya,untuk melihat apakah gadis itu benar-benar sudah terlelap atau hanya berpura-pura.


Melihat wajah damai yang tampak megemaskan itu,membuatnya menerbitkan senyum tipis yang hampir tak pernah ada di kehidupan nya saat ini.


Iya semakin merapatkan tubuh gadis itu kedalam dekapannya,takut jika gadisnya kedinginan atau terjatuh dari ranjang mereka saat ini.dan tampak iya juga ikut terbuai kedalam mimpi indah ,degan mendekap erat tubuh mungil Queen.


Dibalik sikap digin datar dan irit bicara dari suami Robot nya,iya memiliki perlakuan lembut untuk Gadis manja seperti dirinya.entah sadar atau tidak dengan perlakuannya yang berbeda jauh dari sikap digin yang iya keluarkan pada gadis lain nya.


Iya tak terlalu ambil pusing akan hal itu karena hatinya masih tetap batu,yang tidak semudah itu membuatnya empuk dan lunak.seberapa kali pun iya direbus mendidih degan air hangat iya masih akan tetap menjadi batu keras yang tak bisa dimakan.


Itulah Alfa sesungguhnya,iya berbuat baik dan lembut bukan berarti hatinya melunak. iya hanya memerankan yang sekiranya ingin iya perankan.toh gadis itu sudah menjadi miliknya walupun tanpa dasar cinta,jadi itu hal yang biasa saja baginya.


Jika itu yang berputar di isi otak Alfa , berbeda lagi dengan Queen yang melakukan sesuatu dengan kesenangannya.mau cinta atau tidak jika sudah menjadi miliknya akan selalu digenggam'annya .


Suka atau tidak? itu yang harus diterima,iya bukan gadis yang gampang jatuh cinta atau luluh dengan perlakuan lembut seseorang yang berlainan jenis dengan nya, apalagi perhatian itu dari orang asing bukan sesuatu hal yang istimewa baginya.


Iya juga memiliki pemikiran sendiri dalam hubungan mereka berdua saat ini,akan tetapi bukan berarti iya tak menerima akan melepaskan begitu saja.iya akan lebih cenderung bersikap seperti orang jatuh cinta dan melakukan hal sesukanya dari pada sang suami jatuh ke tangan pelakor diluar sana.


Lagi pula suaminya sangat sempurna,tentu iya tak akan melepaskan nya begitu saja.iya ingin berlama-lama bermain dengan tantangan pernikahan tanpa cinta,dari pada pernikahan yang bedasar saling cinta.


Baginya jika pernikahan didasari dengan jatuh cinta bukan tidak mungkin berakhir teragis dengan luka hati yang membekas di ingatan dan hati kecil nya.


Jika itu terjadi,bukan gak mungkin iya akan lemah dan mengikuti kehendak pasangan nya dan menutup luka bakar yang perih di relungan hatinya.Iya tak menyukai hal itu,iya lebih suka di cinta dan Menaklukkan.Dari pada harus cinta Bodoh pada pertengahan pernikahannya nanti.


Mereka menikmati tidur siang dengan berpelukan hangat,entah lah mereka tidak sadar jika mereka sudah saling nyaman dengan keberadaan masing-masing.


~


Waktu menunjukkan pukul 11:45,saat ini Hana sedang berada di dalam lif menuju ruangan Raka.


Sedangkan Raka saat ini sedang berkutat dengan pekerjaannya,lalu datang seorang wanita yang merupakan sekertaris Ica yang membawa beberapa berkas entah apa isinya.


"Permisi,Sekertaris Raka!"ucap sekertaris itu mendekat ke meja Raka


"Hemm.Ada yang bisa saya bantu sekertaris Ica?"tanya Raka dengan mata dan tangan masih fokus pada pekerjaannya.


"Maaf kalo menganggu,ini ada beberapa berkas yang harus anda periksa!"ucap Sekertaris Ica.


"Simpan saja di atas meja."


Wanita itu meyimpan beberapa dokumen diatas meja.


"Kenapa belum pergi?" ucap Raka mengangkat satu alisnya binggung,melihat wanita itu belum juga pergi dari ruangan nya

__ADS_1


"Emmm.. itu ,saya mau nanya apakah Tuan tau Siapa perempuan yang bernama Rin?"


"Dari mana kau tau nama itu?"


"Saya mendengar jika perempuan itu telah sadar dari koma,dan saya lihat Tuan muda bereaksi sedikit aneh setelah mendengar kabar itu."


Deg


"Queen sadar?"monolok Raka lirih ,iya turut bahagia dan terharu mendengar kabar baik itu


Disaat keterkejutan Raka dengan kabar baik itu,seseorang membuyarkan lamunan nya.


Tok.. tok ..tok ..


"Boleh saya masuk?"Ternyata ketokan itu berasal dari seorang gadis cantik yang sudah menjadi istri nya saat ini.


Melihat seseorang gadis cantik yang megetuk pintu,membuat wanita itu melirik dengan pandangan yang entah apa maksudnya hanya iya yang tau baik buruk dari pandangan nya.


"Tentu Bey, silakan masuk "ucap Raka dengan senyuman semeringai, setelah melihat istrinya datang dengan membawa rantang yang iya yakin adalah masakan istrinya.


Melihat perubahan wajah dari Raka,membuat wanita itu merasa aneh setelah melihat perubahan derastis dari pria kaku satu ini yang memiliki tingkat kedataran sebelas dua belas dengan Alfa.


"Kamu bisa pergi,jika ada perlu saya panggil kamu lagi nanti "ucap Raka kembali Digin saat berbicara pada sekertaris bernama Ica itu.


"B-baiklah"Ucap Ica melangkah keluar Ruangan.


Hana Duduk disebuah sofa yang ada disana, meletakkan rantang nya di atas meja sofa . Melihat kearah sang suami yang melangkah mendekati nya dengan senyuman manis Hana menyambut pelukan hangat suaminya.


Tak bisa duduk santai itulah yang terjadi pada dirinya saat ini.Raka mengangkat tubuh mungil Hana, agar duduk dipangkuan nya iya masuk dalam dekapan hangat istrinya.


"Sayang, apakah pekerjaan mu sudah selesai?"Tanya Raka lembut ,degan megelus pelan Rambut Hana.


"Hem.Hari ini cukup sengang,mangka dari itu aku bisa masak untuk makan siang kita."


"Istri yang baik"Ucap Raka ,memberikan kecupan lembut di pipi kiri kanan Hana.


"Masih banyak?"


"Tidak,hanya memeriksa beberapa berkas setelah jam makan siang saya akan kembali menemani Nyonya cantik ini."sambung Raka memberikan pengertian pada istrinya agar tidak je'les dengan nya.


"Kerjakan terlebih dahulu sampai selesai, tidak apa-apa! lagipula pekerjaan mu adalah tanggung jawab mu."


"Baiklah,duduk diam jadilah istri yang penurut."setelah mengatakan itu, Raka mengangkat tubuh mungil Hana menundukkan tubuh itu tepat disofa dan iya kembali ke mejanya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Beberapa menit berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 13:35 akan tetapi.tak ada tanda-tanda Raka meyelesaikan tugasnya, sehingga membuat Hana Bosan karena sedari tadi duduk diam tanpa melakukan sesuatu


Tak ingin semakin bosan dan menahan lapar,Hana melangkah mendekati Raka yang sedari tadi stey di mejanya.


Tak tak tak


Mendengar suara hak sepatu yang mendekat padanya Membuat Raka melirik ke arah sumber suara, terlihat sang istri dengan wajah lesunya.


"Ada apa sayang,kamu butuh sesuatu?"Tanya Raka dengan tatapan tanpa berdosa nya


"Ini udah jam berapa?udah lewat makan siang!"Ucap Raka sambil memanyunkan bibirnya.


"Emang jam berapa?"tanya Raka dengan wajah bodohnya


"Udah jam 13:35,emang gak lapar dari tadi geliatin berkas terus"monolok Hana dengan wajah kesalnya


"Maaf,untung kamu gigatin kalau enggak? mungkin akan kelewat lagi jama makan siangnya."


Degan wajah bersalah nya,Raka mengandeng tubuh Hana untuk duduk kembali ke sofa.


meyiapkan makan yang telah dibuat sang istri dan melahap habis masakan sang istri sampai tak tersisa


Mereka menikmati makan siang yang telah terlewat dengan suka cita dan penuh canda tawa.

__ADS_1


Dilain tempat,tepatnya di sebuah apartemen mewah yang dihuni oleh seorang laki-laki tampan degan tamu seorang gadis cantik.yang beberapa akhir ini membuat rusuh diapartemen nya, mengacaukan hari-hari damai dirinya bahkan membuat Semua kekacauan yang semakin meningkat.


Seperti sekarang ini,laki-laki harus dihadapkan pada situasi dimana dapur yang semulanya rapi dan bersih menjadi berantakan bagikan kapal pecah.


Prang


"Apa yang kau lakukan didapur ku?"ucap Riy dengan wajah kesalnya


"Hehehe.Saya hanya berniat bikin sarapan"ucap gadis itu dengan megaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.


"Sudah saya bilang, Jagan sentuh apapun barang milik saya!"Tambah Riy dengan tatapan tajam yang siap menghunus Kiren yang tepat depannya saat ini.


Mendengar suara rendah namun tajam dan tegas itu membuat nyali Kiren menciut seketika,iya hanya menunduk dengan wajah Memelas nya.


"Maaf,Saya hanya lapar"ucap Kiren tak berdaya


"Menyingkir dari sana,duduk diam di meja makan biar saya buatkan"usir Riy tak ingin membuat dapurnya semakin hancur lebur


Mendengar itu dengan senang hati kiren meyinkir dari sana,duduk diam memperhatikan gerak-gerik Riy yang begitu Lihai memasak tanpa kesulitan sama sekali.


Tak beberapa lama makanan siap disantap, Riy Membuat lobster Omelet dua porsi untuk nya dan untuk gadis itu .melihat makanan sudah dihidangkan Kiren menyantap makanan itu dengan wajah semeringai nya iya baru tau jika pria galak ini jago masak juga .



"Ternyata laki-laki pemarah seperti lo juga bisa masak seenak ini yah!"ucap Kiren dengan sesekali meyuap makanan kedalam mulutnya


Mendengar penuturan itu,Riy hanya melirik sekilas tanpa berniat meladeni mulut pedas gadis resek didepannya saat ini.


Setelah selesai makan Riy membersikan semuanya termasuk mencuci piring,Kiren berniat membantu akan tetapi iya tak memiliki kepercayaan dari laki-laki itu iya tak dibiarkan meyentuh apapun itu kecuali saat iya makan barusan.


Hari-hari kiren suntuk di dalam Apartemen Riy, iya tak bisa kemana-mana selain melakukan aktivitas itu-itu saja.sehingga Membuat dirinya mati bosan jika seperti itu terus menerus


Saat duduk-duduk dengan kedongkolan dihatinya, tiba-tiba Kiren melihat Riy keluar dari dalam kamar nya dengan pakaian kasual Membuat kiren berbinar senang


"Kau mau pergi kemana?"tanya kiren mendekat pada Riy dan memutari laki-laki itu


"Bukan urusan mu!" ucap Riy Dengan wajah juteknya


"Ikut"Ucap Kiren menarik ujung pakaian Riy


"Not "


"Ikut ,yah aku mau ikut!"Ucap Kiren dengan wajah Memelas nya


"Bersiaplah,akan tetapi jika ingin ikut Jagan pernah berbuat ulah jika terjadi lihat apa yang akan aku lakukan!."ucap Riy dengan ancamannya diakhir kalimat


"Hemm"degan secepat kilat Kiren melangkah pergi ke kamarnya untuk bersiap,iya tak Boleh menghilangkan kesempatan ini


Setelah 10 menit akhirnya iya telah siap untuk menghilangkan kesuntukan, kejenuhan dan segala macam Mager yang beberapa hari ini megelayut manja dengan nya.


Degan senyuman lebar di wajah nya iya menikmati perjalanan panjang yang sebenarnya iya gak tau mau kemana,akan tetapi Mada bodoh dengan itu yang terpenting iya bisa jalan-jalan tanpa beban dipikiran.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, membuat Kiren bisa menikmati pemandangan di sekitarnya dengan nyaman.iya tak pernah terpikir jika hidupnya akan serumit ini ,iya kira menjadi antagonis akan bahagia seperti di film-film atau buku cerita .


Dan ternyata itu salah besar, antagonis lebih dahulu merasakan ketidak beruntung dalam hidupnya sehingga menjerumuskan kedalam hal yang sesat .


Seharian iya menemani Riy dengan aktivitas laki-laki itu,iya tak banyak berbuat ulah iya hanya menurut saja bahkan iya lebih banyak diam sehingga membuat Riy senang sekaligus bingung dengan sikap aneh gadis itu.


"Ada apa dengan Lo ? Lo sakit?."tanya Riy megereyit Heran


"Gue gak papa ,gue baik-baik saja"ucap kiren dengan senyuman manisnya


"Lo yakin ?"tanya Riy bergedik Geri melihat sikap sok manis kiren yang baginya mengerikan itu.


"Iya sangat yakin "balas kiren yang kembali fokos pada jalan raya


Setelah perbincangan itu Riy kembali fokos dengan kendaraan nya, sehingga mobil itu kembali hening Tanpa perbincangan.

__ADS_1


__ADS_2