
Sore harinya..
Meena pun langsung bergegas pulang kerumah.Dan ia pun mulai bersiap siap akan pergi.Mengikuti kencan buta yang sudah direncanakan Nisa sang ibu.
Setelah bersiap siap,Meena langsung menuju restoran yang sudah ditentukan oleh Nisa.
Sesampainya di restoran,Meena sesaat melirik ke beberapa meja yang.
Dan tiba tiba seorang pelayan datang menghampiri Meena
"Selamat malam nona.. apakah nona sudan memesan tempat sebelumnya??"Sapa pelayan tersebut dan bertanya
Meena pun menoleh kearah pelayan tersebut
"Ah..Iya..Aku sudah membuat janji dengan nomor meja ini."Jawab Meena sembari menunjukkan kertas pada pelayan tersebut
Sang pelayan pun membaca isi kertas tersebut
"Baik nona..Mari ikut saya,saya akan mengantarkan nona kemeja yang sudah dipesan sebelumnya."Jawab sang pelayan
__ADS_1
Meena pun hanya mengangguk dan mengikuti sang pelayan menuju meja yang sudah ditentukan
Dan sebelum tiba dimeja tersebut,dari kejauhan Meena memperhatikan seseorang yang tengah duduk menunggu dirinya
Seseorang tersebut tak lain adalah Tony sendiri.Yang ternyata juga disarankan eh orang tuanya untuk mengikuti kencan buta
Meena pun langsung menemui Tony
"Maaf,apakah kau orang yang sedang menungguku?"Tanya Meena langsung
Tony pun menoleh dan langsung tersenyum
"Hai..Ya,aku yang sudah menunggumu..Kamu yang bernama Meena bukan??"Tanya Tony yang begitu bersemangat saat bertemu langsung dengan Meena.
Woah..Ternyata dia lebih cantik aslinya dari yang difoto..Tidak salah aku menerima kencan buta ini..Aku harus menaklukan dirinya..Batin Tony yang langsung merasa tertarik dengan Meena
"Ya..Aku Meena."Jawab Meena datar
"Silakan duduk..Aku Tony..Salam kenal." ujar Tony memperkenalkan dirinya pada Meena.
__ADS_1
Meena hanya mengangguk
Mereka akhirnya pun menghabiskan waktu untuk makan malam bersama dan mengobrol
Namun,bagi Meena pria yang ditemuinya justru membuatnya bosan.Karna Tony begitu banyak bicara dan membosankan
"Kamu tahu,aku bekerja diperusahaan yang cukup besar..Dan posisiku sebagai manager..Aku bisa merekomendasikanmu untuk masuk perusahaan tempatku bekerja..Dan kita bisa saling bekerja sama,bisa sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama sama..Hehehe."Ujar Tony panjang lebar,yang terus menceritakan tentang dirinya.
Meena hanya menanggapinya dengan senyuman yang terpaksa.
Kenapa dia cerewet sekali..bahkan lebih cerewet dari mama..Banyak bicara sekali dia..Gerutu Meena dalam hati .
Sementara Tony justru menikmati obrolannya dengan Meena.Biar pun tak begitu banyak bicara,tapi baginya Meena masih menanggapi semua obrolannya.
"Aku juga sangat hobi dengan main sepak bola..Aku juga suka jalan jalan..aku suka warna biru dan putih..Dan bagaimana denganmu Meena?Aku penasaran dengan tentang dirimu."Tanya Tony yang penasaran
Meena yang berusaha menahan dirinya,akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka.
"Maaf,sepertinya aku harus pulang..Ini sudah malam."Ujar Meena yang ingin mengakhiri obrolan dan pertemuan mereka.Dan langsung beranjak bangkit
__ADS_1
"Hah??Kenapa cepat sekali??Ini masih sangat awal..dan kamu juga belum menceritakan tentang dirimu..Aku ingin tahu semua tentang dirimu Meena."Ujar Tony yang bingung
"Tidak ada yang perlu ku ceritakan tentang diriku..Karna ini pertemuan terakhir kita..Aku merasa kita tidak cocok..Jadi terima kasih untuk waktunya..Selamat tinggal."Jawab Meena dengan nada cuek dan pergi meninggalkan Tony begitu saja