
Meena yang bersiap-siap akan pergi,tiba-tiba saja dipanggil oleh ibu mertuanya.
"Meena." panggil Siska.
Meena pun langsung menoleh.
"Aku minta uang untuk beli gas dan beras." ujar Siska meminta uang pada Meena.
"Oh.. nanti aku akan transfer setelah Yudha transfer uangnya padaku." jawab Meena.
"Memangnya kau tidak memiliki uang sama sekali??" tanya Siska yang langsung kesal.
"Tidak ada.. karna aku tidak pegang cash saat ini." jawab Meena.
"Lalu bagaimana kau akan pergi,kalau kau tidak pegang uang?" tanya Siska yang heran.
"Temanku akan menjemputku..Makanya aku bisa pergi."jawab Meena.
"Siapa temanmu??Apakah seorang lelaki?" tanya Siska yang langsung menuduh Meena.
Meena pun langsung mendengus sambil mengeluarkan ponselnya.Menunjukkan bukti chatnya dengan Luna.
"Apa ibu percaya??jangan coba memfitnahku lagi bu..kalau ibu tidak mau terima balasannya." ucap Meena langsung menyindir.
__ADS_1
Siska langsung melihat Meena dengan sinis.
"Kalau begitu langsung transfer saja uangnya padaku.. biar aku ambil sendiri." ujar Siska yang memaksa.
"Bu..Bukankah aku sudah bilang,akan ku transfer kalau Yudha sudah transfer padaku." jawab Meena menjelaskan lagi.
"Memangnya kau tidak punya uang simpanan sama sekali direkeningmu?" tanya Siska yang mendesak.
"Ada,tapi itu tabunganku bukan uang untuk pengeluaran dirumah ini..Uang pemberian Yudha khusus untuk pengeluaran dirumah ini tidak akan ku gabungkan dengan tabungan pribadiku.. dan itu sudah kami diskusikan sebelumnya." jelas Meena.
"Dan lagi pula bukankah baru kemarin aku memberikan uang untuk pengeluaran disini bu?" Tanya Meena yang mengungkit.
"Tentu saja sudah habis,kau pikir tidak dipakai untuk keperluan dirumah ini." jawab Siska dengan sewot.
"Kalau begitu tunggu Yudha pulang saja.. aku akan memberikannya padamu." jawab Meena.
"Bukankah itu dari dirimu juga,sebelum ibu mengatakan hal itu,coba pikirkan dulu tentang dirimu bu.. apakah ibu termasuk orang yang perhitungan atau tidak." jawab Meena tersenyum dan langsung pergi.
Siska langsung kesal dan menatap emosi.
Perempuan tidak tahu.. umpatnya kesal.
Meena seakan tidak peduli dengan ucapan ibu mertuanya.Dia tetap pergi demi menghilangkan stres selama menghadapi sikap ibu mertuanya.
__ADS_1
Setelah keluar dari apartemen,Luna terlihat sudah menunggu Meena didalam mobil.Meena langsung berjalan menghampiri mobil Luna,karna dia hafal dengan plat mobilnya.
Dan akhirnya mereka menuju tempat dimana mereka biasa menghabiskan waktu untuk refreshing.
"Gimana rasanya jadi istri dari lelaki misteriusmu?? pasti happy kan??"tanya Luna sambil melirik nyengir.
Meena pun menarik nafas panjangnya.
"Happy selama tidak bersama ibu sihir dia." jawab Meena.
"Maksudmu ibu mertuamu?"tanya Luna memastikan.
"Hemm.'' jawab Meena singkat.
"Memangnya dia masih mempersulitmu?" tanya Luna penasaran.
"Selalu.. hampir setiap hari,setiap saat bahkan setiap detik pun dia selalu mempersulitku." jawab Meena menjelaskan.
"Lalu,apa kau masih membalasnya atau memilih diam saja?"
"Terkadang aku milih diam bukan karna takut membalasnya tapi lebih malas untuk meladeninya.. tapi jika kudiamkan,dia semakin terus-menerus mempersulitku,mengusikku..Dan sebagainya." jelas Meena.
"Jujur aku jadi takut ingin menikah.. melihat kehidupan pernikahanmu yang ternyata tidak sesuai ekspetasiku." curhat Luna.
__ADS_1
"Sebenarnya jika hanya aku dan suamiku yang menjalani pernikahan ini,hidup kami akan jauh lebih bahagia dan tenang..Tapi entah kenapa,dia muncul dan terus mengusik rumah tangga kami..Membuatku jadi harus menguji kesabaran..karna harus menghadapi ibu mertua yang toxic." ucap Meena melampiaskan kekesalannya.
Luna hanya bisa tersenyum melihat Meena yang melampiaskan kekesalannya.