
Meena yang baru saja pulang dari supermarket,tiba-tiba disambut oleh Siska sang ibu mertua.
''Kau sudah pulang.. aku sudah menyiapkan makanan untukmu.. kau makan saja duluan,Yudha sepertinya akan pulang terlambat.'' ujar Siska langsung kekamarnya.
'' Iya bu.'' jawab Meena
Sesaat Meena menatap heran pada ibu mertuanya
Tumben??tidak biasanya dia memasak untukku?? apa-apa kata Yudha seketika menyadarkan dia?? ah.. kurasa itu tidak mungkin.. Gumam Meena dalam hatinya.
Meena langsung berjalan kearah meja makan.Sesaat ia memperhatikan beberapa menu yang sudah disiapkan oleh ibu mertuanya.Ia sedikit heran dengan beberapa menu tersebut
''Hanya sayur tumis tauge sama tahu?Seingatku aku tidak menyediakan stok bahan sayur ini dikulkas??apakah dia yang membelinya??" tanya Meena yang bingung.
Meena langsung menyantap makanan tersebut dengan perasaan bersyukur.Sebab sang ibu mertuanya tiba-tiba mau memasak makanan untuknya.Karna biasanya sang ibu mertua selalu langsung makan tanpa menawarkan diri untuk membantu Meena memasak.
Setelah menghabiskan makanannya,Meena pun mencuci piringnya dan langsung kekamarnya untuk mandi.
Dan malam harinya,Yudha pun pulang dari kantornya.Siska kembali menyambut sang anak yang baru saja pulang.
"Kau sudah pulang.. apa kau sudah makan??'' tanya Siska pada Yudha.
"Belum ma." jawab Yudha sembari menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ayo.. duduklah,mama sudah siapkan makanan untukmu.'' ujar Siska menyuruh Yudha untuk duduk dikursi makan
Yudha pun langsung menuruti perkataan ibunya.Sementara Siska mengeluarkan sesuatu dari lemari makan.Yang ternyata sepiring iga bakar yang sempat ia beli diluar.
Dan secara tidak sengaja,Meena yang baru keluar dari kamar dan akan kemeja makan,tanpa sengaja melihat ibu mertuanya menghidangkan sepiring iga bakar yang tidak ia tahu.
Rupanya,Siska menyembunyikan iga bakar tersebut dari Meena,agar bisa dinikmati oleh Yudha tanpa bersama Meena.
Meena yang melihat langsung menyunggingkan bibirnya keatas sambil menatap kesal.
Ia tak mengira jika Siska akan menyembunyikan Iga bakar itu darinya.Yang seharusnya bisa ia nikmati bersama-sama dengan Yudha.Tapi ia justru hanya diberi makanan sayur tumis tauge dan tahu goreng.
Jadi ini alasanmu menyuruhku makan duluan.. rupanya kau sudah menyembunyikan makanan itu dari dariku.. Licik sekali caramu ibu mertuaku.. ujar Meena dalam hati
Meena pun kembali ke kamarnya,karna ia sudah kesal dan kecewa melihat tingkah ibu mertuanya.
"Dimana Meena ma??Apa dia sudah makan?" tanya Yudha mencari keberadaan Meena.
"Dikamar,mungkin sudah tidur.. dia tadi sudah makan.. jangan pikirkan dia,cepat habiskan makananmu." jawab Siska menjelaskan sembari menemani Yudha makan.
Sehabis makan,Yudha pun langsung kekamarnya.Dan melihat Meena yang sudah tertidur nyenyak.
Yudha pun tersenyum dan menghampiri Meena yang tertidur.Sesaat ia membelai rambut Meena dan mencium rambut Meena dengan lembut.
__ADS_1
"Selamat tidur sayang." ucap Yudha dengan nada pelan.
...****************...
Keesokan harinya..
Meena pulang dari suatu tempat dengan membawakan beberapa bungkus makanan.Ia pun langsung menyajikan makanan tersebut diatas meja makan.
Meena langsung menyantap makanan yang baru ia beli dengan lahapnya.
Dan Siska pun tiba-tiba datang menghampirinya.
"Ehh.. banyak sekali makanan ini??Apa kau membelinya??Dan kenapa makanan ini iga semua??" tanya Siska yang terheran dan penasaran.
"Oh.. iya bu aku membelinya diluar.. tiba-tiba aku ingin makan iga..jadi aku membeli semua makanan ini yang menunya dari iga." jawab Meena sambil tersenyum.
"Kalau begitu,boleh ibu ikut makan juga?" tanya Siska yang langsung tersenyum dan ingin mencoba iga tersebut.
"Maaf bu.. tapi aku ingin menghabiskan iga ini sendirian..kalau ibu mau,ibu beli sendiri saja.. lagi pula bukankah ibu sudah memakannya sendirian?dan bahkan ibu juga menawarkannya pada Yudha tanpa menawarkannya padaku ??" jawab Meena melarang ibu mertuanya untuk menikmati makanan yang sudah ia beli.Dan sekaligus Meena juga menyindir Siska,yang memang sudah ketahuan jika Siska juga menikmati igar bakar itu sendirian.
Siska pun langsung memasang wajah ketus dan pergi.
"Dasar pelit." Sindir Siska sembari meninggalkan Meena sendirian.
__ADS_1
"Bukankah itu cerminan dari dirimu juga bu.." sahut Meena langsung menjawab sindiran Siska.
Siska pun langsung menoleh sinis.Sementara Meena merasa puas dapat membalas perbuatan ibu mertuanya yang sudah dianggapnya curang.