
Pagi hari..
Meena terbangun dan keluar kamar.
"Ah..Meena,kau sudah bangun.. ayo,kita sarapan dulu." sahut Siska mengajak Meena untuk sarapan bersama.
Meena pun langsung menuruti ajakan Siska.Ia kali ini hanya sarapan bersama dengan Siska ibu mertuanya.Sebab Yudha sedang bertugas diluar kota.
"Apa Yudha akan pulang malam ini??" tanya Siska pada Meena sambil menikmati sarapan pagi nya.
"Iya bu..Yudha bilang akan pulang malam ini." jawab Meena.
"Ya sudah..Kau makan lah,hari ini biar aku saja yang menyiapkan makanan..Kau tidak perlu masak untuk Yudha." ujar Siska memberitahu Meena.
Meena langsung mengangguk sambil tersenyum.
"Baik bu." jawab Meena.
Beberapa hari kemudian..
__ADS_1
Saat Meena akan berencana pergi bertemu dengan Luna.Meena terpaksa kembali kerumahnya.
Tapi baru saja ia akan memasuki rumah..
Dirumah terlihat Siska sedang menikmati makan siang bersama dengan Yudha.
"Ayo cepat habiskan.. ini baru saja dimasak,harus segera dimakan." ujar Siska menyuruh Yudha untuk menghabiskan makanannya.
"Tapi kenapa harus sebanyak ini mama memasaknya..Apa mama sudah menyisihkannya untuk Meena?" tanya Yudha.
"Tenang saja,soal itu kau tidak usah pikirkan..makanan ini pokoknya harus kau habiskan" jawab Siska.
"Ya.. yang penting mama tidak menyimpan makanan sampai besok..Itu tidak akan enak."ujar Yudha.
"Tapi mama tidak memberikan Meena makanan sisa kemarin lagi kan??" tanya Yudha mencurigai ibunya.
"Tidak,hanya sesekali saja..daripada sayang dibuang."jawab Siska tetap menikmati makanannya
"Ma..-" sentak Yudha yang terkejut dengan jawaban ibunya.Begitu juga dengan Siska saat mendengar suara Yudha.
__ADS_1
"Kecilkan suaramu,kenapa harus berteriak.?"Sentak Siska balik.
"Kenapa kau tega sekali ma??Bukankah aku sudah pernah mengingatkan mu,jangan memberi masakan sisa pada Meena." ujar Yudha mulai kesal.
"Apa salahnya??aku juga ikut makan,dan Meena juga tidak keberatan..Kenapa kau harus protes.?" tanya Siska mencoba membela diri.
"Aduh.. ibu ternyata kemampuan memasakmu memang luar biasa ya..Aku sampai tidak sadar kalau ternyata masakan ibu yang kemarin-kemarin ternyata makanan sisa.."sahut Meena yang tiba-tiba dan mengejutkan mereka berdua.
"Meena.. kenapa kau tiba-tiba pulang??"tanya Siska yang masih terkejut.
"Kurasa bukan saatnya ibu mengalihkan topik.. dan ibu tahu,aku sudah dengar semua perkataan ibu..dan bahkan aku sudah merekam semuanya kalau ternyata kemampuanmu suka membuat masakan yang kemarin." ujar Meena sambil menunjukkan ponselnya.
"Apakah rekaman suara ibu perlu kukirim digrup keluarga ibu??supaya mereka pada tahu,kalau ibu mertuaku suka mengolah masakan kemarin dan memberikannya pada menantunya sendiri..sebagai tanda tidak sukamu padaku kan??" timpal Meena menambahkan dan seolah memberi peringatan pada Siska.
"Meena..Ibu bisa jelaskan..aku melakukan itu bukan karna tidak suka..Tapi daripada harus buang makanan.."ucap Siska mencoba menjelaskan pada Meena.
Sementara Yudha hanya diam dan mendengarkan perdebatan mereka.
"Tapi bukan berarti kau memberikan aku makanan sisa yang seharusnya tidak layak untuk dimakan.."
__ADS_1
"Dengar bu,aku tidak memaksamu untuk memperlakukan ku seperti Yudha,seperti anakmu sendiri..Tapi kau tidak harus menunjukkan pilih kasihmu..kalau kau menyesal punya menantu sepertiku,silakan ibu cari menantu yang lain..Aku lelah melihat sikapmu seperti ini." ucap Meena panjang lebar dan langsung pergi keluar rumah.
"Kau sungguh keterlaluan ma."sahut Yudha langsung bangkit dan pergi mengejar Meena.