
Seminggu kemudian..
Yudha dan Meena pergi mengunjungi kediaman Siska sang ibu.
Sesampainya disana,terlihat seluruh keluarga dari pihak sang ibu.Yang sudah berkumpul diruang makan.
Siska pun langsung menghampiri Yudha.
"Kenapa kau datang terlambat??keluarga mama sudah lama menunggu." Tanya Siska.
"Bukankah acaranya masih setengah jam lagi dimulai??Ku pikir kami sudah lebih awal datang." tanya Yudha.
"Ah sudah lah..Cepat sapa mereka..Dan kau cepat bantu aku didapur untuk menghidangkan makanan." ucap Siska pada Meena.
"Iya bu." jawab Meena mengangguk.
Meena langsung mengikuti Siska menuju dapur.Sementara Yudha menyapa seluruh keluarga dari pihak Siska.
"Cepat,potongkan sayur itu..Setelah itu dicuci." perintah Siska.
Meena hanya mengangguk menuruti perintah Siska.
Meena pun memotong semua sayuran yang diperintahkan Siska.Tapi saat Siska melihat sayuran tersebut,justru mendengus kesal.
"Kau ini bagaimana?kenapa memotong sayurnya seperti ini??Bagaimana kau bisa menjadi istri yang baik untuk Yudha,kalau potong sayur saja kau tidak bisa..Lebih baik kau cuci piring saja disana." tegur Siska yang langsung mengambil alih pekerjaan Meena.
__ADS_1
Meena sesaat diam mematung sambil melirik datar kearah Siska.
"Kenapa diam saja??cepat kerjakan..Jangan pikir dirumahku kau akan diperlakukan seperti tamu..Kau harus tahu diri disini." ucap Siska yang langsung mengandalkan kekuasan dikediamannya.Seolah ia berniat ingin membalas sikap Meena saat diapartemennya.
"Iya bu." jawab Meena sambil menghela nafas berat.
Setelah cuci piring,Meena pun menghampiri sang ibu mertua.
"Piringnya sudah ku cuci semua..Apa ada lagi yang harus kukerjakan?" tanya Meena dengan nada datar.
"Ah..Kau buang saja sampah yang ada disitu. Setelah itu,bersihkan kompor ini. " jawab Siska kembali memberinya perintah dan meninggalkan Meena didapur.
Meena kembali menarik nafas panjangnya.
Ah..Sial..sepertinya dia sedang balas dendam denganku.. dan sekarang dia ingin memperlakukanku seperti babu ..Brengsek..Gerutu Meena kesal.
"Kenapa kau masih disini??Kau mau kemana??" tanya Yudha.
"Sampah.. Ibumu menyuruhku membuangnya.. dan setelah ini dia menyuruhku membersihkan kompor itu." jawab Meena datar.
Yudha pun langsung mengambil sampah itu dan meletakkannya kembali.
"Jangan kerjakan lagi..Ayo,kita makan dulu..Setelah itu kita langsung pulang." ujar Yudha langsung menarik tangan Meena menuju ruang makan.
Meena pun langsung tersenyum,karna Yudha datang diwaktu yang tepat.
__ADS_1
Saat Yudha datang bersama Meena,Siska sang ibu langsung melirik sinis.Begitu juga Dela yang ikut melirik sinis.
"Ah.. kamu ayo sini,kita makan..Jangan sibukkan diri terus di dapur." sahut bibi Yudha yang ramah pada Meena.
Meena pun mengangguk sambil tersenyum .
"Ayo kita duduk." ajak Yudha sembari menarik kursi untuk Meena.
Meena pun langsung duduk dan akan mulai makan.Tapi belum ia sempat mengambil makanan yang tersaji dimeja,Siska mulai memanfaatkan keadaan.
"Ah..Meena,sepertinya kita kekurangan sendok,bisa tolong kau ambilkan dulu?." sahut Siska yang langsung memberi perintah.
Meena dan Yudha pun langsung menoleh
"Biar aku ambilkan." jawab Yudha yang akan beranjak bangkit.
Seketika Meena menahan diri Yudha.
"Tidak apa apa..Biar aku saja." sahut Meena langsung beranjak bangkit menuju dapur untuk mengambil sendok.
Siska pun langsung tersenyum puas.
Dan itu pun terus menerus Siska manfaatkan untuk mengerjai Meena.Karna Meena masih menurutinya tanpa bicara apa pun dan melarang dirinya membantu,Yudha pun hanya bisa diam dan memperhatikan ulah sang ibu.
"Aku ke toilet dulu,setelah ini kita langsung pulang." Bisik Yudha pada Meena.
__ADS_1
Meena pun mengangguk sambil tersenyum .