
Meena pun menatap sang ibu dengan tatapan aneh.
"Sejak kapan mama berdiri disitu?" tanya Meena.
"Sejak tadi.. Yudha,silakan ajak saja anak ibu,dia sepertinya butuh penyegaran jasmani." jawab Nisa dan berbicara pada Yudha
"Ma..-" sentak Meena.
"Sudah,bersiap siap dulu sana.. belum pernah kan ku diajak pergi sama lelaki??Walaupun bukan kekasihmu.. Hehehe.." Gurau sang ibu.
"Tapi aku mau tidak mau ma..Aku mau istirahat seharian." jawab Meena menolak.
"Setiap libur kau selalu menghabiskan waktu bermalas-malasan.. jadi tidak ada salahnya kalau kau meluangkan waktumu untuk pergi dengan Yudha.. Yudha juga pemuda yang baik dan sopan.. Benarkan nak?" ujar Nisa dan bertanya pada Yudha.
Yudha hanya mengangguk.Sedangkan Meena melirik sinis kearah Yudha.Karna seolah Yudha mendukung ucapan ibunya.
"Ayo cepat nak.. kau bersiap siap dulu,biar mama yang akan menemani Yudha disini." ujar Nisa sembari menarik tangan Meena untuk bangkit dan pergi.
Meena dengan terpaksa menuruti perintah ibunya dan meninggalkan ibunya menemani Yudha.
"Jadi apa pekerjaanmu nak Yudha??Dimana kalian saling kenal??" tanya Nisa yang ingin mengenal Yudha.
"Saya cuma pegawai biasa disebuah perkantoran ibu.. dan kami secara tidak sengaja kenal di bioskop." jawab Yudha.
__ADS_1
"Oh.. begitu..Dan boleh ibu lihat wajahmu??Sepertinya ibu belum melihat wajah aslimu,karna kau masih memakai masker terus." tanya Nisa sembari memperagakan masker yang dipakai Yudha.
"Oh.. maaf ibu,saya lupa melepasnya.. Maaf kalau saya sudah bersikap tidak sopan" ujar Yudha langsung melepas masker hitam yang dipakainya.
Seketika membuat Nisa merasa kagum melihat wajah Yudha.Yang menurutnya lumayan tampan.
Pemuda ini boleh juga..Selain tampan,dia juga memiliki pekerjaan bagus..Terlebih dia juga sopan santun..Aku harus membuat mereka berjodoh.. semoga Nisa juga tidak menolak pemuda ini.. batin Nisa.
"Wah.. ternyata kamu pemuda yang tampan ya..Hehe.. Kalau boleh tahu lagi,apakah kamu menyukai Meena??" tanya Nisa langsung to the point
Yudha pun hanya tersenyum.
Cukup lama mengobrol,Meena pun menghampiri mereka.
"Kalau begitu saya pamit untuk mengajak Meena keluar sebentar bu."ujar Yudha
"Iya.. silakan,ibu titip Meena ya.. jaga dia..Hehe."Jawab Nisa pada ikut bangkit sambil tersenyum.
Berbeda dengan Meena yang hanya memasang wajah sebal dan datar.
"Nikmati waktu kalian ya sayang." ujar Nisa pada Meena sambil menepuk pundak Meena dengan pelan.
Meena hanya melirik sambil mendengus pelan.
__ADS_1
Meena dan Yudha pun pergi meninggalkan kediaman Nisa.
Tiba disebuah restoran,Yudha mengajak Meena untuk memasuki tempat tersebut.
"Kau ingin makan apa?" tanya Yudha sembari melihat-lihat menu di restoran tersebut.
"Terserah." jawab Meena datar.
Sesaat Yudha melirik sambil tersenyum.Yudha pun akhirnya memilih menu yang sesuai pilihannya.
"Apakah ajakanku membuatmu kesal?" tanya Yudha.
"Iya..Sangat kesal dan sangat mengganggu waktuku." jawab Meena dengan nada ketus.
"Maaf,jika aku sudah menganggu waktumu.. Kupikir kau akan senang jika aku mengajakmu keluar makan." ujar Yudha dengan santainya.
"Dari awalkan aku sudah menolak ajakanmu.. tapi kenapa kau justru memanfaatkan keadaan saat orangtuaku menerima ajakanmu?" ujar Meena meluapkan kekesalannya.
"Karna sebenarnya aku tidak mau,niat baikku jauh-jauh datang kerumahmu dan mengajakmu keluar,berakhir sia-sia." jelas Yudha.
"Ternyata kau orang yang tidak mudah putus asa ya.." sindir Meena.
"Karna niatku bukan untuk main-main."jawab Yudha.
__ADS_1
"Lalu apa niatmu sebenarnya??Dan kenapa kau masih menutupi wajahmu dengan masker hitam itu??apakah kau sedang menunjukkan sosok dirimu yang misterius??Ck.." sindir Meena lagi dengan bertanya.